
...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...
...𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...
...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...
“Baik, Tuan!” sahut Levi yang mengerti mengapa Rayden lebih menekankan padanya untuk selalu membawa alat pelacak tersebut.
“Lalu apa yang harus kita lakukan selanjutnya?” tanya Noland.
“Kita akan menunggu waktu yang tepat untuk melakukan penyerangan secara membabi buta,” jawab Rayden.
...Why can’t you hold me in the street?...
...Why can’t I kiss you on the dance floor?...
...I wish that we could be like that...
...Why can’t we be like that?...
...Cause I’m yours, ….....
Di Tengah situasi yang serius tiba-tiba terdengar sebuah lirik lagu yang ternyata berasal dari nada dering dari ponsel milik Levi. Mendengar nada dering Levi, Felix dan Jaydon pun tidak lupa untuk bergosip.
“Kau dengar lirik nada deringnya?” bisik Felix pada Jaydon.
“Tentu saja aku mendengarnya dengan sangat jelas,” bisik Jaydon balik.
“Bukankah itu terdengar seperti curhatan kisah cinta Levi sendiri?” Felix kembali berbisik.
“Tepat sekali, dia pasti sangat frustasi samapi menggunakan nada dering dengan lirik seperti itu. Seolah dia ingin sedikit membagi kisahnya pada semua orang yang mendengarnya,” ujar Jaydon sependapat.
“Sudah kita diamlah, tatapan Levi sudah menusuk kepalaku!”
Felix yang menyadari arti tatapan Levi pun segera menghentikan Jaydon untuk diam.
Semua mata pun langsung tertuju pada Levi dan orang yang seketika menjadi pusat perhatian itu malah hanya tersenyum dengan canggung.
Levi perlahan mengambil ponsel yang berada di saku jasnya. Dan betapa terkejutnya dia ketika melihat nama panggilan masuk di layar ponselnya.
“Tuan!” seru Levi sembari menunjukan ponselnya pada Rayden.
“Kalian tunggu disini! Papah, Will, Felix dan Jaydon ikuti kami,” perintah Rayden yang langsung menarik Levi ke tempat lain.
Rayden pun menyerahkan Luca dan Lucia di bawah pengawasan Mike dan Nick. Sedangkan Rayden dan yang lainnya menuju ke sebuah ruangan yang biasa dia gunakan untuk interogasi. Dimana tidak ada anak buahnya yang berani mendekat sebelum mendapat ijin dari Rayden secara langsung.
“Tuan, apa yang harus saya lakukan dengan panggilan ini?” tanya Levi yang meminta saran dari Tuannya.
“Angkatlah!” perintah Rayden.
“Baik, Tuan mda!” sahut Levi yang segera menerima panggilan telepon tersebut.
“Hallo, Levi? Apakah itu kau?”
Begitu sambungan telepon itu terhubung, orang itu langsung memastikannya.
“Yaa, … Ini aku! Kenapa kau menghubungiku, Kenzo?” tanya Levi balik yang menyadari sesuatu.
“Kita harus bertemu secepatnya, karena aku mengetahui rencana dari Fernand untuk melawan kekuatan Xavier,” jelas Kenzo yang lebih seperti desakan untuk bertemu dengan Levi.
Sekilas tatapan Levi langsung tertuju pada Rayden, seakan dia sedang meminta pendapat lagi untuk menanggapi permintaan dari Kenzo tersebut.
Hanya dengan melihat anggukan kepala dari Rayden, Levi pun langsung mengerti apa yang harus dia katakan pada Kenzo.
“Baiklah, dimana kita akan bertemu?” ujar Levi yang meminta titik temu untuk keduanya.
“Aku akan memberitahumu melalui pesan singkat. Pastikan kau datang sendiri, karena aku tidak ingin membuat Fernand dan yang lainnya curiga.”
Lagi-lagi perkataan Kenzo menyiratkan sesuatu kepada Levi.
“Baiklah, aku mengerti! Aku akan datang sendirian seperti yang kau inginkan, sebelum itu bertahanlah jangan sampai aku datang kau sudah tidak bernyawa,” ujar Levi. Setelah itu langsung menutup sambungan teleponnya secara sepihak.
Sesaat semuanya saling terdiam, hingga Will berkata “Tuan, dia sudah ketahuan oleh Fernand dan anak buahnya. Dan sepertinya ini jebakan mereka untuk menangkap Levi.”
“Aku tahu itu! Dan Levi pun sepertinya sudah menyadari hal itu!” ujar Rayden.
“Levi, umpan telah mereka lemparkan. Apakah kau sudah siap?” lanjut Rayden yang harus memastikan kesiapan dari Levi.
“Kalau ini bisa mengakhiri semuanya, maka saya akan siap melakukan apapun,” sahut Levi.
Rayden sepertinya enggan untuk melakukan rencana yang terlalu beresiko ini, tetapi dia sudah mempertimbangkannya semuanya dengan matang. Dengan sedikit mengorbankan Levi, dia bisa membereskan Fernand beserta antek-anteknya.
“Saya bisa menahannya, Tuan! Anda tidak perlu khawatir tentang itu,” ucap Levi.
“Aku percaya padamu! Jadi, rahasiakan ini dari Luca dan Lucia. Jika Luci mengetahui tentang strategi ini, dioa pasti akan melakukan segala cara untuk menolongmu, Levi!” ujar Rayden yang dapat memprediksinya dengan sangat baik.
“Baik, Tuan” sahut Will, Felix dan Jaydon bersamaan.
“Dan satu hal lagi, beritahu aku kapan kau akan pergi menemuinya! Sebab kita akan segera menyerang mereka begitu kau berada di markas mereka. Mengerti?” ujar Rayden lagi menekankan.
“Siap laksanakan, Tuan” sahut Levi lagi.
“Will, selalu awasi setiap keberadaan pemilik pin bros ini. Sedangkan Felix dan Jaydon bersiaplah, karena kita bisa kapan saja harus menyerang!”
Rayden pun tidak lupa memberikan perintah kepada Will, Felix dan Jaydon yang sudah mengetahui rencananya.
“Baik, Tuan muda!” sahut ketiganya secara serentak.
“Beritahu Mike dan Nick juga untuk bersiap,” imbuh Noland pada ketiganya.
“Pasti akan kami beritahukan semua anak buah kita untuk selalu bersiap, Tuan besar!” ujar Will yang akan memastikan semuanya akan berjalan lancar.
“Bagus, Will! Untuk sementara aku akan percayakan semua persiapannya padamu, karena Papah dan aku akan mengalihkan perhatian si kembar agar tidak terlibat dalam kejadian mengerikan lagi,” jelas Rayden.
Setelah itu, Rayden dan Noland serta Levi mengajak si kembar untuk kembali ke rumah sakit. Sebab belum ada pesan yang di kirim oleh Kenzo mengenai lokasi mereka akan bertemu, sehingga mereka perlu menunggunya.
“Sayang, Ayo kita kembali ke rumah sakit untuk menemani Mamah kali,” ajak Noland yang langsung menggendong Luca dalam pelukannya. Sementara Lucia berada di gendongan Rayden.
“Apa kita sudah selesai, Pah?” tanya Lucia yang sangat penansaran dengan apa yang di bicarakan papahnya di ruang interogasi.
“Iya, sayang! Kita hanya perlu menunggu,” jawab Rayden sekenanya berharap meredakan kecurigaan putrinya.
“Menunggu apa?” tanya Lucia lagi yang semakin di buat penasaran.
“Menunggu waktu yang tepat untuk berpesta,” jawab Rayden lagi yang entah sedang mengatakan apa.
“Lalu apa yang Papah dan yang lainnya bicarakan di dalam sana? Kenapa Kakak dan Luci tidak boleh ikut?”
Akhirnya Lucia bertanya pada topik yang membuatnya sangat penasaran sejak tadi.
“Ini masih rahasia, karena itu kejutan untuk kalian berdua,” ujar Rayden hanya mencari alasan saja untuk menghentikan Lucia bertanya lebih lanjut.
Dan benar saja, Lucia pun berhenti bertanya dan malah semakin memeluk papahnya dengan erat bahkan beberapa kali mencium pipinya. Jauh dengan ekspresi Luca yang menatap papahnya dengan penuh curiga.
Namun, sepertinya semua kerahasiaan pembicaraan itu percuma saja mereka sembunyikan dari si kembar.
Karena sebelumnya Luca yang selalu iseng dengan rasa keingintahuannya yang tinggi membuatnya diam-diam juga menyembunyikan alat penyadap serta kamera tersembunyi di setiap sudut ruangan yang berada di markas besar.
Dan yang mengetahui adanya keberadaan alat penyadap serta kamera tersembunyi itu adalah Luca dan Lucia.
Sehingga yang bisa mengaksesnya hanya Luca dan Lucia, tinggal menunggu waktu sampai mereka berdua mengetahui tentang rencana rahasia Rayden yang ingin menjadikan Levi sebagai umpan.
Bersambung,.......
...****************...
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 16.00 WIB ‘yah!😍😍...
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...