
...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...
...𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵 ...
...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...
Terjadilah aksi saling kejar-kejaran dengan menggunakan mobil antara Kenzo dan Jaydon di tengah padatnya jalan raya.
Suasana padatnya kota pun terlihat sangat ricuh, karena Kenzo melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, hingga mengakibatkan terjadi beberapa kecelakaan kecil.
Begitu juga dengan Jaydon yang sama cepatnya karena tengah Kenzo. Dia dapat menghindari beberapa kecelakaan kecil yang di timbulkan Kenzo dengan mudah, tetapi dia terjebak saat ada kecelakaan yang membuat sebuah mobil terbalik dan menghadang jalannya.
Pada akhirnya Jaydon kehilangan jejak Kenzo dan harus kembali dengan perasaan kecewa. Namun, akibat dari beberapa kecelakaan yang di timbulkan oleh Kenzo.
Jaydon pun kembali terjebak di kantor polisi untuk di mintai keterangan mengenai kecelakaan itu.
...****************...
Sementara itu, Will dan Felix yang berhasil mengamankan daerah sekitar taman segera datang menghampiri Levi, Lucia dan juga Bastian untuk memastikan keadaan mereka.
Sedangkan anak buahnya mengurus para pembunuh bayaran itu, baik yang masih hidup maupun sudah mati.
“Levi! Nona kecil, kalian berdua tidak apa-apa?” seru Will dengan raut wajah yang terlihat sangat panik.
“Felix, cepat tolong dia! Segera bawa dia ke rumah sakit!”
Bukannya menjawab, Levi malah balik berseru dan memerintahkan Felix untuk memeriksa keadaan Bastian yang sudah terkapar bersimbah darah tidak jauh dari mereka.
Tanpa banyak bertanya lagi, Felix pun segera beralih pada Bastian dan langsung memeriksa keadaannya.
Levi sebenarnya ingin berlari untuk segera menolong pamannya itu dan membawa ke rumah sakit. Akan tetapi, dia tidak bisa melepas Lucia yang gemetar ketakutan di dalam pelukannya.
“Hai, Kalian berdua cepat kemari! Bantu aku membawa ke rumah sakit.”
Felix pun memanggil dua anak buahnya untuk membantu mengangkat tubuh Bastian yang sudah tidak sadarkan diri, karena telah kehabisan banyak darah itu.
Felix dengan di bantu oleh dua anak buahnya segera membawa Bastian ke rumah sakit. Sedangkan Will masih bersama dengan Levi yang masih termenung di tempatnya masih dengan memeluk Lucia.
Will terus memperhatikan sebuah berkas yang berada di tangan Levi, tetapi dia ragu untuk menanyakannya.
Apalagi dia melihat Levi yang sedang merasa sangat frustasi, karena tidak berhasil menyelamatkan Bastian yang saat itu berada tepat di hadapannya itu.
Bahkan dirinya sendiri bisa selamat berkat pertolongan Lucia yang menariknya tepat waktu. Levi menyalahkan diri sendiri, sebab selama ini masih bersikap santai padahal sudah mengetahui bahwa dirinya sedang dalam bahaya.
Levi tidak pernah menyangka bahwa orang-orang yang berada di sekitarnya bisa saja berada dalam bahaya.
“Aku pasti akan membunuhnya! Semua orang yang merencanakan semua ini, orang yang berniat membunuhku. Akan aku tunjukan siapa Zaen Levi yang sesungguhnya,” ujar Levi yang dipenuhi kemarahan di matanya.
“Kita akan membahas masalah ini nanti,” ucap Will.
“Sepertinya kalian berdua baik-baik saja. Ayo, kita kembali ke mansion dulu! Lev, Nona kecil sepertinya sangat terguncang.”
Perkataan Will menyandarkan Levi bahwa Nona kecil kesayangannya memang harus di pindahkan ke tempat yang aman.
Levi pun segera beranjak masih dengan menggendong Lucia yang masih saja memeluknya dengan sangat erat.
“Kau benar! Ayo, kita bawa Nona kecil dulu ke tempat yang aman, baru membahas masala ini,” ujar Levi yang membenarkan perkataan Will.
“Biar aku saja yang menggendong Nona kecil, sepertinya kau juga sedikit terguncang karena kejadian tadi.”
Will berniat mengambil alih untuk menggendong Lucia, apalagi Levi yang terlihat masih tampak linglung dan juga marah atas kejadian baku tembak tadi.
Akan tetapi, Lucia seakan tidak mau dia semakin erat memeluk Levi dan seolah tidak mau melepaskannya.
“Sudah biar aku saja yang menggendong Nona kecil sampai di mansion,” ujar Levi yang menyadari Lucia masih ingin bersamanya.
“Baiklah,” sahut Will yang tidak mau memaksa.
“Ngomong-ngomong siapa pria yang terkena luka tembak itu? Dan berkas apa yang sedang berada di tanganmu?”
Will yang tidak bisa menahan rasa penasarannya lebih lama lagi, akhirnya memutuskan untuk langsung bertanya. Namun, sebuah suara ddan kedatangan seseorang mengalihkan perhatian keduanya.
Ternyata Rayden yang datang bersama beberapa pengawalnya, begitu mendengar suara tembakkan berulang kali.
Rayden langsung menyadari bahwa telah terjadi sesuatu di dekat area mansionya, terlebih lagi para pengawal kepercayaannya tidak ada yang datang menghadap satu pun.
Dan lebih membuat Rayden panik adalah bahwa putrinya tadi pergi untuk menemui mereka. Karena itulah, begitu mendengar suara tembakkan Rayden segera bergegas menuju ke sumber suara itu.
Kepanikan pun juga melanda Zhia dan Luca, tetapi demi keselamatan istri dan putranya. Rayden pun menyuruh Zhia dan Luca untuk menunggudi dalam mansion, sementara dia yang kaan mencari Lucia dan memastikan keadaan sekitar.
“Tuan muda, _....”
Will yang berniat mau menjelaskan seketika ucapannya terpotong.
“Astaga, Luci!”
Rayden pun langsung merasa terkejut melihat tubuh putrinya yang sedang gemetar ketakutan di gendongan Levi.
Rayden pun segera mengambil alih tubuh kecil putrinya dan memastikan apakah dia terluka atau tidak.
“Sayang, kau baik-baik saja ‘kan? Apa ada yang terluka?”
Sederet pertanyaan Rayden lontarkan kepada putri kecilnya itu. Setelah memastikan putrinya tidak terluka sedikitpun, perasaan Rayden seketika merasa sangat lega.
Rayden pun langsung memeluk dan mencium putrinya sambil tersenyum lega.
“Syukurlah, sayang! Ternyata kau baik-baik saja, apa kau tahu betapa takutnya papah tadi?” ujar Rayden pada putrinya.
“Papah, tadi Luci melihat ada beberapa orang yang mau menembak kak Levi. Hiks, …”
Lucia pun mengadu pada papahnya dan dia mulai menangis takut saat mengingat kejadian tadi. Jika Lucia tidak langsung berlari dan menarik Levi untuk berlindung, mugkin saat ini Levi tengah terbaring di rumah sakit atau kemungkinan terburuknya Levi sudah tiada di dunia ini.
Mendengar penjelasan Lucia, Rayden pun seketika langsung melontarkan tatapan tajamnya pada Will dan Levi secara bergantian.
Dari sorot matanya, baik Levi maupun Will tahu bahwa Tuan mudanya itu sedang meminta penjelasan atas kejadian ini.
“Papah, bahkan kakek tadi juga tertembak di sana. Huhuuu, ….” Imbuh Lucia.
Sembari menunjuk ke tempat Bastian tadi terkapar bersimbah darah, Lucia juga menatap Levi dengan mata sendunya.
Mata Rayden pun mengikuti tangan Lucia menunjuk, terlihat memang bekas darah yang segar di sana.
Lalu Rayden pun memperhatikan sekelilingnya, dimana dia melihat anak buahnya sedang mengurusi beberapa mayat dan menangkap orang yang masih hidup.
Tatapannya pun kembali pada Will dan Levi yang diam membisu di depannya. Tersirat kemarahan di wajah Rayden pada saat itu.
“Teman-teman, Maaf! Aku tidak bisa mengejarnya dan malah sedikit berurusan dengan polisi!”
Jaydon tiba-tiba muncul dengan nafas terengah dan mengatakan bahwa dia gagal mengejar dan menangkap Kenzo. Mendengar laporan dari Jaydon, kemarahan Rayden pun semakin memuncak.
Bersambung,.......
...****************...
Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗
Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 10 pagi ‘yah!😍😍
Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰
Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰
Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat.
Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓
Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!
Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!
Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘