Willea

Willea
64. Pengawal Baru! Part. 2



...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...


...‌𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...


...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...


“Tapi, sayang! Itu akan memakan begitu banyak waktu di sini. Bagaimana kalau kau kelelahan nanti akan mempengaruhi bayi yang ada di dalam perutmu,” ujar Rayden yang tampak sangat mengkhawatirkan keadaan Zhia dan calon bayi mereka.


“Tidak apa-apa, sayang! Ini hanya sebentar ‘kok,” sahut Zhia


“Haaah, … Baiklah, terserah kamu saja. Kalau merasa Lelah atau merasakan sesuatu, langsung beritahu aku mengerti,” ujar Rayden menekankan pada Zhia agar tidak terlalu memaksakan dirinya.


Zhia masih pada keputusannya, sehingga mau tidak mau Rayden haryus menuruti keinginan dari istrinya itu.


Sedangkan Luca dan Lucia malah sibuk bersenda gurau dengan Levi, terlebih lagi Lucia yang jahilnya minta apun dengan menggoda levi terus menerus.


“Kak Levi, kakak pengawalnya cantik-cantik ‘yah?” ujar Luca dengan tatapan jahilnya.


“Mereka semua ‘kan perempuan, Tuan kecil! Tentu saja cantik-cantik, kalau laki-laki pasti ganteng ‘dong,” jelas Levi mencoba mencari jawaban yang aman.


“Tentu saja, Luca juga tahu soal itu! Tetapi jika di bandingkan dengan Luci, siapa yang paling cantik?” tanya Luca lagi langsung pada tujuannya untuk menggoda Levi, karena dia kini sadar bahwa perhatian Levi berbeda pada adiknya.


“Pastinya lebih cantik Luci ‘dong! Iya ‘kan, kak Levi?”


Lucia segera memasang wajah manisnya yang semakin terlihat menggemaskan, hingga Levi tidak dapat mengontrol perasaannya lagi.


Jika saja, dia tidak segera memalingkan wajahnya. Mungkin Levi sudah mendapat serangan jantung saat menatap wajah Lucia yang sangat cantik, manis dan begitu menggemaskan di matanya.


“Hay, Levi! Maksudmu apa tidak menjawab pertanyaan putriku? Kau mau bilang bahwa mereka lebih cantik di bandingkan dengan putriku begitu?”


Rayden yang tidak sengaja mendengar percakapan Levi dan kedua anak kembarnya pun geram sendiri, melihat Levi yang malah mengalihkan wajah dan tidak langsung menjawab pertanyaan Luca dan Lucia.


“Ti-tidak, Tuan! Sudah pasti Nona kecil yang paling cantik di mata saya!” seru Levi yang terlihat sangat gugup dan menjadi salah tingkah sendiri.


“Terima kasih, kak Levi! Atas pujiannya,” ucap Lucia yang semakin terlihat cantik dan menggemaskan saat mengatakannya.


“Begitu ‘dong, kalau orang sedang bertanya langsung di jawab dengan benar,” gumam Rayden yang masih terlihat geram.


“Maafkan saya, Tuan!” ucap Levi.


“Astaga, Nona kecil! Bisakah kau tidak membuatku senam jantung terus ketika melihatmu?” batin Levi sembari mengelus dadanya yang masih berdegup dengan kencang.


Bukan karena Levi saja, tetapi karena Rayden menyesal telah memutuskan untuk mengajak Zhia ikut mewawancara calon pengawalnya.


Luca diam-diam tertawa setelah mengetahui bahwa Levi memiliki perasaan yang lain kepada adiknya.


Luca sangat yakin, sebab sikap Levi sama persis seperti Will saat pertama kali ketahuan menyukai Alea.


“Sayang, sudahlah! Lebih baik kita mulai saja ‘yah, seleksi dan wawancaranya. Okay?”


Zhia pun mencoba menenangkan suaminya yang terlalu over protektif kepadanya dan juga anak-anak.


“Ayo, dimulai saja sekarang!” ujar Rayden pada karyawannya yang bertanggung jawab atas para calon karyawan baru.


“Baik, Tuan muda!” sahut Karyawan itu.


“Kalian semua sudah menyiapkan jawaban terbaiknya, bukan! Jadi, kalian langsung saja maju setiap nama kalian masing-masing di panggil! Kalian mengerti?” ujar Karyawan itu lagi kepada para kandidat calon pengawal.


“Kami mengerti, Tuan!” sahut para kandidat calon pengawal itu.


Satu persatu nama calon kandidat pengawal yang mendaftar pun mulai di panggil dan langsung mengutarakan jawaban terbaiknya didepan Rayden dan Zhia.


Dari banyaknya orang yang mendaftar, hanya ada tiga kandidat yang memberikan jawaban memuaskan untuk Zhia.


Pertama, jawaban dari Alice Nadira. Seorang wanita cantik yang baru berusia 27 Tahun yang telah menguasai beberapa ketrampilan beladiri yang sangat menakjubkan. Sehingga tanpa sadar Zhia menjadi kagum dengan kemampuan dari wanita, apalagi jawaban yang diberikan juga sangat memuaskan.


“Hallo, silahkan perkenalkan namamu?” ujar Zhia dengan penuh keramahan, berbeda dengan Rayden yang tampak tidak memperdulikannya sama sekali.


Wanita bernama Alice pun memperkenalkan dirinya secara singkat.


“Kau belum menikah? Bagaimana kalau kau menikah saja dengan salah satu pengawalku saja yang itu ‘tuh!” ujar Rayden yang menunjuk pada Levi.


“PAPAHH!!”


Lucia pun tidak terima dan langsung berseru kepada papahnya dengan tatapan mengintimidasi.


,


“Hehehee, … Papah hanya bercanda, sayang! Lagian suatu hari nanti, Levi juga akan segera menikah dengan wanita yang seusianya seperti papah dan mamah,” jelas Rayden sembari tertawa melihat karena merasa lucu dengan reaksi dari putrinya itu.


“Kak Levi tidak boleh menikah sebelum mendapat ijin dariku. Mengerti!” ujar Lucia yang menekankan pada Levi.


“Ba-baik, Nona kecil,” sahut Levi yang merasa tersentuh dengan pembelaan Lucia.


“Issh, … Kau ini! Masih saja menggoda anakmu di saat seperti ini,” geram Zhia yang melontarkan tatapan tajamnya pada Rayden.


“Ampun, sayang! Silahkan di lanjutkan saja,” ujar Rayden, Zhia pun kembali beralih pada Alice.


“Begini, … Jika suatu hari nanti kesetiaan kalian di pertaruhkan antara nyawa kami dan keinginan kalian. Pilihan seperti apa yang akan kalian buat? Dan jelaskan alasannya, Nona Alice!” ujar Zhia mengulang pertanyaannya


“Tentu saja, saya akan lebih memilih untuk menyelamatkan nyawa Nyonya dan keluarga. Bukan karena itu merupakan tugas utama kami sebagai pengawal, tetapi karena saya sudah berjanji pada diri saya sendiri bahwa akan selalu melindungi orang yang harus dilindungi sebelum memutuskan menjadi pengawal. Meskipun nyawa saya yang menjadi taruhannya.”


Alice pun menjawabnya dengan kesungguhan hatinya, hingga membuat Zhia takjub akan jawaban itu.


“Baiklah, kau boleh kembali ke tempat dudukmu sekarang! Hasil wawancara hari ini akan dikirim lewat email,” ujar Zhia masih dengan sikap ramahnya.


“Terima kasih, Tuan dan Nyonya muda!” ucap Alice sembari beranjak dari tempat duduknya.


Dan untuk dua peserta lainnya yang membuat Zhia merasa nyaman adalah Sania Andara dan Karina Stevani.


Sania merupakan wanita dengan sikapnya yang tenang, tetapi selalu waspada dengan dan memiliki kecerdasan yang luar biasa dalam mengetahui lokasi targetnya.


Sedangkan Karina, sebenarnya lebih di rekomendasikan oleh Luca dan Lucia. Karena dia wanita yang ceria dan menyukai anak-anak dan terlebih lagi Karina ternyata sahabat baik dari Alea.


Sehingga tidak alasan bagi Rayden dan Zhia untuk menolaknya bergabung sebagai pengawal baru.


Dengan begitu, Rayden dan Zhia telah memutuskan untuk memilih Alice, Sania dan Karina sebagai pengawal utama mereka. Sedangkan yang lainnya tetap diterima sebagai pengawal di dalam mansion.


“Papah, Luci mau kak Karina dan kak Levi yang menjadi pengawal untuk kami!” ujar Lucia yang tetap mempertahankan Levi untuk selalu di sisinya.


“Untuk karina boleh, tapi untuk Levi tidak sayang! Levi masih banyak pekerjaan bersama dengan papah, jadi kau pilih yang lain saja. Okay, sayang!” bujuk Rayden.


Bersambung,.......


...****************...


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 18.00 ‘yah!😍😍...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...