Willea

Willea
153. Waktunya Perpisahan



...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...


...‌𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...


...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...


“Yeah, … Grandpa, tebakan Luci benar!”


Lucia langsung berteriak kegirangan, karena tebakannya benar seratus persen. Saking bahagianya, dia langsung memeluk semua orang yang berada di atas panggung dan bahkan mencium perut buncit mamahnya dimana triple baby boy-nya berada.


Kebahagian sungguh terpancar di wajah semua orang, begitu juga dengan Levi. Sebagian dari dirinya tersenyum, tapi sisinya yang lain seakan ingin menjerit dan menangis.


Melihat senyuman cantik Lucia, Levi sungguh tidak ingin mengubahnya menjadi air mata. Dia pun memutuskan untuk pergi diam-diam tanpa berpamitan pada Lucia.


“Kenapa ada gadis secantik dirimu, Nona kecil? Aku sungguh tidak ingin merubah senyuman cantikmu itu menjadi air mata. Maaf, sepertinya aku haru pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal secara langsung padamu,” batin Levi yang menatap sendu pada Lucia.


Beberapa saat tanpa sadar Levi terhanyut di dalam pemikirannya sendiri. Hingga dia tidak menyadari bahwa Lucia sudah berada tepat di hadapannya. Will dan yang lainnya bahkan sengaja tidak menyadarkan Levi, saat Lucia sedang berjalan menuju ke arah mereka.


“Kak Levi!” Panggilan Lucia seketika menyadarkan Levi dari lamunannya.


“Heh?” sahut Levi tanpa sadar.


“Apa yang sedang Kak Levi pikirkan?” tanya Lucia yang penasaran.


“Ouhya, … Tebakan Luci benar seratus persen, Luci akan menjadi Kakak dari triple Baby Boy. Yeahh!!!”


Tapi belum sempat Levi menjawabnya, Lucia langsung membahas mengenai triple baby boy-nya. Terlihat dia sangat bahagia, hingga tidak dapat di ungkapkan dengan kata-kata. Levi hanya bisa terdiam memandangi wajah Nona kecilnya yang terus tersenyum kepadanya.


“Selamat, Nona kecil! Semoga Nona kecil akan menjadi kakak terbaik untuk Triple baby boy-nya,” ucap Levi seraya tersenyum manis, meskipun hatinya menangis.


“Nona kecil, anda di cari oleh Tuan muda untuk sesi acara foto keluarga. Silahkan kembali, saya akan mengantar anda ke atas panggung,” ujar Felix pada Lucia.


“Okay, Ayo kembali,” sahut Lucia.


“Sampai nanti, Kak Levi!” ujar Lucia sembari melambaikan tangannya pada Levi.


Setelah itu, Lucia melakukan pemotretan dengan keluarga Xavier. Sedangkan Levi langsung di tarik oleh Will dan yang lainnya untuk melakukan foto bersama juga. Padahal Levi berniat menggunakan kesempatan itu untuk diam-diam pergi ke bandara bersama Kakek Roman dan Bastian.


“Ini kesempatanku untuk pergi ke bandara secara diam-diam,” batin Levi yang melihat keadaan sekitarnya.


“Hay, bocah psiko! Kau mau kabur kemana, Hah?” ujar Will yang langsung saja menarik kerah belakang jas yang di kenakan Levi.


“Aish, … Sialan kau, Will! Lepaskan tidak?” umpat Levi dengan kesal, karena di perlakukan seperti kucing saja oleh Will.


“Kau mau kemana? Kita juga harus ikut berfoto. Kau tidak lihat mereka semua sudah mengantri untuk mengambil foto bersamamu,” ujar Will masih tidak melepaskannya.


“Apa?”


Sontak saja, Levi merasa sangat terkejut dengan perkataan Will. Karena selama ini mereka semua sama sekali tidak pernah sekalipun membahas soal foto bersama atau sejenisnya. Tapi kenapa tiba-tiba mereka semua menginginkan itu. Apalagi seluruh anggota klan BlackSky benar-benar seperti sedang sangat menantikannya.


“Sudahlah, pose saja yang bagus! Kami sudah menyewa seorang photographer terbaik untuk memotret kenangan indah yang tidak akan pernah kau lupakan selamanya,” jelas Will yang melepaskan kerah belakang jas Levi, tapi tangannya kini malah merangkulnya dengan erat.


“Hay, kau sudah gila ‘yah? Aku harus berfoto dengan orang sebanyak ini?” protes Levi.


“Diamlah, lakukan saja dengan tenang. Maka nanti akan cepat selesai,” tukas Will yang tidak ingin mendengarkan protes apapun dari Levi.


“Hay, kalian semua! Cepat berbaris, kita akan melakukan foto secara berkelompok saja agar cepat selesai. Mengerti?” seru Will pada semua anggota klan nya yang sudah berbaris dengan sangat rapi.


“Siaaap, Boss!” sahut mereka serentak.


Lalu Will langsung memberi perintah pada sang Photografer untuk memotretnya berdua saja dengan Levi, “Kau! Cepat foto kami berdua!”


Kakek Roman dan Bastian hanya bisa memperhatikan kedekatan mereka semua sambil tersenyum, hingga Noland menghampiri mereka dan mengajaknya untuk ikut berfoto bersama.


Hingga akhirnya, Levi pun harus berfoto dnegan semua orang termasuk keluarga inti Xavier. Bahkan Levi bisa berfoto berdua saja dengan Nona kecilnya.


Sampai di sana kebahagiaan masih terasa, hingga tiba waktunya Levi harus segera berangkat ke bandara.


“Zaen, kita harus pergi ke bandara sekarang! Pesawat kita sudah menunggu di sana,” ujar Kakek Roman mengingatkan cucunya.


“Baiklah! Ayo, kita pergi sekarang,” sahut Levi seketika wajahnya tampak sangat murung.


“Berpamitan 'lah dulu kepada mereka. Kau datang secara baik, maka perginya pun harus seperti itu,” ujar Kakek Roman yang tidak ingin meninggalkan kesan buruk tentang Levi maupun dirinya.


Levi hanya diam, hingga Noland dan yang lainnya yang menghampiri Levi dnegan wajah yang tidak kalah murung darinya. Seketika mata Levi berkaca-kaca menatap semua orang yang selama ini ada bersamanya.


“Tu-tuan, _….”


Suara Levi tercekat menahan tangisnya. Tanpa berkata apapun, Rayden langsung memeluk Levi. Akhirnya air mata levi pun tidak dapat terbendung lagi, pertama kalinya dia mendapatkan pelukan dari Rayden dan rasanya begitu menenangkan hatinya.


Seraya berbisik, “Tidak apa! Jaga dirimu baik-baik di sana! Ingatlah, kami semua di sini juga keluargamu. Maka jangan lupakan apapun tentang kami dan jika kau membutuhkan apapun kami akan selalu ada untukmu.”


“T-terima kasih, Tuan muda! Karena sudah mau menerimaku, melindungi ku dan menjaga diriku hingga sampai sekarang. Saya tidak akan melupakan kebaikan anda untuk seumur hidup saya,” ucap Levi di sela tangisannya.


“Tidak masalah! Buktikan pada mereka siapa Zaender Levi yang sebenarnya. Mengerti?” ujar Rayden sembari menepuk bahu Levi pelan sekan memberikan sebuah semangat untuknya.


“Baik, saya mengerti Tuan muda,” sahut Levi seraya menundukkan kepala karena malu air matanya tidak mau berhenti mengalir keluar.


Kemudian, Zhia tiba-tiba mendekat dan bergantian memeluk Levi. Air matanya yang tadinya akan berhenti keluar, akhirnya malah semakin deras. Pelukan dari Zhia mengingatkan Levi pada kehangatan pelukan terakhir ibunya saat sebelum terjadinya kecelakaan.


“Jangan menangis! Ini bukan perpisahan untuk selamanya, kau bisa datang kapan yang kau inginkan. Keluarga Xavier akan selalu terbuka untuk menyambut kedatangan mu, Levi!” ujar Zhia seraya menghapus sisa air mati di pipi Levi.


“Terima kasih, Nyonya muda! Pelukan dari anda mengingatkan saya pada kehangatan pelukan terakhir Mamah saya.”


Tanpa sadar Levi mengungkapkan tentang masa lalunya. Disisi lain, Lucia masih terdiam dan berusaha mencerna apa yang sebenarnya terjadi saat ini.


Tatapannya hanya terpaku pada Levi yang tidak berhenti menangis, firasatnya mengatakan akan terjadi hal buruk.


Tapi dia tidak bisa bertanya dan hanya bisa diam memperhatikan untuk saat ini dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


Bersambung,.......


...****************...


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...