
...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...
...𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...
...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...
“Tenanglah, kita ikut saja ke rumah sakit,” ujar Noland mencoba menenangkan Will.
Beberapa menit sebelumnya, ….
Pada saat itu, Luca yang di temani oleh Kenzo masih saja fokus dengan tugasnya. Meskipun beberapa kali perhatian Luca teralihkan karena perkataan Kenzo yang merasa kagum sekaligus bicara ngawur tentang kemampuan Luca yang luar biasa.
“Woah, … kau masih anak kecil tapi kemampuanmu sungguh sangat luar biasa. Apa karena kau merupakan anggota keluarga Xavier?” ujar Kenzo dengan tatapan takjub pada Luca.
Luca hanya melirik ke arah Kenzo sekilas.
Meskipun dalam hatinya dia bertanya-tanya, “Ada apa dengan orang ini? Yang lainnya sedang saling bertarung, dia malah bersembunyi di sini. Mengganggu saja.”
“Hmmm, … Sebenarnya aku tidak ingin terlibat dengan perebutan kekuasaan keluarga Zaender ini, tapi Richo si bajingan sialan itu selalu saja mengancamku,” ujar Kenzo seketika raut wajahnya terlihat sangat sedih.
Mendengar itu, Luca langsung menatapnya dengan intens. Perhatiannya bahkan sampai teralihkan sepenuhnya pada Kenzo.
Dengan ragu Luca mencoba untuk bertanya, “Memang apa yang terjadi denganmu?”
“Apa kau bisa membantu? Kalau memang ‘iya, maka aku tidak akan segan untuk menceritakannya padamu,” ujar Kenzo.
“Tidak perlu! Bukankah kau sudah memutuskan untuk berpihak pada Kak Levi, lebih baik kau minta bantuannya saja nanti,” sahut Luca yang kembali fokus pada layar laptopnya.
“Benar juga,” gumam Kenzo sembari memikirkannya.
Luca yang terus mengawasi setiap pergerak semua orang melalui rekaman kamera drone dan lokasi alat pelacak mulai menyadari bahwa lokasi dirinya sudah sangat dekat lokasi Levi dan adik kembarnya.
“Ouh, … Mereka berada di dekat kita sekarang!” seru Luca yang tidak sengaja melihat lokasi alat pelacak milik Levi dan Lucia.
“Apa?” sahut Kenzo yang ikut melihat melalui layar komputer.
“Ayo, kita ke sana sekarang!” perintah Luca yang langsung keluar dari mobilnya.
“Eeeh, … Tapi itu berbahaya,” ujar Kenzo yang tidak di dengar sama sekali oleh Luca.
Begitu Luca keluar dari mobil, para pengawal yang menjaganya langsung memberi hormat sembari berkata, “Tuan kecil!”
“Luci dan Kak Levi sedang berada dalan bahaya. Kita harus cepat untuk membantu mereka,” ujar Luca yang berjalan memimpin.
Tak lama, Kenzo pun menyusul keluar dari mobil karena sudah tidak ada orang yang menjaga di mobil tersebut. Dan seperti yang di tunjukan oleh lokasi alat pelacak, jarak mereka dengan Lucia dan Levi memang cukup dekat.
Hingga pada saat Luca dan Kenzo hampir tiba di tempat tersebut. Mata Luca langsung tertuju pada Alice, Levi dan Lucia yang sudah ambruk di tanah.
Dari seberang Luca juga melihat Will yang terpaku di tempatnya dengan panik menatap ke satu arah.
Ketika itu juga Luca langsung menyadari ada seorang penembak jitu yang sedang menargetkan adik kembarnya.
Tanpa berpikir lama lagi, Luca langsung merebut sebuah senjata api dari salah satu pengawal yang berada di dekatnya.
“Berikan padaku!” ujar Luca sambil merebut sebuah senjata api.
Kemudian, Luca langsung mengarahkannya tepat di kepala si penembak jitu itu. Lalu, tak perlu menunggu waktu lama Luca segera menarik pelatuknya. Luca berhasil membunuh penembak jitu itu tepat sebelum orang tersebut menembak adik kembarnya.
Dor, ….
“LUCIA!!”
Sekali lagi, Luca menjadi seorang pembunuh untuk melindungi adik kembarnya.
...****************...
Kembali lagi pada Noland dan Will yang berniat ingin mengikuti mobil ambulance itu, tetapi mereka tidak sengaja bertemu dengan Felix dan Jaydon yang sedang menunggu perintah selanjutnya dari Rayden.
Akan tetapi, ternyata Rayden sudah pergi dari sana karena Lucia yang tiba-tiba jatuh pingsan.
“Dia terluka cukup parah,” jawab Noland singkat.
“Astaga, seharusnya aku segera membantunya saat itu,” ujar Felix.
Noland menghela napas, lalu berkata, “Sudahlah tidak ada baiknya kita menyesali yang sudah terjadi.”
Jaydon yang sedari tadi memperhatikan Will dnegan intens, dia pun bertanya, “Will, apa kau juga terluka? Raut wajahmu tampak tidak begitu baik.”
“Tidak apa-apa! Dia hanya sedikut mengalami syok,” ujar Noland mewakili Will untuk menjawab. Karena Will terus saja termenung tanpa ekspresi.
“Benarkah? Saya tidak tahu harus bersyukur atau bersedih setelah semua kekacauan ini. Saya hanya bisa berharap bahwa pertarungan ini menjadi yang terakhir.”
Jaydon pun turut menunjukkan wajah sedihnya. Karena lagi-lagi tempat itu menjadi laut darah seperti sebelumnya. Bahkan masih teringat jelas di ingatannya bagaimana Evan dan adik kembarnya mati di tempat itu.
“Felix dan Jaydon, aku perintahkan kalian untuk mengirim kebali semua korban yang tewas kepada keluarganya masing. Dan jangan lupa berikan kompensasi juga untuk keluarga baik itu dari pihak kita maupun dari pihak musuh,” ujar Noland yang menyadari kesedihan di mata semua anak buah kepercayaannya itu.
“Bagi yang tidak memiliki keluarga, maka makamkan merekjkka secara layak. Kemudian, bersihkan semua area ini dan hancurkan semua bangunan yang tersisa sampai rata dengan tanah. setelah itu, aku akan menyewa pengacara untuk membeli area ini dan akan aku jadikan sebagai hutan,” sambung Noland sembari melihat area sekitarnya.
“Baik, Tuan besar!” sahut Felix dan Jaydon bersamaan.
“Kalian berdua bisa membereskan semua ini ‘kan?” tanya Noland memastikan sebelum dia meninggalkan tempat itu bersama Will.
“Tenang saja, kami mendapat bantuan lagi dari seseorang. Lihatlah orang yang di sana,” ujar Felix sembari menunjuk pada Kenzo yang sedang memberi arahan pada anak buahnya.
“Bukankah di, _....”
“Katanya dia sudah memutuskan untuk mengabdikan hidupnya kepada Levi setelah mendengar perkataan dari Tuan kecil.” Tiba-tiba Jaydon menyela ucapan Noland.
“Ya sudah, kalian urus saja semuanya sebaik mungkin! Aku dan Will akan pergi ke rumah sakit untuk memastikan kondisi Levi dan cucu perempuanku,” ujar Noland yang tidak ingin berlama-lama di tempat itu.
Apalagi saat pergi, dia tidak mengatakan apapun pada Julia maupun Zhia. Karena panggilan dari, dia langsung saja bergegas dengan membawa beberapa tim medis.
Dan juga anggota kepolisian untuk bekerjasama menutupi kasus pertarungan itu agar tidak menimbulkan kerisuhan pada masyarakat public seperti biasanya.
Selama perjalanan menuju ke rumah sakit, Will masih saja diam termenung dengan tatapan kososngnya. Noland pun hanya diam sambil sesekali melirik ke arah Will.
Noland sebenarnya sudah merasa sangat penasaran dengan apa yang terjadi sebenarnya selama pertarungan itu berlangsung.
Terlebih lagi, ini kali pertama Levi mengalami luka yang sangat parah dalam pertarungan. Will pun terlihat sangat syok.
Padahal biasanya Will dan Levi yang paling bersemangat di akhir pertarungan seakan mereka telah berhasil memusnahkan sekelompok serangga.
“Hmmm, … Ada apa ‘yah? Setiap aku mencoba untuk tidak peduli, aku malah semakin merasa penasaran dengan apa yang terjadi pada mereka selama dalam pertarungan?” batin Noland terus bertanya-tanya.
Bersambung,.......
...****************...
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...