Willea

Willea
129. Kerjasama ViLuc



...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...


...‌𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...


...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...


Thunder berteriak sekaligus merintih kesakitan pada betis kanannya, akibat belati kesayangan Jaydon yang mendarat tepat di sana. Sepertinya belati itu hampir menembus tulang keringnya, hingga rasa sakit yang tak tertahan di rasakan oleh Thunder.


Sambil menahan sakit yang luar biasa, Thunder berusaha menarik belati yang masih menancap di kakinya. Begitu berhasil menariknya dengan susah payah, Thunder menatap penuh dendam pada Jaydon.


Lalu berteriak, “Dasar keparat kau Jaydon!”


“Kenapa kau begitu marah?” tanya Jaydon masih dengan gaya santainya yang terlihat tengil di mata Thunder.


“Sudah aku katakan sejak awal. Sebelum mati, kau harus membayar utang beserta bunga dan dendanya,” lanjut Jaydon. Lalu tersenyum meremehkan pada Thunder.


“Dasar sampah sialan,” umpat Thunder dengan emosinya yang sudah sangat memuncak.


Lagi-lagi Jaydon hanya tersenyum sinis menanggapi ocehan dari sampah seperti Thunder. Kemudian, Jaydon tidak sengaja menemukan sebuah pisau panjang di dekatnya.


Dia lalu mengambilnya, sedikit memainkannya dan kemudian berkata, “Tenanglah, ini belum selesai! Kau baru saja membayar setengah dari dendanya saja barusan. Mengingat beberapa hari aku harus menginap di rumah sakit, sepertinya pembayaran utang mu tidak akan berakhir dengan mudah.”


“Baiklah, tidak usah banyak bicara lagi. Bagaimana kalau kau mulai membayarnya saja meulai sekarang. Tidak perlu khawatir, aku akan mengambilnya sendiri dengan kedua tanganku.”


Selesai mengatakan itu, seketika raut wajah Jaydon berubah sangat serius. Matanya di penuhi tatapan ingin membunuh, sementara tangannya terus memainkan pisau yang dia temukan sambil menatap fokus pada Thunder. Jaydon, si iblis neraka menggila maka tidak ada hari esok untuk musuhnya.


Lalu bagaimana jika dewa kematian yang menggila, di tambah lagi dengan adanya putri tercinta sang raja iblis?


Benar, getaran akibat ledakan karena kesalahan Will ternyata sedikit membantu Levi dan Lucia yang tengah terdesak oleh Sania dan anak buahnya.


Baik kemampuan Levi maupun Lucia memang sudah tidak dapat di ragukan lagi. Sepertinya pembagian tugas yang di berikan Levi cukup berhasil, melihat Lucia yang berhasil menghabis satu persatu anak buah Sania. Dan Levi sendiri berhasil mendesak Sania, hingga beberapa kali hampir melukai organ vital Sania.


Levi beberapa kali hampir menebas leher Sania, tapi selalu gagal di sebabkan Sania yang ternyata mempunyai kemampuan yang sebanding dengan Levi.


Levi juga hampir saja bisa menusuk tepat jantung Sania, tetapi akibat luka di lengan dan dadanya membuat kemampuan Levi sedikit menurun.


“Kak Levi, semuanya sudah Luci bereskan.” Lucia memberitahu.


“Kerja bagus, Nona kecil! Sekarang hanya tersisa iblisnya saja di sini,” ujar Levi yang menatap Sania yang kini hanya tersisa seorang diri.


Sania malah tersenyum sinis dan berkata, “Kau pikir semuanya sudah berakhir? Kau salah besar jika mengira seperti itu, bahkan pertarungan yang sesungguhnya baru di mulai sekarang.”


Disaat Levi dan Lucia akan menghadapi Sania bersama-sama, tiba-tiba Sania memberikan sebuah isyarat.


Di saat itu juga beberapa pria berpakaian serba hitam dengan mengenakan cadar, muncul dengan membawa senjata dan langsung menyerang Levi dan Lucia.


“Astaga, Siapa mereka?” tanya Lucia yang terkejut dengan kedatangan para pria berpakaian aneh itu.


l


“Pembunuh bayaran,” jawab Levi yang tidak menyangka bahwa situasi sulitnya belum juga usai.


“Hah? Tapi kenapa mereka menutupi wajah sampai seperti itu? Apakah wajahnya sangat jelek, hingga harus di sembunyikan seperti itu? Padahal Luci tidak pernah mempermasalahkan penampilan seseorang?” tanya Lucia dengan polosnya yang malah lebih penarasan dengn wajah mereka di bandingkan dengan kata pembunuh bayaran itu sendiri.


“Astaga, betapa polos dan sucinya Nona kecilku ini. Lihatnya ekspresi wajahnya yang penasaran itu, sangat lucu dan juga menggemaskan,” batin Levi yang sesaat terhayut dalam khayalannya sendiri ketika menatap wajah Lucia.


“Astaga, Levi! Apa yang sedang kau pikirkan di saat seperti ini! Hay, sadarlah otak bodoh. Aku harus memikirkan cara agar Nona kecil tetap aman saat aku sedang menghadapi mereka nanti.”


Levi masih berbicara di dalam batinnya sendiri sembari memikirkan cara untuk melindungi Lucia.


“Nona kecil, sebaiknya anda bersembunyi saja mereka orang-orang yang sangat berbahaya untuk di hadapi,” pinta Levi yang hanya itu solusi yang dia pikirkan saat ini.


Lucia memang mendengarkan dengan jelas dan mengerti maksud Levi berkata seperti itu hanya untuk melindungi, tapi dia berpura-pura tidak mendengar apapun dan malah menatap tajam pada Sania.


“Hahahaa, … Kau pikir kalian berdua bisa lari sekarang? Jangan, _....” Ucapan Sania tiba-tiba terpotong.


“Luci tidak akan lari kemanapun!” ujar Lucia yang telah mengambil keputusan.


“Nona?”


Levi mencoba untuk kembali membujuk Lucia, tapi baru satu kata yang keluar dia langsung terdiam hanya karena tatapan mata Lucia.


Jujur saja Lucia tidak akan pernah bisa meninggalkan Levi seorang diri di dalam keadaan berbahaya seperti ini, apalagi Levi juga sudah mendapatkan beberapa luka di tubuhnya.


“Luci akan tetap di sini! Dan menunjukan semua kemampuan yang Luci bisa, sekaligus menilai sejauh mana kemampuan yang telah Luci kuasai sejauh ini,” ujar Lucia yang sudah membulatkan tekad.


“Gadis cilik yang sombong! Akan aku buat kau menyesali ucapanmu barusan. Kalian cepat bunuh mereka!” perintah Sania pada para pembunuh bayaran yang di sewanya itu.


“Kak Levi, ayo kita taruhan! Siapa yang berhasil membunuh paling banyak, maka bisa meminta apapun pada yang kalah,” ujar Lucia secara tiba-tiba.


“Baiklah, asalkan Nona bisa memastikan tidak akan terluka sedikit pun,” sahut Levi yang menyetujuinya dengan adanya satu syarat.


“Okay, deal!” Lucia juga menyetujuinya.


“Kalian tunggu apalagi! Cepat serang mereka!” bentak Sania pada yang tidak ingi melakukan kesalahan yang sama dengan meremehkan kemapuan seorang gadis kecil seperti Lucia.


Seketika pertarungan kembali berlanjut, Levi kali ini yang berhadapan dengan para pembunuh bayaran sedangkan Lucia berhadapan dengan Sania. Setelah bertarung secara langsung dnegan Lucia, Sania pun mengakui kemampuan gadis kecil itu.


Namun, siapa sangka setiap beberapa menit berlalu Levi dan Lucia terus bertukar posisi yang membuat para pembunuh bayaran dan Sania terkejut.


Akan tetapi, hasinya cukup bagus untuk Levi dan Lucia karena beberapa kali berhasil melukai Sania dan satu persatu pembunuh bayaran itu juga tumbang.


Meskipun Levi harus tetap mendapatkan beberapa goresan benda tajam demi melindungi Lucia dan dirinya sendiri.


“Sialan, beraninya kalian berdua mempermainkanku,” umpat Sania yang tidak menyangka dia akan mendapat beberapa luka dari Levi dan Lucia.


Padahal jumlah pasukannya lebih banyak, tapi mereka semua entah kenapa bisa di tumbangkan oleh Levi dan Lucia dengan berbagai trik yang mereka mainkan.


Levi dan Lucia hanya tersenyum sinis ketika mendengar umpatan Sania yang sudah semakin terdesak itu sembari mengurus para pembunuh bayaran yang tersisa, sepertinya mereka menemukan trik lain untuk menghajar Sania.


Bersambung,.......


...****************...


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...