
...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...
...𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...
...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...
Setelah mendapatkan perintah, Nana langsung memposisikan dirinya sebagai guru dadakan untuk Levi. Disisi lain, sepertinya Levi tidak ingin menyusahkan sekertaris Rayden yang tidak tahu apapun itu.
Levi pun belajar dengan sungguh-sungguh, kecerdasannya yang memang di atas rata memudahkan dirinya untuk mempelajari semua hal dengan cepat.
Bisa di katakan bahwa Levi adalah seorang genius yang tersembunyi. Karena selama ini, Levi tidak mau menggunakan otaknya.
Dia lebih suka menggunakan kekuatan ototnya untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang muncul.
Perasaan bangga pun menyelimuti hati dan pikiran Rayden, melihat Levi yang begitu bersemangat belajar pada Nana.
Meskipun ada paksaan darinya, tetapi Rayden tetap bangga pada anak buahnya yang sudah dia besarkan semenjak kecil itu.
Disela pekerjaannya, Rayden mengirimi Zhia pesan singkat untuk datang kekantornya. Karena kali ini tidak ada Will, makanya Rayden ingin Zhia dan si kembar untuk memilih pengawal mereka sendiri. Walaupun keputusan akhirnya tetap Rayden yang akan mengambilnya.
My Love, My Hubby
Sayang, bisakah kau datang ke kantor bersama dengan anak-anak sekarang?
^^^My Life, My Wife^^^
^^^Untuk apa? Bukankah kau melarang kami agar tidak sering keluar rumah!^^^
My Love, My Hubby
Tidak apa-apa, aku akan menyuruh mereka untuk menempatkan pengawalan super ketat untuk kalian!
Datanglah, ada sesuatu yang ingin aku tunjukkan pada kalian.
^^^My Life, My Wife^^^
^^^Kau aneh! Tapi aku tetap cinta ‘kok, suamiku tersayang!^^^
^^^Baiklah, aku dan anak-anak akan bersiap dulu sekarang.^^^
My Love, My Hubby
Aku juga sangat mencintaimu, istriku tercinta!
Hati-hati di jalan ‘yah!
Jika terjadi sesuatu segera hubungi aku,
Kau mengerti?
^^^My Life, My Wife^^^
^^^Iya, sayangku! Aku mengerti.^^^
^^^Aku akan segera ke sana.^^^
My Love, My Hubby
Okay, aku akan menunggu kalian datang.
Hubungi aku begitu sampai di kantor!
Aku akan menjemput kalian.
^^^My Life, My Wife^^^
^^^Siap, laksanakan kepala keluargaku!^^^
My Love, My Hubby
Jangan meledekku, sayang!
^^^My Life, My Wife^^^
^^^Hehehee, ….^^^
Rayden tersenyum bahagia membaca pesan dari istrinya yang snagat menggemaskan itu, dia lalu menatap Levi sekilas untuk memastikan saja.
Apakah bocah itu, belajar sungguh-sungguh atau tidak. Ternyata Levi begitu memperhatikan setiap yang di ajarkan oleh sekertarisnya itu.
Rayden pun kembali mengerjakan dokumennya yang sudah menempuk di meja kerjanya sebelum Zhia dan kedua anak kembarnya tiba.
Tanpa terasa 30 menit telah berlalu, sekertarisnya yang lain pun memasuki ruangannya untuk memberitahu Rayden bahwa seleksinya sudah siap.
“Permisi, Tuan muda! Maaf mengganggu, saya ingin menyampaikan bahwa seleksi pengawal baru anda sudah bisa di mulai sekarang!” ujar Sekertaris yang bernama Angel.
“Benarkah? Kalau begitu Zhia dan anak-anak pasti sebentar lagi akan tiba di sini,” gumam Rayden yang terus memikirkan istri dan kedua anak kembarnya.
“Baik, Tuan muda!” sahut Angel yang langsung mengerti dengan maksud perkataan Rayden.
Setelah memberi hormat, Angel langsung pergi dari ruangan Ceo dan menuju ke ruang seleksi untuk menyampaikan pesan dari Tuannya itu kepada orang yang bertanggung jawab atas seleksinya.
“Levi, ikut denganku sekarang! Kalian bisa lanjutkan belajarnya nanti lagi,” ujar Rayden yang menyuruh Levi untuk mengikutinya.
“Baik, Tuan! Setidaknya aku bisa sedikit bernafas, hehehee, ….” sahut Levi di serati kekehan kecilnya.
“Nana, kau lanjutkan tugasmu dulu sampai kami kembali,” perintah Rayden kepada Nana.
“Baik, Tuan muda!” sahut Nana yang langsung meninggalkan ruangan Ceo dan kembali ke temapat duduknya.
Rayden pun segera beranjak dari tempat duduknya, begitu juga dengan Levi yang memang sedari tadi sudah ingin keluar dari ruangan yang sangat menyesakan baginya itu.
Rayden tidak langsung ke ruang seleksi, dia turun menuju lobi perusahaannya untuk menyambut kedatangan Zhia dan kedua anak kembarnya.
Dan benar saja, Rayden dan Zhia tiba di lobi pada waktu yang bersamaan.
Seperti biasa, Luca dan Lucia pasti akan menjadi orang pertama yang berlari dan langsung memeluk papahnya itu. Sementara, Zhia hanya bisa menunggu sampai gilirannya tiba.
“Papah, kami datang!” seru Luca dan Lucia yang langsung berlari ke dalam pelukan papahnya.
“Iya, papah tahu kalian sudah datang! Sini cium papah dulu!” ujar Rayden yang meminta ciuman dari kedua anak kembarnya.
Mmuachh, …
Luca dan Lucia langsung saja mencium pipi papahnya secara bersamaan. Hingga mata Levi dan Lucia saling bertemu dan lagi-lagi Lucia terlihat sangat mengkhawatirkan luka Levi.
Sehingga membuat Rayden tampak tidak menyukainya, karena merasa di nomor duakan oleh putrinya.
“Hay, kak Levi! Bagaimana luka kakak sekarang sudah sembuh? Apakah itu masih terasa sakit?” tanya Lucia yang langsung mendekati Levi dan berniat untuk memastikan lukanya secara langsung.
“Sa-saya sudah baik-baik saja ‘kok sekarang Nona kecil!” seru Levi yang dibuat salah tingkah hanya dengan kepedulian Lucia saja.
“Benarkah?” ujar Lucia dengan tatapan sedihnya.
Terjadi ‘lah aksi salah tingkah dan jantung yang berdegup kencang dalam diri seorang Zaen Levi dengan perhatian dari Nona kecil yang selalu dia dambakan itu.
Sementara, Luca hanya terus memperhatikan bahwa ada sesuatu yang salah dengan reaksi Levi atas sikap manis adik kembarnya.
“Dasar bocah psikopat itu! Beraninya dia mengalihkan perhatian putriku dari papahnya. Awas saja kau Zaen Levi!” geram Rayden melihat kedekatan levi dengan putrinya.
“Sayang, biarkan saja! Putrimu memang mempunyai hati yang begitu lembut kepada siapapun yang berada di dekatnya,” ujar Zhia yang mencoba membuat Raydewn dapat memaklumi sikap Levi dengan kedua anak kembarnya.
“Ouhya, … Katanya kau ingin menunjukkan sesuatu pada kami. Apa itu, sayang?” lanjut Zhia yang mencoba mengalihkan perhatian suaminya.
“Benar sekali! Ayo, ikut aku! Ada sesuatu yang ingin aku tunjukkan padamu dan si kembar,” ujar Rayden yang teringat dengan seleksi para calon pengawal barunya.
“Baiklah, aku pun sangat menantikannya!”
Zhia tersenyum dengan kelakuan dari suaminya itu yang cemburu pada pengawalnya sendiri.
“Sebelum itu, peluk aku dulu! Bukankah kau belum memeluk dan menciumku seperti Luca dan Lucia!”
Dengan manjanya Rayden meminta pelukkan dan ciuman dari Zhia di depan semua orang yang berlalu Lalang di lobi.
Seketika wajah Zhia pun memerah karena malu dengan sikap manja suaminya itu.
“Sayang, aku itu bukan anak kecil seperti Luca dan Lucia! Bagaimana bisa kau ingin aku melakukan itu di depan banyak orang seperti ini,”
Zhia hanya bisa berbisik pada Rayden agar semua orang tidak mendengar perkataannya. Sebab jujur saja, dia merasa sangat malu hanya dengan mendengar permintaan Rayden barusan.
Bersambung,.......
...****************...
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 18.00 ‘yah!😍😍...
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...