Willea

Willea
105. Pertemuan Keluarga



...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...


...‌𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...


...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...


“Sebentar, … Ini dia!”


Akhirnya Luca menemukan keberadaan Fernand juga melalui rekaman cctv di area ruangan rahasia.


“Ayo kita pergi sekarang, Felix!” ajak Noland tapi tidak menyebutkan Levi untuk ikut bersamanya.


“Baik, Tuan besar!” sahut Felix dengan segera.


“Bagaimana dengan saya, Tuan besar?” tanya Levi yang sangat ingin membinasakan Fernand dan anak buahnya terutama adiknya itu yang telah berani melukai Nyonya mudanya.


“Kau segera menyusul ‘lah ke sana! Tapi sebelum itu, antarkan istri dan cucu saya ke Mansin pribadiku. Mansion itu tidak pernah di ketahui banyak orang dan pastinya tempat paling aman untuk mereka saat ini,” ujar Noland yang ternyata telah memikirkan dnegan matang tugas yang tepat untuk dia berikan kepada Levi dalam waktu yang sangat singkat.


“Tapi, sayang! Aku ingin tetap di sini dan menunggu sampai keadaan Zhia membaik,” protes Julia yang tidak mau meninggalkan rumah sakit sampai keadaan Zhia dan bayinya membaik.


“Iya, Grandpa! Luci juga ingin tetap menemani Mamah di sini.” Lucia langsung menimpali.


“Lebih baik kita dengarkan perkataan Grandpa sekarang! Situasi sedang memburuk, kalau kita keras kepala malah akan menjadi tambahan beban bagi mereka yang sedang berjuang melawan musuh Papah,” ujar Luca yang membuat pengertian masuk akal agar Julia dan Lucia tidak bersikap keras kepala.


“Bagus sekali perkataan dari cucuku yang tampan dan genius ini!” puji Noland melihat pemikiran dewasa dari Luca yang masih berumur 7 tahun itu.


“Seperti yang Luca katakan, situasi sedang sangat buruk. Bahkan Zhi dan bayinya telah menjadi korban target mereka, jadi dengarkan aku kali ini ‘yah! Menetaplah di Mansion lama kita bersama si kembar, biarkan Rayden yang mengurus Zhia di sini. Jika ada kabar lagi mengenai Zhi dan bayinya, dia pasti akan memberitahu kita semua.”


Noland berusaha memberikan Julia pengertian akan maksud perintahnya, karena memang itu untuk kebaikan mereka sendiri.


Dan untungnya perkataan Luca sebelumnya menyadarkan Julia untuk tidak keras kepala, dia pun setuju untuk kembali ke Mansion lama bersama si kembar.


“Baiklah, jaga dirimu baik-baik! Jangan sampai terluka, mengerti?” pesan Julia sebelum suaminya itu pergi untuk bertarung.


“Pasti, kau tenang saja,” sahut Noland sembari menunjukkan senyuman tipis yang hampir tidak kelihatan sama sekali.


“Lev, pergilah sekarang! Dan pastikan kau menambah system keamanan di sana,” perintah Noland pada Levi.


“Baik, Tuan besar!” sahut Levi.


“Felix, kau hubungi markas besar untuk segera mengirim anak buah kita yang tersisa ke Mansion.” Kemudian, Noland juga memberi perintah lain pada Felix.


“Baik, Tuan!” sahut Felix yang segera menghubungi salah satu anak buahnya melalui sambungan telepon.


Karena tidak ingin menambah beban pikiran Rayden yang sedang kacau, Noland pun memutuskan untuk tidak memberitahu putranya itu soal penyerangan itu. Dia akan mengurusnya sendiri bersama Felix dan yang lainnya.


Setelah membagi tugas, rombongan Noland dan Levi pun berpisah di depan rumah sakit. Dimana Levi membawa Julia dan Si kembar ke sebuah Mansion lama yang dulu selalu di tempati Noland dan Julia sebelum Rayden menikah dengan Zhia. Sementara Noland dan Felix langsung menuju ke Mansion.


...****************...


Sementara di dalam Mansion, Fernand dan anak buahnya telah berhasil menemukan keberadaan kedua adiknya. Seperti yang sudah dia duga dan berkat kamera tersembunyi yang di pasang adiknya, dia dengan mudah menguasai istana kekuasaan milik Rayden itu.


Namun, tidak terlihat Thunder dan anak buahnya yang ternyata membagi pasukan tersendiri untuk mencari keberadaan Jaydon yang sejak awal sudah menjadi target buruannya.


Terlebih lagi sebelum pergi, Thunder sudah memastikan bahwa Jaydon dan Will masih berada di ruangan itu.


“Waahh, … Ternyata ada ruangan tersembunyi di balik mewahnya Mansion ini,” ujar Fernand yang memuji Mansion Rayden.


“Kakak, aku di sini!” seru Sania yang terlihat sangat kegirangan saat melihat kedatangan Fernand di ruangan rahasia itu.


“Hay, adikku sayang! Sedang apa kau di sana seperti kucing dalam penangkaran saja,” ujar Fernand yang ingin sedikit menggoda adik kesayangan yang telah banyak membantunya itu.


“Sialan! Cepat buka pintunya sekarang,” umpat Sania yang kesal di anggap sebagai kucing, meskipun dia tahu bahwa itu hanya candaan dari kakaknya saja.


Sambil menunjuk Fernand dan Sania, dia sangat terkejut ketika melihat keberadaaan Fernand di sana dan juga saat Sania memanggil Fernand dengan sebutan kakak. Dia tidak percaya dengan apa yang di lihatnya saat ini.


Ketika itu juga menyadarkan Alice tentang masa lalunya. Alice selalu ingat, ketika ayah tirinya pertama datang.


Dia membawa sepasang anak laki-laki dan perempuan yang diperkenalkan sebagai saudara tirinya. Akan tetapi, sehari setelahnya anak perempuan itu tiba-tiba menghilang tanpa adanya kabar sedikitpun.


“Hay, saudari tiriku! Rupanya kau berada di sini juga,” sapa Fernand yang sengaja berpura-pura tidak menyadari keberadaan Alice di dana.


“Hay, cepat buka pintunya!” seru Sania yang tidak sabaran untuk secepatnya keluar.


“Astaga, ganas sekali kau jadi perempuan,” ujar Fernand yang kembali teralihkan pada Sania.


“Kau cepat bebaskan adik kesayanganku ini dan dia juga!”


Kemudian Fernand memerintahkan salah satu anak buahnya untuk membuka pintu dimana Sania di tahan.


Bahkan Fernand juga memerintahkan untuk membuka pintu yang menahan Alice. Hingga tersisa Alea dan Karina saja yang masih terkurung di dalam ruangan yang berbeda.


“Akhirnya aku terbebas juga,” gumam Sania yang menatap kesal pada Fernand.


“Woahh, … Kita seperti sedang mengadakan pertemuan keluarga saja di sini. Benarkan Sania?” ujar Fernand yang terus menatap lekat pada Alice yang sudah di tahan oleh anak buahnya.


“Jangan bercanda, lebih baik kita cepat pergi dari sini sebelum pemilik rumah menyadari keberadaan kita di sini.”


Sania mengingatkan Fernand akan kemungkinan yang sudah dia perkirakan dari awal. Dia bahkan sama sekali tidak peduli tentang Alice sejak pertama kali mereka bertemu. Sebab sejak awal keberadaanya, Sania juga sudah sangat membencinya.


“Baiklah, Ayo kita pergi sekarang!” perintah Fernand pada para anak buahnya.


“Tunggu dulu!” seru Sania tiba-tiba, sehingga semua orang menghentikan langkahnya.


“Ada apa?” tanya Fernand dengan bingung.


“Sepertinya aku harus memberikan sebuah hadiah kepada adikku tercinta. Apalagi ini adalah pertemuan pertama kita, jadi aku ingin memberimu hadial yang sangat special. Bukankah kau juga sangat mengharapkannya, Alice?”


Jelas terlihat bahwa tatapan Sania seketika tertuju pada Alea yang masih terkunci di dalam ruang tahanan. Tatapannya tajam penuh arti, kemudian Sania mengambil sebuah pisau yang ada di tangan salah satu anak buah Fernand di sana.


Lalu berjalan menghampiri Alice dan berkata, “Dialah hadiahmu! Kau atau aku yang akan melakukannya?” Sembari menunjuk pada Alea.


Bersambung,.......


...****************...


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 16.00 WIB ‘yah!😍😍...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...