
...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...
...𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...
...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...
“Terima kasih semuanya! Sebenarnya saya takut kalau nanti saya akan berdiri seorang diri di meriahnya pesta,” ucap Will yang malah menangis mendapat perlakuan hangat dari keluarga Xavier.
“Aish, … Kenapa kamu menangis di hari yang bahagia ini, Will! Sejak awal kau adalah bagian dari keluarga Xavier. Begitu juga dengan Levi dan Alea,” jelas Julia yang malah membuat tangisan Will tidak bisa berhenti, hingga semua orang yang berada di ruang makan akhirnya menertawakannya.
Will yang sudah Noland dan Julia anggap sebagai putranya sendiri, sekarang akan menyusul Rayden untuk membina rumah tangganya sendiri. Kabar bahagia itu, sungguh membuat mereka menangis saking merasa bahagianya.
Hari itu, waktu sarapan terasa lebih bermakna di bandingkan hari-hari biasanya. Dimana Will, Alea dan Levi duduk di sana menjadi salah satu anggota keluarga Xavier.
Pembahasan mengenai pertunangan Will dan Alea hanya di ketahui oleh keluarga Xavier saja, karena Alea meminta untuk di rahasiakan dulu sampai hari pertunangan tiba.
Selesai sarapan, Rayden memanggil Will dan Levi ke ruang kerjanya. Disusul oleh Noland yang tidak mau ketinggalan informasi terbaru. Apalagi menyadari Felix dan Jaydon tidak datang juga hari ini yang membuat Rayden dan Noland sedikit berpikiran negatif bahwa rencana mereka telah gagal.
“Bagaimana dengan tugas Felix dan Jaydon? Kenapa mereka juga tidak datang hari ini?” tanya Rayden yang tidak suka berbasa basi.
“Mereka berhasil menaklukan markas musuh, tapi baik Fernand maupun Thunder tidak ada di sana tadi malam. Banyak sekali anak buah Fernand yang berhasil Felix dan Jaydon tangkap, karena itulah mereka tidak bisa datang juga hari ini untuk melaporkannya secara langsung pada anda, Tuan!”
Will pun menjelaskan apa yang dia ketahui, sebab sebelum keluar dari rumahnya Will di hubungi oleh Felix dengan keriuhan yang menjadi sound backgroundnya.
Saat ini Felix dan Jaydon tengah sibuk menangani dan menginterogasi para anak buah Fernand yang sudah menjadi tahanan mereka. Sehingga markas besar menjadi sangat penuh dan berisik.
“Ck, … Dua cecunguk itu cukup beruntung juga rupanya,” decak Noland yang sangat menyayangkan Fernand dan Thunder kembali lolos dari rencana mereka.
“Kita harus memeriksanya sendiri, Will! Kita akan ke markas besar, setelah selesai bekerja hari ini,” ujar Rayden yang tidak bisa berkata apapun lagi.
“Tuan, saya mendapatkan informasi dari mata-mata kita bahwa Fernand meminta bantuan Richo untuk mengirimi lebih banyak anggotanya kemari. Sepertinya dia benar-benar ingin menyerang kita.” Levi menyela pembicaraan.
“Suruh Felix atau Jaydon untuk menghadangnya di bandara dan pelabuhan. Jangan biarkan bantuan dari luar masuk, karena itu akan semakin menjadi masalah untuk kita,” perintah Rayden.
“Baik, Tuan!” sahut Levi.
“Lalu, bagaimana dengan mata-mata musuh yang menyamar sebagai salah satu pengawal kita? Apa kalian berdua sudah mendapatkan petunjuk siapa orangnya?”
Tiba-tiba Rayden teringat dnegan adanya musuh dalam selimut di daerah kekuasaannya. Menurutnya musuh ddalam selimut yang lebih berbahaya di bandingkan dengan musuh di luar sana. Apalagi mengingat Zhia yang mudah di jadikan target oleh parah musuhnya.
“Maafkan kami, Tuan muda! Kami belum bisa memprediksi siapa orang itu, sebab belakangan ini tidak ada yang mencurigakan dari mereka semua. Namun, jika Tuan muda mengkhawatirkan Nyonya muda lebih baik kita memperhentikan mereka semua saja sekaligus,” usul Will yang dapat merasakan kegundahan dari Tuannya itu.
Namun, hanya itu solusi yang dapat di pikirkan oleh Will sekarang. Baik Rayden, Noland dan Levi pun memikirkan hal yang sama. Untuk sekarang tidak ada yang bisa mereka lakukan terkait masalah mata-mata yang menyamar sebagai salah satu pengawal itu.
“Tidak perlu! Untuk saat ini kita hanya harus berhati-hati saja dengan keberadaan mereka,” ujar Rayden yang secara tidak langsung menolak usulan dari Will.
“Lebih baik kita sudahi pembahasan kali ini sekarang. Luca dan Lucia bisa terlambat ke sekolahnya.”
Rayden lalu mengakhiri pertemuan mereka dan segera menghampiri si kembar yang memang sudah sangat menunggunya. Kali ini Rayden ikut mengantarkan Luca dan Lucia ke sekolahnya, karena dia tidak ingin Zhia yang mengantarnya.
Setelah adanya kabar mengenai adanya mata-mata di antara orang-orangnya, Rayden semakin bersikap posesif kepada Zhia. Setiap satu jam Rayden akan menghubungi Zhia melalui videocall, hingga dia sendiri tidak fokus dengan pekerjaannya di kantor.
“Kak Levi, bisakah kita bicara berdua sebentar?” pinta Luca yang tiba-tiba muncul tepat di belakang Levi.”
“Tuan kecil! Apa yang anda lakukan di sini pada saat jam pelajaran?” tanya Levi yang sedikit terkejut dengan keberadaan Luca di luar area sekolah di mana dia selalu menunggu dan berjaga.
“Bisakah kita bicara dii tempat lain,” pinta Luca lagi saat menyadari Alice dan Sania memperhatikan mereka.
“Ouh, … Baiklah, kita bisa bicara di sana saja. Silahkan!”
Levi pun membimbing Luca untuk berjalan ke suatu tempat yang sepi dan tidak banyak orang berlalu lalang. Sesaat Luca terdiam, begitu juga dengan Levi yang menunggu pembicaraan seperti apa yang ingin Tuan kecilnya sampaikan kepadanya.
“Kenapa Kakak membuat situasinya semakin memburuk? Kenapa Kak Levi tidak dari awal saja menerima identitas Kakak? Waktu itu Lucia yang berada dalam bahaya, sekarang Mamahku dan ketiga adikku yang berada dalam bahaya. Sampai kapan Kak Levi akan menempatkan orang yang Luca sayangi terancam bahaya terus?”
Setelah beberapa saat terdiam Luca akhirnya mencecar Levi dengan banyaknya pertanyaan yang selama ini diam pendam sekaligus.
Sebelum terlambat dan mamahnya terluka, apalagi ketiga calon adiknya. Luca ingin Levi secepatnya mengambil keputusan yang terbaik untuk mereka semua.
“Tuan kecil, Saya, _....”
“Aku sudah tahu semuanya yang terjadi saat ini! Aku akan membantu menyelesaikan masaah yang sudah terjadi sekarang, setelah semua masalah itu selesai. Aku mohon Kak Levi segera pergi dan menerima apa yang seharusnya Kakak miliki,” tukas Luca yang memotong perkataan Levi begitu saja.
“Memang itu yang saya pikirkan selama ini. Begitu situasi di sini sudah aman, aku akan segera pergi ke tempat asalku. Tuan kecil tidak perlu khawatir, saya berjanji akan pergi secepatnya,” jelas Levi dengan raut wajah sedihnya yang tertunduk.
“Dan satu hal lagi, menjauhlah dari Lucia! Aku tahu Kak L. evi menyukai adikku, begitu juga dengan Lucia yang sangat menyukai Kakak, _....”
“Aku tahu! Tuan muda juga telah memperingatkan aku tentang ini. Jadi, kau tidak perlu khawatir. Aku juga akan mengurus tentang perasaanku ini,” potong Levi yang tanpa sadar tidak menggunakan bahasa yang formal lagi.
“Maaf, tadi saya bicara tidak sopan kepada anda! Kalau tidak ada yang ingin anda bicarakan lagi, lebih baik Tuan kecil kembali ke kelas anda dan saya akan kembali ke posisi untuk berjaga,” ujar Levi yang ingin segera menghentikan percakapan yang semakin menghancurkan harapannya itu.
Bersambung,.......
...****************...
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 16.00 WIB ‘yah!😍😍...
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...