Willea

Willea
85. Waktunya FelDon Beraksi!



...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...


...‌𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...


...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...


Karena sudah menjadi kebiasaannya meretas system keamanan milik perusahaan papahnya sendiri. Luca dengan mudahnya berhasil mendapatkan informasi tentang perekrutan pengawal baru yang di lakukan papahnya.


Hasil pencarian Luca cukup membuatnya tercengang. Pasalnya, Rayden ternyata lebih banyak merekrut orang dari pada yang di ketahui olehnya.


Sekitar 30 orang yang diperkenalkan secara resmi sebagai pengawal baru mereka. Akan tetapi, dalam data yang berhasil di retas Luca mengetahui bahwa ada hampir 200 orang yang di terima.


“Kenapa lebih banyak orang yang di terima sebagai pengawal di bandingkan yang di perkenalkan secara resmi oleh Papah? Apakah Papah merekrutnya sebagai anggota klan?”


Luca pun mulai bertanya-tanya sendiri tentang tujuan papahnya melakukan hal tersebut. Namun, karena banyaknya data yang di dapatkan yang tidak sesuai perkiraannya.


“Aaah, … Lebih baik cetak semuanya dulu. Besok baru mencari informasinya lebih banyak lagi. Hoaam, ….”


Akhirnya Luca pun memutuskan untuk mencetak semua informasi tersebut terlebih dahulu. Lalu, dia akan mulai mencari informasi detailnya mulai besok. Di karenakan malam sudah semakin larut dan matanya juga mulai mengantuk.


Selesai membereskan semua data yang sudah di cetak, Luca pun segera mematikan komputernya. Lalu langsung berbaring dan perlahan mulai terlelap di dalam mimpi indahnya.


...****************...


Sangat jauh berbeda dengan keadaan Felix dan Jaydon yang baru saja terbangun, kemudian siap memangsa buruan yang sudah berada tepat di depan mata. Lokasi yang di berikan oleh Levi, ternyata memang sangat tepat.


Disebuah gudang kosong yang berada di pinngiran desa dan jauh dari pemukiman warga. Bahkan area gudang itu di kelilingi oleh pohon besar, sehingga terkesan sangat menakutkan dan membuat lokasinya di hindari oleh warga setempat.


“Hay, Fel! Kenapa kita malah bersembunyi di semak-semak kayak gini? Kenapa kita tidak langsung menyerang saja?” tanya Jaydon yang merasa tidak nyaman terus bersembunyi di antara semak-semak berduri, hingga beberapakali melukai kulitnya.


“Kau pernah melihat singa sedang berburu?”


Bukannya menjawab, Felix malah balik tanya pada Jaydon. Bahkan pertanyaannya sangat jauh berbeda dengan pertanyaan Jaydon sebelumnya.


“Pernah sekali lihat di youtube, itu pun tidak sengaja. Apalagi melihatnya secara langsung, melihat singa-nya saja aku belum pernah.”


Dan dengan tampang polosnya, Jaydon menjawabnya dengan sangat jujur. Felix yang sedari tadi sangat serius memperhatikan pergerak musuh, akhirnya fokusnya teralihkan dan menatap Jaydon dengan perasaan iba.


“Aku turut berduka atas nasibmu, Jay!” ucap Felix sembari menepuk pundak Jaydon sedikit kuat.


“Lalu apa hubungannya singa dengan kita tidak menyerang secara langsung?” tanya Jaydon yang kembali ke topik utama.


“Kalau ingin menang dalam pertarungan, maka kita perlu yang namanya strategi.”


Kali ini Felix menanggapinya dengan serius. Karena sebelum itu dia sempat membaca pesan yang di kirimkan Will yang menyuruhnya untuk bergegas. Oleh karena adanya pesan itu juga, Felix harus memikirkan strategi untuk menang dengan cepat.


“Ide yang bagus! Apa rencana mu sekarang?” Jaydon pun menjadi penasaran.


“Naah, …Semuanya sekarang dengarkan aku!”


Felix pun menyalakan alat komunikasi jarak jauh yang sudah mereka bagikan kepada masing-masing kelompok sebelum mereka sampai di lokasi. Sehingga memudahkan mereka untuk menerima arahan dan perintah.


“Team 1, akan menggunakan senapan jarak jauh dan menempati posisi di atas pohon yang mengelilingi target. Sementara, Team 2 berjaga di bawahnya untuk melindungi serangan pada Team satu. Sisanya akan menyerang langsung bersama dengan kami. Apa kalian semua sudah mengerti?” jelas Felix.


“Siap, Tuan! Kami mengerti!” sahut semuanya serentak.


Felix membagi pasukan menjadi 3 Team, dia mengatur strategi dengan memanfaatkan lingkungan di tempat itu yang cukup mendukungnya untuk bisa menang dengan mudah.


Mereka memang mengetahui lokasi persembunyiannya dengan tepat, tetapi mereka tidak tahu bagaimana keadaan di dalam gudang.


“Kita bergerak sekarang! Team 1, amankan jalan untuk kami maju!” Felix kembali memberi perintah.


“Siap, laksanakan!” sahut mereka serentak dan mulai bersiap dalam posisi menembak.


“Jay, sudah siap?” Felix memastikan Jaydon dan hanya di jawab dengan anggukan kepala saja.


“Kalian sudah siap?” Kini Felix pun memastikan yang lainnya.


“Kami siap, Tuan!” Mereka menjawabnya dengan penuh keyakinan.


Begitu suara tembakan terdengar saling bersahutan dari berbagai penjuru. Felix, Jaydon dan semua pasukan yang tersisa segera keluar dari bersembunyian mereka dan mulai ikut menyerang dengan membabi buta.


“Buruan utamaku malam ini adalah si Bongsor,” ujar Jaydon tiba-tiba.


Seketika Felix pun menatap ke arahnya dan bertanya,” Siapa maksudmu?”


“Thunder,” jawab Jaydon penuh percaya diri.


Suara tembakan teriakan dan beberapa suara ledakan terdengar di tengah sunyinya malam. Hanya dengan dua bilah pisau, Felix sangat menggila. Dia menusuk, menyayat dan membunuh setiap musuh yang berani menghalangi jalannya.


Begitu pula dengan Jaydon, yang tidak mau kalah menggilanya dengan Felix. Jaydon bahkan tidak menggunakan satu senjata pun untuk membunuh musuhnya.


Akan tetapi, dia membunuh musuhnya dengan cara mematahkan, meremukkan dan menghajar musuh sampai tidak bernapas lagi.


Melihat betapa menggilanya Felix dan Jaydon, sebagian besar dari anak buah Fernand lebih memilih menyerahkan diri dan tunduk pada mereka di bandingkan harus mati secara mengenaskan.


“Apakah kalian menyerah semudah ini?” tanya Jaydon yang merasa sedikit aneh dengan sikap para anak buah Fernand yang begitu mudah tunduk pada mereka.


“I-iya, Tuan! Kalau anda mau, kami akan menyerahkan diri secara sukarela kepada polisi,” jawab salah satunya mewakili yang lainnya.


“Benar, Tuan!” Yang lainnya menimpali dan membenarkan penyataan tersebut.


“Kenapa? Aku bahkan belum menghajar kalian satu kali pun?” Jaydon pun terpaksa harus bertanya mengenai alasannya, dari pada dia mati penasaran.


“Lebih baik kami masuk penjara dari pada mati mengenaskan seperti mereka.” Pria itu kembali menjawab dan yang lainnya membenarkan.


“Kalau begitu, kenapa kalian memilih menjadi anggota mafia. Dasar konyol,” gumam Jaydon dengan cara berpikir orang-orang itu.


“Hay, kalian berdua! Pegang ini.”


Felix lalu memanggil dua anak buahnya yang sedang berdiri tidak jauh dari tempatnya dan memberikan berkas itu.


“Baik, Tuan!” sahut mereka, lalu menerima berkas itu dan di bagi menjadi dua tumpukkan.


“Dimana Boss kalian?” tanya Felix yang baru saja kembali, sembari membawa setumpuk berkas di tangannya.


“Mereka pergi tepat 30 menit sebelum kalian menyerang markas ini.”


Masih dengan pria yang sama yang terus menjawab setiap pertanyaan yang di berikan, sementara yang lainnya terus membenarkan.


“Kalian tidak tahu kemana dia pergi?” tanya Felix lagi.


Dan tanpa di sangka mereka serentak menganggukkan kepala sebagai jawaban atas pertanyaan tersebut.


“Waah, … Aku tidak menyangka kalian sekompak itu.” Tanpa sadar Felix memuji kekompakan anak buah Fernand.


Bersambung,.......


...****************...


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 16.00 WIB ‘yah!😍😍...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...