Willea

Willea
167. Kontraksi



...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...


...‌𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...


...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...


Tak ada satu pun yang berani untuk menjawabnya, sehingga hari itu juga di putuskan bahwa Levi menjadi ketua klan Z-luc Mafia. Tidak hanya berhenti di situ saja, Levi pun memperluas kekuasaannya di dunia mafia dan juga kedudukannya sebagai Ceo ZD Group.


Sementara itu juga, Will dan Alea sedang menikmati liburan bulan madu keliling eropa dan Asia selama tiga bulan berkat hadiah dari Rayden yang memberinya cuti. Dan juga berkat hadiah dari Levi yang bahkan menyediakan pesawat pribadinya untuk di gunakan Will dan Alea untuk setiap tujuan bulan madu mereka.


Posisi Will sebagai sekertaris sekaligus pengawal Rayden yang kosong, akhirnya di ambil alih oleh Felix hanya untuk sementara waktu. Hari-hari di kediaman Xavier pun terasa begitu damai disertai dengan penuh kebahagian, karena sebentar lagi mereka akan menyambut kehadiran ketiga anggota barunya.


Selama itu juga, Levi masih berhubungan baik dengan semua orang terutama Nona kecilnya. Tiada hari tanpa Levi untuk tidak menghubungi Nona kecilnya. Sesibuk apapun Levi, dia pasti akan menyempatkan waktu untuk melakukan panggilan video call dengan Lucia.


Singkat cerita, Will dan Alea sudah kembali dari liburan bulan madunya. Dan mulai bekerja seperti biasanya, meskipun hanya Will yang masih berstatus sebagai sekertaris dan pengawal Rayden. Sedangkan Alea sudah berhenti dan di gantikan oleh Karina.


Namun, bukan berarti hubungan Alea dan Zhia berakhir di situ saja, sering kali Alea bahkan selalu menghabiskan waktunya untuk menemani Zhia kemanapun bumil itu ingin pergi.


Kini kandungan Zhia sudah memasuki bulan persalinannya. Tinggal tersisa dua minggu lagi dari perkiraan Dr. Lena. Perasaan semua orang pun menjadi bercampur aduk meengingat Zhia harus melalui tiga kali persalinan sekaligus yang sudah pasti akan sangat menyakitkan.


Bahkan hampir setiap malam Rayden selalu berjaga dari tidurnya dan hanya menatap wajah istrinya dengan perasaan cemas, gelisah dan juga bahagia di saat yang bersamaan. Rayden sangat takut ketika membayangkan istrinya harus berjuang seorang diri melahirkan ketiga anaknya, padahal dia juga ikut terlibat di dalam pembuatannya.


Terlebih lagi, Zhia yang tidak ingin melakukan persalinan caesar yang di katakan oleh dokter lebih aman di bandingkan persalinan normal, mengingat Zhia yang kali ini mengandung kembar 3 sekaligus. Malam itu seperti malam biasanya, Rayden tidak dapat memejamkan matanya dan hanya menatap wajah Zhia dengan perasaan yang bercampur aduk.


“Zhi, kau sungguh wanita yang sangat kuat! Kenapa di wajahmu tidak sedikitpun terlihat rasa takut untuk mempertaruhkan nyawamu sendiri demi melahirkan anak kita ini? Bahkan aku sudah ketakutan hanya untuk sekadar membayangkannya saja,” ujar Rayden sembari mengelus wajah Zhia yang sedang terlelap dengan lembutnya.


“Aku harap tidak akan terjadi sesuatu yang buruk padamu dan ketiga bayi kita saat persalinan nanti! Semuanya akan baik-baik saja ‘kan, Zhi?” lanjutnya sembari mencium kening Zhia.


Merasakan sesuatu menyentuh keningnya, Zhia pun perlahan membuka matanya. Seketika Zhia tersenyum ketika matanya bertemu mata indah suaminya yang juga sedang tersenyum melihat wajahnya.


Kemudian Zhia bertanya, “Apa kau tidak bisa tidur lagi, Ray?”


“Hmmm, … Banyak sekali yang menganggu pikiranku akhir-akhir ini, makanya aku sedikit sulit untuk memejamkan mata,” jawab Rayden masih dengan senyuman hangatnya yang semakin menawan.


“Pasti kau sedang mengkhawatirkan aku dan bayi kita ini ‘kan?” Zhia memang selalu bisa menebaknya dengan benar.


“Apa kau tidak takut? Bukankah proses melahirkan itu sangat menyakitkan, apalagi untuk tiga bayi sekaligus!” ujar Rayden yang tidak bisa menyembunyikan rasa khawatirnya lagi di hadapan Zhia.


“Itulah nikmatnya menjadi seorang ibu, Ray! Sebenarnya sama sepertimu yang harus bekerja tanpa kenal lelah untuk menghidupi aku dan anak-anak. Jadi, untuk apa aku harus takut!” jelas Zhia yang tampak tenang dan tidak memperlihatkan rasa takut sedikitpun.


“Tapi aku sangat takut, Zhi! Aku takut terjadi sesuatu padamu dan bayi kita,” ucap Rayden sembari merengkuh tubuh Zhia di dalam pelukannya.


“Kita ikuti saja saran dari Dr. Lena ‘yah?” lanjut Rayden dnegan nada memohon.


“Kita lihat saja nanti, Ray! Jika memang tidak mungkinkan untuk melakukan persalinan secara normal, maka aku aan menuruti apapun keputusan yang terbaik menurutmu,” ujar Zhia semakin mempererat pelukannya.


“Kau harus janji padaku, bahwa kalian akan baik-baik saja! Mengerti? Janji ‘yah, sayang?”


Meskipun sudah merasa sedikit tenang, tetapi tetap saja khawatir dan ketakutan Rayden tidak bisa hilang begitu saja sampai dia memastikan bahwa anak dan istrinya benar-benar baik-baik saja. Didalam hati dan pikirannya masih saja di penuhi dengan Zhia dan ketiga bayi akan hadir tidak akan lama lagi.


“Aku memang tidak bisa menjanjikannya, tapi aku akan berjuang sampai akhir agar bisa menepati janji itu! Kau akan selalu berada di sampingku ‘kan, Ray?”


Entah kenapa ingatan tentang masa lalu, dimana Zhia harus berjuang melahirkan Luca dan Lucia seorang diri di negara asing tiba-tiba terlintas kembali di ingatannya. Zhia pun akhirnya merasa sedikit takut, jika harus menjalani persalinan seorang diri lagi. Jujur saja, Zhia sudah terbiasa dengan kehangatan dan cinta yang diberikan keluarga Xavier untuknya, maka dari itlah Zhjioa tidak ingin menjalani harinya sendirian lagi.


“Jadi, berjuanglah untuk menepati janjimu,” lanjutnya.


“Ehmm, … Tapi Ray, _…..” Zhia tampak ragu untuk mengatakannya.


“Ada apa? Apakah perutmu terasa sakit?Cepat katakan padaku, jangan membuatku khawatir!” seru Rayden dengan panik.


“Tenanglah, aku hanya ingin pergi ke kamar mandi. Bisakah kau membantuku untuk bangun?” jelas Zhia sembari menenangkan Rayden.


“Astaga, hampir saja aku kena serangan jantung, Zhi!” gumam Rayden dengan perasaan lega.


“Mau aku gendong sampai ke dalam kamar mandi?” lanjutnya menawarkan bantuan yang lebih baik.


“Tidak perlu, bantu aku bangun saja! Aku bisa sendiri setelah itu,” tolak Zhia sambil tersenyum.


“Baiklah, hati-hati!”


Rayden pun langsung membantu Zhia untuk bangun dari tempat tidur, tapi tidak berhenti di situ saja. Rayden bahkan mengantar Zhia sampai di depan pintu kamar mandi dan bahkan menunggunya di sana.


Sebelum Zhia masuk kedalam, Rayden berkata, “ Jika terjadi sesuatu panggil namaku! Okay?”


“Tentu,” sahut Zhia, setelah itu Zhia pun masuk ke dalam kamar mandi.


Brukkkk, ….


“Akhhh, …. Ray!”


Namun, berselang beberapa menit terdengar suara benda jatuh yang begitu keras di sertai rintihan Zhia yang sedang kesakitan. Tanpa bpikir panjang, Rayden langsung masuk ke dalam dan betapa terkejutnya dia ketika melihat Zhia yang terbaring di lantai kamar mandi dengan darah segar yang terus mengalir di antara kedua kakinya.


“ZHIAAA!!!”


Bersambung,.......


...****************...


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...