Willea

Willea
101. Faktanya?



...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...


...‌𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...


...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...


Fernand dan Thunder pun mulai menyiapkan persenjataan untuk menyerang mala mini. Di sela kesibukan mereka, tiba-tiba sebuah rasa penasaran yang teramat besar muncul di kepala Thunder.


“Fer, bolahkan aku menanyakan satu hal lagi padamu? Entah kenapa tiba-tiba rasa penasaranku muncul dan mengganggu konsentrasi ku,” ujar Thunder seolah meminta ijin sebelum bertanya.


“Bertanya soal apa?” sahut Fernand mengijinkan Thunder untuk menanyakannya saja.


“Mengenai adikmu! Bukankah waktu itu dia menolak keras bekerja sama dengan kita tapi kenapa dia sekarang mau membantu kita seperti ini?”


Akhirnya keluar juga pertanyaan yang sedari tadi sudah sangat mengganggu pikirannya. Sesaat Fernand tampak terdiam sseperti sedang menimbang apakah dia mau menjawabnya atau tidak.


Tapi karena menurutnya kemenangan sudah berada di depan mata, maka Fernand pun menceritakan rahasia besarnya.


“Ouh, … Gadis itu memang sampai sekarang masih menolak tawaranku untuk bekerja sama,” jawab Fernand yang malah menambah teka-teki di otak Thunder yang kapasitasnya minum itu.


“Maksudmu? Tapi bukankah dia sudah membantu kita!” seru Thunder yang semakin menuntut penjelasan agar dirinya bisa lebih mengerti.


“Yang membantu kita adalah adik yang berbeda.”


Fernand masih menjawab dengan sikap santainya.


“Jadi kau mempunya dua adik?”


Thunder tampak sangat terkejut mendengar tentang fakta itu.


“Iya, secara hukum aku memang mempunyai dua adik kandung. Karena ayahku menikah lagi dnegan wanita lain dan mempunyai satu anak perempuan. Anak itulah yang menolak penawaranku sampai sekarang,” jelas Fernand yang pada akhirnya menceritakan tentang masalah yang paling sensitive di kehidupkannya.


“Hah? Jadi, kedua adikmu di terima sebagai pengawal pribadi Xavier secara bersamaan?”


Thunder semakin tercengang dan tertarik mendengarkan setiap rahasia yang sedang Fernand ceritakan.


“Aku juga tidak menyangka itu, terlebih lagi semenjak kecil kedua adikku memang sudah terpisah. Sehingga mereka tidak saling mengenal, meskipun selalu berpapasan,” ujar Fernand.


“Sudahlah, jangan banyak bertanya. Cepat selesaikan pekerjaanmu yang di sana!” lanjut Fernand yang mengingatkan Fernand untuk kembali mempersiapkan diri dan anak buahnya.


“Pertanyaan terakhir! Kalau boleh tahu siapa nama mereka?”


Pertanyaan Thunder kali ini mewakili para pembaca yang selama ini dibuat penasaran oleh Author.😉 Mengenai siapa adik Fernand yang sebenarnya yang ternyata selama ini telah menjadi duri dalam daging di keluarga Xavier.


“Kau yakin ingin mengetahuinya?”


Bukannya langsung menjawab, Fernand malah sedikit mempermainkan Thunder dengan balik bertanya.


“Tentu saja, cepat beritahu aku!” seru Thunder yang menjadi semakin tidak sabaran.


“Adik yang yang menolak keras tawaran dariku adalah adik tiriku yang selalu aku siksa selama kami tinggal satu atap. Namanya Alice Sandira yang kini mengubahnya namanya menjadi Alice Ladira,” ujar Fernand yang baru saja mengungkap satu fakta besar.


“Lalu siapa yang satunya?” tanya Thunder yang semakin di buat penasaran.


“Sania Andara, dia adalah adik kandungku dari Ibu dan Ayah yang sama. Akan tetapi, dia memilih untuk hidup sendiri sejak kecil karena sangat menentang pernikahan Ayah kami,” jelas Fernand yang kini telah mengungkap semua rahasianya.


“Woah, … Keduanya malah menjadi orang yang paling dekat dengan istri dan anak-anaknya Cano!”


Ingin sekali rasanya Thunder memuji keberuntungan yang terus berpihak pada Fernand itu. Kini Thunder pun menyadari alasan kenapa Fernand begitu percaya diri bisa mmenghancurkan keluarga Xavier tanpa tersisa. Sebab dia telah menyimpan sebuah kartu As yang bisa membalikkan keadaan.


“Sudah puas sekarang, bukan? Jadi, cepat bekerja dan bersiaplah. Satu jam lagi kita kan berangkat,” perintah Fernand yang kemuadian meninggalkan Thunder yang masih merasa takjub sendiri untuk mengecek persiapan yang lainnya.


“Siap, apalagi kemenangan sudah berada di pelupuk mata,” ujar Thunder dengan semangat yang semakin berapi-api.


Persiapannya harus benar-benar sangat matang dan begitu juga dengan beberapa rencana yang telah tersusun rapi selama berhari-hari.


Fernand dan anak buahnya tampak sangat semangat, karena keyakinan untuk menang sudah sangat jelas.


...****************...


Situasi jauh berbeda di ruangan rahasia di dalam Mansion Xavier. Terlihat Alea, Karina dan Alice terus berdua demi kebaikan Zhia dan bayi yang masih berada di dalam kandungan hampir 6 bulan itu.


Tidak seperti Sania yang sedang menikmati kepuasan sendiri setelah melihat Zhia yang selama ini dia layani tersungkur di lantai tak berdaya.


“Nyonya, saya harap dan bayinya baik-baik saja! Maafkan saya yang tidak bisa melindungi anada dengan baik, Hiks, …” ucap Karina yang terlihat sangat cemas memikirkan keadaan Zhia dan bayinya sekarang.


Sedangkan Alea hanya diam berdoa di dalam hatinya sembari menutup berharap dengan begitu Doa nya akan cepat tersampaikan pada Tuhan dan Zhia serta bayinya akan selamat.


Menyalahkan diri sendiri pun tidak ada gunanya, hanya berdoa yang bisa Alea berikan untuk keselamatan Zhia dan bayinya.


“Hahahaaa, … Aku yakin dia dan anaknya itu pasti sedang meregang nyawa di rumah akit sekarang! Sebentar lagi tujuanku akan tercapai, Hahahaaa, …”


Sania tampak senang membayangkan betapa kesakitannya Zhia sekarang di rumah sakit dan dia juga sudah memperkirakan bahwa Zhia dan bayinya tidak akan selamat.


Sania tidak menyangka bahwa tugasnya kali ini lebih menyenangkan di bandingkan harus menempatkan kamera tersembunyi.


Melihat Zhia yang merintih kesakitan membuat kepuasan sendiri di hatinya. Beberapa menit sebelum kejadian jatuhnya Zhia dan Alea dari tangga memang terlihat salah satu di antara pengawal itu memegang sebuah botol kecil berisi minyak.


Lalu saat berada di tengah, dia menumpahkan minyak itu secara diam-diam dan pelakunya adalah Sania.


Sebenarnya Sania hampir saja menunda aksinya sebab mempertimbangkan konsekuensinya, tapi berkat kebencian Alice pada Alea dia tidak perlu takut akan langsung di bunuh lagi.


Seperti dugaanya, sekarang mereka hanya di kurung di ruang rahasia. Setidaknya dia tidak langsung berakhir dengan kematian yang sangat mengerikan.


Sania juga yang telah menempatkan beberapa kamera tersembunyi di setiap sudut Mansion Rayden bahkan di ruang kerja yang selalu menjadi tempat pertemuan rahasia.


“Seharusnya malam ini Kak Fernand menyelamat aku dari sini. Awas saja kalau dia gagal, maka aku akan membawanya mati bersama!” gerutu Sania yang menunggu kedatangan Fernand.


“Aku sudah tidak sabar memajang apa yang aku inginkan sejak dulu. Aku akan menempatkan mereka di dalam rak kaca berlapis kaca, apalagi mereka sangat cantik dan tampan,” gumam Sania yang tersenyum sendiri seperti orang gila.


Sesuai yang di jelaskan oleh Fenand di atas, bahwa karakter Alice dan Sania sangatlah berbeda. Sania lebih mirip dnegan Fernand yang kejam dan di kenal sebagai wanita yang pintar berkamuflase di antara banyaknya musuhnya.


Bisa di katakan Sania adalah wanita psikopat gila. Sedangkan Alice yang merupakan saudari tiri mereka lebih memiliki hati layaknya manusia.


Bersambung,.......


...****************...


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 16.00 WIB ‘yah!😍😍...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...