Willea

Willea
161. Mata-mata



...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...


...‌𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...


...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...


“Iya, kami sudah sepakat untuk menikah bulan depan! Keputusan ini juga menjadi salah satu cara untuk mengalihkan perhatian Nona kecil darimu agar fokus dalam melakukan persiapan pernikahanku. Maka dari itu, fokuslah dengan tujuanmu. Nona kecil akan baik-baik saja,” ujar Will.


“Apakah dia akan membenciku?” tanya Levi yang terdengar semakin merasa sedih.


“Mungkin saja, tapi itu demi kebaikan kalian berdua! Jika kau benar-benar ingin memiliki Nona kecil, maka perjuanganmu masih sangat panjang, Lev!” jawab Will yang tidak bermaksud untuk mematahakan perasaan Levi, tapi dia berbicara mengenai kenyataan yang harus di hadapi oleh Levi.


“Bukan hanya perbedaan umur yang menjadi penghalang cintamu pada Nona kecil, Lev! Akan tetapi, restu dari Tuan muda ‘lah yang akan menjadikan perjuangan terasa semakin panjang dan berat. Lebih baik kau mempersiapkan diri dan mentalmu saja mulai dari sekarang,” lanjut Will menyarankan.


Sesaat Levi terdiam, lalu dia berkata, “Sudahlah, sejak awal aku sudah sadar diri ‘kok! Jadi, kau tidak perlu menyadarkan otakku sampai seperti itu. Sampai di sini saja pembicaraan kita hari ini, banyak berkas yang harus aku pelajari hari ini.”


“Okay, Jaga dirimu dengan baik. Adik manisku tersayang!” pesan Will sebelum mereka memutuskan sambungan teleponnya.


Begitu sambungan telepon itu terputus, Levi langsung mengacak-acak rambutnya degan frustasi. Saking terhanyutnya dalam pikirannya sendiri, Levi tidak menyadari bahwa sejak tadi Theo masih berada di ruangan itu menunggu perintah selanjutnya.


“Sial, pikiranku malah semakin kacau jadinya,” umpat Levi sembari melempar pulpen yang ada di depannya.


Seketika Levi tersadar saat Theo bertanya, “Apakah anda baik-baik saja, Tuan muda?”


“Astaga! Sejak kapan kau berada di sini?” tanya Levi menyelidik.


“Sa-saya berada di sini sejak tadi, Tuan muda!” jawab Theo sedikit ragu.


“Apa kau mendengar pembicaraanku di telepon tadi?” tanya Levi lagi untuk memastikan. Dan benar saja, Theo langsung menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


“Aish, … Sial sekali aku hari ini!” umpat Levi merutuki dirinya sendiri.


“Kau jangan beritahu pada Kakek apapun yang kau dengar barusan. Awas saja kalau pembicaraan tadi bocor, maka kepalamu juga akan mengalami hal yang sama. Mengerti?” ancam Levi sembari menatap tajam pada Theo.


“B-baik, Tuan muda! Saya mengerti,” sahut Theo yang merasa merinding dengan tatapan sekaligus ancaman dari Levi.


“Kau boleh keluar sekarang,” usir Levi dengan nada dinginnya.


“Baik, Tuan muda!” sahut Theo seraya memberi hormat sebelum meninggalkan ruangan itu.


Akan tetapi, sebelum Theo membuka pintu untuk keluar Levi segera menghentikannya. Dengan berkata, “Eeehh, … Tunggu dulu!”


“Iya, Tuan muda! Apakah ada yang bisa saya bantu lagi untuk anda?” tanya Theo yang segera berbalik menghadap Levi lagi.


“Kemarilah!” perintah Levi yang menyuruh Theo untuk mendekat padanya, setelah tadi dia mengusirnya.


Tanpa banyak bertanya Theo langsung saja mendekat pada Levi sesuai dnegan yang di perintahkan.


Tampak Levi langsung menunjukan isi ponselnya seraya berbisik, “Bisakah kau mencetak semua foto ini tanpa sepengetahuan orang lai terutama Kakek?"


“Tentu bisa, Tuan muda!” sahut Theo langsung menyanggupinya.


“Bagus! Aku akan mengirimkannya padamu, cetak semua ini dengan bahan kualitas terbaik. Mengerti?” ujar Levi menegaskan.


“Baik, Tuan muda!” sahut Theo lagi.


“Dan khusus ke empat foto ini, cetak dengan ukuran yang paling besar! Lalu kirimkan semua ke alamat yang aku kirimkan. Ingatlah, ini rahasia hanya di antara kita berdua. Okay?” ujar Levi lagi.


“Siap, Tuan muda! Saya pastikan tidak akan yang tahu kecuali kita berdua,” sahut Theo dengan penuh percaya diri.


Levi kembali menegaskan sembari memperlihat ke empat foto yang dia maksud. Ternyata keempat foto tersebut adalah foto dirinya berdua dengan Lucia saja, berdua dengan Will, berempat foto para JoKer dan foto keluarga besar Xavier. Dimana semua orang terpenting di dalam hidup Levi selama tinggal bersama mereka.


“Kalau begitu saya pamit undur diri, Tuan muda!” pamit Theo yang kali ini benar-benar meninggalkan ruangan tersebut.


Belum puas sampai di situ, Levi malah kepikiran untuk menempatkan beberapa orang untuk senantiasa memberikan informasi mengenai Nona kecilnya.


Apalagi setelah pembicaraannya dengan Will melalui sambungan telepon tadi, Levi semakin merasa khawatir dengan hari-hari yang di lalui oleh Nona kecilnya tanpa kehadiran dirinya di sana.


“Sial, aku masih merasa belum tenang. Setelah mengetahui apa yang di alami oleh Nona kecil selepas kepergian ku,” umpat Levi sembari mengacak-acak rambutnya.


“Benar! Aku bisa menempatkan seseorang untuk mengawasi setiap aktivitas Nona kecil, sekaligus melindunginya secara diam-diam,” gumam Levi yang spontan kepikiran untuk menaruh mata-mata di sekitar Lucia.


“Tapi siapa oarang yang tepat untuk melakukan tugas ini? Kalau Will itu akan sangat mustahil, mengingat dia selalu berada di samping Tuan muda. Sedangkan untuk Jaydon dan Felix, aku tidak bisa percaya pada mereka sama sekali. Karena yang ada mereka malah akan menjadikan aku sebagai bahan candaan untuk seumur hidup.”


Levi merasa dilema memikirkan siapa orang yang cocok dengan untuk membantunya mengawasi Lucia dan memberikan informasi kepadanya dengan aman dan nyaman. Hingga seketika nama Kenzo terlintas di kepalanya.


“Benar! Masih ada si Kenzo yang masih berada di sana. Dia orang yang paling tepat untuk melakukan tugas ini, meskipun ketahuan mereka akan tetap bersikap bisa saja kalau tahu itu perintah dariku,” ujar Levi yang segera meraih ponselnya lagi dan mencari nomor telepon Kenzo.


Tak menunggu waktu lama, sambungan telepon itu pun langsung terhubung. Kemudian terdengar Kenzo dengan nada ketusnya berkata, “Ada apa? Kau baru teringat tentangku sekarang, Hah?”


“Hahahaaa, … Kau tahu sendiri ‘kan kondisiku saat itu! Aku bahkan tidak bisa pergi kemanapun, karena Nona kecil selalu ingin bersamaku,” ujar Levi hanya beralasan.


Padahal dia memang benar-benar melupakan tentang Kenzo dan baru mengingatnya sekarang, karena dia membutuhkan bantuannya. Jika tidak membutuhkannya, mungkin selamanya Levi akan lupa tentang keberadaan Kenzo di dalam hidupnya.


“Alasan! Katakan saja apa mau-mu sekarang?” tanya Kenzo yang tidak sudah -basi, karena dia sedang merasa sangat kesal.


Sebab Kenzo tidak di ijinkan bergabung dalam klan BlackSky maupun kembali ke negara K, di karenakan dia telah berkhianat pada Richo dan klan milik Fernand serta Thunder.


Sudah bisa di pastikan Kenzo akan langsung mati, jika bertemu dengan salah satu kelompok itu saat dia menginjakkan kaki lagi di negara K.


“Jadilah mata-mataku di sana, maka aku akan memberikan apapun yang kau minta,” ujar Levi memberikan penawaran terbaiknya.


“Siapa dulu targetnya?” tanya Kenzo yang tidak mau mengulang kesalahan yang sama seperti sebelumnya.


Di kira Levi hanya seorang pengawal biasa ternyata malah seorang bocah psikopat dan dewa kematian yang bersatu dengan raja iblis dan para pengikutnya. Pelajaran yang sangat berharga yang pernah Kenzo miliki selama hidupnya, beruntung saja dia masih bisa bernapas sampai sekarang.


“Lucia Cano Xavier,” jawab Levi.


“Kau sudah gila, Hah? Sekali ketahuan bukan hanya kepala saja yang lepas dari tubuhku, bahkan mungkin mayatku tidak akan pernah di temukan selamanya!” seru Kenzo yang sudah panik sendiri setelah nama Lucia di sebutkan sebagai target mata-matanya.


Bersambung,.......


...****************...


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...