Willea

Willea
56. Meminta Bantuan!



...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...


...‌𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...


...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...


Rayden merasa sangat bangga pada Levi dan juga dirinya, karena dia sendiri telah berhasil membesarkan Levi sampai bisa menjadi Levi yang sekarang.


Meskipun sebagian besar Will yang mengurusnya, tapi jika dia tidak mengijinkan dan melindunginya secara diam-diam Levi tidak akan bersama dengannya sekarang.


“Kenapa kau tidak melanjutkan ucapanmu, Levi? Bukankah kau harus menjelaskan dengan baik agar aku bisa mengerti dan mungkin bisa memaafkan mu?” ujar Rayden.


Ketika dia melihat Levi tiba-tiba diam tanpa kata bersujud di hadapannya dengan tubuh yang mulai terlihat gemetar.


Entah kenapa, melihat Levi yang sedang merasa bersalah itu membuat kepuasan tersendiri untuk Rayden saat melihat raut wajah Levi.


“Tuan, saya akan menerima hukuman apapun yang akan anda berikan atas kesalahan saya ini,” ucap Levi masih dnegan wajah tertunduk penuh penyesalan.


“Levi, bukankah pembicaraan ini akan terasa sangat panjang? Jadi, bisakah kita duduk di sana saja sambil minum teh atau kopi!” ujar Rayden.


Dia memang tidak peduli dengan pejelasan Levi, karena dari awal dia memang sudah tahu segalanya.


Akan tetapi, Rayden sangat menghargai kejujuran Levi yang mau mengambil resiko berat dengan memutuskan untuk jujur kepadanya.


“Kenapa kau masih di situ! Kemarilah!” seru Rayden yang sudah duduk di soga dengan gaya coolnya.


Meskipun ragu, Levi pun mengikuti perintah dari Rayden dnegan patuh tanpa berani menatapnya. Suasana hening beberapa menit terasa di antara mereka, karena Rayden yang hanya memperhatikan Levi dalam diam.


“Apa kau masih ingat siapa namamu yang sebenarnya?” tanya Rayden membuka topik pembicaraan.


“Zaen Der Levi, itu namaku yang sebenarnya, Tuan!” jawab Levi masih dengan wajah tertunduk.


“Zaen Der Levi, … Kalau aku tidak salah ingat ‘Zaen Der’ adalah adalah arti nama dari perusahaan ZD Group yang berada di negara K, bukan?” ujar Rayden yang masih saja ingin mempermainkan Levi sampai akhir.


“Iya, Tuan! Anda benar dan Roman Zaen Der merupakan kakek kandung saya.” Levi pun membenarkannya.


“Tuan muda Zaen Der Levi! Lalu untuk apa selama ini kau berada di sini sebagai pengawal dan tangan kananku? Aaah, … Dan satu lagi, orang itu! Orang yang terluka tembak saat bersamamu, siapa dia?”


Inilah pertanyaan yang selama ingin Rayden dengar dari Levi, tentang alasan bocah itu datang kepadanya dan terus berada disisinya selama ini.


Rayden sudah menahan pertanyaan itu cukup lama dan sekarang akhirnya dia akan mengetahui alasannya.


“Saya ingin balas dendam, Tuan!” sahut Levi yang membuat Rayden seketika terkejut dan sedikit salah paham.


“Hah? Kau ingin balas dendam padaku? Memangnya perbuatan jahat seperti apa yang telah aku lakukan padamu?” seru Rayden tanpa sadar.


“Bu-bukan pada Tuan, tetapi pada Sam Joseph!” ujar Levi.


“Hah? Bukankah itu sudah selesai saat kita pertama kali bertemu dulu, tetapi kenapa kau masih mengikuti sampai sekarang?” tanya Rayden yang memang mereka sudah pernah membahasnya dulu.


“Sebenarnya pamanku telah bekerja sama dengan Sam Joseph untuk membunuh keluargaku, karena kakek menyerahkan segalanya kepada papahku! Saya juga berada dalam target pembunuhan itu, tetapi berkat perlindungan mamah sampai akhir hayatnya saya berhasil di selamatkan," ujar levi


"Saya satu yang selamat dari kecelakaan mobil berencana itu. Saya mengetahui semuanya, ketika tanpa sengaja saya mendengar percakapan paman dengan seseorang melalui telepon.”


Dengan mata berkaca-kaca Levi menceritakan masa lalu kelamnya yang sebenarnya tidak ingin dia ingat lagi.


Kedua orang tuanya meninggal dunia tepat di depan matanya, tetapi dia tidak bisa membuktikan siapa penjahat sebenarnya yang telah merenggut nyawa kedua orang tuanya itu.


“Waktu itu, saya masih seusia Tuan dan Nona kecil. Saya ingin balas dendam kepada mereka semua yang telah membunuh orang tua saya, tapi tubuh kecilku dulu tidak memungkinkan. Dan saat aku melihat anda, saya tanpa sadar tidak ingin kembali dan memutuskan untuk melupakan siapa aku sebenarnya dan ingin selalu mengikuti anda selama saya bisa.”


Rayden tersentak dengan penjelasan dari Levi, kisahnya mengingatkannya saat dia juga kehilangan adik kembarnya.


Tanpa sadar, ternyata dia juga membalaskan dendam anak kecil itu yang juga kehilangan orang yang sangat dicintainya.


“Anda selalu terlihat kuat dan berkuasa serta tidak takut akan apapun. Kerena itulah aku selalu belajar agar bisa menjadi sossok yang seperti anda Tuan muda,” lanjut Levi yang tulus mengatakan itu.


“Kau yang sekarang bahkan sudah melebihi diriku, Levi!” ujar Rayden yang mengatakan sebenarnya.


“Terima kasih, atas pujian anda Tuan! Dan soal orang itu adalah Bastian, dia orang kepercayaan kakek. Dia datang ke sini untuk memintaku kembali dan menyerahkan ini.”


Levi pun menyerahkan surat pengalihan harta, asset dan banyak lagi yang di miliki kakeknya yang akan diwariskan kepadanya kelak.


Rayden pun menerimanya dan sontak saja kedua bola matanya langsung membulat begitu membacanya.


Hanya dengan melihat sekilas saja, Rayden sudah tahu bahwa kekayaan dari ZD Group hampir sebanding dengan kekayaan yang di milikinya sekarang. Bahkan ada beberapa asset dan property yang belum Rayden miliki.


“Wow, … Kau tidak sedang mencoba untuk pamer dengan menunjukan semua ini kepadaku, bukan?” ujar Rayden yang hanya ingin menggoda Levi saja.


“Ti-ti- dak sama sekali, Tuan! Ssa-saya hanya ingin meminta pendapat Tuan mengenai ini. Apa yang harus saya lakukan dengan semua ini?”


Levi mencoba menjelaskan maksudnya menunjukkan surat wasiat itu kepada Rayden, karena dia sendiri masih bingung dengan keputusan yang di ambilnya.


“Kenapa kau harus berpikir panjang lagi! Kau harus mengambil semuanya dan mengila kepada pamanmu itu. Bukankah dia masih hidup nyaman sampai sekarang?” seru Rayden yang tidak perlu berpikir dua kali untuk sarannya itu.


“Hah?” Levi pun sedikit kaget dengan perkataan Rayden barusan.


“Tenang saja! Aku akan membantumu mengurus masalah ini. Apalagi orang suruhan pamanmu itu juga ingin menyentuh milikku. Bukankah kita tidak boleh berdiam diri sekarang? Kita harus membalas berkali-kali lipat pada mereka yang mengusik kita terlebih dulu. Kau mengerti!” lanjut Rayden berusaha menyakinkan Levi.


“Apa maksud Tuan barusan?” ujar Levi yang tampak ragu, karena dirinya sedang salah dengar tentang orang suruhan pamannya yang menyentuh kekuasaan Rayden.


“Yaah, … Seperti yang kau dengar tadi! Kau ingin menjadi seperti aku, bukan! Aku akan membantumu menjadi jauh lebih baik dariku. Apa kau siap, Zaen Der Levi?” seru Rayden yang malah tampak bersemangat ingin mengajari Levi mulai dari awal lagi.


“Baiklah, Mohon bantuannya Tuan muda!” ujar Levi yang menyetujui rencana Rayden.


“Dengan senang hati! Sekarang bersiaplah, kita akan mulai rencana awal!” seru Rayden.


Bersambung,.......


...****************...


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 10 pagi ‘yah!😍😍...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...


Note : Sambil Menunggu update Willea. Silahkan kunjungi dan baca juga karya temanku, udah orangnya baik ditambah cantik lagi. Cuzz, ... Jangan Lupa beri dukungan kalian juga 'yah!😉🥰🥰😘