
...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...
...𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵 ...
...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...
Begitu sampai didepan ruangan Noland dan Julia menunggu, Felix lalu dengan pelan mengetuk pintu dan meminta ijin untuk masuk.
Sedangkan Jaydon hanya diam dan terus mengikuti Felix dengan patuh tanpa banyak bertanya.
Tok, … Tok, … Tok, ….
Felix mengetuk pintu dengan pelan dan berkata, “Tuan besar, saya felix yang datang bersama dengan Jaydon sesuai yang anda perintahkan.”
“Kalian berdua, masuklah!”
Terdengar suara Noland dari balik pintu yang sedikit terbuka.
Mendapat perintah untuk masuk ke dalam, Felix dan Jaydon pun segera menurutinya. Begitu masuk tatapan Jaydon langsung tertuju pada Julia yang sudah duduk manis disana. Sebelum di persilahkan untuk duduk, Felix dan Jaydon tetap terus berdiri bersebelahan di sana.
Sementara itu, kini Jaydon dan Felix tengah menghadap Noland serta Julia yang tengah menunggunya di ruang kerja Noland selama ini. Terasa suasana tegang dan hening memenuhi setiap sudut ruangan itu.
Apalagi mereka sudah berada di dalam ruangan itu cukup lama, tetapi baik Noland dan Julia tidak ada yang mengeluarkan satu kata pun.
Felix dan Jaydon sudah mulai berkeringat dingin dengan suasana hening serta cukup tegang di sana.
“Kenapa kalian hanya berdiri di situ? Duduklah!” ujar Julia yang akhirnya buka suara.
“Ouh, … Istriku benar! Kalian duduklah dulu baru kita bisa bicara dengan nyaman,” sambung Noland yang ikut duduk di samping istrinya.
“B-baik, Tuan besar!” sahut Felix dan Jaydon serentak.
Mereka pun langsung duduk di sofa yang kosong yang tepat berhadapan dengan Noland dan Julia yang sudah duduk santai di sana.
“Kalian mau minum kopi atau teh?”
Julia kembali menawarkan minuman untuk Felix dan Jaydon, tapi malah Noland yang menjawabnya dengan cepat.
“Aku mau teh, sayang!” ujar Noland disertai senyuman manisnya.
Tanpa menjawab Julia pun menyeduh dua cangkir teh untuk suaminya dan juga untuk dirinya sendiri. Setelah selesai menyuguhkan teh untuk Noland, Julia pun kembali menatap Felix dan Jaydon yang dengan duduk dengan tegang di hadapannya itu.
“Kalian belum menjawab pertanyaanku. Apa yang ingin kalian minum?’ tanya Julia lagi yang menatap lekat pada Jaydon.
“Tidak perlu, Nyonya besar!” Dengan cepat Felix dan Jaydon mencoba untuk menolaknya dengan sikap yang menurut mereka sudah sangat ramah.
“Tidak usah sungkan, santai saja ini hanya secangkir teh! Aku tidak menaruh racun apapun didalamnya mengingat kejahatan kalian dulu.”
Perkataan Julia yang hanya candaan itu ternyata di anggap serius oleh Felix dan Jaydon. Mereka semakin terlihat tegang, tanpa bisa berkata apapun.
Baik Felix maupun Jaydon baru menyadari bahwa mereka sedang dipermaikan oleh kedua tuanya itu, saat Julia dan Noland tiba-tiba tertawa dengan lepasnya.
“Hahahaaa, … Kalian berdua ini percaya saja dengan yang aku katakan!” seru Julia yang masih saja tertawa. Felix saling melempar pandangan dengan bingung.
“Sudahlah, lupakan soal candaan dari istriku tadi! Apa kalian tahu alasan kami ingin menemui kalian secara pribadi, terutama kamu Jaydon!” Noland pun mulai terlihat serius.
“Tidak, Tuan!” Fenix dan Jaydon kembali menjawabnya bersamaan.
“Jaydon, aku sudah mendengar semuanya tentangmu dari istriku. Tapi aku tidak bermaksud mengucapkan terima kasih atas apa yang kau lakukan pada mendiang putriku Rayna. Aku harap dengan membebaskan dirimu dari penjara sudah cukup untuk membuat kita berdua menjadi impas,” jelas Noland yang sebenarnya sudah tidak ingin membahas soal kejadian tragis yang menimpa putri satu-satunya itu.
“Begitu juga denganmu Felix! Aku juga sudah mendengar semua kisahmu dari Levi, kau hanya melakukan tugasmu waktu itu. Karena itulah aku tidak akan terlalu mempermasalahkan identitasmu,” lanjut Noland.
Jaydon dan Felix hanya diam mendengarkan, mereka saling menyadari kesalahan yang telah mereka perbuat di masa lalu.
Sudah sewajar kemarahan yang mereka dapatkan, bukan kesempatan untuk bebas seperti seakan tidak pernah terjadi apapun.
“Kenapa kalian diam? Aku hanya ingin kalian menentukan tujuan hidup sesuai yang kalian inginkan. Aku tidak akan memaksa kalian untuk ikut bergabung ataupun bekerja denganku? Keputusan hidup kalian, diri kalian sendiri yang akan menentukan. Bukan aku maupun orang lain.”
Noland pun secara tidak langsung mengutarakan maksudnya dengan memanggil Jaydon dan Felix sekaligus untuk menemuinya.
Baik Noland dan Julia ingin merekja membuat keputusannya sendiri untuk hidup mereka selanjutnya.
Bukan karena terpaku dengan kesalahan di masa lalu dan menganggap bahwa dengan bekerja pada mereka hanya sebagai penebusan dosa saja. tanpa menghiraukan keinginan hati masing-masing.
“Tuan, apakah Tuan Rayden tidak mau ikut campur lagi karena hal ini?” tanya Felix.
Dia sudah mengetahui bahwa Rayden telah memutuskan untuk tidak terlalu aktif terhadap dunia mafianya dari Levi.
Jaydon pun yang mendengarnya pun langsung terkejut, dia tidak pernah menyangka bahwa semenjak kejadian itu Rayden melepaskan kekuatannya di dunia mafia.
“Tidak! Bukan seperti itu alasannya. Cano hanya ingin menghabiskan banyak menghabiskan waktu dengan keluarga kecilnya yang sekarang. Kau melihatnya sendiri, bukan?” ujar Noland yang segera menepis pemikiran Felix yang mengaitkan keputusan Rayden dalam perannya didunia mafia.
“Sekarang bagaimana keputusan kalian berdua?” tanya Noland yang ingin mendengar jawaban langsung dari keduanya.
“Saya akan tetap berada di sini, Tuan besar! Tugas saya sekarang adalah melindungi dan menjaga Tuan dan Nona kecil bersama dengan Levi.”
Felix langsung menjawabnya dengan penuh kenyakinan dan juga kesungguhan hatinya.
“Wahh, … Sepertinya kau sekarang menyukai kedua cucu kembarku yang menggemaskan itu ‘yah, Felix!” seru Julia yang mulai ikut bicara setelah sekian lama hanya menyimak.
“Iya, Nyonya besar! Mereka anak-anak yang sangat baik dan juga manis. Saya merasa sangat senang bisa melayani mereka dengan baik, begitu juga dengan semua orang yang ada di sini!” ujar Felix yang membuat Jaydon terpaku dan terus menatapnya.
“Benarkah? Ya, sudah kalau itu memang sudah menjadi keputusan darimu, Felix. Tapi aku harap kau tidak akan menyesali apapun di kemudian hari.” Noland pun kembali menekankan agar Felix tidak gegabah dalam mengambil keputusan kali ini.
“Iya, Tuan! Saya sangat yakin mengenai hal ini dan tidak akan pernah menyesalinya sampai kapan pun. Saya akan selalu mengabdikan diri untuk keluarga Xavier dengan genap jiwa dan raga saya!”
Janji Felix yang sudah membulatkan tekad untuk selalu berada di pihak Xavier apapun yang terjadi.
“Ouh, baiklah!” sahut Noland yang sedikit terkejut dengan kesungguhan Felix.
“Lalu bagiamana dengan keputusanmu, Jaydon?” Kini Noland pun beralih menanyakan keputusan Jaydon.
“Saya juga akan mengabdi dengan keluarga anda, Tuan Noland! Itu pun jika anda dan yang lainnya mengijinkan saya untuk memperbaiki segalanya?”
Jaydon pun juga sangat yakin dengan keputusannya itu untuk mengikuti keluarga Xavier.
Bersambung,.......
...****************...
Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗
Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 10 pagi ‘yah!😍😍
Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰
Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰
Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat.
Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓
Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!
Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!
Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘