
...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...
...𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...
...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...
Hari pun terus berganti, benar saja begitu terbangun Lucia langsung mencari keberadaan Levi lagi. Begitu selesai membersihkan diri, Lucia langsung menuju ke ruangan dimana Levi sedang di rawat. Dengan sikap keras kepalanya, Lucia memutuskan untuk selalu sarapan bersama dengan Levi.
“Luci, kau mau kemana?” tanya Luca ketika Lucia turun dari ranjang dan berjalan menuju pintu keluar.
“Ketempat Kak Levi,” jawabnya singkat.
“Sayang, sarapan dulu!” seru Zhia mencoba menghentikan putrinya untuk pergi.
Dia baru saja keluar dari kamar mandi, sementara Julia dan yang lainnya sedang mencari menu sarapan untuk mereka.
“Luci akan sarapan bersama Kak Levi saja, Mah!” ujar Lucia, kemudian langsung pergi begitu saja.
“Astaga, anak itu,” gerutu Zhia yang tidak habis pikir dengan kelakuan putrinya.
Zhia membiarkan Lucia pergi begitu saja, karena sudah pasti akan ada beberapa pengawal yang akan mengikutinya. Sehingga dia bisa merasa sedikit tenang membiarkan Lucia berjalan-jalan di sekitar rumah sakit sendirian.
Begitu sampai di depan ruangan dimana Levi sedang di rawat, Lucia sedikit merasa ragu untuk masuk ke dalam. Lucia hanya berjalan bolak balik di depan ruangan itu sambil menggigit jarinya. Bahkan para pngawal yang melihat kelakuan Nona kecilnya itu di buat bingung ketika melihatnya.
Salah satu di antara kelima pengawal itu mencoba memberanikan diri untuk bertanya, “Nona kecil, ada apa? Kenapa anda tidak langsung masuk ke dalam saja?”
“Bukankah kalau menjenguk orang sakit harus membawa buah tangan, Iya ‘kan?” ujar Lucia dengan wajah polos yang semakin terlihat menggemaskan itu.
“Bagi Tuan Levi, kehadiran anda pasti sudah menjadi kebahagian tersendiri untuknya,” celetuk salah satu pengawal yang yang lainnya.
“Tidak bisa! Waktu Luci sakit, Kak Levi menjenguk Luci sambil membawa bunga! Jadi, Luci juga harus membawa sesuatu untuknya,” ujar Lucia lagi yang bersikeras.
Salah satu di antara pengawal itu, tiba-tiba pergi tanpa berkata apapun begitu mendengar penjelasan Nona kecilnya. Namun, tak lama kemudian pengawal tersebut kembali dengan membawa beberapa tangkai bunga bugenvil berwarna ungu.
Ternyata pengawal tersebut pergi hanya untuk memetik beberapa bunga yang ada di sekitar rumah sakit.
“Nona kecil, bagaimana dengan bunga ini?” ujar pengawal tersebut sembari menyerahkan bunga yang dia bawa.
“Waah, … Cantik sekali, Paman! Terima kasih ‘yah! Kalau begitu Luci masuk sekarang!”
Lucia tampak sangat senang menerima bunga tersebut, tidak lupa dia mengucapkan teri kasih pada pengawal tersebut di sertai senyuman termanisnya. Kemudian, Lucia langsung masuk ke ruangan Levi berada.
“Selamat pagi, Kak Levi!” sapa Lucia dengan senyuman yang terus merekah di wajah mungilnya yang menggemaskan.
“Nona kecil?” Levi pun terkejut dengan kedatangan Lucia yang terbilang masih sangat pagi itu.
“Selamat pagi, Lucia! Apakah kau tidak mau menyapa Kakek tua ini juga?” sapa Kakek Roman yang ternyata semalam penuh berada di samping Levi, tentunya dengan ranjang tambahan untuknya beristirahat.
“Hehehee, …Selamat pagi, Kakek!” Lucia akhirnya menyapanya dengan senyuman yang seakan menyinari dunia.
“Kenapa Nona datang sepagi ini?” tanya Levi yang masih merasa sedikit terkejut.
“Nah, bunga dari Luci khusus untuk Kak Levi!”
Bukannya menjawab, Lucia malah mengabaikan pertanyaan itu sembari memberikan bunga yang berada di tangannya langsung kepada Levi.
Levi pun semakin terpaku, sebab ini pertama kalinya dia mendapatkan bunga dari seseorang. Meskipun dia tidak tahu, bahwa bunga itu berasal dari taman rumah sakit yang seharusnya tidak boleh di petik.
“Kak Levi tidak menyukai bunganya ‘yah?” ujar Lucia, raut wajahnya berubah sedih karena levi belum juga menerima bunga pemberiannya.
Seketika Levi tersadar, dia pun segera menerima bunga tersebut sembari berkata, “Terima kasih atas bunganya, Nona kecil! Saya sangat menyukainya.”
“Pagi semuanya!” sapa Noland.
“Bagaimana keadaanmu hari ini, Levi?” lanjutnya menanyakan keadaan Levi.
“Jauh lebih baik dari sebelumnya, Tuan besar!” jawab Levi masih seperti biasanya.
“Kalian belum sarapan, bukan? Kami membawakan beberapa menu sarapan sekaligus untuk Lucia,” ujar Julia sembari menyiapkan sarapan yang sudah dia beli.
“Apa kau sama sekali belum sarapan saat kesini?” tanya Kakek Roman pada Lucia.
“Dia langsung berlari ingin menemui Levi begitu selesai mandi, bahkan aku tidak bisa menghentikan sikap keras kepalanya itu,” sahut Zhia yang menatap lekat pada putrinya.
“Papah, biarkan Luci yang menyuapi Kak Levi ‘yah?” pinta Lucia yang mengabaikan perkataan semua orang dan hanya fokus menatap Levi seorang.
“APA?!”
Sontak semua orang yang berada di sana sangat terkejut dengan permintaan itu, terutama Levi sendiri yang bahkan wajahnya sudah sangat merona karena malu.
Baru saja dia mendapat sebuket bunga bugenvile dari Lucia dan sekarang gadis mungil itu ingin menyuapinya makan.
Kalau Will atau Jaydon dan Felix berada di dalam ruangan itu, sudah pasti mereka akan menjadikan itu sebagai bahan candaan seumur hidupnya. Sebatas pemberintahuan, yang mengetahui perasaan Levi pada Lucia hanya Will, Felix dan Jaydon saja.
Sementara untuk yang lainnya, hanya mengira bahwa kedekatan antara Levi dan Lucia hanya sebatas adik kakak saja atau pengawal dan Nona yang harus di lindungi.
Jadi, selain mantan jomblo dan dua jomblo di atas tidak ada yang mengetahui bahwa Levi sebenarnya sangat mencintai Nona kecilnya.
“Luci, lihatlah Levi bukan anak kecil lagi! Dia bisa makan dengan menggunakan tangannya sendiri tanpa perlu kau meyuapinya,” ujar Rayden yang sama sekali tidak terima putrinya akan menyuapi pria lain tepat di depan matanya.
“Tapi bahu kanan Kak Levi terluka karena berusaha menyelamatkan Luci, begitu juga lengan kirinya. Apakah Luci benar-benar tidak boelh membantu penyelamat Luci, Pah?” tanya Lucia dnegan wajah memelas andalannya.
Semua orang pun langsung di buat tak berkutik melihat raut wajah Lucia yang di penuhi kesedihan dan juga rasa bersalah. Hingga Levi memberanikan diri untuk menolaknya secara langsung.
Dengan berkata, “No-nona, saya bisa makan sendiri, _….”
Namun, perkataan Levi langsung di potong oleh Lucia. Lucia dengan tegas bertanya, “Apa Kak Levi membenci Luci, hingga tidak mau membiarkan Luci membantu Kak Levi makan?”
Bersambung,.......
...****************...
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...