Willea

Willea
128. Jaydon vs Si Bongsor



...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...


...‌𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...


...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...


Fernand meninggalkan tempatnya untuk mengambil beberapa senjata andalannya. Sedangkan di sisi lain, begitu mendengar suara ledakan dari arah Will dan Tuannya berada.


Sebenarnya Jaydon ingin langsung pergi membantunya, tetapi sekelompok anak buah Fernand menghadang pasukannya.


Blarr, …. Booom, ….


Jaydon sangat terkejut saat mendengarnya dan secara spontan dia bertanya, “Suara apa itu?”


“Itu suara ledakan dan sepertinya berasal dari posisi Tuan Will dan Tuan muda berada saat ini.” Salah satu anak buahnya menjawab.


“Apa?!”


Sontak Jaydon yang merasa khawatir, dia takut Will dan Tuannya masuk ke dalam jebakan yang sudah di siapkan oleh Fernand di tempat itu. Jaydon terus memperhatikan ke satu arah dimana masih terlihat debu yang berterbangan di lokasi ledakan barusan.


“Kita pergi ke tempat mereka sekarang.” Jaydon memberikan perintah pada anak buahnya.


“Baik, Tuan!” sahut anak buahnya yang tentunya kan selalu mematuhi perintah darinya.


Namun, baru beberapa langkah mereka berjalan. Sekelompok anak buah Fernand menghadang dan dengan sombongnya berkata, “Kalian semua mau pergi kemana? Mau melarikan diri ‘kah? Sudah terlambat untuk melakukan itu.”


Jaydon masih bersikap santai dan menganggap bahwa mereka bisa di bereskan oleh para anak buahnya dan berniat untuk pergi ke tempat Will dan Tuannya untuk membantu.


Namun, siapa sangka di antara banyaknya, musuh di depannya Thunder dengan suka rela menampakan dirinya.


“Dasar sampah bajingan.” Jaydon mencibir dengan santainya.


Lalu Jaydon kembali memberikan perintah, “Kalian urus mereka! Aku sendiri yang akan memastikan keadaan Tuan muda dan Will di sana.”


“Kau mau kemana terburu-buru seperti itu?”


Tiba-tiba suara yang terdengar tidak asing di telinga Jaydon berhasil menghentikan langkahnya untuk meninggalkan tempat itu. Dan benar saja, itu suara target yang sedang di cari Jaydon sejak pertarungan di mulai. Yaitu suara milik Thunder.


Thunder muncul dengan sikap angkuhnya berjalan menghampiri Jaydon yang terdiam menatap tajam ke arahnya. Awalnya Jaydon memang terdiam sejenak, namun kemudian dia tersenyum sinis seakan menghina keberadaan Thunder di sana.


Sambil tertawa Jaydon menyindiri kemunculan Thunder dengan berkata, “Hahahaa, … Akhirnya kau muncul juga. Aku pikir sekarang kau sedang bersembunyi di lobang cacing karena takut mati.”


Didalam hatinya Thunder memang sangat tidak terima dengan sindiran Jaydon.


Dia pun membalasnya, “Silahkan tertawa sepuasmu sekarang, sebelum aku juga membunuhmu. Seperti Tuanmu yang pastinya sudah mati di sana. Lebih tepatnya terkubur di dalam reruntuhan akibat ledakan barusan.”


Jaydon malah tertawa tertawa terbahak-bahak begitu mendengar perkataan konyol Thunder.


Dia bahkan semakin menantang Thunder dan terus memprovokasinya dengan berkata, “Bwuahahaaa, … Kau yakin itu bukan kuburan besar milik Fernand dan adiknya yang gila itu? Kenapa kau begitu yakin Tuanku bisa di kalahkan semudah itu, Hah?”


“Kalau kau tidak percaya, pastikan saja sendiri di neraka. Karena aku juga akan mengirimmu ke tempat itu saat ini juga.”


Siapa sangka kalau setiap kata yang di ucapkan Jaydon dapat dengan mudahnya memprovokasi kemarahan seorang Thunder. Sebab dalam pertarungan yang di butuhkan adalah sebuah ketenangan hati dan pikiran.


Jika hatinya dan pikirannya di penuhi dengan kemarahan, maka serangannya akan mudah di baca dan pada akhirnya kan mengalami kekalahan telak.


Maka dari itu, Jaydon tidak tersinggung sama sekali dengan perkataan Thunder yang ingin membunuhnya.


Bahkan Jaydon malah semakin menantangnya dengan berkata, “Benarkah? Cobalah membunuhku, aku akan memberimu kesempatan untuk membunuhku sekarang. Tapi jika kau gagal, maka kau yang akan mati!”


“Dasar keparat sinting,” umpat Thunder yang semakin di kuasai kemarahan.


“Cepat bunuh mereka semua sekarang!” lanjut Thunder memberikan perintah.


Anak buahnya pun segera berlari dan bersiap untuk menyerang pasukan Jaydon dengan membawa berbagai macam senjata yang selalu di gunakan oleh para gangster.


Jaydon malah kembali tertawa sambil bergumam, “Hahaha, …Sungguh konyol!”


Kemudian, dia melihat pada anak buahnya dan bertanya, “Kalian sudah siap?”


“Kami siap bertarung sampai titik darah penghabisan, Tuan!” sahut para anak buahnya serentak.


“Sesuai perintah Tuan muda, menggila ‘lah sesuka hati kalian!” ujar Jaydon yang seakan telah melepaskan tali pengekang para anjing liarnya yang sudah sangat kelaparan.


Benar saja, begitu mendapat ijin dari Jaydon mereka langsung mulai menghadapi serangan para musuh.


Saling pukul menggunakan tangan kosong, pisau, tongkat dan yang lain sebagainya. Hingga terjadi pertumpahan darah dan salah satu di antara mereka ada yang tewas.


Anak buah Jaydon dengan semangat membabi buta terus bertarung sambil berseru, “Yeaah, … Serang dan habisi semuanya!”


“Hahaaa, … Bagus sekali! Tidak sia-sia aku melatih kalian semua setiap hari. Sekarang giliranku menagih hutang pada si bongsor,” ujar Jaydon yang menatap tajam pada Thunder yang juga menatap tajam balik padanya.


Tak lama mereka saling melontarkan tatapan membunuh, Jaydon dan Thunder pun ikut turun dalam pertarungan. Awalnya mereka berdua saling bertarung dengan tangan kosong dan Thunder beberapa saat berhasil memukul mundur Jaydon.


Namun, keadaan langsung berbalik di saat Jaydon juga sudah mulai serius dalam pertarungan. Beberapa kali Jaydon berhasil menghajar wajah tidak tahu malu Thunder dan membuatnya roboh.


Dengan nada mengejek, Jaydon berkata, “Hay, bukankah kau bilang ingin membunuhku? Lakukan ‘lah, kenapa kau malah berbaring santai di kubangan lumpur?”


“Sial, bukankah dia harusnya tidak pulih secepat ini,” batin Thunder yang masih tidak percaya dengan kemampuan Jaydon yang berhasil merubuhkannya hanya dengan beberapa pukulan.


“Karena kau diam, sekarang adalah giliranku untuk membunuhmu. Tapi sebelum itu kau harus membayar hutangmu tempo hari bersama dengan bunga dan dendanya,” ujar Jaydon tatapannya semakin tajam.


Tapi siapa yang menduga bahwa tak tahu malu adalah sebuah penyakit yang tidak dapat di obati. Di saat Jaydon sedang mencoba mengatur napasnya, Thunder segera meraih sebuah parang besar dan langsung mengunakannya untuk menyerang.


“Kau pergilah ke neraka!” seru Thunder sembari mengayunkan parang tersebut.


Beruntung, refleks tubuh Jaydon sangat cepat. Jaydon langsung meloncat ke belakang dan terus menjaga jarak, sehingga dia dapat menghindari serangan fatal itu. Berkali-kali Thunder berusaha menebas kepada Jaydon, tapi selalu saja Jaydon dapat menghindarinya.


“Sialan, aku tidak bisa membiarkan dia terus menyerangku seperti ini,” batin Jaydon.


“Baiklah, kita gunakan ini! Anakku sayang, mendaratlah tepat di kaki si bongsor itu,” ucap Jaydon yang berbicara dengan belati kesayangannya. Dia bahkan mencium belatinya sebelum di lemparkan.


Tak ingin membuat Thunder berlama-lama menguasai pertarungan, Jaydon mengambil sebuah belati kesayangannya dan langsung melemparkan. Jaydon menargetkan kaki kanan Thunder dan hasil lemparnya tepat mendarat di betisnya.


“Arghhh, …?!”


Bersambung,.......


...****************...


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...