
...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...
...𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...
...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...
“Bagaimana keadaan istri dan anak saya, Dok?” tanya Rayden terkesan tidak sabaran, padahal dia hanya merasa gugup dan khawatir dalam waktu yang bersamaan.
“Ini sungguh sebuah keajaiban, Tuan!” seru Dr. Ian, Dokter somplak yang menjadi dokter kepercayaan keluarga Xavier secara turun temurun.
“Apa maksudnya?” tanya Rayden penuh antusias.
“Nyonya Zhia dan bayinya sudah melawati masa kritisnya sekarang, karena itulah Dr. Ian tadi mengatakan bahwa ini seperti keajaiban dari Tuhan. Apalagi mengingat kondisinya semalam, ini sangat mustahil untuk terjadi.” Dr. Lena pun memperjelas apa yang di katakan oleh Dr. Ian.
“Selamat ‘yah, Cano! Istri dan calon anakmu sekarang baik-baik saja,” ucap Dr. Ian yang membuat Rayden seketika tersenyum merekah dan hatinya langsung di penuhi bunga bermekaran.
“Benarkah? Ya Tuhan, … Terima kasih banyak sudah mendengar dan mengabulkan doa-doaku,” ujar Rayden yang tak tahu harus bagaimana lagi cara mengekspresikan kebahagiaannya.
“Benar, Tuan! Namun, sebaiknya Nyonya Zhia dan kandungannya harus menjalani pemeriksaan lebih spesifik lagi agar kita bisa benar-benar yakin bahwa mereka kini baik-baik saja,” jelas Dr. Lena yang menyarankan untuk Zhia melakukan pemeriksaan lebih mendetail lagi.
“Kau benar! Siapkan apapun yang diperlukan untuk istri dan anak saya. Karena Dokter yang paling tahu, maka aku akan mempercayakannya pada anda.”
Rayden menyambut saran Dr. Lena dengan antusias. Apalagi kalau itu di lakukan demi kebaikan Zhia dan anak mereka. Apapun akan Rayden lakukan agar istri dan anaknya baik-baik saja.
“Baiklah, saya akan menyiapkan jawdal pemeriksaan lanjutannya. Kalau begitu saya pamit sekarang,” ujar Dr. Lena meminta ijin untuk meninggalkan ruangan itu sekaligus untuk beristirahat sejenak.
“Silahkan, Dokter! Sekali lagi terima kasih atas perjuangan anda menyelamatkan istri dan anak saya,” ucap Rayden dengan raut wajah yang terus terlihat bahagia.
Setelah mendapat ijin dari Rayden, Dr. Lena pun segera meninggalkan ruangan Zhia di rawat.
“Kalau begitu aku juga pergi dulu, sekalian menghubungi keluargamu!” Dr. Ian pun ikut pamit untuk beristirahat.
“Terima kasih, Dok!” ucap Rayden lagi.
“Sama-sama, itu sudah tugas kami sebagia seorang Dokter! Ouhya, … Kalau ada apa, tekan tombol yang di sana saja, nanti kami akan langsung kemari secepat mungkin,” ujar Dr. Ian mengingatkan Rayden sebelum pergi.
“Baik, Dok!” sahut Rayden yang terlihat seperti anak penurut, tidak seperti sebelumnya.
Selepas kepergian Dr. Ian, Rayden pun tetap setia berada di samping Zhia. Rayden tidak berkata banyak, dia hanya menggenggam tangan Zhia dnegan lembut dan sesekali membelai pucuk kepalanya serta mengecupnya.
“Syukurlah, Zhi! Kalian sekarang baik-baik saja. Kau tahu betapa putus asa dan frustasinya aku saat kau tidak sadarkan diri, lalu kondisimu tiba-tiba menjadi sangat kritis? Aku hampir mati rasanya, Zhi!” ujar Rayden yang masih terlihat sedikit putus asa.
“Tapi sekarang tidak masalah, karena kau sudah kembali membuka matamu,” lanjut Rayden yang segera menepis raut wajah putus asanya.
“Ray!” Zhia memanggil dengan suara yang sangat lirih.
“Iya, sayang! Apa kau butuh sesuatu?” sahut Rayden dengan cepat.
“Aku haus,” kata Zhia masih dengan nada bicara yang sangat lirih.
“Ouh, … Aku akan membantu untuk minum,” ujar Rayden yang segera mengambil segelas air putih yang tidak jauh darinya.
Rayden pun berniat membantu Zhia duduk, tetapi tiba-tiba Zhia merintih kesakitan begitu dia sedikit saja akan bergerak.
“Akhh, …” rintih Zhia sembari memegangi perutnya.
“Ma-maafkan aku! Apakah masih sakit?” tanya Rayden, terlihat jelas dia sangat khawatir pada kondisi Zhia. Dan Zhia hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
“Ini minumlah!”
Setelah mengambil sebuah sedotan, Rayden pun kembali menyuapi Zhia untuk minum. Karena masih merasa sangat lemas, Zhia pun kembali memejamkan matanya dengan Rayden yang masih setia berada di sampingnya.
...****************...
Dr. Ian memang tidak mengenal Felix dengan baik, tidak seperti dia mengenal Will dan Levi. Tapi dia tahu bahwa Felix merupakan salah satu orangnya keluarga Xavier.
“Hay, kenapa kau menunggu di sini? Bukankah ruang rawat Nyonya muda mu ada di sana?”
Karena rasa penasarannya, Dr. Ian pun menghampiri Felix sembari menunjukkan dimana Zhia sedang di rawat.
“Ehmm, … Saya sedang menunggu seseorang yang sedang di periksa, Dok!” jawab Felix yang terlihat gugup dan bingung harus menjawab seperti apa.
“Siapa? Dan kenapa penampilanmu seperti ini? Apakah noda merah di pakaiannya itu darah?”
Semakin Felix terlihat mencurigakan, semakin Dr. Ian merasa penarasan hingga mencecarnya dengan beberapa pertanyaan sekaligus. Pertanyaan itu pun semakin membuat Felix bingung untuk menjawabnya.
“Will dan beberapa pengawal kediaman Xavier yang sedang menjalani perawatan di dalam sana, Dok!” jawab Felix dengan jujur, percuma juga kalau dia berbohong. Karena Dr. Ian adalah dokter utama di rumah sakit tersebut.
“Apa? Will terluka? Apa yang terjadi dengannya? Aku akan memeriksanya secara langsung,” ujar Dr. Ian yang langsung berjalan masuk ke ruang perawatan yang di jaga Felix itu.
Tanpa sadar Felix mengikuti Dr. Ian masuk kedalam. Seperti yang di katakan oleh Felix tadi, begitu masuk ruang perawatan itu penuh oleh orang-orang keluarga Xavier yang mengalami luka pukulan dan beberapa sayatan yang cukup parah.
“Apa yang terjadi dengan mereka semua?” tanya Dr. Ian yang terkejut dengan pemandangan mengerikan yang sedang dilihatnya itu.
“Terjadi penyerang di dalam Mansion semalam dan mereka semua terjebak di sana,” jawab Felix.
“Bagaimana dengan Noland? Bagaimana keadaan Tuan besarmu, apakah dia juga terluka?” tanya Dr. Ian lagi yang seketika mengkhawatirkan sahabatnya itu.
“Tidak, Tuan besar tidak terluka sedikitpun. Sekarang beliau tengah mengurusi sisanya di Mansion bersama para polisi,” jelas Felix yang membuat Dr. Ian sedikit bernapas lega.
“Syukurlah! Sebenarnya apa yang sedang terjadi dengan kalian? Pertama Zhia dan bayinya, lalu sekarang mereka semua!” seru Dr. Ian yang tidak habis pikir dengan apa ang sedang di alami keluarga Xavier saat ini.
“Mmmm, … Maaf tapi saya tidak bisa menjelaskannya tanpa ijin dari Tuan terlebih dahulu,” ucap Felix yang harus menjaga rahasia.
“Baiklah, kalau memang aku tidak boleh mengetahuinya. Tapi kau harus memberitahu kepada Tuanmu itu bahwa anak menantunya sekarang sudah sadar dan melewati masa kritisnya,” ujar Dr. Ian yang tidak jadi memberitahu Noland secara langsung mengenai kondisi Zhia dan bayinya, karena dia ingin membantu mengobati anak buah Xavier.
“Benarkah? Saya akan menyampaikan pada Tuan besar sekarang juga tentang kabar baik ini!” seru Felix yang segera meraih ponsel dan keluar untuk segera mengabari Noland dan juga Levi.
“Dasar anak itu,” gumam Dr. Ian yang merasa terabaikan.
Bersambung,.......
...****************...
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 16.00 WIB ‘yah!😍😍...
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...