
...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...
...𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...
...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...
“Kau benar! Felix, Ayo kita beraksi sekarang,” ujar Jaydon.
“Tentu saja! Kau tahu apa yang akan di katakan Levi kalau berada di sini sekarang?” sahut Felix memberi isyarat pada Jaydon dan yang lainnya.
“Waktunya kita menggila! Hahahaaa, ….”
Tanpa di sangka Felix, Jaydon dan anka buahnya yang di sana mengatakannya secara serentak. Sehingga tawa mereka pun tidak dapat terhindarkan, sebab mereka semua merasa sangat aneh.
Tak ingin membuang lebih banyak waktu lagi, Jaydon pun mempersiapkan dirinya untuk menghajar orang-orang itu secara langsung.
Sedangkan Felix, akan menjalankan tugasnya mengacaukan bersenjata yang ada di belakang musuhnya.
Mereka mulai menempatkan posisi masing-masing seperti yang yang sudah mereka rencanakan tadi.
Sebagian anak buahnya telah di tempatkan untuk melindungi Jaydon dan mulai mengalihkan perhatian para musuh.
Felix dan kelompok bersenjata api lengkap dengan seragam pelindungnya, segera bergerak maju untuk membunuh pasukan pembantu musuh yang meresahkan.
Sedangkan Jaydon masih mengamati dan akan segera maju, jika Felix telah berhasil menaklukan lokasi musuhnya.
Suara tembakan dan ledakan terdengar jelas dari kedua belah pihak. Lokasinya pertarungan yang sangat jauh dari pemukiman warga, karena memang daerah perbatahan yang berada di tengah hutan membuat mereka menggila tanpa perlu mengkhawatirkan apapun.
Dan konyolnya Felix, dia terus saja mengincar kedua mata musuhnya untuk di jadikan target tembakannya.
Jika ada yang masih mampu berdiri, maka tidak segan lagi Felix akan menempatkan pelurunya tepat di kening musuhnya.
Felix benar-benar sangat menggila, dia menembak para musuhnya tanpa ampun dan dengan mudahnya menaklukan markas musuhnya.
Tampak jelas pemimpin dalam penyerangan itu adalah Kenzo dan juga Thunder yang tengah panik melihat penyerangan yang dilakukan oleh Felix yang perlahan melumpuhkan anak buahnya yang berjaga di dalam markas.
Jaydon pun tidak mau melewatkan kesempatan itu, dia segera memimpin anak buahnya yang tersisa untuk menghadapi musuhnya secara langsung.
Dengan langkah yang mantap, Jaydon mempercayakan yang musuh yang lainnya kepada anak buahnya, sedangkan dia langsung berjalan menghampiri Kenzo yang dia kenali sebelumnya.
Padahal Thunder juga tengah berdiri tidak jauh dari Kenzo, tetapi Jaydon memilih untuk mengabaikannya. Meskipun Jaydon tahu bahwa dia ‘lah musuh yang paling berbahaya di sini.
Oleh sebab itulah, Jaydon malah semakin ingin mengabaikannya. Alasannya sudah jelas, Jaydon ingin Thunder merasa di remahkan hingga sampai batas dia tidak bisa mengontrol kesabarannya dan bertindak tanpa perhitungan.
“Hallo, kita bertemu lagi! Kau sudah mengenalku, bukan?” ujar Jaydon yang malah menyapa musuhnya dengan senyuman.
“Apa kau pikir aku akan takut begitu mengetahui siapa dirimu, Hah!” seru Kenzo yang sebenarnya menyadari bahwa Jaydon bukan lawan yang sepadan untuk di hadapi.
Namun, dia masih percaya diri karena ada Thunder yang berada tidak jauh darinya.
“Kau begitu percaya diri sekarang, tidak seperti sebelumnya. Apakah karena ada yang membantu sekarang?” ujar Jaydon yang memberikan tatapan meremehkan pada Thunder.
“Baiklah, kita coba lihat seberapa banyak aku bisa memukulmu sampai orang itu tiba di sini?” lanjut Jaydon yang langsung saja melayangkan tinjunya ke wajah Kenzo.
Bukk, … Bukk, … Bukk, ….
Tiga pukulan sekaligus Jaydon layangkan di tempat yang sama yaitu di wajah Kenzo dan kemudian berkata,” Ini atas keberanian mu ingin membunuh adikku, Levi!”
Kemudian, Jaydon kembali memukuli Kenzo tanpa ampun berulang kali dan berkata, ”Dan ini karena telah menempatkan Nona kecilku dalam bahaya. Sisanya kau hitung saja sebagai bonus, karena telah mencelakai orang tua!”
Bukk, ….
Sedang asyik memukuli Kenzo, orang yang sedang di tunggu Jaydon pun tiba-tiba datang dan langsung memukulnya.
Namun, Jaydon tidak sebodoh itu. Dia hanya ingin merasakan pukulan pris itu untuk membandingkan dengan pukulan Levi.
“Lawanmu adalah aku!” seru Thunder dengan penuh percaya diri.
“Bwahahaaa, ….”
Sementara, Felix ternyata sudah selesai melakukan tugasnya dengan membabat habis para musuhnya dan kini tengah menikmati bagaimana Jaydon menirukan kegilaan Levi dulu saat melawannya.
“Wahh, … Dia benar-benar melakukannya sama persis seperti Levi. Apalagi saat mengoceh dan tertawa tidak jelas seperti itu. Aku bahkan ingin menggamparnya hanya karena melihatnya saja, apalagi yang berhadapan secara langsung?” gumam Felix yang terlihat sangat menikmati pemandangan itu sebelum kembali beraksi.
“Sepertinya dari awal kau terus meremehkan aku, Hah!” teriak Thunder meluapkan segala emosi dan kemarahannya melihat Jaydon yang terus meremehkan dirinya.
“Hahahaaa, … Berkaca ‘lah! Suaramu bahkan terdengar seperti banci yang sedang meminta tolong. Hahhaaa, ….”
Jaydon benar-benar mempelajari cara jitu memancing kemarahan musuh dari Levi. Jaydon terus meremehkan dan mengejek Thunder seperti yang selalu dilakukan Levi setiap berada di dalam pertarungan.
“Sialan! Akan aku bunuh kau sekarang juga!” Thunder sudah terlihat sangat geram dengan sikap Jaydon.
“Cobalah! Kalau kau bisa melakukannya.” Jaydon malah semakin menantang Thunder tanpa takut sedikitpun.
“Matilah kau!” seru Thunder.
Baku hantam pun tidak terelakan lagi. Thunder terus menyerang Jaydon secara membabi buta. Terlihat Jaydon sedikit kewalahan menghadapi Thunder yang mengamuk, karena tadi dia belum mempersiapkan diri.
Namun, seiring berjalannya waktu Jaydon berhasil memukul mundur dan memojokkan Thunder tanpa bantuan siapapun. Akan tetapi, pada saat Jaydon hendak membunuh Thunder dengan pisau belatinya.
“Sudah aku katakan sejak awal, bahwa kau itu banci! Sebuah kehormatan karena banci sepertimu bisa mati di tanganku! Jadi, matilah secara perlahan,” ujar Jaydon yang bersiap untuk merobek bagian leher Thunder.
Doorrr, … Doorrr, … Doorrr, … Doorrr, …
Tiba-tiba muncul serangan dadakan bersenjata dengan jumlah yang sangat banyak, Felix mencoba menanganinya tapi dia kalah jumlah. Sehingga Jaydon dan anak buahnya pun terpaksa harus berlindung terlebih dahulu dari serangan mereka.
“Cepat! Gunakan kesempatan ini untuk melarikan diri,” ujar Kenzo yang langsung membantu Thunder untuk menyelamatkan diri.
Thunder dan Kenzo pun menggunakan kesempatan itu untuk kabur dari medan pertempuran. Ternyata serangan itu, di perintahkan oleh Fernand yang menyaksikan pertarungan itu dari jauh.
Fernand sengaja melakukan penyerangan di daerah perbatasan untuk memperkirakan kekuatan mafia Rayden.
“Cepat serang mereka balik! Utamakan untuk menyelamatkan anggota lain terlebih dahulu!” seru Felix memberi perintah pada anak buahnya yang tersisa.
“Baik, Tuan!” sahut para anak buahnya.
Namun, tidak lama setelah Thunder dan Kenzo berhasil melarikan diri. Musuh juga perlahan mulai mundur dari perbatasan, hingga tanpa sengaja Felix melihatnya keberadaan Fernand.
Felix mencoba mempertaruhkan keberuntungannya dan juga keberuntungan Fernand dengan senapannya.
Tanpa berpikir panjang, Felix langsung mengarahkan senjatanya dan menempatkan kepala Fernand sebagai target utamanya.
Dorr, … Dorr, ….
Bersambung,.......
...****************...
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 18.00 ‘yah!😍😍...
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...