Willea

Willea
75. Pandangan Pertama



...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...


...‌𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...


...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...


“Apa rencana mu?” Will bertanya dengan berbisik.


“Tunggulah di pintu belakang bar ini, sementara aku akan mengarahkan untuk melalui jalan di sana,” jelas Levi yang ingin sedikit bermain kejar-kejaran dengan targetnya itu sebelum menangkapnya.


“Okay, aku mengerti!”


Will menerima rencana itu dengan senang hati, dia segera beranjak meninggalan Levi untuk menempati posisi yang sudah di sepakati. Sedangkan Levi mulai berjalan menghampiri targetnya.


“Hay, lama sekali aku mencari keberadaan bajingan tengik seperti dirimu. Ternyata kita malah tidak senggaja bertemu di tempat ini. Haruskan aku menganggap ini sebuah kebetulan atau keberuntungan? Bagaimana menurutmu, Kenzo?” ujar Levi dengan santainya.


Levi bahkan masih sempat menunjukan senyumannya yang menawan di hadapan Kenzo yang tengah terpaku dan panik melihat keberadaannya di temukan oleh Levi.


Seperti yang sudah di perkirakan oleh Levi, Kenzo secara spontan akan menyerangnya setelah itu kabur melalui jalan pintas untuk keluar dari bar tersebut yaitu melalui pintu belakang.


“Hahahaaa, … Kenapa bajingan sepertinya hanya bisa memikirkan jalan untuk melarikan diri dengan mudah, setelah melakukan perbuatan jahatnya. Sungguh, dia lebih memuakan dari penjahat yang aku telah temui selama ini,” gumam Levi yang sesaat hanya melihat Kenzo berlari menuju pintu belakang.


Detik berikutnya, Levi mengejarnya dengan kecepatan penuh. Sehingga terjadi sedikit keributan dan kekacauan di dalam bar tersebut, akibat menjadi tempat bermain kejar-kejaran antara Levi dan Kenzo.


Beberapa barang pecah berserakan dan teriakan mulai terdengar dari para wanita manja nan seksi di sana.


“Aish, …Sial! Kenapa aku harus bertemu dengannya di sini? Beruntung dia datang seoarang diri, kalau tidak aku bisa mampus oleh mereka,” batin Kenzo yang terus berlari dengan panik.


Sssttt, …. Brukkk, ….


Baru saja merasa bersyukur di dalam hatinya, kini Kenzo malah harus melompat indah dan berakhir dengan menciumi jalanan yang terkena dinginnya malam. Akibat tersandung kaki Will yang sudah menunggu kedatangannya dar0i tadi.


“Wahh, … Lompatan yang indah, tapi sayanganya pendaratanmu tidak mulus sama sekali,” ujar Will yang berjalan menghampiri Kenzo yang masih tersungkur sambil meringis kesakitan.


“Hay, kau masih hidup ‘kan?” tanya Will memastikan, karena Kenzo tidak merespon perkataannya sama sekali.


“Syukurlah, kau berhasil mengurusnya dengan baik.” Tiba-tiba Levi datang dengan deru napas yang sedikit terengah-engah.


“Akhh, … Dasar sialan kalian berdua,” umpat Kenzo yang sepertinya mengalami retak di tulang kakinya.


“Bersyukurlah dia masih hidup dan mengoceh seperti itu. Kupikir tadi dia sudah mati,” ujar Will yang tidak peduli sama sekali dengan umpatan yang terus di lontarkan Kenzo dan malah sibuk sendiri berbicara dengan Levi.


“Awalnya kupikir dia merepotkan, tetapi dia ternyata benar-benar sangat merepotkan. Aku hampir jatuh terpeleset karena ulahnya.”


Entah kenapa malah Levi membahas hal lain yang sama sekali tidak nyambung dengan ucapan Will sebelumnya.


“Kita bawa ke markas besar?” usul Will.


“Tidak! Aku sudah menyiapkan tempat khusus untuknya. Ayo, bawa dia ke mobil!” tolak Levi sembari menunjukkan senyuman penuh arti pada Will.


“Siap, Tuan muda!” goda Will dengan sengaja.


“Aish, … Jangan memanggilku seperti itu. Never, you know?” Levi menekankan.


Will dan Levi segera mengikat Kenzo sebelum memasukkannya ke dalam mobil. Setelah itu, mereka langsung melajukan mobil dan membawa Kenzo ke tempat yang sudah di siapkan oleh Levi sejak lama.


Sementara, Will hanya mengikuti kemauan Levi saja selama itu masih berada di batas wajar dia bisa memakluminya.


...****************...


Disaat yang bersamaan, seorang wanita sedang curhat kepada sahabatnya tentang seorang pria yang membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama.


Wanita itu ternyata adalah Alice dan pria yang dia maksud ternyata Will yang tidak sengaja dia temui di jalan saat akan pulang dari Mansion kediaman keluarga Xavier.


“Angel, sepertinya aku sedang jatuh cinta,” ucap Alice dengan malu-malu, padahal percakapan itu hanya melalui sambungan telepon.


“Woahh, … Siapakah pria yang berhasil mencuri hati Alice Sandyra, Hemmm?”


“Ah, … Benar! Aku lupa menanyakan namanya. Astaga, bodoh sekali aku ini!” Alice terus mengutuki kebodohannya seraya memukuli kepalanya sendiri.


“Ouh, … Kau memang bodoh, makanya kau di singkirkan dengan mudahnya dari daftar ahli waris Ayahmu itu,” ujar Angel yang terus saja menggoda Alice, tetapi malah tanpa sadar membuka luka lamanya.


“Bukankah aku sudah memintamu untuk melupakan soal itu? Dan satu hal lagi, namaku adalah Alice Ladira bukan Alice Sandyra. Kau mengerti?”


Nada bicara Alice seketika berubah dan penuh penekanan agar Angel tidak mengulangi pembicaraan yang sangat dia benci itu.


“Aaah, … Maafkan aku, Alice! Aku tidak akan pernah mengulanginya lagi.” Dengan cepat Angel pun meminta maaf atas salah bicaranya itu.


“Ouhya, … Bagaimana rupa pria yang berhasil membuatmu jatuh hati itu? Pastinya wajahnya sangat tampan dan tubuhnya seksi.”


Mendengar tidak ada jawaban dari Alice, Angel pun segera mengubah topik dengan menggunakan pria yang di awal di ceritakan oleh Alice.


“Tepat sekali! Dia sangat sangat tampan dan seksi, bahkan senyumannya serta suaranya membuat tubuhku serasa meleleh. Aakhh, … Memikirkannya saja semakin membuat jantungku berdebar. Bagaimana ini? Sepertinya aku sudah gila.”


Benar saja, perhatian Alice seketika teralihkan dan dengan semangatnya dia menceritakan tentang pria yang belum dia ketahui namanya.


“Bukannya kau gila, tapi kau sudah tergila-gila dengannya. Hahaaa, ….” ujar Angel di sertai tawa renyahnya.


“Kau benar sekali, aku harap bisa bertemu dengannya lagi suatu hari ini nanti,” gumam Alice seperti permohonan dari lubuk hatinya.


“Kalau jodoh pasti bertemu ‘kok,” sahut Angel memberi semangat untuk sahabatnya itu.


“Kalau tidak berjodoh, maka aku akan berdoa untuk tetap berjodoh meskipun harus dengan paksaan. Hahahaa, ….” Celetuk Alice sebagai penghibur untuk dirinya sendiri.


“Kau benar-benar sudah gila ‘yah? Hahahaa, ….” Angel malah terus menertawakan curhatan Alice.


“Iya, lebih tepatnya kau tergila-gila padanya. Bagaimana ini?”


Alice merengek, karena tidak tahu harus berbuat apa lagi. Curhatan keduanya terus berlanjut sampai salah satu dari dari mereka tertidur tanpa sadar.


Hari kembali berganti, seperti biasanya para pengawal keluarga Xavier datang ke Mansion tepat waktu. Disinilah, doa Alice terkabulkan.


Dia kembali bertemu dengan pria yang membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama. Dan pria itu kini sedang bersama dengan Levi yang dia kenal sebagai asisten pribadi dari Rayden.


“Selamat pagi, Tuan Levi! Dan selamat pagi juga untuk Tuan tampan yang di sampingnya,” sapa Alice dengan malu-malu.


Hal itu membuat Levi tercengang, tapi tidak dengan Will yang langsung mendapat firasat buruk.


“Kalian berdua sudah pernah bertemu?” tanya Levi dengan raut wajah bingungnya.


Bersambung,.......


...****************...


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 16.00 WIB ‘yah!😍😍...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...