
...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...
...𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...
...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...
“Maaf, tapi saya bukan anda Tuan muda yang melakukan ‘hal itu’ sebelum menikah bahkan setelah itu tidak bertanggung jawab.”
Bukannya menjawab atau menjelaskan apa yang terjadi, Will malah menyindir Rayden dengan telak. Namun, Will tidak sampai menertawakannya seperti yang bisa dia lakukan.
Sebab sekarang dia sangat membutuhkan dukungan Rayden dan keluarga besar Xavier untuk menyampaikan lamarannya pada kedua orang tua Alea. Karena tidak mungkin Will akan datang melamar Alea seorang diri tanpa satu pun kerabat yang berdiri di sisinya.
“Sialan kau! Masih saja membahas tentang masa kelamku, apa sekarang kau sudah butuh bantuanku lagi, Hah?” cibir Rayden dengan sedikit nada mengancam pada Will.
“Maafkan saya, Tuan muda! Saya tidak bermaksud berkata seperti itu, mulutku ini memang remnya sudah dan saringannya sudah rusak. Maka dari itu tadi saya mengoceh tidak jelas. Sekali lagi maafkan saya, Tuan muda!” ucap Will dengan cepat langsung membungkuk dan meminta maaf pada Rayden.
“Okay, … Aku terima permintaan maafmu kali ini,” sahut Rayden yang tersenyum penuh kemenangan.
“Lalu kapan rencanamu untuk melamarnya?” tanya Rayden mengenai waktu pastinya yang di inginkan Will.
“Bisakah kalau akhir pekan ini, Tuan?”
Will yang sadar bahwa Rayden orang sibuk, dia pun menanyakan tentang waktu luangnya yang sudah dia cari tahu jadwal Rayden sebelum mengatakan niatnya. Dan hasil pencarian serta pertimbangan Will, dia memutuskan untuk melamar Alea akhir minggu ini.
“Hahahaa, …Kau pasti sudah mencari tahu tentang jadwalku beberapa hari ini. Baiklah, sebelum itu aku akan memberitahu Papah dan Mamah serta Zhia mengenai hal ini. Mereka pasti dnegan senang hati akan mengurusnya untukmu.”
Rayden menbaknya dengan tepat, meskipun begitu dia akan dengan senang hati membantu asisten sekaligus sahabatnya itu untuk meraih kebahagiannya. Apalagi Will sudah di anggap sebagai salah satu saudaranya.
“Terima kasih banyak, Tuan muda! Terima kasih banyak,” ucap Will yang tampak sangat bahagia hingga tidak bisa berhenti mengucapkan kata terima kasih.
“Hahaa, … Berhentilah berterima kasih dan kembali bekerja sana,” ujar Rayden yang ikut tertawa bahagia.
“Baik, Tuan muda! Kalau begitu saya permisi sekarang,” pamit Will masih dengan senyuman yang seakan tidak akan menghilang di wajahnya. Setelah itu, Will langsung keluar dari ruangan.
“Hahaaa, … Ada-ada saja kelakuannya! Sungguh tak terduga aku menangkap gossip terbaik, Papah, Mamah dan Zhia pasti akan sangat terkejut mendengarhal ini,” gumam Rayden yang membayangkan reaksi semua orang sudah bisa membuatnya senyum-senyum sendiri seperti orang gila.
...****************...
Lain halnya dengan Levi yang harus mengurus mata-mata musuh dengan senyap. Sesuai yang di laporkan oleh Felix sebelumnya, Levi juga menyadari bahwa ada beberapa orang yang tengah mengawasi aktivitas Tuan dan Nona kecilnya.
Sebelum meninggalkan Mansion, Levi juga menyadari beberapa orang yang mencurigakan yang berkeliaran di area Mansion dan lingkungannya.
Karena tidak bisa mengurusnya secara bersamaan, Levi pun memerintahkan beberapa pasukan rahasianya untuk mengurus area Mansion.
Sementara untuk area tempat Tuan dan Nona kecilnya bersekolah, Levi sendiri yang akan mengurusnya. Tentunya di bantu oleh sisa pasukan rahasianya yang sengaja dia bagi menjadi dua kelompok.
Namun, aksinya sedikit terhambat karena Alice yang terus mengganggunya dengan menanyakan hal yang tidak penting mengenai Will.
Sejak awal Levi memang sudah mengetahui bahwa Alice menyukai Will, tetapi dia tidak menyangka responnya akan sangat berlebihan seperti ini.
“Levi, apakah kau sudah mengenal Will sejak lama?”
Pertanyaan Alice dan sebutan tanpa sapaan hormat padanya, sedikit membuat Levi terkejut. Ternyata bukan Levi saja yang terkejut di sana, bahkan Sania yang sembari tadi fokus mengamati area sekitar menjadi teralihkan ke arah Alice.
“Apa katamu barusan? Levi?” protes Levi dengan respon tidak suka.
“Ma-maaf, maksud saya Tuan Levi. Iya, Tuan Levi!”
Dengan cepat Alice meralat kata-katanya, terlebih lagi tatapan Levi sudah tidak bersahabat dengannya.
“Lain kali aku tidak ingin mendengar lagikau mencampur urusan pekerjaan dengan urusan pribadimu lagi. Jika ingin tahu sesuatu tentan Will, bertanya ‘lah langsung padanya dan harus di luar jam kerjamu. Kau mengerti?” ujar Levi menegaskan.
“Sial, aku harus segera mengurus para hama yang ada di sana,” batin Levi yang sangat terganggu dengan keberadaan mata-mata itu.
“Kalian berdua tetaplah berjaga di sini. Aku ada urusan sebentar! Ingat, jangan tinggalkan tempat kalian sampai Tuan dan Nona kecil keluar. Mengerti!” perintah Levi pada Alice dan Sania.
“Baik, Tuan!” sahut Alice dan Sania serentak.
“Lihatlah, baru saja mengatakan untuk tidak mencampur urusan pribadi dengan pekerjaan. Tapi sekarang dia malah mencontohkannya sendiri,” gerutu Alice setelah Levi pergi menjauh.
“Jangan seperti itu, mungkin dia mendapat tugas lain dari Tuan muda. Dari rumar yang aku dengar dari pengawal yang lain. Katanya Tuan Levi merupakan tangan kanannya Tuan muda,” ujar Sania yang hanya copy paste dari para tukang gossip tanpa mempercayai kebenaran itu sendiri.
“Itu pasti hanya gossip, bagiku Tuan Will yang terbaik di bandingkan dengan dia,” sahut Alice yang tidak terlalu peduli dengan Levi.
“Haah, … Aku harap juga begitu, karena jika itu benar maka akan sangat menyusahkan,” gumam Sania sangat lirih, hingga tidak terdengar oleh Alice.
Tanpa menunggu lama lagi, Levi langsung bergegas pergi ke arah yang berlawanan dari tempat para musuhnya bersembunyi.
Sebab Levi tidak ingin membuat para musuhnya menyadari bahwa dirinya sudah mengetahui identitas mereka yang sebenarnya.
Levi pergi mengendarai mobilnya, tetapi dia hanya memutar jalan saja sembari menghampiri beberapa anak buahnya yang berada tidak jauh dari area tempatnya akan beraksi. Dengan penuh percaya diri, Levi dan beberapa anak buahnya segera berjalan menghampiri target.
“Hay, sedang apa kalian semua ada di sini?” tanya Levi dengan santainya.
“Sial! Sejak kapan kau sudah berada di sini. Apapun itu, matilah di tanganku!” ujar salah satu mata-mata itu.
“Jangan bermimpi di siang bolong begini, nanti kau di kira halu,” sahut Levi yang tersenyum sinis pada pria itu.
“Dasar bajingan tengik!!”
Salah satu mata-mata itu langsung saja mengeluarkan sebuah pisau dan menyeranmg Levi secara membabi buta. Namun, dengan keahlian Levi bisa dengan mudah dia hindari dan menyerang balik hingga orang itu tidak bisa berkutik lagi.
Sedikit terjadi pertarungan di sana, tetapi atas perintah Levi pertarungan itu cepat di atasi sehingga tidak menarik perhatian orang-orang di sekitarnya terutama Alice dan Alea.
Tidak terjadi adegan pembunuhan di sana. Levi dan pasukannya hanya membuat pingsan orang -orang itu dan segera membawanya ke markas besar.
“Bawa mereka ke markas besar! Katakan pada Felix dan Jaydon, mereka ‘lah serangga yang Tuan muda perintahkan untuk di musnahkan,” perintah Levi pada para anak buahnya.
“Baik, Tuan!” sahut anak buahnya.
Bersambung,.......
...****************...
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 16.00 WIB ‘yah!😍😍...
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...