
...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...
...𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...
...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...
Ternyata Levi tanpa sadar melewatkan sumpah janji setia Will dan Alea, bahkan dia sampai tidak sadar bahwa prosesi pernikahan telah selesai. Saking seriusnya memikirkan cara untuk meminta maaf pada Lucia, Levi sampai melewatkan moment terpenting pernikahan dari Will yang sudah di anggapnya sebagai kakaknya sendiri.
“Hah? Apa yang sedang dia bicarakan?” gumam Levi yang tampak bingung ketika lampu sorot tertuju padanya.
Suara tepuk tangan semua orang memenuhi setiap sudut aula pernikahan yang sangat megah itu. Tatapan penuh harapan hanya tertuju pada Levi seorang, hingga Levi tanpa sengaja saling bertatapan dengan Lucia.
“Nona kecil?” gumam Levi lagi yang terpaku pada tatapan mata Lucia.
“Zaen, apa yang sedang kau pikirkan? Kau tidak lihat mereka semua sudah menunggumu,” ujar Kakek Roman yang kembali menyadarkan Levi dari lamunannya.
“Hah? Memang apa yang sedang mereka tunggu?” tanya Levi balik dengan raut wajah bingungnya.
“Kau tidak dengar? Mereka memintamu untuk membawakan sebuah lagu di hadapan semua orang.”
Tiba-tiba Noland duduk di sampin Levi dan menjelaskan yang terjadi. Mendengar hal itu, seketika Levi langsung menatap tajam pada Felix dan Jaydon yang sedang bertugas sebagai MC di pernikahan tersebut.
“Sialan kalian berdua!” umpat Levi dengan tatapan kesalnya.
Namun, Felix dan Jaydon malah terus menertawakan reaksinya. Sebenarnya sejak menyadari Levi yang termenung selama prosesi pernikahan Will dan Alea. Felix dan Jaydon sudah memperhatikannya. Sehingga mereka pun memanfaatkan kesempatan itu untuk mengerjai Levi. Kapan lagi mereka menddapat kesempatan untuk melihat penampilan seorang Tuan muda Levi.
“Ayo, semuanya kita berikan semangat untuk penampilan dari Tuan muda Zaender Levi!” seru Felix yang memprovaksi semua orang untuk mendesak Levi melakukan yang mereka inginkan.
“Levi! Levi! Levi!”
Semua orang pun bersorak sorai memanggil nama Levi mengikuti panduan dari Jaydon. Levi dengan berat hati beranjak dari tempat duduknya dan melangkah sambil menebarkan pesona seorang Tuan muda menghampiri Will dan Alea.
Melihat Levi yang sudah berada di atas panggung, Felix pun segera berlari menghampirinya untuk memberikan microfon. Terlihat Felix tersenyum puas melihat Levi yang tidak berdaya untuk menolak untuk menampilkan bakat bernyanyinya.
“Kasihan yang di abaikan oleh Nona kecil!” ledek Felix sambil berbisik pada Levi yang semakin terlihat kesal di raut wajahnya.
“Dasar sialan kalian berdua!” umpat Levi yang juga harus berbisik agar tidak terdengar oleh semua orang.
“Hahahahaaa, … Selamat menikmati rasanya di abaikan, Tuan muda Zaender Levi!” goda Felix yang malah tertawa di atas penderitaan Levi saat itu, karena di abaikan.
Setelah itu, Felix pun berjalan santai meninggalkan panggung kembali ke posisinya. Bahkan Felix malah menceritakan semuanya pada Jaydon dan menertawakan Levi di belakang panggung. Levi pun menyadari kelakuan Felix dan Jaydon itu, tapi dia tidak bisa berbuat apapun kecuali menahan amarahnya untuk saat ini.
“Felix sialan! Beraninya dia menertawakan ku di saat seperti ini,” umpat Levi dengan geramnya.
Tidak ada satu pun yang mendengar kekesalan seorang Levi, kecuali Will dan Alea yang memang berdiri di antara mereka sejak tadi. Tidak ingin adik kecil kesayangannya terus terbawa amarah dan dilema, Will pun membisikan sesuatu pada Levi.
“Cobalah nyanyikan sebuah lagu yang mewakili perasaanmu pada Nona kecil saat ini. Mungkin itu akan sedikit membantumu untuk mendapatkan maaf darinya,” bisik Will pada Levi yang berdiri tidak jauh dari singgasana seharinya itu.
“Terima kasih, Will! Kau memang yang terbaik, tidak seperti kedua bajingan itu yang malah tertawa di atas penderitaanku,” ujar Levi yang akhirnya mendapatkan sebuah ide untuk meluluhkan hati Nona kecilnya.
“Hahaaaa, … Perjuangan masih sangat panjang, Lev! Lebih baik kau pelan-pelan saja,” saran Will sebagai seorang pria sekaligus seorang kakak pada adiknya.
“Aku tahu itu, tapi setidaknya Nona kecil tidak membenciku seperti ini,” sahut Levi.
Setelah mengatakan itu, Levi pun berjalan menuju sebuah piano yang tersedia di sana. Sebuah piona yang sedari tadi di gunakan untuk mengiringi setiap prosesi pernikahan Will dan Alea. Dengan kharisma yang tiada habisnya, Levi pun bersiap untuk menunjukan penampilan specialnya.
“Kali ini saya akan menyanyikan sebuah lagu, khusus untuk seseorang yang sangat special dalam hidupku!” ujar Levi.
“Aku sungguh ingin meminta maaf, karena sudah mengabaikan tangisanmu waktu itu. Jadi, jangan lewati dan abaikan diriku seperti ini. Sebab hatiku begitu rapuh saat kau tidak menganggap kehadiranku tidak terlihat di matamu,” ucap Levi dengan setelus hatinya, bahkan matanya sampai berlinang karena berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh.
“Maafkan aku dan jangan tinggalkan aku seperti ini,” pinta Levi memohon, “Aku mohon, Nona kecil,” lanjutnya dalam hati.
Seketika suasana di aula terasa begitu hening menantikan penampilan seorrang Tuan muda Zaender Levi. Terlihat Levi kembali menatap Nona kecilnya yang juga sedang memperhatikan dirinya dengan seksama. Hingga perlahan jari jemari Levi mulai bergerak dan membuat alunan nada piano yang begitu indah dan merdu.
...Don't go tonight...
...Jangan pergi malam ini...
...Stay here one more time...
...Menetaplah di sini sekali lagi...
...Remind me what it's like...
...Ingatkan saya bagaimana rasanya...
...And let's fall in love one more time...
...Dan mari saling mencinta sekali lagi...
...I need you now by my side...
...Kubutuh dirimu di sisiku...
...It tears me up when you turn me down...
...Kau buatku bersedih di saat kamu mengabaikanku...
...I'm begging please, just stick around...
...Kumohon tolong bertahanlah...
...I'm sorry, don't leave me, I want you here with me...
...Maafkan dan jangan lewati aku, kuingin kamu di sini bersamaku...
...I know that your love is gone...
...Kutahu jikalau cintamu sudah tiada...
...I can't breathe, I'm so weak, I know this isn't easy...
...Tak bisa kutahan, ini tidaklah mudah, saya begitu rapuh...
...Don't tell me that your love is gone...
...Jangan bilang bahwa cintamu sudah tiada...
...That your love is gone...
...Cintamu sudah tiada...
...I'm sorry, don't leave me, I want you here with me...
...Maafkan dan jangan lewati aku, kuingin kamu di sini bersamaku...
...I know that your love is gone...
...Kutahu jikalau cintamu sudah tiada...
...I can't breathe, I'm so weak, I know this isn't easy...
...Tak bisa kutahan, ini tidaklah mudah, saya begitu rapuh...
...Don't tell me that your love is gone...
...Jangan bilang bahwa cintamu sudah tiada...
...That your love is gone...
...Cintamu sudah tiada...
Suara nyanyian merdu dari Levi menghipnotis semua orang ketika dia membawakan lagu dari SLANDER Feat Dylan Matthew yang berjudul Love is Gone. Semua orang terhayut dalam lirik dan suasana nyanian Levi yang begitu mendalami setiap lirikan yang dia nyanyikan tak terkecuali Lucia.
Ketika Levi bernyanyi tatapannya terus tertuju pada Nona kecilnya, dia berharap lagu yang dia nyanyikan akan sampai pada Nona kecilnya. Benar saja, ketulusan Levi tersampaikan pada Lucia. Begitu lagunya selesai, Lucia langsung berlari menghampiri Levi dan memeluknya dengan erat.
“Maafkan saya, Nona kecil!” pinta Levi tepat di telinga Lucia.
“Jangan pergi lagi! Tetaplah di sisiku, Kak Levi,” ujar Lucia yang tidak ingin melepaskan Levi lagi.
“Saya ingin sekali tetap tinggal di sini dan selalu di samping anda, tapi keadaan tidak memungkin saya untuk melakukan itu. Saya harap Nona bisa mengerti dengan keputusan saya ini,” jelas Levi meskipun tidak menjelaskan seluruh alasannya.
“Luci sangat merindukan Kak Levi, jadi jangan pergi lagi!” Namun, Lucia masih tetap keukeuh untuk tidak mengijinkan Levi pergi lagi.
“Maaf, tapi saya harus tetap pergi! Meskipun begitu saya akan selalu menghubungi Nona setiap harinya,” ujar Levi yang tidak bisa mengambulkan permintaan Lucia untuk tetap tinggal.
“Jangan pergi!” Hanya itu yang terus Lucia katakan berharap bisa menahan Levi untuk tetap di sisinya sembari mempererat pelukannya.
“Hust, … Hay, kau sebaiknya berhenti bermesraan di situ! Apakah kau tidak menyadari tatapan tajam yang bagaikan anak panah beracun yang tertuju padamu?” Tiba-tiba suara Felix mengacaukan moments indahnya.
“Lebih baik jangan mengacau di pernikahan orang, kalau tidak ingin pernikahanmu kelak di kacaukan oleh orang lain juga,” ujar Jaydon yang juga ikut mengingatkan.
“Ouh, … Benar! Aku melupakan keberadaan Tuan muda di sini,” batin Levi yang tanpa sengaja saling bertatapan dengan Rayden.
Tepuk tangan semua orang semakin meriah, mereka seperti sedang menyaksikan pernikahan dua pasangan sekaligus. Namun, berbeda dengan Rayden yang merasa terancam bahwa suatu hari Levi akan mencuri putrinya. Tatapan tajam dan tidak suka terus Rayden lontarkan pada Levi yang sedang berpelukan dengan putrinya.
“Beraninya dia menyentuh putri kecilku di hadapan semua orang!” geram Rayden dengan tatapan tajamnya yang bagaikan anak panah beracun yang di tujukan pada Levi.
Bersambung,.......
...****************...
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...