
...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...
...𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...
...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...
“Kalau dia putraku, Luca Cano Xavier. Mereka adalah anak kembarku,” jelas Rayden yang tidak mau menjelaskan secara spesifik, sebab dia masih kesal dengan sikap Tuan Roman sebelumnya.
Mneyadari bahwa dirinya sedang berhadapan dengan orang yang lebih tua, Lucia pun dnegan sopan menyapa dan memperkenalkan dirinya dengan sikap yang sangat sopan. Bahkan di mata semua orang Lucia terlihat begitu menggemaskan.
Sembari membungkuk memberi hormat, Lucia berkata, “Hallo, Kakeknya Kak Levi! Senang bertemu dengan Kakek, perkenalkan nama saya Lucia seperti yang sudah Papah beritahukan.”
“Astaga, kau manis sekali! Kakek juga senang bertemu denganmu,” puji Tuan Roman yang langsung luluh dengan sikap manis seorang Lucia.
“Woah, … Lihatlah, cara gadis ini mencuri hati seseorang,” ujar Dr. Ian yang tidak habis pikir suasana di sekitarnya langsung berubah begitu kedatangan Lucia di sana.
“Tentu saja, Nona kecil kami yang paling manis, cantik dan juga menggemaskan,” gumam Will yang juga ikut terpesona dengan sikap Lucia yang menggemaskan di matanya.
“Sudah pasti, karena dia adalah putriku,” sahut Rayden penuh dengan rasa bangga.
Noland pun tidak mau kalah. Dengan bangganya dia berkata, “Jangan lupa, gen yang ada di tubuhmu dan anakmu semuanya berasal dariku. Karena dia adalah cucu kesayanganku.”
“Sayang, kau tidak melupakan aku bukan? Karena aku juga Grandma dari si kembar, Luca dan Lucia!” Julia juga mau ketinggalan untuk membanggakan dirinya.
“Aish, ada apa dengan kalian semua?” protes Dr. Ian yang merasa sangat aneh dengan situasinya.
“Diamlah!” seru semua orang serentak, menyuruh Dr. Ian untuk tutup mulut.
Sontak saja Dr. Ian sangat terkejut di bentak oleh semua orang secara tiba-tiba hanya karena kehadiran seorang Lucia saja. Dr. Ian menjadi serba salah sekaligus merasa di abaikan oleh semua orang di sana.
Dia pun memutuskan untuk kembali saja keruangannya sambil bergumam, “Dasar kelakuan kalian sudah seperti fans beratnya Lucia saja.”
“Sudahlah, lebih baik aku kembali ke ruang kerjaku saja. Daripada tetap di sini melihat kelakuan keluarga absurd ini,” lanjut Dr. Ian di dalam hatinya.
Namun, baru saja Dr. Ian melangkahkan kakinya beberapa langkah suara Noland memanggilnya, “Hai, kau mau pergi kemana?”
Seketika Dr. Ian pun harus menghentikan langkahnya. Dan dengan raut wajah kesalnya dia bertanya, “Ada apa lagi?”
“Kalau kalian tetap ingin membahas soal perpindahan pasien Levi, terus terang aku akan langsung menolaknya. Aku tidak akan mengambil resiko keselamatannya, hanya untuk keegoisan kalian saja,” sambung Dr. Ian mempertegas keputusannya.
“Tenang saja, mulai sekarang aku akan mempercayakan cucuku padamu! Karena aku mempercayai gadis cilik ini,” ujar Tuan Roman yang ingin menghabiskan lebih banyak waktu dnegan Lucia.
“Iya, Kakek harus percaya pada Luci. Karena Luci tidak pernah berbohong, makanya Kak levi juga senang kalau selalu bersama dengan Luci,” celetuk Lucia dengan wajah polosnya.
“Tentu saja Levi selalu merasa senang, karena sebenarnya dia sudah sangat jatuh cinta padamu Nona kecil!” batin Will sambil menahan senyumnya.
“Luci, lebih baik kau kembali ke ruangan perawatanmu! Kau baru saja terbangun dari pingsan dan masih butuh banyak istirahat sekarang,” ujar Rayden yang tidak ingin mengambil resiko tentang kesehatan putrinya.
“Baiklah, Pah! Tapi Papah harus berjanji pada Luci, kalau Kak Levi sudah bangun Papah harus segera memberi tahu Luci. Janji?”
Lucia tidak mau pergi begitu saja, dia menuntut pada Rayden untuk berjanji kepadanya. Dengan begitu, Lucia bisa merasa sedikit tenang setelah mendapatkan janji dari papahnya yang pasti akan selalu di tepati.
“Okay, Papah janji!”
Rayden lalu mengaitkan jari kelingkingnya pada jari kelingkin Lucia yang sangat mungil dan terlihat menggemaskan itu.
Setelah itu, Lucia langsung beralih pada Tuan Roman. Sambil tersenyum ceria Lucia bertanya, “Kakek, maukah Kakek menemani Luci kembali ke ruangan Luci?”
“Tentu, Kakek juga akan menceritakan tentang Zaen saat dia kecil padamu! Dia anak yang cukup manis, tapi tidak semanis Luci tentunya,” ujar Tuan Roman yang membalas senyuman Lucia dengan hangat.
“Baik, Tuan!” sahut Bastian.
Setelah itu, Lucia pun membawa Tuan Roman ke ruang perawatannya di ikuti oleh Julia.
Sesampainya di sana, Roman dan Lucia terus menceritakan segalanya tentang Levi. Pokoknya seakan dunia sudah menjadi milik berdua, jika keduanya saling menceritakan tentang Levi.
Bahkan Zhia dan Julia seakan tidak di anggap keberadaannya, sedangkan Luca masih tidur dengan lelapnya di tengah kebisingan yang tengah di buat oleh adik kembarnya itu.
...****************...
Disisi lain, Dr. Ian yang masih tertahan bersama dengan Noland dan Rayden sudah berada di sebuah Café yang berada tidak jauh dari rumah sakit. Sementara Roman mempercayakan Bastian untuk memantau keadaan Levi, sisi Rayden memerintahkan Will yang melakukan tugas untuk menjaga Levi.
“Putrimu sungguh sangat mengesankan, Cano!” ujar Dr. Ian mencoba membuka topik pembicaraan.
“Apa maksudmu?” tanya Rayden dnegan tatapan tajam menyelidik.
“Tenanglah, maksud ucapanku barusan hanya untuk sebuah pujian. Kau dan Kakek itu baru saja berdebat, tapi ssetelah Lucia datang ssemua langsung teratasi dengan aman,” jelas Dr. Ian yang sangat tidak menyukai cara menatap Rayden padanya yang seperti itu.
Sejenak Rayden memikirkan ucapan Dr. Ian dengan seksama. Selesai berpikir, Rayden pun membenarkan, “Sepertinya memang itu benar. Lalu?”
“Kau tidak berniat menjodohkan putrimu dengan Levi ‘kah?” Tanpa sadar Dr. Ian keceplosan mengatakan hal yang tidak seharusnya.
“Apa kau sudah gila, Hah! Dengan bertanya seperti itu padaku!”
Benar saja, seketika amarah Rayden langsung meledak tanpa bisa di kendalikan. Hingga Noland harus turun tangan untuk menenangkannya. Sementara Dr. Ian memilih diam, sedangkan di dalam hati dia mengutuki kebodohannya sendiri.
“Cano, tenanglah! Jangan buat keributan di sini,” ujar Noland menekankan.
“Astaga, mulutku ini! Sudah kayak rem blong saja, hampir saja terjadi kecelakaan di sengaja. Untung masih ada tali pengekangnya di sini, kalau tidak sudah mati aku ini,” batin Dr. Ian dengan keringat dingin yang sudah bercucuran di seluruh tubuhnya.
“Bagaimana Cano bisa tenang saat mendengar perkataan yang seperti itu!” seru Rayden.
“Memang apa salahnya? Itu Cuma pertanyaan yang tidak di sengaja, jadi lupakan saja dan cobalah untuk tenang,” ujar Noland masih dengan nada menekankan agar Rayden mau meredakan amarahnya itu.
Bersambung,.......
...****************...
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...