
...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...
...𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...
...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...
“Astaga, bocah sialan ini!” seru Dr. Ian yang tidak bisa menahan lagi untuk mengumpati Rayden yang akhir-akhir ini selalu membuatnya harus bekerja exstra keras sebagai dokter.
“Sudah pergi sana! Semakin cepat kau pergi, maka urusan ku di sini akan semakin cepat selesainya.” Bukannya merasa bersalah, Rayden malah mengusir Dr. Ian dari ruangannya sendiri.
“Noland, lihatlah tingkah putramu itu!” teriak Dr. Ian sembari menunjuk ke arah Rayden yang masih bersikap masa bodoh.
“Sudahlah, maklumi saja dia untuk saat ini! Dia sedang berada di batas emosi, sekali saja di pancing dia kan berubah menjadi iblis yang tidak bisa terkendali lagi. Kau turuti saja keinginannya saat ini ‘yah? Jangan lupa hitung biaya sewa permenitnya, lumayan bisa buat jajan sebulan,” ujar Noland membujuk Dr. Ian agar mengalah pada putranya.
“Baiklah, karena aku Dokter yang baih hati dan tidak sombong. Maka aku akan mengalah sekali lagi padamu.”
Akhirnya demi kebaikan jantungnya, Dr. Ian pun merelakan ruangannya untuk di gunakan Rayden sebagai ruang pertemuan dadakan. Dr. Ian pun meninggalkan ruangannya dengan perasaan yang teramat sangat kesal pada Rayden.
Sementara itu, Tuan Roman dan Bastian hanya diam memperhatikan perdebatan antara Rayden dan Dokter tersebut. Kejadian itu mengingatkan Tuan Roman pada perilaku Will saat menemuinya di negara K.
“Silahkan duduk, maaf karena telah memperlihatkan sesuatu perilaku yang buruk pada anda, Tuan Roman,” ujar Rayden sembari mempersilahkan Tuan Roman dan Bastian untuk duduk.
“Terima kasih,” ucap Tuan Roman yang duduk bersebelahan dengan Bastian, begitu juga dengan Noland yang duduk di sebelah putranya.
“Sepertinya hubungan kalian sangat dekat dengan Dokter tadi?” lanjut Tuan Roman yang penasaran dengan hubungan mereka.
“Yah, begitulah! Dia dokter yang sangat menyyebalkan dan suka ikut campur, tapi bisa di katakan dia dokter terbaik di negara ini,” jelas Rayden yang tidak ingin membahas tentang Dr. Ian lagi.
“Namanya Dr. Ian, dia sahabat karibku sejak kecil,” imbuh Noland seakan meralat perkataan Rayden sebelumnya.
“Ouh, … Seperti itu rupanya! Perilaku putra sangat mirip dengan perilaku asisten pribadinya yang beberapa waktu lalu menemuiku di negara K. Saya berharap cucuku tidak berperilaku buruk seperti itu,” ujar Tuan Roman yang merasasedikit khawatir Levi akan meniru perilaku dari kedua orang itu.
“Si Levi malah kelakuannya lebih parah dari saya dan Will! Jadi, anda jangan terlalu banyak berharap dengannya,” tukas Rayden.
“Baiklah, apa yang ingin anda bicarakan kepada kami?” sambung Rayden yang tidak ingin membuat waktu lebih banyak lagi.
“Ehmm, … Kedatangan saya kemari hanya ingin menjemput cucuku untuk kembali bersamaku,” balas Tuan Roman yang seketika kehabisan kata-kata.
“Kalau anda mencar keberadaan Levi, maka anda sedikit datang terlambat. Karena dia sedang melaksanakan tugas penting dariku saat ini,” ujar Rayden.
“Bagaimana aku bisa lepas dari pengawasan Richo, karena dia juga datang ke negara ini! Dari laporan mata-mata yang aku pekerjakan, dia mengirim banyak pasukan gangster dan Mafia ke negara ini secara diam-diam. Aku takut tujuannya datang kemari adalah untuk membunuh cucuku, Zaen!” jelas Tuan Roman yang terlihat cemas dan khawatir.
“Jangan khawatir, kami pasti akan melindungi cucumu dengan baik!” ujar Noland menyela pembicaraan sebelum Rayden memberitahunya bahwa Levi pasti akan baik-baik saja, kerena dia seorang psikopat gila.
...****************...
Di lain sisi, Julia dan Zhia mulai merasa cemas karena Lucia belum juga kembali setelah cukup lama kepergiannya.
Zhia menatap Luca yang masih fokus memperhatikan dan mendengarkan alat penyadap dan kamera tersembunyi di markas besar agar bisa memantau hasil kerja Will dan yang lainnya secara diam-diam.
“Mah, kenapa Luci belum kembali juga ‘yah? Apakah dia pergi bersama, Ray?” tanya Zhia yang mulai merasakan firasat buruk.
“Mungkin saja, Zhi! Kenapa, apa kau khawatir padahal Lucia bersama dengan Papah dan Grandpa nya?” ujar Julia.
“Bukan begitu, Mah? Tapi perasaan Zhi tiba-tiba meras tidak tenang dan terus kepikiran tentang Luci,” jelas Zhia yang tidak bisa menyembunyikan keresahan hatinya.
“Tenanglah, Zhi! Baiklah, Mamah akan pergi untuk memastikannya sendiri. Kau tunggu di sini bersama dengan Luca, Mamah akan segera kembali.”
Tidak ingin terus melihat Zhia merasa khawatir, Julia pun memutuskan untuk memastikan keberadaan Lucia yang dia pikir pergi bersama Rayden dan Noland. Luca yang melihat Grandma nya meninggalkan ruangan, akhirnya menjadi penasaran.
Kemudian bertanya, “Grandma mau pergi kemana, Mah?”
“Sejak kapan Luci pergi, Mah? Apa tadi Luci menyentuh laptop milik Luca ini?” tanya Luca lagi hanya untuk memastikan.
“Iya, sebelum pergi Luci memang memainkan laptopmu. Kenapa memangnya?”
Zhia pun menjadi pensaran apa kaitannya kepergian Luci dengan laptop tersebut.
“Tidak apa-apa, Mah!” sahut Luca sambil menunjukan senyuman manisnya pda sanga mamah.
“Astaga, jangan-jangan Luci sudah mengetahui tentang rencana Papah dan Kak Levi! Kalau begitu aku harus menemukan keberdaan Luci melalu GPS sekarang,” batin Luca yang dengan cepat mencari keberadaan Lucia melalui jaringan pelacak yang sudah dia buat khusus untuk misi kali ini.
Tidak sampai lima menit, Luca bisa mengakses keberadaan adik kembarnya. Betapa terkejutnya dia saat mengetahui bahwa lokasi Lucia dan Levi pada titik yang sama.
Yang artinya, kemudian besar diam-diam Lucia masuk ke dalam mobil Levi untuk mengikutinya setelah mendengar rencana sang Papah yang ingin menjadikan Levi sebagai umpan.
“Gawat! Ini, … Aku harus segera memberitahu Papah bahwa Lucia menghilang,” batin Luca yang secara spontan menutup laptopnya dengan keras sampai mengeluarkan bunyi keras yang membuat Zhia terkejut.
“Ada apa, sayang?” tanya Zhia sambil menatap lekat pada putranya.
“Tidak ada apa-apa, Mah! Tiba-tiba Luca ingin bersama degan Papah dan Luci, Hehehee! Luca menyusul Grandma dulu ‘yah, Mah!" pamit Luca sambil berlari keluar secepat yang dia bisa.
...****************...
Setelah bertanya pada para pengawal yang berjadi di depan kamar rawat Zhia, Julia pun langsung menuju ke ruangan Dr. Ian untuk memastikan keberadaan Lucia.
Begitu membuka pintu Julia langsung menanyakan keberadaan Lucia pda Rayden dan Noland di sana.
“Sayang, dimana Lucia” tanya Julia pada Noland saat belum menyadari ada Tuan Roman dan Bastian di sana juga.
“Lucia? Bukankah sejak tadi dia bersama Mamah dan Zhi di dalam kamar rawat?” ujar Rayden.
Dia malah balik bertanya pada Mamahnya dengan raut wajah sedikit terkejut, saat mendengar mamahnya malah bertanya tentang Lucia pada mereka yang tidak bersama Lucia sejak datang ke rumah sakit.
“Tapi tadi, _....”
“PAPAH, LUCI MENGHILANG!” Tiba-tiba Luca masuk ke dalam ruangan Dr. Ian dan berteriak bahwa Lucia menghilang.
“APA!?” seru Rayden dan Noland serentak.
Bersambung,.......
...****************...
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 16.00 WIB ‘yah!😍😍...
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...