
...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...
...𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...
...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...
“LEVI!!!”
Sontak semua orang langsung menyebut namanya, karena terkejut akan kehadirannya dengan penampilannya yang tampak jauh berbeda dari sebelumnya. Begitu juga dengan Lucia, hingga saking terkejutnya Lucia sampai menjatuhkan tubuhnya ke lantai.
“Nona kecil, anda tidak apa-apa?” tanya Levi yang berniat untuk membantu Lucia berdiri.
Akan tetapi, Lucia langsung menepis tangan Levi dengan kasar seraya berkata, “Jangan sentuh aku!”
“Lucia?”
Semua orang di kejutkan dengan penolakan Lucia kepada Levi. Tapi setelah bertemu kembali, tidak ada satu pun dari mereka yang menyangka bahwa Lucia akan bersikap dingin kepada Levi bahkan sampai menolaknya dengan keras.
“Papah, bantu Luci untuk bangun!” pinta Lucia hingga menyadarkan semua orang terutama Papahnya. Rayden pun dengan cepat membantu Lucia untuk berdiri sembari memeriksa apakah putrinya terluka atau tidak saat terjatuh tadi.
“Nona?”
Sedangkan Levi hanya tercengang tanpa bisa berkata apapun. Dia menatap tangannya sendiri yang di tepis oleh Lucia dengan tatapan penuh kesedihan dan bahkan hampir menangis. Hingga Theo berniat membantu Levi untuk berdiri, karena cukup lama dia terpaku di tempat itu.
“Tuan muda, anda tak apa?” tanya Theo sembari membantu Levi, tapi Levi menolaknya tanpa berkata apapun.
Levi berdiri dengan sendiri sambil terus menatap sedih ke arah Lucia yang balik menatapnya dnegan dingin. Ketika itu perasaan Levi seakan seluruh tubuhnya sedang tertusuk oleh ribuan pedang menyadari tatapan Nona kecilnya tidak seperti dulu lagi.
“Papah! Luci dan Kak Luca akan pergi ke tempat Mamah dulu ‘yah?” ujar Lucia sambil tersenyum saat meminta ijin pada Papahnya.
“Ouh, … Baiklah, sayang! Hati-hati ‘yah, jangan sampai tersesat,” pesan Rayden yang membalas senyuman dari putrinya.
“Ayo, Kak! Kita pergi,” ajak Lucia yang langsung meraih tangan Luca.
“Dadahh, … Grandpa! Papah dan Paman Will!” ujar Lucia sambil tersenyum dan melambaikan tangannya.
Saat itu juga bukan hanya Levi yang menyadarinya, tapi semua pun menyadari bahwa Lucia sepenuhnya telah mengabaikan keberadaan Levi di sana. Namun, karena tidak ingin merusak hari bahagia milik Will dan Alea. Levi berusaha untuk tetapm bersikap seperti biasa dan eolah tidak terjadi apapun. Meskipun di dalam hatinya dia merasa sakit dan juga ingin sekali menangis.
“Will, selamat ‘yah atas pernikahanmu dengan Alea!” ucap Levi sembari mengulurkan tangannya pada Will, tidak lupa dia harus tersenyum meskipun hatinya menangis.
Will pun langsung menerima uluran tangan Levi dan menarik tubuh Levi ke dalam pelukkannya. Lalu berkata, “Terima kasih, karena sudah bersedia datang adikku tersayang!”
“Aku belum terlambat, bukan?” tanya Levi untuk mengalihkan perhatian semua orang padanya.
“Kau datang tepat waktu. Acaranya sebentar lagi baru akan dimulai,” jawab Will sembari menepuk bahu Levi seakan sedang memberi semangat kepadanya.
“Syukurlah, aku belum terlambat!” gumam Levi yang tersenyum pahit pada dirinya sendiri.
“Apa kabar, Tuan besar dan Tuan muda?”
Kemudian, Levi beralih menyapa Noland dan Rayden yang berdiri di samping Will. Mungkin karena sudah menjadi kebiasaan, Levi masih menggunakan nama sebutan dan tata krama yang sama. Hingga Noland dan Rayden harus mengingatkan bahwa kini status mereka sama.
“Kabar kami cukup baik seperti yang kau lihat. Tapi Levi, lain kali jangan menyapa kami seperti ini! Ingatlah, sekarang status kita sama,” ujar Rayden yang masih bersikap seperti biasanya, layaknya sesama seorang teman.
“Benar sekali apa yang di katakan, Cano! Kau bukan lagi Levi yang dulu, jadi tolong jaga martabat dirimu sebagai pewaris ZD Group. Apalagi saat di tempat seperti ini.”
“Baik, saya akan selalu mengingatnya mulai sekarang!” sahut Levi sambil tersenyum tipis.
Kemudian, Levi pun berjalan masuk begitu saja sembari menahan sesak di dadanya. Di ikuti oleh Kakek Roman, Bastian dan Theo setelah mereka mengucapkan selama atas pernikahan Will. Baik Noland, Rayden dan Will pun merasa bersalah kerena sudah bersikap seperti itu. Setelah mereka melihat jelas bahwa Levi baru saja mendapat penolakan oleh Lucia.
“Tuan, anda berdua sungguh keterlaluan! Kenapa anda harus bersikap seperti itu di saat yang tidak tepat ‘sih?” sembur Will pada kedua Tuannya, demi membela adik kesayangannya Will tidak akan takut dengan kemarahan kedua Tuannya itu.
“Will, bersiaplah sepuluh menit acaranya kan dimulai.”
Tiba-tiba Felix datang dan mengingatkan Will untuk bersiap melakuka upacara pernikahannya. Awalnya Felix tidak menyadari atmosfer di antara ketiga orang itu, karena terlalu fokus pada tugasnya sebagia MC. Sampai dia menyadari bahwa ada yang salah dari raut wajah Will, Noland dan Rayden pada saat itu.
“Hay, apa yang terjadi dengan kalian?” tanya Felix yang terlihat kebingungan.
Sebab di wajah Will terlihat kekesalan, sementara di wajah Noland dan Rayden terlihat seperti perasaan bersalah. Namun, meskipun sudah bertanya belum tentu bisa mendapatkan jawaban yang di inginkan. Sepertinya itu juga berlaku pada Felix, dimana pertanyaannya barusan di abaikan oleh semua orang.
“Lebih baik anda berdua perbaiki sikap kalian itu, sebelum acara pernikahanku selesai! Mengerti?” ujar Will secara tegas, hingga Felix merasa takjub atas sikap pemberani Will saat itu.
...****************...
Setelah itu, Will langsung meninggalkan Noland dan Rayden begitu saja. Sekilas Noland dan Ryden menatap ke arah tempat duduk Levi, mereka pun mulai menyadari kesalahan atas sikap mereka barusan ketika melihat raut wajah Levi yang tampak sangat sedih. Sebenarnya saat itu juga, Noland dan Rayden ingin segera menghampiri Levi. Akan tetapi, masih banyaknya tamu undangan yang berdatangan sehingga mereka harus sedikit menundanya.
Benar saja, di tengah kebahagiaan semua orang Levi hanya diam melamun dengan tatapan mata yang tidak pernah berhenti tertuju pada Nona kecilnya. Sungguh Levi masih merasa sangat shock dengan sikap Lucia yang jelas-jelas mengabaikan keberadaannya di sana. Namun, sesungguhnya di bandingkan rasa terkejutnya, rasa sakit yang Levi rasakan lebih mendominasi.
Di dalam hatinya Levi terus berkata, “Nona kecil benar-benar membenciku! Apa yang harus aku lakukan agar dia tidak terlalu membenciku seperti ini? Haruskah aku mengubah keputusanku dan tetap tinggal di sini?”
“Tidak! Aku tidak bisa membiarkan Nona kecil terus membenci diriku seperti ini! Tapi apa yang harus aku lakukan agar Nona kecil bisa memaafkan diriku?”
Levi berusaha berpikir keras untuk menemukan suatu cara agar bisa mendapatkan maaf dari Lucia. Terlihat Levi tidak fokus memperhatikan acara pernikahan Will dan Alea yang sedang berlangsung meriah, dia terlalu sibuk memikirkan cara yang tepat untuk mendapatkan maaf dari Nona kecilnya.
Hingga sebuah suara menyadarkan Levi dari lamunannya, “Kita berikan tepuk tangan yang sangat meriah untuk penampilan special dari tamu kehormatan kedua mempelai pengatin hari ini. Dan kita sambut Tuan muda Zaender Levi!”
Bersambung,.......
...****************...
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...