Willea

Willea
33. Nomor tidak di kenal!



...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...


...‌𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵 ...


...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...


Sementara di hotel, tepatnya di depan kamar hotel Bastian menginap. Kenzo dan beberapa anak buahnya sudah bersiap untuk membunuhnya.


Kenzo pun membuka pintu kamar itu dengan paksa, hingga membuat gagang pintunya menjadi hancur.


Namun, begitu mereka masuk ke dalam kamar itu keberadaan Bastian sudah tidak ada di sana.


Padahal Kenzo sudah bersiap dengan senjata apinya dan berniat membunuhnya dengan sekali tembak.


“Kemana Bastian pergi?” gumam Kenzo yang terkejut dengan tidak adanya Bastian di dalam kamar itu.


“Cepat cari dia sampai ketemu!” perintah Kenzo kepada para anak buahnya.


“Baik, Tuan!”


Anak buah Kenzo pun segera memeriksa setiap tempat yang ada di dalam kamar itu. Akan tetapi, keberadaan Bastian sepertinya sudah tidak berada di sana sejak awal.


Kemarahan pun tampak jelas di wajah Kenzo, begitu menyadari bahwa sepertinya Bastian sudah mengetahui tentang pengkhianatan Nya.


“Tuan, kami tidak menemukan keberadaannya di dalam kamar ini,” Seorang anak buah pun melapirkan hasil pencariannya.


“Dia sepertinya belum pergi jauh dari hotel ini. Cepat cari dan bunuh dia! Aku tidak ingin kita juga gagal dalam melaksanakan tugas ini. Kalian mengerti!” ujar Kenzo.


“Kami mengerti, Tuan!” sahut para anak buahnya.


“Kalian boleh pergi sekarang.”


Kenzo lalu segera menyuruh anak buahnya untuk mengejar Bastian. Sebab dia tidak ingin ikut disalahkan oleh Richo karena gagal dalam melaksanakan tugasnya.


Dan sesuai dugaan Kenzo, Bastian mengetahui kalau dia berkhianat karena dia memasang alat penyadap di kamar Kenzo.


Akhirnya Bastian mengetahui bahwa selama ini Kenzo ternyata bekerja dengan Richo. Bahkan sekarang Kenzo malah berniat untuk membunuhnya agar misinya membawa Levi kembali ke negara K berhasil di gagalkan dan dia akan memanipulasi Roman dengan menjadi dirinya mengirim laporan palsu.


Terlihat Bastian menggunakan sebuah taxi untuk menjauhi hotel itu, dia pun menyuruh supir taxi untuk mengantarkan dirinya menuju ke mansion milik Rayden.


Sebab Bastian mengira Tuan muda yang sedang di carinya itu juga tinggal di dalam mansion itu seperti pengawal pribadi lainnya.


“Kita sudah sampai, Tuan!” ujar supir taxi yang memberitahu Bastian bahwa mereka sudah samapi di tujuan yaitu mansion mewah milik keluarga Xavier.


“Terima kasih, ini ongkosnya. Kembaliannya buat anda saja!” ujar Bastian sembari menyerahkan sejumlah uang pada supir taxi itu.


Bastian pun segera turun dari taxi itu dan memperhatikan mansion yang tidak kalah mewahnya dengan milik Roman.


Bastian ingin meminta izin untuk menemui tuan mudanya, tetapi dia mengurungkan niatnya mengingat waktu yang menunjukkan hampir pagi.


“Tuan muda, bagaimana caraku menemukanmu? Sedangkan nyawaku sendiri juga berada dalam bahaya,” gumam Bastian yang terus menatap ke arah mansion mewah itu.


Seorang penjaga gerbang pun menyadari keberadaan Bastian di sana. Karena merasa aneh dan curiga, penjaga gerbang itu pun menghampiri Bastian untuk menanyakan masuk keberadaannya di sana.


“Apa yang sedang Tuan lakukan larut malam di sini?” tanya penjaga gerbang itu yang sedikit membuat Bastian terkejut.


p


“Maaf, jika saya mengganggu. Kedatangan saya ke sini untuk menemui Zaen Levi. Perkenalkan saya Bastian, pamannya yang datang dari jauh,” ujar Bastian yang memperkenalkan dirinya dengan sangat sopan.


“Tuan Levi tidak tinggal di sini, Tuan! Kalau anda ingin menemuinya sebaiknya menunggu pagi. Tuan Levi akan datang setiap pagi untuk mengawal Tuan dan Nona kecil ke sekolahnya.”


Penjaga itu pun memberitahu jadwal kedatangan Levi, karena merasa Bastian bukanlah orang jahat.


Meskipun penjaga itu tidak mempercayai bahwa Bastian adalah paman dari seorang Zein Levi, mengingat semua orang mengatakan kalau Levi selalu hidup sebatang kara tanpa di ketahui asal usul keluarganya.


“Baiklah, terima kasih atas informasinya,” ucap Bastian yang langsung pergi dari sana setelah mendapat kesempatan untuk menemui Tuan muda yang sedang di carinya.


“Maaf, apa kau mempunyai nomor teleponnya agar aku bisa menghubunginya?” tanya Bastian dengan sedikit ragu-ragu.


Akhirnya, Bastian pun memiliki cara untuk menghubungi Tuan mudanya. Karena tidak ingin mengganggu pekerjaan penjaga gerbang itu, Bastian pun pamit pergi dari sana. Bastian kini hanya tinggal menunggu sampai Levi datang.


Karena harus menunggu sampai pagi, Bastian pun terpaksa tidur di bangku sebuah taman agar bisa menemui Levi jika pagi sudah menjelang.


Dan karena dia harus menghindari kejaran Kenzo dan anak buahnya, tempat terbuka merupakan tempat teraman di bandingkan dia harus menyewa sebuah kamar hotel lagi.


Keesokan paginya, seperti yang di katakan oleh sang penjaga gerbang. Levi pun datang bersama dengan Jaydon dan Felix, tetapi saat itu Bastian masih ketiduran di bangku taman.


Dan tak berselang lama Will datang dengan mengendarai mobilnya, di saat Will memasuki gerbang itulah Bastian terbangun dan melihatnya.


“Astaga, kenapa aku bisa sampai ketiduran? Apakah Tuan muda sudah datang atau belum?” gumam Bastian sembari meregangkan otot tubuhnya yang terasa kaku, karena tidur di tempat yang kurang nyaman.


“Sebaiknya aku menghubungi nomor telepon yang di berikan penjaga gerbang semalam,” lanjut Bastian yang mengambil ponselnya dari saku jas yang sedang dia kenakan.


Tut, … Tut, … Tutt, …


Bastian terus menunggu sampai Levi menerima panggilan teleponnya, tetapi setelah cukup lama menunggu tidak ada tanggapan dari Levi.


Bastian pun memutuskan untuk menghubunginya lagi sampai Levi menerima panggilan teleponnya.


Disisi lain, Levi ternyata tengah membahas mengenai orang-orang yang berniat membunuhnya semalam dengan Will, Jaydon dan juga Felix.


Ternyata semalaman Will tidak tidur demi mencari tahu mengenai identitas orangg-orang itu dan dia pun berhasil menemukan identitasnya.


“Lev, aku sudah mengetahui identitas pemilik mobil itu dan orang-orang yang berniat membunuhmu semalam!” seru Will yang menghentikan langkah Levi, Jaydon dan Felix yang menjadi penasaran di buatnya.


“Benarkah? Siapa mereka?” tanya Levi yang terlihat sangat serius.


Tut, … Tut, … Tutt, …


Namun, suara dering ponsel milik Levi yang terus berbunyi pun mengalihkan perhatian Will dan yang lainnya. Karena merasa tidak nyaman dengan siapa peneleponnya, Will pun menyuruh Levi untuk menerima panggilan telepon itu terlebih dahulu.


“Kau tidak mengangkatnya?” tanya Will yang merasa heran karena Levi terus saja mengabaikan dering ponselnya.


“Tidak penting! Kita lanjutkan pembicaraan yang tadi saja,” ujar Levi yang tidak mau membahasnya.


Tut, … Tut, … Tutt, … Dering ponsel Levi kembari terdengar.


“Dari siapa ‘sih?” tanya Felix yang merasa terganggu dengan panggilan tersebut.


“Nomor yang tidak di kenal, karena itu aku tidak mau menjawabnya,” jawab Levi yang berniat untuk mengabaikannya lagi.


“Angakatlah, siapa tahu itu penting,” ujar Will yang menyuruh Levi untuk menerima panggilan tersebut.


Bersambung,.......


...****************...


Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗


Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 10 pagi ‘yah!😍😍


Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰


Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰


Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat.


Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓


Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!


Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!


Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘