Willea

Willea
111. Batas Kesabaran Xavier



...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...


...‌𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...


...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...


Begitu mobilnya berhenti di depan pintu masuk rumah sakit, Noland dan yang lainnya langsung berlari menuju ruangan Zhia di rawat. Levi pun hanya bisa menyaksikan dirinya di tinggal sendiri dan harus memparkirkan mobil yang dia bawa.


“Haah, … Resiko menjadi anak buah seperti ini, di tinggalkan begitu saja kalau sudah tidak di butuhkan. Apakah aku akan bersikap seperti itu nanti, kalau sudah kembali menjadi Tuan muda Zaen. Astaga membayangkannya saja sudah membuatku bergidik. Iihhh, ….” gumam Levi sambil berjalan meninggalkan basemen.


“Lebih baik aku cepat menemui Nona kecil, dia pasti sedang tersenyum karena Mamah dan adiknya sudah baik-baik saja sekarang. Aaah, … Betapa cantiknya senyumannya itu.”


Baru membayangkan senyumannya saja sudah membuat Levi tersipu malu sendiri. Apalagi kalau melihatnya secara langsung, bisa terkena serangan jantung si Levi itu.


Namun, ketika melewati sebuah ruang perawatan lainnya, Levi tidak sengaja melihat Dr. Ian yang sedang memeriksa pasiennya.


“Aku tidak tahu apa yang sedang kalian semua hadapi saat ini, tapi membuat tubuhmu terluka seperti ini sungguh bukanlah keputusan yang baik.”


Terdengar Dr. Ian sedang mengomeli pasiennya itu sambil mengobatinya.


“Aku juga tidak ingin tubuhku terluka, tapi aku harus melindungi orang yang sangat penting dalam hidupku.”


Meski mendapat omelan dari dokter itu, Pasiennya masih berani membalasnya.


“Aku tahu kau memang pria sejati. Sekarang kau bisa lega, karena berkat pengorbanan mu dia selamat,” ujar Dr. Ian yang akhirnya mengalah.


“Aku sangat bersyukur mengenai itu, tapi dia tetap terluka karena aku belum bisa melindunginya dengan baik,” ujar pasiennya lagi dengan nada bicaranya yang terdengar sedih.


“Inilah masalahnya jomblo terlalu lama, begitu mendapatkan cintanya dia akan menjadi buci akut. Ini penyakit berbahaya yang belum di temukan obatnya di dunia,” sindir Dr. Ian secara langsung.


Mendengar percakapan tersebut, Levi pun menjadi sangat penasaran dan mencoba untuk mengintip siapa pasien yang sedang di omeli Dr. Ian itu. Begitu melihat pasien yang di omeli Dr. Ian adalah Will, Levi pun segera masuk kedalamnya tanpa permisi.


“Will, syukurlah kau belum mati!” seru Levi yang berlari memeluk Will.


“Haish, … Muncul satu lagi psikopat gila di sini,” gumam Will yang hanya bisa pasrah menerima pelukan dari Levi.


“Hay, menyingkirlah! Kau membuat luka-lukaku terasa semakin sakit,” ujar Will sembari berusaha mendorong Levi untuk melepaskan pelukannya.


“Ouh, … Maaf! Dimana Jaydon dan yang lainnya? Maaf aku tidak bisa menemani ke rumah sakit karena aku harus segera kembali untuk melindungi Mansion lama,” ucap Levi.


“Yang terbaring di sana adalah Jaydon, dia masih belum sadarkan diri! Dan di sebelah kanan ruangan ini adalah kamar rawat Nona Alea dan Nona Karina. Lalu sepanjang lorong ini, hanya di isi oleh anak buah kalian. Haruskan kami sebagi Dokter berterima kasih pada kalian, karena mendapatkan kenaikan gaji dan bonus?” ujar Dr. Ian yang terlihat sedang kesal, sebab berkat mereka dia tidak jadi beristirahat.


“Hehehee, … Silahkan bicarakan secara pribadi dengan Tuan besar,” balas Levi sambil tersenyum canggung.


“Tuan dan anak buahnya memang sama saja. Sama-sama gila,” gerutu Dr. Ian yang berjalan pergi meninggalkan ruangan itu masih dalam perasaan kesal.


Setelah memastikan Dr. Ian sudah jauh dari ruangan itu, Will pun bertanya “Bukankah kau bilag sedang melindungi Mansion lama, tapi kenapa kau sekarang berada di sini?”


“Ouh, … Benar! Aku di sini karena Nyonya muda sudah sadar dan keadaanya beserta bayinya sekarang baik-baik saja. Jadi, kita semua datang ke sini untuk melihat keadaannya,” jelas Levi yang terus tersenyum saat menceritakannya.


“Benarkah? Kalau begitu cepat kau bantu aku ke sana! Aku juga ingin melihat Nyonya muda secara langsung,” ujar Will yang perlahan mencoba turun dari tempat tidurnya.


“Kau yakin sudah bisa berjalan?” tanya Levi memastikkan. Meskipun itu hanya luka pukulan, tetapidi lihat dari luarnya saja dia bisa menyimpulkan bahwa lukanya cukup parah.


“Sudah cepatlah bantu aku berjalan,” ujar Will yang menyuruh Levi untuk memapahnya berjalan.


...****************...


“Will!” seru Rayden yang sangat terkejut Will berubah seperti zombie hanya dalam waktu semalam saja.


“Tuan muda!” seru Will balik yang tampak tersenyum melihat keberadaan Tuannya.


“Pah, ada apa dengan Will? Kenapa dia berjalan seperti itu dan ada apa dengan wajahnya itu?” cecar Rayden yang seketika muncul berbagai pertanyaan di kepalanya, Noland hanya bisa menghela napas panjang sebelum dia menceritakan semuanya.


“Tuan muda, bagaimana keadaan Nyonya muda dan bayinya sekarang? Saya dengar Nyonya muda sudah sadar,” ujar Will begitu berada tepat di depan Rayden dan Noland.


“Iya, istri dan anaku baik-baik saja sekarang tapi kenapa denganmu?” tanya Rayden menuntut penjelasan.


“Semalam Mansion milikmu di serang oleh Fernand dan anak buahnya. Will, Jaydon dan pengawal Zhia tidak sengaja terjebak di sana. Keadaan Mansionnya sekarang bisa kau bayangkan sendiri dan beberapa pengawal dan pelayanmu di sana terbunuh oleh mereka. Dan yang masih bisa di selamatkan mereka semua juga sedang di rawat di rumah sakit ini termasuk Jaydon, Alea dan Karina.”


Akhirnya Noland menceritakan apa yang telah terjadi dalam satu malam. Reaksi Rayden seperti yang sudah semua orang bayangkan, dia terlihat sangat marah dan sorot matanya di penuhi dengan dendam kusumat.


“Jadi, sekarang mereka berani menginjakan kaki kotornya di istanaku,” ujar Rayden yang sedang menahan kemarahannya.


“Tuan, sepertinya penyerangan kali ini karena Fernand ingin menyelamatkan adiknya.” Will menyela.


“Apa maksud perkataanmu? Berarti kalian sudah mengetahui siapa mata-mata mereka selama ini,” ujar Rayden yang semakin terlihat menakutkan.


“Cano, kondisikan raut wajahmu itu! Kau tidak sedang berhadapan dnegan musuh sekarang. Jadi, tenangkan emosimu,” tegur Noland yang tidak nyaman dengan ekspresi yang di tunjukan Rayden sekarang.


“Memang ada apa dengan raut wajahku? Bukankah aku masih terlihat tampan,” sahut Rayden penuh percaya diri.


“Hahaa, … Iya, Tuan memang akan selalu terlihat tampan dalam situasi apapun,” puji Levi yang malah kagum dengan sifat narsis dari Tuannya itu.


“Kalian malah mengalihkan perhatianku! Cepat katakan siapa dia, orang berani mempermainku seperti ini?”


Begitu tersadar, Rayden pun kembali mengulang pertanyaannya tadi.


“Karena keluarga Xavier mempunyai batas kesabarannya sendiri dan batas dia bisa bermain api, maka mereka harus tahu siapa pengendali api di sini,” sambung Rayden tatapan matanya bagaikan raja iblis yang akan mengamuk.


Bersambung,.......


...****************...


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 16.00 WIB ‘yah!😍😍...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...