Willea

Willea
121. Sesuai Janji



...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...


...‌𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...


...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...


“Terima kasih, Kakak! Sudah membantuku mempermudah semuanya,” ucap Sania yang tersenyum puas melihat Levi yang sudah takluk di tangannya.


“Jangan membuang-buang waktu, jika ingin bermain dengannya lakukanlah dengan cepat! Setelah itu, bereskan dia sesuai keinginan klien kita ini,” ujar Fernand sembari menatap tajam pada Richo.


Dari awal kedatangannya Richo memang tidak di ketahui oleh Fernand, sehingga membuat Fernand merasa bahwa Richo saat ini sedang meragukan kemampuannya sebagai ketua mafia.


“Baiklah, Kak! Sebelum itu, perkuat penjagaan di lokasi ini. Sepertinya kita akan kedatang banyak tamu hari,” ujar Sania sambil berjalan pergi menuju ke kamar di mana Levi di bawa.


Karena tidak tahu apa yang harus di lakukan menghadapi kemarahan Fernand, Richo pun memilih untuk mengikuti Sania.


Apalagi Sania mengatakan akan menikmati tubuh Levi, maka seketika pikiran mesumnya pun memenuhi kepalanya.


“Thunder, periksa daerah sekitar sini dan perkuat penjagaannya! Kau akan memeriksa di bagian depan, sementara akku akan memeriksa sisi belakang rumah ini,” ujar Fernand membagi tugas.


“Okay,” sahut Thunder yang segera pergi ke posisinya, begitu juga dengan Fernand.


...****************...


Di sisi lain, Lucia akhirnya berhasi menemukan pintu belakang rumah itu. Dengan susah payah menghindari mata anak buah Fernand, akhirnya keberadaan Lucia di temukan juga saat hendak membuka pintu tersebut.


Sayangnya, kali ini Lucia tidak begitu beruntung. Keberadaanya malah di temuakan segerombolan anak buah Fernand yang sedang berpatroli yang jumlahnya melebihi 15 orang.


“Hay, siapa di sana!” seru anak buah Fernand yang melihat Lucia sedang berusaha membuka pintu.


“Aaah, … Lucia ketahuan ‘deh!” gumam Lucia dengan ekspresi terkejut yang malah terlihat sangat menggemaskan.


“Siapa kau?” tanya salah satu anak buah tersebut.


“Hallo, Paman!” Lucia malah tersenyum sambil menyapanya dengan ramah.


“Hay, bukankah dia putrinya Tuan Cano?” Salah satu di antara mereka mengenali Lucia.


“Maksudmu yang anak kembar itu?” Yang lainnya mencoba membenarkan.


“Benarkah? Kalau begitu kita harus menangkapnya sekarang juga dan menyerahkan pada Tuan Fernand,” ujar yang lainnya.


“Bagaimana bisa Luci akan menyelamatkan Kak Levi, kalau Luci juga ikut tertangkap. Benar, apapun yang terjadi Luci tidak boleh tertangkap oleh mereka!” batin Lucia yang berniat menghadapi semua orang tersebut sekaligus.


“Ayo, Nak! Ikut bersama kami,” ujar salah satu anak buah tersebut yang mencoba meraih tangan Lucia.


“Akhhhh, ….”


Belum sempat menyentuh tubuhnya, Lucia langsung memelintir tangan orang tersebut dan tanpa ampun mematahkannya dengan mudah. Orang itu seketika menjerit kesakitan sembari memegangi tangan kanannya yang sudah patah.


Melihat kemampuan Lucia, mereka pun mencoba menangkapnya bersama-sama. Akan tetapi, kemampuan bela diri Lucia yang jauh di atas mereka membuatnya dengan mudah mengatasi anak buah Fernand.


Setiap ada yang ingin menyentuhnya, Lucia segera mematahkan tangannya. Menendang, memukul dan terus berkelit agar tidak bisa di tangkap oleh mereka semua. Banyak yang mengalami patah tulang, bahkan sampai tak sadarkan diri kerena penyerangan dari Lucia.


Dan pertarungan itu tenyata sejak awal sedang di perhatikan oleh Fernand dari kejauhan. Betapa takjubnya Fernand, melihat kemampuan Lucia seorang gadis kecil berusia 7 tahun yang mengalahkan beberapa anak buahnya sekaligus dengan mudahnya.


“Dia memang keturunan Xavier, pantas saja kemampuannya sangat luar biasa di usianya yang sekarang. Sayang sekali, tapi kau harus menjadi boneka pajangan oleh Sania,” gumam Fernand yang sedikit menyayangkan nasib Lucia.


Pertarungan yang cukup melelahkan untuk tubuh kecil Lucia, akhirnya bisa dia menangkan. Sejenak Lucia mencoba mengatur deru napasnya yang terengah-engah, setelah di rasa napasnya mulai kembali normal. Lucia pun mencoba menanyakan keberadaan Levi pada orang-orang tersebut.


“Paman! Paman, apakah paman tahu di mana Kak Levi sekarang?” tanya Lucia mencoba bertanya pada salah satu anak buah tersebut yang masih sadar.


“Aaah, … Ampun! Jangan mendekat, kami sudah menyerah,” teriak orang tersebut dengan raut wajah ketakutan.


“Luci ‘kan hanya mau bertanya saja,” gerutu Lucia dengan wajah cemberut.


“Apa kau ingin mengetahui keberadaannya? Kalau begitu menurutlah dan ikut denganku!”


Fernand tiba-tiba menghapiri Lucia dan menawarkan Lucia untuk tidak melawan lagi, maka dia akan mempertemukannya dengan Levi.


“Pergilah!” Satu kata yang keluar dari Fernand, seketika membuat semuanya langsung pergi.


Kini tersisa Lucia dan Fernand saja yang berada di sana dalam diam. Walapun Lucia masih kecil, tetapi dia bisa membedakan antara keputusan yang benar dan yang salah.


Apalagi darah Xavier mengalih di dalam tubuhnya, dengan penuh percaya diri Lucia langsung menolak tawaran tersebut.


“Tidak! Luci tahu kalau Paman adalah orang yang jahat. Luci tidak akan pernah mengikuti, Paman!” tolak Lucia.


“Benarkah? Kalau begitu tidak ada pilihan lain lagi, selain langsung membunuhnya.” Sontak saja perkataan Fernand membuat Lucia terkejut dan mengubah keputusannya.


“Baiklah, tapi tolong jangan sakiti Kak Levi,” ujar Lucia yang takut terjadi sesuatu yang buruk pada Levi.


“Keputusan yang bagus. Ikutlah denganku!”


Fernand lalu membawa Lucia masuk dan menuju sebuah kamar dimana Levi berada. Saat Lucia sampai di dalam kamar itu, Levi masih belum sadarkan diri dalam keadaan tangan dan kaki yang terikat.


“Sania! Lihatlah, aku membawakan apa yang kau inginkan!” seru Fernand dengan perasaan bahagia.


“APA!” bentak Sania yang merasa terganggu dengan kehadiran Fernand, sebelum dia menangkap sosok Lucia yang berada di sampingnya.


“Woah, … Bagaimana bisa tebakanku menjadi kenyataan!” seru Sania dengan mata berbinar begitu melihat keberadaan Lucia di sana.


“Sesuai janji, aku membawakan apa yang kau inginkan,” ujar Fernand terlihat sedikit menyombongkan diri.


“Terserah kau mau ngomong apa, Kak! Yang penting sekarang aku mendapatkan Nona kecilku.”


Namun, Sania tidak memperdulikan Fernand sama sekali. Seba dia hanya fokus menatap Lucia yang tengah melihat ke arah Levi terus, sejak pertama dia masuk di dalam kamar itu. Sania perlahan mendekati Lucia seperti saat dia masih menjadi pengawal untuk Zhia dan si kembar.


“Nona kecil, betapa bahagianya saya melihat anda lagi setelah sekian lama,” ujar Sania yang berniat memeluk Lucia.


“Apa kau yang melakukan itu pada Kak Levi? Cepat lepaskan Kak Levi sekarang juga!”


Lucia mencoba memberikan perintah pada Sania seperti sebelumnya. Akan tetapi, Sania malah hanya menertawakannya saja.


Apalagi melihat kepolosan di wajah Nona kecilnya itu yang seolah mengatakan bahwa dia tidak mengetahui apa yang sedang dia hadapi saat ini. Hingga seorang anak buah mereka yang berjaga di perbatasan datang dan melaporkan kabar buruk.


“Tuan besar! Gawat, pasukan Rayden terlihat sedang mendekati lokasi kita sekarang,” ujar anak buah tersebut dengan deru napas yang super cepat.


“APA! Suruh semuanya bersiap sekarang!” perintah Fernand yang segera melangkah pergi.


“Sania, berhati-hatilah dengan gadis kecil ini. Dia sangat berbahaya,” pesan Fernand sebelum meninggalkan kamar tersebut.


Bersambung,.......


...****************...


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life🙏🙏🙏😞...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...