Willea

Willea
88. Meminta Restu



...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...


...‌𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...


...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...


“Ishhh, … Kau ini, jangan ikut campur sana!” usir Will yang tahu niat Levi yang sebenarnya.


“Siapa yang mau ikut campur, aku hanya tidak sengaja melihatnya. Ouhya, … Tuan muda menyuruh kita untuk segera menghadap padanya,” kilah Levi sembari menyampaikan pesan dari Tuannya.


“Lebih baik kita pergi sekarang,” ujar Alea.


Dia memilih untuk fokus pada pekerjaannya terlebih dahulu dari pada urusan pribadinya. Alea lalu pergi menuju ke ruang makan, di susul oelh Will dan Levi di belakangnya. Dan tidak lama kemudian, Alice dan Karina juga tiba di ruang makan.


“Selamat pagi, Tuan dan Nyonya besar!”


“Selamat pagi, Tuan dan Nyonya muda!”


“Selamat pagi, Tuan dan Nona kecil!”


Para pengawal langsung menyapa setiap anggota keluarga besar keluarga Xavier. Tidak lupa mereka membungkuk memberi hormat yang sudah menjadi rutinitas mereka setiap paginya. Dan seperti biasa, Lucia langsung menarik Levi untuk duduk di sebelahnya.


“Kalian datang bersama rupanya,” ujar Rayden ketika melihat para pengawalnya sudah berkumpul secara bersamaan.


“Iya, Tuan! Kami tidak sengaja berpapasan di depan,” jelas Will mewakili yang lainnya.


Rayden hanya mengangguk tandanya dia sudah mengerti. Rayden dan Noland memang otrang yang tidak peka dengan orang lain, tetapi berbeda dengan Zhia dan Julia yang menyadari kecanggungan di antara Will dan Alea.


“Apa kalian berdua sedang bertengkar?” tanya Zhia yang rasa penasarannya sudah di ubun-ubun.


“Hoo, … Kupikir hanya aku saja yang merasa Will dan Alea seperti sedang bertengkar! Apakah terjadi sesuatu dengan kalian berdua.” Julia menimpali.


“Will dan Alea?”


Rayden mulai bertanya-tanya pada dirinya sendiri sembari berusaha mengingat sesuatu yang sepertinya dia lupakan.


“Aakh, … Benar! Aku lupa tentang permintaan Will kemarin.”


Dan tak lama kemudian, Rayden kembali teringat dengan pembicaraannya dengan Will saat di kantor


Mendengar nama Will dan Alea di sebut seketika Rayden teringat tentang keinginan Will yang ingin menjalin hubungan yang lebih serius dengan Alea.


Jika nama mereka tidak di bahas oleh Zhia dan Julia, sudah pasti Rayden akan melupakan tentang permintaan Will lagi.


“Selain Will dan Alea, aku ingin semua pengawal dan pelayan yang berada di sini untuk meninggalkan ruangan ini!” ujar Rayden dengan tiba-tiba.


“Baik, Tuan muda!” sahut semua pengawal dan pelayan yang di maksud, mereka pun meninggalkan ruang makan satu persatu.


Levi pun mengerti maksud dari perintah Rayden. Akan tetapi, saat dia hendak meninggalkan ruang makan seperti yang lainnya tangan Lucia mencegahnya.


“Kak Levi boleh tetap berada di sini ‘kan, Pah?” pinta Lucia dengan raut wajah memohon.


“Duduklah, Levi!” Rayden pun mengijinkan Levi untuk tetap berada di sana.


“Kalian berdua juga duduklah,” sambung Rayden saat melihat Will dan Alea masih berdiri mematung.


“Baik, Tuan!” sahut Will dan Alea yang segera duduk di kursi yang kosong di sana.


“Ada apa ini, Cano! Kau membuat Papah jadi merasa takut, apa telah terjadi sesuatu lagi semalam?” tanya Noland.


Dia mulai khawatir sendiri ketika Rayden terlihat sangat serius seperti sekarang yang menandakan telah terjadi sesuatu yang mengusiknya.


Apalagi kalau sudah ada Levi dan Will di sana, tinggal menunggu kedatangan Felix dan Jaydon maka sesuatu yang besar akan terjadi.


“Bukan semalam, tapi telah terjadi sesuatu kemarin,” jawab Rayden yang malah semakin menimbulkan banyak pertanyaan bagi setiap orang yang berada di sana.


“Will sudah memutuskan ingin segera melangsungkan pertunangan dengan Alea. Dia menyampaikan sebuah permintaan khusus kepada kita semua untuk menemaninya meminta restu kepada orang tua Alea. Bagaimana pendapat kalian mengenai permintaannya ini?”


“Cano, kau sedang tidak bercanda ‘kan?” Noland mencoba memastikan bahwa itu bukan candaan Rayden seperti biasanya.


“Orangnya ada di depan Papah sekarang. Kenapa tidak menanyakannya langsung.”


Rayden pun menyuruh papahnya untuk tidak mencari jawaban darinya terutama saat orang yang bersangkutan sudah berada di hadapan mereka.


“Will, benarkah apa yang di katakan Cano tadi?” Julia pun segera memastikannya langsung pada Will.


“Iya, Tuan dan Nyonya besar! Kami sudah memutuskan untuk menjalin hubungan yang lebih serius lagi. Jadi, mohon restui hubungan kami berdua ini!” ucap Will sembari menggenggam tangan Alea dengan erat.


Will dan Alea tampak sangat tegang layaknya seorang putra kandung yang meminta ijin pada orang tuanya untuk menikah.


Sebab ini pertama kalinya Will membawa seorang wanita dan memperkenalkan langsung kepada keluarga besar Xavier. Lalu meminta ijin untuk menjadikan wanita itu sebagai pendampingnya untuk sisa kehidupannya.


“Tentu saja, kami semua akan merestui hubungan kalian berdua,” ujar Noland dengan senyuman yang terus merekah di bibirnya.


“Alea, kami mohon jaga Will dengan baik ‘yah! Will, sudah kami anggap sebagai putra kandung kami sendiri. Kami merasa sangat bahagia, sebab wanita yang di pilih oleh Will adalah kamu,” ucap Julia yang pastinya akan langsung merestui hubungan Will dan Alea.


“Iya, Nyonya besar! Saya pasti akan menjaganya seperti Will selalu menjagaku,” sahut Alea yang masih terlihat sangat gugup.


“Selamat ‘yah Will dan Alea! Semoga semuanya lancar sampai hari pernikahan, aku turut bahagia untuk kalian berdua,” ucap Zhia yang masih tidak menyangka hubungan Will dan Alea akan berkembang secepat itu.


“Wahh, … Brother, selamat ‘yah atas hubungan kalian berdua. Seperti biasa saya siap menjadi MC penikahan kalian nanti, tapi jangan lupa tips nya ‘yah!” Levi tidak luput untuk mengutarakan rasa bahagianya.


“Hahaa, … Terima kasih, Nyonya muda! Thank’s, Levi!” ucap Will pada Zhia dan Levi yang malah menggodanya.


“Pah, lihatlah! Putra kita yang satu ini juga akan menikah. Aku masih tida menyangka bahwa Will sekarang sudah dewasa dan akan segera menyusul Cano,” tutur Julia seraya menyenderkan kepalanya di pundak Noland.


“Iya, sayang! Jadi, kita harus mempersiapkan pesta pertunangan yang sangat mewah untuk Will dan Alea. Tidak, sebelum itu kita harus menemui orang tua Alea untuk melamarnya secara kekeluargaan terlebih dahulu.”


Noland tampak bersemangat untuk mengurus acara pertunangan dan pernikahan salah satu putranya lagi.


“Will ingin akhir pekan ini, Pah! Apakah kalian semua tidak masalah?” ujar Rayden memberitahukan waktu yang di inginkan oleh Will sebelumnya.


“Tentu saja, semakin cepat maka akan semakin baik,” sahut Noland langsung setuju.


“Setelah itu, Mamah dan Zhi yang akan membantu mengurus soal Gedung pertunangan dan yang lain sebagainya. Iya ‘kan, Zhi?” ujar Julia dengan penuh semangat.


“Siap, Mah! Zhi pasti akan melakukan yang terbaik untuk membuat pesta yang akan selalu di kenang oleh semua orang,” jawab Zhia dengan penuh semangat.


Bersambung,.......


...****************...


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 16.00 WIB ‘yah!😍😍...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...