Willea

Willea
104. Penyerangan tak terduga!



...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...


...‌𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...


...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...


“Lev, siapkan apa yang Luca minta!” perintah Noland pada Levi.


“Baik, Tuan,” sahut Levi yang segera pergi untuk mendapatkan barang yang di inginkan oleh Tuan kecilnya itu.


“Woah, … Dia memang benar-benar memiliki keturunan darah Xavier! Sesaat aku tadi seperti sedang melihat Tuan muda di dalam tatapan matanya,” batin Felix yang memuji dan merasa takjub dengan seorang Luca Cano Xavier.


Padahal itu baru Luca yang akan menunjukkan kemampuan dan kegeniusannya. Apalagi kalau dia melihat kemampuan bela diri luar bisa dari Lucia Cano Xavier, maka sudah di pastikan kekagumannya bertambah berlipat ganda.


...****************...


Tanpa mereka semua sadari, sejak tadi ada seorang pria paruh baya yang mengenakan seragam pasien rumah sakit terus memperhatikan mereka.


Lebih tepatnya terus memperhatikan Levi dari kejauhan. Dan orang itu adalah Bastian yang sudah mulai pulih dari luka tembak yang ada di dadanya.


“Tuan muda, pantas saja anda tidak ingin kembali! Ternyata kau selama ini berada di antara orang-orang yang baik dan sangat menyayangi serta melindungimu,” gumam Bastian yang tersenyum melihat betapa sekarang Levi sudah tumbuh menjadi pria yang tampan dan mempunyai banyak kemampuan.


“Tapi, kenapa wajah mereka smeua tampak murung dan menangis? Apakah sudah terjadi sesuatu yang buruk pada mereka? Haruskah aku menyapanya secara langsung? Tapi bagaimana kalau Tuan muda merasa terbebani dnegan kehadiranku di sana?”


Berbagai pertanyaan pun muncul di benak Bastian ketika melihat semua orang tanpa senyuman di wajah mereka.


“Lebih baik aku meyapanya lain kali saja, saat suasana mereka tidak terlalu buruk seperti sekarang,” gumam Bastian lagi yang memutuskan untuk memperhatikan dari kejauhan saja dulu.


...****************...


Disaat yang bersamaan, Fernand dan pasukkannya sudah bersiap mengepung Mansion Rayden. Will yang terlalu fokus mencari informasi mengenai identitas adik Fernand yang menjadi musuh dalam selimut, akhirnya tidak menyadari tentang kehadiran Fernand dan pasukannya.


Begitu juga dengan Jaydon yang terlalu sibuk menjaga ruangan rahasia dimana para pengawal Zhia sedang di kurung.


Dan begitu mereka menyadarinya semua sudah terlambat, beberapa pengawal yang berjaga di gerbang depan sudah tewas mengenaskan.


“Will, cepat bersiaplah!” seru Jaydon yang menghubungi Will melalui walkie talkie.


“Ada apa?” tanya Will yang ikut panik.


“Fernand dan anak buahnya menyerang Mansion,” jawab Jaydon dengan singkat.


“APA!”


Will tampak sangat terkejut mendengarnya.


“Dimana kau sekarang? Tidak, maksudku dimana Fernand sekarang?” tanya Will yang berniat ingin menghadapi Fernand secara langsung.


“Aku sedang bersembunyi dan bersiap menyerang di dekat area ruangan rahasia. Jika kau berniatb menyerang Fernand secara langsung, lebih baik urungkan niatmu itu. Kalau kau tidak ingin mati sebagai jomblo abadi. Karena di sisinya banyak anak buah yang menjaganya, kita kalah jumlah dan kekuatan,” jelas Jaydon memperingati Will untuk tidak bertindak gegabah.


“Jadi, maksudmu dia sedang menuju ke ruangan rahasia dimana kita sedang menahan salah satu adiknya, begitu?” tanya Will kembali memastikan.


“Benar, Fernand dan sebagian besar pasukannya langsung berjalan menuju ruangan rahasia sepertinya dia berniat untuk menyelamatkan adiknya,” jawab Jaydon sambil berbisik, karena saat ini jarak tempatnya bersembunyi dengan jarak Fernand berada cukup dekat.


“Astaga, Alea juga sedang berada di sana sekarang. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Bagaimana pun juga aku harus menyelamatkannya dari sana. Nyawa bisa dalam bahaya kalau memang benar Alice adalah adiknya,” batin Will yang secara naluriah langsung memikirkan keselamatan wanita yang sangat di cintai nya.


Meskipun begitu, Will harus tetap tenang agar bisa memikirkan solusi terbaik untuk mengatasi masalah tak terduga ini.


“Tetaplah bersembunyi di sana! Aku akan ke sana sekarang,” ujar Will yang mulai bersiap mengambil senjata andalannya.


“Baiklah,” sahut Jaydon yang memang tidak berniat untuk mengantarkan nyawanya begitu saja.


“Bagaimana situasi di sana?” tanya Will lagi.


“Aku akan menghubungi Levi dan yang lainnya untuk segera datang membatu kita,” ujar Will yang berniat menghubungi Levi si bocah psikopat.


“Percuma! Sepertinya kali ini mereka menyerang dengan persiapan yang sangat matang, system komunikasi jarak jauh kita di hancurkan. Aku sudah mencoba menghubungi yang lainnya tadi, tapi tidak ada yang tersambung,” jelas Jaydon lagi yang sudah mencoba berbagai cara untuk meminta bantuan.


“Berarti tidak ada pilihan lain, kita harus menghadapi mereka apapun yang terjadi,” ujar Will yang tampak tidak bisa memutuskan cara lain selain mempertaruhkan segalanya termasuk nyawanya sendiri.


“Benar, kita yang tersisa di sini! Jadi, kita ‘lah yang akan menyelamatkan mereka yang bisa kita selamatkan,” sahut Jaydon yang juga memutuskan hal yang sama.


“Baiklah, aku datang sekarang!” ujar Will sembari melangkahkan kaki menuju ke ruangan rahasia.


...****************...


Disisi lain, Levi pun kembali dengan membawa kabar bahwa ada sebuah computer canggih yang ada di salah satu ruangan rumah sakit di sana. Dengan cepat mereka semua pun menuju keruangan itu tanpa terkecuali.


Begitu sampai di ruangan yang di maksud, Luca segera menyalakan komputernya dan memulai aksinya.


Dengan tingkat kejelian mata dan kecepatan jari mungilnya yang luar biasa dan tentunya bersamaan dengan otak geniusnya, Luca pun mulai meretas semua semua kamera cctv yang berada di Mansion.


Awalnya Luca ingin langsung memeriksa kamera tersembunyi yang telah dia pasang di ruang kerja papahnya. Akan tetapi, perhatiannya teralihkan saat sekilas melihat beberapa mayat pengawalnya di rekaman cctv yang terpasang di gerbang depan Mansion.


“Tunggu! Apa ini?” seru Luca yang langsung memeriksa semua rekaman cctv sekaligus dalam satu layar.


“Apa yang terjadi?” ujar Noland yang melihat pemandangan yang sangat mengerikan.


“Jangan-jangan Mansion telah, _....” seru Felix yang menggantung ucapannya.


“Mansion telah di serang oleh Fernand dan anak buahnya.” Levi meneruskan perkataan Felix yang tergantung itu.


“Aku harus kembali sekarang, hanya ada Will dan Jaydon saja di sana!” seru Felix yang seketika langsung panik dan hampir saja langsung berlari pergi kalau Noland tidak menghentikannya.


“Berhenti Felix! Kita periksa dulu situasi di sana, jangan bertindak gegabah,” ujar Noland menegaskan.


Seketika Felix pun langsung menghentikan langkahnya dan kembali melihat setiap rekaman cctv yang masih berjalan di layar.


Mata Luca terus memperhatikan setiap rekaman itu sekaligus untuk menemukan keberadaan Fernand. Apalagi banyaknya cctv yang terpasang sehingga cukup sulit kalau melihatnya satu persatu.


Sementara Julia dan Lucia hanya diam memperhatikan apa yang sedang terjadi.


“Luca, kau menemukan diam bajingan itu berada?” tanya Noland yang benar-benar geram dengan Fernand dan anak buahnya yang terus saja memancing amarahnya sampai dia lupa sedang bicara dengan anak kecil.


Bersambung,.......


...****************...


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 16.00 WIB ‘yah!😍😍...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...