Willea

Willea
43. Surat Wasiat!



...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...


...‌𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵 ...


...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...


Setelah Bastian di pindahkan ke ruang perawatan VVIP atas permintaan Levi. Felix dan Jaydon pun menyuruh beberapa anak buahnya untuk berjaga secara bergantian selama 24 jam penuh.


Tampak Levi juga mengunjungi Bastian, sebelum dia akan mengamuk pada orang yang telah membuat Bastian menjadi seperti itu. Disaat itu juga, Levi kembali mengingat mengenai masa kecilnya.


“Paman, kenapa paman mencariku sampai kemari? Apa sebenarnya isi di dalam map ini? Apa yang sebenarnya terjadi padamu dan juga kakek di sana?” ujar Levi dengan mata yang penuh linangan air mata.


Levi secara perlahan mulai membuka isi berkas yang diberikan oleh Bastian sebelum kejadian penembakkan itu. Betapa terkejutnya Levi saat melihat bahwa isinya adalah sebuah surat wasiat dari kakeknya.


Di dalam surat wasiat itu tertulis jelas bahwa sang kakek memberikan seluruh asset dan kekuasaannya kepada Levi. Dan ada sepucuk surat dari kakek Roman untuknya yang isinya.


Untuk cucuku yang malang, Zaen Der Levi!


Maafkan kakekmu ini, karena tidak dapat memberikan keadilan atas kematian Papah dan Mamahmu. Kau pasti sangat kecewa kepada kakekmu ini, hingga kau sampai melarikan diri dari rumah dan sepertinya tidak ada niat untuk kembali.


Kakek sungguh minta maaf, Zaen!


Hanya itu yang bisa kakek berikan padamu. Keinginan kakek selama ini kau selalu bahagia dimana pun kau berada. Dan kakekmu ini hanya bisa berharap suatu hari kau akan pulang, meskipun hanya untuk menemui kakekmu yang sangat tidak berguna ini.


Kakek ingin melihatmu satu kali saja, jika kau memberi kesempatan itu pada kakekmu ini. Kakek sepertinya tidak akan ada penyesalan lagi untuk meninggalkan dunia ini.


Zaen, kakek sangat menyayangimu! Seperti kakek juga menyayangi Papah dan mamahmu. Kakek hanya ingin kau mengetahui tentang itu. Dan tolong jaga Bastian di sana, karena pasti akan banyak orang yang mengincar berkas yang di bawanya untukmu.


^^^Salam rindu,^^^


^^^Kakek mencintaimu, Zaen!^^^


“Seharusnya Zaen yang meminta maaf padamu, Kakek! Maafkan Zaen, Kakek!” Levi menangis terisak setelah membaca surat dari kakeknya itu.


“Maaf, Zaen tidak bisa menjada paman Bastian dengan baik!” lanjut Levi yang meremas surat itu dengan sekuat tenaganya.


Sementara, Felix dan Jaydon masih menunggu Levi di luar ruangan. Dari balik kaca, mereka bisa melihat Levi tengah menangis terisak di dalam sana.


Sebenarnya mereka ingin langsung masuk dan menanyakan apa yang terjadi, tetapi mereka tidak ingin melawati batas lagi untuk ikut campur dengan kehidupan pribadi Levi.


“Hay, lihatlah! Seorang Zaen Levi menangis, ternyata dia masih manusia juga,” ujar Jaydon antara meledek dan juga merasa heran sendiri.


“Kau gila ‘yah? Memangnya selama ini kau melihatnya sebagai apa. Kalau bukan manusia!” seru Felix yang tidak percaya mendengar kata-kata seperti itu dari seorang Jaydon.


“Bocah psikopat? Dewa kematian? Anjing gila klan BlackSky dan masih banyak lagi julukan yang aku dengar tentangnya. Tapi yang aku akui hanya bocah psikopat dan Dewa kematian saja,” ujar Jaydon.


“Kenapa begitu?” tanya Felix yang menjadi penasaran dengan alasan Jaydon.


“Karena aku pernah hampir mati olehnya. Bukankah kau juga tahu itu?” ujar Jaydon dnegan kesal.


“Hay, asal kau tahu! Bocah psikopat itu juga manusia!” seru Felix.


“Haruskah kita masuk dan bertanya?” lanjut Felix yang ingin sekali langsung bertanya pada Levi saat itu juga.


“Hay, kau gila ‘yah! Jangan terlalu ikut campur sebelum di ijinkan untuk melakukannya,” ujar Jaydon yang segera mencegah niat dari Felix itu.


“Aku tertular gilanya oleh dirimu tahu!” seru Felix.


Namun, saat Felix dan Jaydon sedang asyik mengintip dan saling berdebat mereka tidak menyadari bahwa Levi sudah hampir membuka pintu. Hingga pada akhirnya Felix dan Jaydon pun langsung terjatuh saat pintu itu di buka oleh Levi.


Brughh, ….


“Aakhh, … Tanganku yang berharga sakit sekali.” Felix merintih sakit pada pergelangan tangannya.


“Aish, … Cepat menyingkir dari tubuhku,” ujar Jaydon yang tubuhnya harus tertimpa kaki Felix.


“Sedang menunggumu! Bukankah kau mau pergi ke markas? Ayo, kita pergi bersama saja,” jawab Felix yang paling jago untuk mengelak dari pertanyaan Levi.


Belum sempat Levi menjawab, Felix dan Jaydon langsung saja menariknya pergi. Sementara itu, Will sudah berada di markas besar dan tengah berhadapan dengan orang yang berniat membunuh Levi dan Bastian itu.


“Hay, kalian semua! Di antara kalian, siapa yang sudah menikah di sini? Atau mungkin sedang berpacaran?” ujar Will yang malah menanyakan hal yang sangat jauh dari topik interogasinya.


“Kenapa kau malah menanyakan hal itu? Seharusnya kau bertanya siapa yang membayar kami untuk membunuhnya, bukan?”


Salah satu dari tawanan itu berbalik bertanya, karena baru pertama kali dia di interogasi seperti ini.


“Hay, memangnya kalau aku bertanya seperti itu kalian akan langsung menjawabnya? Tidak, bukan? Jadi, jawab saja pertanyaanku yang sebelumnya,” ujar Will yang mulai terlihat kesal.


“Memangnya untuk apa kau menanyakan itu?” Tawanan itu kembali bertanya.


“Sudahlah, lupakan saja! Untuk apa aku bertanya pada penjahat seperti kalian yang ada nanti aku jadi ikutan sesat seperti kalian semua ini,” ujar Will yang tidak jadi untuk bertanya.


“Sekarang jawab saja, siapa yang mengirim kalian semua untuk membunuh adik lucu kesayanganku, Hah?” lanjut Will dengan nada bicara yang penuh penekanan.


“Bukankah kau sudah tahu kalau kami tidak akan pernah memberitahumu siapa yang membayar kami!” ujar tawanan tadi yang sepertinya ingin membangunkan sisi menakutkan seorang William Coopers.


“Hay, dengarkan aku! Lebih baik kalian jawab pertanyaanku sekarang, sebelum bocah psikopat itu datang. Kalian semua pasti akan di jadikan bahan mainan bocah itu,” ujar Will.


“Asal kalian tahu. Bocah yang ingin kalian bunuh itu, sangat amat menakutkan. Apalagi ketika dia marah, kalian pasti akan mendapatkan kematian yang sangat menyedihkan dari bocah itu.”


Will pun memberitahu betapa mengerikannya seorang Levi yang dijadikan target pembunuhan orang-orang itu.


Tampak jelas di wajah Will yang merasa sangat puas melihat para tawanannya terlihat pucat pasi hanya karena mendengar peringatannya saja.


“Jangan bilang kau sedang membicarakan aku, Will!”


Baru saja dibicarakan Levi, Jaydon dan Felix muncul di sana secara bersamaan. Will pun langsung memeberikan senyuman terbaiknya dan menghampiri adik lucu kesayangannya itu.


Akan tetapi, dengan cepat Levi segera menghindarinya dan berjalan ke arah tawanan itu.


“Hehehee, … Kenapa kau selalu mencul di saat yang tidak tepat ‘sih! Sini peluk dulu,” ujar Will.


Akan tetapi, dengan cepat Levi segera menghindarinya dan berjalan ke arah tawanan itu.


“Katakan siapa orang yang menyuruh kalian untuk membunuhku? Cepat katakan!” bentak Levi yang sudah dipenuhi amarah di kepalanya.


Bersambung,.......


...****************...


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 10 pagi ‘yah!😍😍...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...