Willea

Willea
97. Apa kau mempercayaiku?



...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...


...‌𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...


...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...


“Zhi!” seru Rayden yang segera beralih menatap istrinya yang tampak sangat tidak berdaya itu.


“Ray, jangan lakukan itu. Aku mohon?” pinta Zhia masih dengan suara yang sangat lirih sembari menahan sakit.


“Tapi, Zhi! Kau bisa berada dalam bahaya kalau aku tidak mengambil keputusan ini. Aku tidak ingin kehilangan kalian sekaligus. Kumohon, Zhi! Biarkan aku menjadi pria yang jahat dan egois untuk kali ini, karena aku tidak ingin kehilanganmu,” ujar Rayden dengan putus asa, karena dia sebenarnya juga tidak ingin kehilangan bayi mereka apapun alasannya.


“Kali ini tolong percayalah pada kami, Ray! Aku dan anak kita pasti bisa kuat melalui ini, jadi tolong jangan lakukan itu. Aku sangat memohon kepadamu,” pinta Zhia yang juga sama putus asanya dengan Rayden.


“Aku tidak bisa melihatmu kesakitan seperti ini, Zhi! Kumohon mengertilah, ini demi kebaikanmu.” Rayden mencoba membujuk Zhia untuk merelakan anak mereka.


“Kau tidak percaya pada kami, Ray? Dengan kau membunuh anak kita, saat itu juga kau secara tidak langsung telah membunuhku juga dan aku tidak akan pernah memaafkan mu selamanya ataupun memaafkan diriku sendiri,” ancam Zhia.


Meskipun rasanya sakit luar biasa tapi dia tidak bisa merelakan ketiga anak kembarnya begitu saja. Zhia akan tetap berjuang mempertahankan bayinya dan juga hidupnya di tangan Tuhan.


Meskipun dia mati, setidaknya dia tidak hidup dalam penyesalan karena telah membunuh anaknya sendiri.


“Zhi, aku mohon jangan menyudutkan ku kali ini,” pinta Rayden dengan sangat putus asa.


“Percayalah pada kami, Ray! Padaku dan anak kita, kami akan berjuang untuk hidup.”


Suara Zhia semakin terdengar lirih, Rayden tahu bahwa Zhia sedang berjuang menahan sakit demi anak mereka.


Melihat perjuangan Zhia memperthankan anak mereka, Rayden pun tidak ingin cepat berputus asa. Walaupun harapan itu sangat tipis, Rayden akan mempertaruhkan segalanya dan mempercayai istri dan anaknya.


“Tolong, lakukan apapun yang terbaik untuk menyelamatkan istri dan anakku! Karena aku akan percaya pada istri dan anakku, kumohon Dokter lakukan yang terbaik sebisa kalian?” pinta Rayden yang semakin terdengar putus asa.


“Baiklah, kami akan melakukan sebaik mungkin yang kami bisa! Tapi jika pendarahannya tidak kunjung berhenti dan kondisi Nyonya Zhia tidak kunjung stabil sampai malam nanti, maka kami tidak mau bertanggung jawab apapun. Karena itu sudah menjadi keputusan akhir dari Tuan dan Nyonya sendiri,” jelas Dr. Lena yang hanya bisa mengikuti keputusan pasien dan keluarganya.


“Aku mengerti,” sahut Rayden lirih.


Zhia pun tersenyum saat mendengar keputusan yang di ambil oleh Rayden. Dr. Lena dan Dr. Ian pun hanya bisa terdiam dengan keputusan itu.


Akhirnya Dr. Ian dan Dr. Lena hanya bisa melakukan sebisa mereka, berusaha menghentikan pendarahan Zhia adalah tugas utama mereka dan juga memperkuat kandungan Zhia dengan berbagai obat terbaik yang ada di rumah sakit.


Atas ijin dari dokter, Rayden akhirnya bisa selalu menemani Zhia dan anak mereka berjuang. Setiap Zhia merasakan kesakitan, maka Rayden juga akan merasakan kesakitan yang sama bahkan dia akan menangis menggantikan Zhia.


Sementara Noland, Julia, Levi serta si kembar masih setia menunggu di depan ruangan sampai mendengar kabar baik. Lantunan doa dan harapan terus mereka lontarkan demi kesembuhan Zhia dan bayi yang ada di dalam kandungannya.


...****************...


Jauh berbeda dengan keadaan di dalam Mansion yang tampak suram setelah kejadian itu. Felix dan Jaydon sibuk menginterogasi keempat pengawal yang berada di tempat saat kejadian itu terjadi.


Sedangkan Will sibuk memeriksa cctv yang terpasang di sana. Namun, sebelum itu Will mendatangi ruangan tersembunyi untuk mengobati luka di kepala kekasihnya itu.


“Apa kalian sudah memulai interogasinya?” tanya Will pada Felix dan Jaydon begitu memasuki ruangan itu.


“Baru saja kami kan memulainya,” jawab Jaydon.


“Ada apa? Apakah kau sudah selesai memeriksa cctv-nya?” tanya Felix menyelidik.


“Tidak, aku belum memeriksa cctv-nya! Kedatanganku kemari hanya ingin mengobati luka di kepala sebentar, bolehkah aku mengobatinya?” pinta Will sedikit memohon.


Bagaimana pun juga status Alea dan yang lainnya masih tersangka di mata semua orang terutama di mata keluarga besar Xavier, sehingga dia harus meminta ijin pada pihak yang menangani masalah ini yaitu Felix dan Jaydon.


“Terserah kau saja, kalau bisa sekalian kau menginterogasi Alea. Karena kita akan menginterogasi yang lainnya secara terpisah,” ujar Felix.


“Okay! Jay, kau interogasi Alice di ruangan sebelah. Sedangkan Sania dan Karina serahkan saja padaku. Kalian berdua mengerti?” jelas Felix yang membagi tugas.


“Okay, siap!” sahut Jaydon.


Setelah itu, mereka pun segera menuju ke posisi masing-masing. Dimana Alea, Alice dan Sania berada di ruangan berbeda tapi masih bersebelahan.


Sementara, Karina menjadi yang terakhir yang akan di urus oleh Felix seperti penjelasannya sebelumnya.


Diruangan Will dan Alea berada, mereka tampak saling diam satu sama lain. Suasana terasa begitu berat, Alea yang terus menangis sambil menundukan kepalanya dan Will yang masih diam memperhatikan dengan perasaan pilu.


“Aku akan mengobati lukamu dulu,” ucap Will, setelah cukup lama terdiam.


Kemudian, Will mengubah posisi duduknya hingga berhadapan langsung dengan Alea. akan tetapi, Alea masih menangis dan tidak merespon sama sekali perkataan Will. Tanpa berkata apapun lagi, Will lalu mulai mengobati luka di kepala Alea secara perlahan.


Setelah cukup lama terdiam, Alea tiba-tiba mendongakkan kepalanya menatap mata Will dengan khawatir dan bertanya, “Bagaimana kondisi Nyonya muda sekarang, Will?”


“Aku tidak tahu, karena masih belum ada kabar dari Tuan muda maupun Levi,” jawab Will lirih.


“Apakah kau akan percaya bahwa aku tidak melakukan hal buruk pada Nyonya muda?” tanya Alea lagi.


“Apakah ini sakit?”


Bukannya langsung menjawab, Will malah menanyakan tentang luka yang sedang di obati nya itu.


“Sepertinya kau memang meragukan diriku,” ujar Alea dengan deraian air mata.


“Apa kau tahu alasanku memilihmu di antara banyaknya wanita yang mendekatiku selama ini?” tanya Will yang menatap lekat mata tunangannya itu.


“Karena aku tahu bahwa hatimu sangat tulus kepada semua orang, baik aku maupun keluarga Xavier. Itulah yang sangat aku sukai dari Alea Savannah, sebuah ketulusan dan cinta yang begitu murni,” lanjut Will.


“Bukan aku yang melakukan itu pada Nyonya muda, Will!” seru Alea sambil terisak.


“Itulah yang ingin aku pastikan padamum dan yang lainnya juga. Tapi aku yakin kau tidak akan pernah berniat jahat pada Nyonya muda. Setelah semua pengorbanan yang kau lakukan untuk melindunginya. Jadi, bisakah kau ceritakan apa yang sebenarnya terjadi sampai Nyonya muda terluka seperti itu!”


Sebisa mungkin Will memilih kata-kata yang tepat agar Alea tidak merasa di curigai olehnya. Will selalu percaya bahwa Alea tidak akan pernah melukai Zhia, tetapi dia tetap harus mendengar cerita dari Alea agar penyelidikannya berjalan dengan baik.


“Apa kau akan percaya dengan penjelasanku nanti, Will?” Alea kembali memastikan sebelum dia mengatakan semua yang dia tahu.


Bersambung,.......


...****************...


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 16.00 WIB ‘yah!😍😍...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...