Willea

Willea
Promo Novel Terbaru




Promo Singkat Cerita:


“Kau gila, Kiran!” bentak Areksa untuk pertama kalinya dalam hubungan pernikahan mereka.


“Bagaimana bisa kau menyuruh suamimu sendiri untuk tidur dengan wanita lain hanya karena seorang anak, Hah?” lanjutnya masih dengan penuh nada penekanan dan nada tingginya.


“Tapi Mas, _....”


“Aku sungguh tidak menyangka kau akan sampai sejauh ini, Kiran! Apakah selama ini aku selalu menuntut seorang anak darimu? Tidak pernah, bukan?” potong Areksa yang tak ingin mendengarkan apapun lagi dari istrinya.


“Mas, ….” Air mata Kiran sudah jatuh semenjak Areksa membentaknya dengan keras.


“Untuk pertama kalinya, aku merasa sangat kecewa padamu, Kiran!” ujar Areksa yang kemudian pergi meninggalkan rumah begitu saja dan Kiran hanya bisa menangis menyesali semuanya.


Areksa meninggalkan rumahnya dalam keadaan yang marah dan begitu kalut. Jujur saja, dia sangat menyesal telah membentak Kiran hingga membuat istri tercintanya menangis sesenggukan.


Namun, Areksa juga tidak habis pikir dengan apa yang Kiran katakan. Bagaimana bisa Kiran memintanya untuk menyentuh wanita lain hanya karena ingin memiliki seorang anak.


Drrrt, … Drrtt, ….


Kiran mendapatkan sebuah telepon dari nomor yang tidak di kenal. Dengan wajah terkejut dan tubuh gemetar hebat Kiran berkata, “A-apa? Mas Areksa kecelakaan?”


“Ti-tidak mungkin, … Hiks, … M-mas Areksa tridak mungkin, _....”


****************


“Kenapa cara Mas Areksa menatapku berubah? Tidak, … Aku tidak boleh berpikiran negative di saat seperti ini!” batin Kiran yang menepis firasat buruknya.


“Mas, apa ada yang terasa sakit?” tanya Kiran memastikan, dia mengabaikan firasat buruknya yang terus berusaha mendominasi hati dan pikirannya.


“Lepaskan! Memang siapa kau sampai terus memegangi tanganku seperti ini!”


Areksa menarik tangannya secara kasar dan menatap Kiran dengan tatapan tidak bersahabat. Baik Kiran maupun Mamah Syifa pun terkejut dengan perkataan Areksa yang terkesan tidak mengenali istri yang sangat dicintainya sama sekali.


“Reksa, jangan bercanda, Nak! Jangan berpura-pura tidak mengenali istrimu sendiri.”


Mamah Syifa angkat bicara, sebab dia mengira bahwa Areksa hanya tengah mempermainkan mereka saja seperti biasanya. Sedangkan Kiran masih terdiam di tempatnya, kali ini firasat buruknya benar-benar sudah mendominasi.


Hanya buliran air matanya yang perlahan turun, sebagai bentuk kesedihan dan kepedihan hatinya yang tidak bisa dia ucapkan dengan kata-kata melihat suaminya yang tidak mengenali dirinya lagi sebagai istrinya.


“Istri? Sejak kapan Areksa sudah menikah, Mah? Dan lagi pula kekasihku itu Anya, jika pun aku menikah maka istriku adalah Anya. Bukan wanita yang tidak aku kenal sama sekali seperti dia,” ujar Areksa yang terlihat serius saat mengatakannya.


“Areksa kau, …”


Mamah Syifa dan Kiran pun seketika mengingat tentang perkataan Dokter semalam. Namun, belum selesai rasa terkejut mereka Papah Ibnu sudah kembali bersama dengan Dokter yang merawat Areksa semalam.


“Dok, apa yang terjadi dengan putra saya! Kenapa dia melupakan tentang istrinya?” cecar Mamah Syifa begitu Dokter bernama Aiden itu datang.


Sedangkan Kiran masih mematung di tempatnya, pandangan matanya yang sudah berjatuhan dengan cairan bening itu tidak pernah lepas sedikitpun dari suaminya.


Sesekali Areksa meliriknya, tapi dia sama sekali tidak memperdulikan tangisan wanita yang di anggapnya sebagai orang asing.


Dr. Aiden menjelaskan bahwa Areksa mengalami Amnesia disosiatif yang memiliki ciri hilangnya memori episodik yang dapat berlangsung selama berjam-jam atau berhari-hari atau bahkan bertahun-tahun.


Amnesia jenis ini banyak disebabkan oleh alasan psikologis seperti trauma kecelakaan akibat benturan atau depresi. Dalam kasus ini, kemampuan untuk mengingat akan kembali normal. Namun, ingatan tentang peristiwa yang mengejutkan psikologisnya mungkin tidak akan pernah kembali sepenuhnya.


Namun, Kiran masih tetap membutuhkan waktu untuk menata hatinya yang sudah hancur atas hilang ingatan yang di alami oleh suaminya.


Kiran duduk termenung dengan hatinya terus bertanya-tanya, “Kenapa? Kenapa hanya aku yang kau lupakan, Mas? Seolah aku tiada pernah ada di dalam hidupmu selama ini. Dan mengapa kau tidak mau menerimaku sebagai istrimu? Kenapa kau bersikeras bahwa hanya Anya yang menempati hatimu?”


****************


Kiran yang tidak tahan akan sikap Areksa, dia pun memberikan sebuah solusi untuk jalan keluar dari permasalahan yang sedang mereka hadapi.


“Kenapa kalian selalu mengatakan bahwa dia istriku, sedangkan aku tidak bisa mengingatnya sama sekali! Kekasihku hanya Anya, tolong bawa dia untuk menemuiku,” ujar Areksa bersikeras.


“Aku tidak tahan lagi! Bagaimana kalau kita buat sebuah perjanjian?” ujar Kiran memberanikan diri untuk bicara dengan Areksa yang sejak seminggu terus menolak dan mengabaikannya.


“Perjanjian? Perjanjian seperti apa yang kau maksud?”


Areksa mengerutkan alisnya, dia sungguh tidak mengerti apa yang tengah wanita yang mengaku sebagai istrinya katakan. Terlihat jelas Kiran menggenggam erat ujung bajunya sebelum dia mengutarakan solusi terbaik yang dia pikirkan selama ini secara matang-matang.


“Mari kita buat sebuah perjanjian, dimana selama tiga bulan kau harus menerimaku sebagai istri sahmu. Selama perjanjian itu berlangsung, aku akan berusaha untuk membuatmu kembali mengingat dan mencintaiku seperti sebelumnya,” ujar Kiran yang mau tidak mau harus memantapkan keputusannya.


“Bagaimana kalau aku tidak bisa mengingatmu lagi ataupun mencintaimu selama perjanjian tiga bulan itu berlangsung? Apa yang akan kau lakukan?”


Areksa yang memang seorang pebisnis sukses tentunya harus mengetahui keuntungan yang bisa dia dapatkan dari perjanjian tersebut.


“Ji-jika kau tidak bisa mengingatku lagi atau aku tidak bisa membuatmu jatuh cinta lagi padaku, maka aku akan melepasmu! Kita akan bercerai dan kau bisa bersama dengan wanita bernama Anya itu.”


Kiran meremas erat ujung pakaiannya sebagai tempat pelampiasan rasa sesak di dadanya ketika mengatakan kata cerai dengan mulutnya sendiri. Namun, tidak dengan reaksi Areksa yang tampak biasa saja begitu mendengarnya.


“Baiklah, tapi dengan satu syarat dariku!” ujar Areksa setelah beberapa saat hanya diam dan menatap Kiran yang juga balik menatapnya.


“A-apa?” Firasat Kiran sebagai seorang istri mulai tidak tenang.


“Aku akan menerimamu sebagai istriku selama tiga bulan, jika kau bersedia menerima Anya sebagai kekasihku! Bagaimana apa kau menyetujuinya?”


Benar saja, Areksa meminta syarat yang jelas akan menyakiti Kiran selama perjanjian itu berlangsung. Kiran kembali mencengkram tangannya sendiri, hingga buku tangannya memutih dan terasa sedikit sakit tapi Kiran mengabaikannya.


“Jika kau tidak mau, maka kita bisa langsung bercerai saja! Aku juga tidak yakin kalau aku menikahimu atas dasar cinta.”


Kiran semakin mengeratkan genggaman tangannya sendiri, sebulir cairan bening meluncur dengan bebas membasahi wajahnya. Untuk pertama kalinya, Kiran mendapatkan sebuah perkataan yang begitu sangat menyakitkan dari mulut suaminya.


“Kenapa kau berpikir bahwa pernikahan kita bukan atas dasar cinta? Apakah kau sudah mengingat sesuatu tentangku? Tidak, bukan? Lalu bagaimana bisa kau menyimpulkannya semudah itu?” cecar Kiran dengan suara yang bergetar menahan suara isak tangisnya.


“Hanya melihatmu saja aku sudah merasa tidak nyaman, bagaimana bisa aku menyimpulkan bahwa kita pernah saing mencintai sebelumnya!” ujar Areksa dengan santainya, dia lagi-lagi mengabaikan air mata yang terus mengalir di wajah Kiran.


“Baiklah, ayo kita lakukan perjanjian itu! Aku akan membuatmu kembali jatuh cinta padaku lagi seperti sebelumnya. Aku akan membuatmu mengingat bagaimana kau begitu mencintaiku dulu!”


“Tentu, mari kita buktikan!” ujar Areksa yang tersenyum sinis mendengar kepercayaan diri Kiran.


“Jangan lupa dengan janjimu untuk bercerai dan pergi dari hidupku, setelah masa perjanjian ini selesai,” sambungnya menekankan pada Kiran.


Kiran hanya bisa meremat tangannya sendiri dengan kuat sebagai pelampiasan sakit hatinya. Areksa hanya meliriknya sekilas, lalu dia mengalihkan pandangan ke arah lain. Sebab lagi dan lagi, hatinya merasa tidak nyaman melihat tangisan Kiran.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...



Promo Singkat Cerita:


“Vin! Jax! Aku tidak salah lihat, bukan?” tanya Kane yang masih tampak terkejut dengan apa yang di lihatnya barusan.


“Aku juga melihatnya!” sahut Kevin yang sama terkejutnya dengan Kane dan Jaxon.


“Bukankah wanita itu Shia? Tapi kenapa dia terlihat tidak mengenali kita?” gumam Jaxon menatap bingung pada kedua sahabatnya.


“Aku harus lebih memastikannya,” ujar Kane yang tanpa buang waktu langsung menerobos masuk ruangan itu.


Kane tidak peduli dengan Tim HRD yang melihat kedatangannya dengan raut wajah bingung serta terkejut, dia malah menyuruh mereka untuk keluar dari ruangan itu. Kevin dan Jaxon pun segera menyusul masuk, sebab mereka juga ingin memastikan bahwa mata mereka masih berfungsi dengan benar.


“Kalian keluarlah!” Perintah Kane tanpa sedikitpun menatap pada karyawannya yang masih menatapnya dengan bingung.


Sebab tatapan mata Kane hanya tertuju pada wanita yang tengah duduk tepat di depannya. Wanita itu terlihat terkejut, bingung dan takut menjadi satu dengan kehadiran pria yang tadi tidak sengaja bertemu di depan ruangan.


“Aku bilang keluar sekarang!” bentak Kane ketika menyadari bahwa para karyawannya itu masih tetap berdiri di tempatnya masing-masing.


“Hay, kalian semua cepat keluar! Biar kami yang menangani sisanya,” ujar kevin mengarahkan para Tim HRD yang masih terkejut dan kebingungan itu untuk keluar sesuai apa yang Kane perintahkan.


Jauh berbeda dengan Flora yang tampak ketakutan ketika mendengar bentakan dari pria tampan yang kini berdiri tepat di hadapannya. Mengira bahwa perintah itu termasuk dirinya, Flora dengan menekan rasa takutnya ikut beranjak dari tempat duduknya.


“Tetap duduk di tempatmu!”


Perkataan yang penuh penekanan dari pria tampan di depannya membuat Flora terpaksa mengurungkan niatnya untuk pergi dan kembali duduk diam di tempatnya. Kevin dan Jaxon pun segera mendekat untuk menenangkan Kane.


Tanpa meminta ijin terlebih dahulu, Kane langsung saja mendekati Flora dan menarik paksa pakaiannya. Baik Kevin, Jaxon dan terutama Flora tentu saja sangat terkejut dengan aksi Kane yang bisa di sebut sebagai tindakan pelecehan kepada wanita.


“Yakh, … Apa yang kau lakukan! Lepaskan aku!” teriak Flora yang berusaha mempertahankan pakaiannya yang di tarik paksa oleh Kane.


Brekkk, ….


Alhasil pakaian itu sobek akibat tarikan tangan Kane yang begitu kuat. Kane kembali mematung ketika melihat bekas luka di bahu wanita itu memang sama persis dengan bekas luka yang di miliki oleh Shia.


“Shia, … Jadi, kau memang Shia?” gumam Kane dengan tatapan tak percaya.


Plakk, …


Sebuah tamparan keras mendarat tepat di pipi kiri Kane, hingga terlihat sedikit membekas. Flora yang merasa telah di lecehkan oleh ceo perusahaannya melamar pekerjaan langsung saja melayangkan sebuah tamparan keras sebagai pelampiasan kemarahannya.


“Dasar Ceo mesum kurang ajar!” bentak Flora penuh amarah.


“Aku datang ke sini untuk mendapatkan sebuah pekerjaan yang layak! Bukan untuk di perlakukan seperti pelacur murahan,” teriak Flora dengan mata memerah menahan tangisnya yang kian memuncak.


“Jadilah kekasih kontrakku dan aku akan membayarmu sepuluh kali lipat dari gaji karyawan biasa di sini!”


Tanpa pikir panjang Kane menawarkan pada wanita yang ada di hadapannya saat ini sesuatu yang semakin membuat Flora marah.


“Apa kau sudah gila, Hah? Atau kau memang seorang Ceo mesum? Berapa banyak karyawanmu yang kau perlakukan seperti ini, Hah?” berang Flora yang kini lelehan cairan bening sudah meluncur dengan bebasnya tanpa bisa dia kendalikan lagi.


“Berapapun yang kau minta aku akan memberikannya! Asal kau menjadi kekasih kontrakku selama 6 bulan!”


“Apapun yang terjadi, aku harus selalu menempatkan wanita ini berada di sisiku!"


Kane sama sekali tidak memperdulikan cacian penuh kebencian yang Flora peruntukan untuk dirinya. Dia hanya focus memikirkan cara untuk menempatkan Flora agar tetap berada di sisinya. Setidaknya sampai dia benar-benar memastikan apakah wanita bernama Flora itu benar Shia atau bukan.


“Bajingan gila sialan!” umpat Flora yang langsung beranjak dari tempat duduknya dan meraih tas yang dia bawa untuk pergi dari ruangan itu sambil memegangi pakaiannya yang kini tidak berbentuk.


“Tunggu! Bukankah kau sedang membutuhkan banyak uang untuk biaya rumah sakit Ibumu yang sedang koma!” seru Kane yang seketika menghentikan langkah kaki Flora.


“Bukan urusanmu,” tukas Flora dengan kemarahannya yang semakin memuncak dan kembali melanjutkan langkah kakinya.


“Aku akan pastikan biaya pengobatan Ibumu tetap berjalan sampai dia sembuh, bahkan meskipun kontrak 6 bulan yang aku janjikan telah selesai aku akan tetap membiayai pengobatan Ibumu!”


Kane kembali berseru dengan sebuah bujukan yang kali ini sepertinya tidak mampu Flora untuk menolaknya. Sebab alasan dia ingin menjadi karyawan di perusahaan Sylvester Group karena gajinya yang cukup besar dan bisa mengurangi biaya rumah sakit setiap bulannya.


Namun, Flora yang merasa telah di lecehkan oleh Kane tentunta tidak bisa menerimanya begitu saja. Apalagi dia menggunakan Ibunya sebagai kesepakatan, hal itu membuat Flora merasa semakin terhina.


Dia tidak memperdulikan apapun lagi dan kembali melangkahkan kakinya, tetapi cekalan tangan Kane kembali berhasil menghentikan langkahnya.


“Tunggu! Kau bisa memikirnya lebih dulu tawaranku. Jika kau setuju datanglah kemari untuk membuat kesepakatannya,” ujar Kane.


“Tidak akan pernah!” Flora menepis tangan Kane dari tubuhnya dengan kasar.


“Aku akan tetap menunggu keputusanmu di sini!” ujar Kane bersikeras.


“Dan maafkan atas perbuatan tidak senonoh yang aku lakukan barusan. Kenakan ini untuk menutupinya,” ucap Kane terlihat penyesalan dari sorot matanya.


Flora tidak menolaknya, sebab dia menyadari bahwa pakaian yang dia kenakan sudah robek dan tidak bisa menutupi bagian pakaian dalamnya.


Tanpa mengatakan apapun lagi pada Kane, Flora pun pergi begitu saja dalam keadaan mata sembab dan pakaian yang berantakan. Bahkan beberapa orang yang melihatnya terus menatapnya dengan penuh tanda tanya dan sedikit bergosip.


...****************...


Itulah cerita singkat dia novel terbaru Author, jika merasa penasaran langsung saja baja du Aplikasi Noveltoon/ Mangatoon. 🤭🤭🤭