Willea

Willea
93. Memanfaatkan hati yang terluka



...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...


...‌𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...


...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...


“Will? Ba-bagaimana bisa mereka, _....”


Deraian air mata pun mulai membasahi kedua pipi Alice. Lidahnya terasa kelu dan dadanya terasa sesak seakan tidak membiarkan dirinya untuk bernafas.


Pria yang telah merebut hatinya, kini bertunangan dengan teman kerjanya sendiri.


Betapa hancurnya hati Alice pada saat itu, menyaksikan secara langsung bagaimana Will menyempatkan cincin di jari manis wanita lain. Tak tahan dengan semua apa yang terjadi, Alice pun akhirnya melarikan diri dari pesta tersebut sambil terisak.


“Dasar gadis lemah,” gumam Sania.


Melihat Alice melarikan diri sambil menangis, Sania hanya tersenyum kecut tanpa berniat mengejarnya sama sekali.


Bahkan tatapannya tadi sangat bersahabat kini berubah menjadi tatapan yang penuh arti dan seakan sedang menargetkan sesuatu.


Kemudian acara terus berlanjut, pesta yang bertema kerajaan akhirnya, mengadakan sebuah pesta dansa. Dimana dansa dimulai oleh tarian Will dan Alea, lalu di ikuti semua orang yang ingin ikut bergabung.


“Apa yang mau dia lakukan di sini?” gumam Sania yang otaknya di penuhi pertanyaan dan rasa penasaran dengan apa yang akan di lakukan Alice dengan mendatangi Mansion yang sedang tidak bertuan.


Disaat semua orang sedang menikmati meriahnya pesta, Sania juga pergi dari aula pesta tak lama setelah kepergian Alice.


Dan tanpa di sangka ternyata Sania mengikuti Alice secara diam-diam, hingga mereka tiba di Mansion Rayden yang sedang tidak bertuan.


Hanya ada beberapa pengawal dan penjaga saja yang berada di Mansion itu, karena sebagian besar mereka sedang menghadiri pesta pertunangan Will dan Alea.


Karena keberadaan Alice dan Sania sudah cukup di kenal oleh orang yang bekerja di kediaman Xavier, mereka pun bisa memasuki mansion itu dengan mudahnya.


Alice terus berjalan memasuki, Mansion hingga dia sampai di depan ruang kerja Rayden yang selalu di jadikan sebagai tempat pertemuan rahasia. Sania pun terus mengikutinya secara diam-diam.


“Kemana lagi dia akan pergi?” Sania kembali bergumam sendiri.


“Tunggu, bukankah ruangan ini di larang untuk di masuki orang lain?” Sania terus bertanya-tanya sendiri di dalam hatinya.


Cukup lama Alice menatap ke arah ruangan kerja Rayden, dia pun kemudian memutuskan untuk masuk ke dalamnya. Sania ingin mengikutinya masuk, tetapi dia takut ketahuan sehingga dia terpaksa merenungkan niatnya.


“Dia masuk! Patah hati sungguh membuatnya gila! Haruskah aku ikut masuk? Tidak, lebih baik aku menunggu di sini agar tidak ketahuan bahwa aku terus mengikutinya.”


Setelah pertimbangan yang matang, Sania pun memilih untuk menunggunya di luar.


“Apa yang dia lakukan di dalam? Kenapa lama sekali?”


Sania masih bergumam dan penasaran apa yang dilakukan oleh Alice di dalam sana.


Beberapa menit kemudian, Alice pun keluar dari ruangan tersebut sambil menangis. Kali ini Sania tidak langsung mengikutinya, dia masuk sebentar ke dalam ruang kerja itu tapi tidak sampai lima menit Sania keluar lagi. Setelah itu, dia tidak dapat menemukan keberadaan Alice lagi dan berhenti mengikutinya.


...****************...


Disisi lain, Fernand sedang menunggu seseorang di sebuah bar. Tiba-tiba seorang wanita menghampirinya dengan mengenakan jaket kulit dengan hoodie yang menutupi sebagian wajahnya. Sehingga tidak jelas siapakah wanita itu sebenarnya sampai Fernand menyebutnya sebagai adiknya.


“Adikku sayang, apakah kau sudah berhasil melakukan apa yang aku minta?” tanya Fernand di sertai senyuman penuh arti.


“Aku sudah melakukan apa yang kau minta. Mulai sekarang kau akan dengan mudah mengawasi mereka. Jadi, berikan apa yang telah kau janjikan kepadaku! Aku ingin secepatnya,” ujar Sang adik sembari memainkan kunci ruangan yang dapat memantau kamera tersembunyi yang sudah dia letakkan di tempat-tempat tertentu.


“Apa hanya dia yang kau inginkan, maka itu tidak sulit untukku!” Dengan cepat Fernand merebut kunci itu dari tangan adiknya.


“Aku ingin mendengar hasilnya secepat mungkin,” ujar sang adik menekankan.


“Lakukan satu hal lagi untukku, maka dalam minggu aku akan memberikan apa yang kau mau!” Fernand kembali mengajak adiknya untuk bernegosiasi.


“Bunuh istrinya Cano beserta bayi yang ada di dalam kandungan. Aku tahu, kau paling ahli membunuh dengan senyap tanpa meninggalkan jejak sedikitpun.”


Fernand berbisik karena tidak ingin di dengar oleh siapapun kecuali adiknya.


“Ini tugas yang sangat sulit, tapi bukan berarti aku tidak bisa melakukannya. Namun, setelah aku pikirkan kau telah mendapatkan banyak hal dariku tapi aku belum mendapatkan apapun dari. Bukankah ini tidak adil?” ujar sang adik yang terlihat tidak senang dengan permintaan dari Fernand kali ini.


“Baiklah, aku akan memberikan apapun yang kau minta. Jika berhasil dengan tugasmu kali ini,” sahut Fernand.


“Haah, … Kau memang kakak yang tidak peka. Seharusnya kau menghibur adikmu yang saat ini tengah patah hati sekarang, bukan menjanjikan sesuatu yang begitu menyebalkan padaku!”


Sang adik malah tersenyum dan menunjukan senyuman penuh arti pada Fernand.


“Apa maksudmu?” tanya Fernand yang tampak kebingungan dengan ekspresi adiknya itu.


“Sudahlah, aku pasti akan melakukan tugas ini dengan baik. Kau tenang saja, Kakak!”


Jawaban sang adik malah semakin membuat Fernand bertanya-tanya.


“Aku akan dengan mudah menyelesaikan tugas ini dengan memanfaatkan luka seseorang,” gumam sang adik yang ternyata lebih licik dan cerdik di bandingkan dengan Fernand.


Karena tidak ingin terlalu lama bersama Fernand, sang adik pun segera meninggalkan tempat itu setelah pembicaraannya selesai.


...****************...


Sementara itu, di balik kebahagiaan yang di rasakan keluarga besar Xavier ada satu hati yang terluka dan entah setan apa yang merasuki pikirannya, dia memutuskan sesuatu yang mengerikan.


“Tidak bisa berdiam diri saja dan terluka sendirian. Akan aku pastikan mereka berdua berpisah, entah itu aku ataupun maut yang akan memisahkan mereka. Jika aku terluka, maka kalian berdua juga akan mendapatkan luka yang lebih menyakitkan dari apa yang aku rasakan sekarang,” gumam Alice dengan tatapan penuh dendam dan kemarahan ke arah sebuah Gedung yang kini di gunakan untuk pesta pertunangan Will dan Alea.


...****************...


Keesokan harinya berjalan seperti biasanya, tetapi ucapan selamat kepada Will dan Alea masih saja terus terdengar dari penghuni Mansion Rayden yang tidak dapat hadir dalam acara pertunangan semalam.


Hal itu malah semakin memupuk kebencian Alice kepada Alea, tatapan matanya yang dulu cerah tanpa maksud apapun sekarang di penuhi dengan dendam.


Patah hati yang Alice rasakan membuatnya buta dengan kebaikan semua orang dan membunuh dirinya sendiri.


“Selamat pagi semuanya! Waahh, … Ada pasangan baru ‘nih!” sapa Levi, tidak lupa dia harus menggoda Will terlebih dahulu di setiap ada kesempatan untuk melakukannya.


“Kenapa? Iri?” sahut Will dengan ketus sembari menunjukan kemesraannya dengan Alea dan semua itu di saksikan oleh semua pengawal yang baru datang termasuk Alice.


Bersambung,.......


...****************...


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 16.00 WIB ‘yah!😍😍...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...