Willea

Willea
169. Triple R



...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...


...‌𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...


...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...


Terlintas kebahagian di wajah semua orang begitu mendengar suara tangisan tersebut, tapi di sisi lain ketakutan juga memenuhi hati dan pikiran mereka. Melihat Dr. Lena dan Dr. Ian tidak kunjung keluar dari ruang operasi, padahal suara tangisan bayi yang saling bersahutan sudah terdengar sejak tadi.


“Sayang? Kau mendengarnya juga, bukan? Cucu kita sudah lahir,” ujar Noland yang kegirangan saat mendengar suara tangisan bayi tersebut.


“Iya, sayang! Cano, selamat kau menjadi seorang ayah lagi,” ucap Julia yang memeluk putranya dengan deraian air mata bahagia.


“Apakah adik Luci sudah lahir?” tanya Lucia dengan wajah polosnya.


“Iya, Luci! Selamat ‘yah akhirnya kalian menjadi seorang Kakak,” jawab Noland yang terus tersenyum bahagia.


“Bagaimana dnegan keadaan Mamah? Kenapa Mamah belum juga keluar dari ruangan itu?” Pertanyaan Luca seketika membuat semua orang langsung terdiam.


“Benar! Bagaimana dengan Zhia? Tidak akan terjadi sesuatu padanya, bukan?”


Rayden dengan cepat menimpali, raut wajahnya benar-benar di penuhi dengan rasa takut kehilangan Zhia. Seluruh tubuh Rayden sudah gemetar membayangkan hal buruk terjadi pada Zhia selama operasi itu berlangsung.


Semua orang langsung terdiam ketika ruang operasi itu perlahan mulai terbuka. Dan muncul Dr. Lena bersama dengan Dr. Ian serta beberapa perawat yang mendorong brankar dimana Zhia masih terbaring tak sadarkan diri.


“Zhi!!!” Rayden langsung saja menghentikannya dan menatap Zhia dengan deraian airmata.


“Cano, tenanglah! Istri sudah baik-baik saja sekarang. Biarkan dia beristirahat, sedangkan ketiga anakmu sudah di bawa ke ruang NICU (Neonatal Intensive Care Unit) dan untuk lebih jelasnya kita bisa membicarakannya di ruangan Dr. Lena,” ujar Dr. Ian.


“Benar, ada yang perlu saya sampaikan mengenai kondisi ketiga putra anda, Tuan Cano!” Dr. Lena membenarkan.


...****************...


Setelah itu, Zhia pun di bawa ke ruang perawatan di ikuti oleh Julia dan yang lainnya. Sementara Rayden dan Noland mengikuti Dr. Lena untuk mem[perjelas mengenai keadaaan ketiga bayi yang baru saja di lahirkan oleh Zhia tersebut.


“Apa yang terjadi, Dok?” tanya Rayden yang sudah tidak sabar untuk mengetahui tentang kondisi istri dan anaknya yang sebenarnya.


“Tenanglah, ini bukanlah keadaan yang bisa mengancam ketiga bayimu. Namun, karena kelahiran ketiganya lebih awal dari tanggal perkiraan. Sehingga mereka memerlukan ventilator karena ketiganya sedikit sulit untuk bernapas sendiri,” jelas Dr. Lena.


“Maka dari itu, saya meminta ijin dari anda selaku ayah kandung dan walinya untuk menandatangani dokumen ini agar kami bisa melakukan pemeriksaan secara keseluruhan kepada ketiga bayi anda,” lanjutnya yang kembali menyerahkan selembar kertas untuk di tanda tangani oleh Rayden.


Tanpa banyak berpikir, Rayden langsung menanda tangani dokumen persetujuan tersebut seraya berkata, “Lakukan yang terbaik untuk istri dan anak-anak saya, yang terpenting mereka akan baik-baik saja.”


“Baik, Tuan Rayden! Dan selamat anda kembali menjadi seorang Ayah dari tiga putra sekaligus,” ucap Dr. Lena yang beleum sempat memberikan ucapan selamat.


“Selamat juga untuk anda, Tuan Noland. Kini sudah bertambah tiga cucu sekaligus,” lanjutnya yang kali ini di tunjukan untuk Noland.


“Terima kasih juga, karena berkat anda istri dan anak saya tidak terlambat dalam mendapatkan penanganan medis apapun,” ucap Rayden yang tidak lupa mengucapkan terima kasih pada dokter yang telah membantunya.


“Itu sudah menjadi pekerjaan saya, Tuan!” sahut Dr. Lena.


“Kalau begitu bolehkah kami pargi?” tanya Noland, karena sudah tidak ada yang perlu di bicarakan lagi.


“Silahkan, saya akan secepatnya memberikan hasil pemeriksaannya jika sudah keluar,” jawab Dr. Lena yang juga tidak ingin menahan keduanya terlalu lama.


Begitu keluar dari ruangan Dr. Lena, Rayden dan Noland pun langsung menuju ke ruangan dimana Zhia berada. Namun, ternyata mereka melewati ruangan NICU dimana ketiga bayinya berada. Karena itulah, Rayden dan Noland pun memutuskan untuk melihat ketiga bayi mungil yang baru saja lahir itu.


“Cano, lihatlah! Sepertinya kali ini meraka lebih mirip dengan ibunya,” ujar Noland dengan mata berkaca-kaca ketika melihat ketiga cucunya masih berada di dalam inkubator dengan alat ventilator yang terpasang di mulutnya.


“Mirip siapapun Cano tidak mempermasalahkannya, Pah! Asalkan mereka sehat dan bahagia,” sahut Rayden yang juga merasakan hal yang sama seperti Noland.


“Cano, juga berharap seperti itu,” sahut Rayden lagi dengan tatapan yang tidak pernah lepas dari ketiga putranya.


“Kalian sudah menyiapkan nama untuk mereka?” tanya Noland yang penasaran.


“Tidak, Lucia yang akan memberikan mereka nama. Kerena Zhia sudah berjanji seperti itu padanya,” jawab Rayden yang memamng sudah di bertahu oleh Zhia sebelumnya saat dirinya ingin membahas nama.


“Benarkah? Papah harap Lucia tidak memberikan nama yang anak untuk ketiga adiknya ini,” gumam Noland yang sedikit khawatir dan Rayden hanya menanggapinya dengan senyuman.


Cukup lama Rayden dan Noland memandang ketiga bayi kembar itu, kemudian mereka langsung menuju ke ruang rawat Zhia untuk melihat kondisinya dan menjelaskan pada Julia mengenai perkataan Dr. Lena sebelumnya.


...****************...


Zhia melahirkan ketiga anak kembarnya pada pukul dua dini hari. Setelah itu Zhia tersadar pada sorenya harinya. Dua hari telah berlalu, akhirnya ketiga bayi kembar itu dinyatakan sehat tanpa terdapat suatu penyakit apapun. Sehingga setelah tiga hari lamanya berada di dalam inkubator, kahirnya ketiga bayi kembar itu di ijinkan untuk satu ruangan dengan sang ibu.


Satu persatu Zhia mulai menyusui bayinya, sedangkan dua bayinya yang lain sedang menjadi bahan rebutan antara Rayden, Julia dan Noland agar bisa menggendongnya. Bahkan semua orang secara bergantian datang mengunjungi Zhia untuk melihat secara langsung melihat ketiga bayi kembar tersebut.


“Mereka begitu tampan dan menggemaskan, tapi apakah Tuan sudah memberinya namanya?”


Hingga Will tanpa sengaja menanyakan nama untuk ketiganya yang seketika membuat suasana menjadi hening. Tatapan Zhia dan Rayden pun sontak tertuju pada Lucia, karena mereka sudah berjanji untuk menyerahkan nama ketiga anak kembarnya pada Lucia.


“Ada apa? Kenapa semua orang terdiam?” tanya Will lagi yang tidak menyadari situasinya.


“Paman Will! Mamah dan Papah sudah setuju bahwa Luci yang akan memberi namanya,” ujar Lucia dengan raut wajah yang tampak berseri-seri.


“Hah?” Semua orang langsung tercengang ketika mendengarnya, kecuali keluarga inti Xavier yang sudah mengetahuinya lebih dulu.


“Lalu, apakah Luci sudah memikirkan nama yang cocok untuk ketiga adik cowok ini?” tanya Zhia yang sangat penasaran dengan nama yang akan di sempatkan putrinya itu.


“Ehmm, … Luci sudah menyiapkan nama yang sangat keren untuk mereka,” jawab Lucia di sertai senyuman manisnya.


“ Triple R,” lanjutnya.


“ Triple R? Apa itu?!” seru semua orang yang semakin penasaran.


Bersambung,.......


...****************...


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...