
...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...
...𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵 ...
...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...
“Kenapa kau memilih untuk bergabung dengan kami? Alasan apa yang harus membuatku bisa menerimamu disini?” ujar Noland yang terlihat tidak begitu menyambut Jaydon, tidak seperti dia menyambut Felix untuk bergabung.
“Memamg alasan apa yang tersisa untukku sekarang? Aku hanya bisa menawarkan raga dan jiwaku untuk mengabdi pada keluargamu? Tidak ada yang bisa membuatkan alasan untukku, bukan?” jelas Jaydon yang tidak mampu untuk menjawab pertanyaan dari Noland, tapi dia benar-benar ingin mengabdikan diri pada keluarga orang baik ini.
“Baiklah, untuk sekarang aku mempercayai ketulusanmu! Tapi ingat, aku akan tetap mengawasi setiap gerak gerikmu. Dan aku ingin kau menjadi supir pribadi kedua cucu kembarku, apa kau keberatan dengan posisi yang aku berikan padamu?”
Ternyata Noland hanya ingin sedikit mempermainkan Jaydon saja. Jika dia belum menutup masalalunya, maka sekarang sudah di pastikan Jaydon tidak akan pernah bebas dari penjara dengan banyaknya kejahatan yang telah di perbuatannya.
“Terima kasih banyak, Tuan dan Nyonya besar! Karena telah memberikan saya sebuah kesempatan yang selamanya tidak akan pernah saya sia-siakan!” seru Jaydon.
Dia tidak peduli bahwa dirinya telah dipermainkan atau tidak. Setidaknya sekarang dia mempunyai alasan untuk melanjutkan hidup yaitu menjadi supir pribadi Luca dan Lucia.
Seumur hidupnya Jaydon tidak akan pernah melupakan kebaikan keluarga Xavier kepadanya
“Ouh, … Sepertinya kau sangat bahagia menjadi supir cucu kembarku ‘yah? Ingat, ada Levi dan Felix yang akan senantiasa mengawasimu.” Noland kembali menekankan.
“Baik, Tuan besar! Saya pasti akan membuktikan bahwa saya telah berubah,” ujar Jaydon penuh kesungguhan.
“Ouh, … Baguslah, kalau begitu kalian boleh pergi sekarang!” usir Noland yang merasa merinding dengan sikap Jaydon yang menjadi sangat penurut padanya dengan wajah tegas seperti itu.
“Baik, Tuan dan Nyonya besar! Kalau begitu kami pamit undur diri terlebih dahulu,” pamit Felix dan Jaydon seraya membungkuk hormat sebelum pergi.
“Kalian berdua selamat bergabung di keluarga kami ‘yah?” ucap Julia sebelum keduanya meninggalkan ruangannya.
“Terima kasis, Nyonya besar! Kami pasti akan bekerja dengan keras,” ujar Felix dan Jaydon dengan kesungguhan hati mereka.
Setelah Felix dan Jaydon meninggalkan ruangan, Noland dan Julia pun langsung kembali ke kamar mereka untuk beristirahat.
Sebelum itu, mereka menyempatkan menemui Rayden untuk menyampaikan perihal Felix dan
Jaydon.
Sekaligus mereka juga ingin mengetahui kondisi Rayden yang tadi pagi terus muntah-muntah, tidak lupa mereka juga menanyakan soal ketiga calon cucunya yang masih didalam perut Zhia.
Noland dan Julia juga memutuskan ingin pergi berlibur layaknya penganti baru di beberapa tempat sekaligus selama kurang lebih satu bulan.
Setelah menyampaikannya pada Rayden dan mengetahui bahwa calon cucu mereka baik-baik saja.
Julia dan Noland pun memutuskan untuk beristirahat lebih awal. Mereka tidak peduli dengan rengekkan Rayden yang meminta mereka untuk membatalkan rencana liburan mereka.
...****************...
Sementara itu, disebuah Gedung mewah Richo tengah melakukan pertemuan dengan seorang pria yang menjadi tangan kanan Bastian.
Memang sudah rencana licik Richo menempatkan seseorang mata-mata di antara orang-orang kepercayaan Ayahnya agar dia bisa mengetahui segala yang di rencanakan oleh ayahnya.
“Bagaimana? Kedatanganmu ke sini pasti karena membawa informasi yang sangat penting, bukan?” ujar Richo yang tidak ingin membuang waktunya untuk berbasa basi.
“Benar, Tuan! Saya membawa informasi bahwa Tuan Bastian kini telah menemukan keberadaan Tuan muda Zaen dan diasedang dalam perjalanan untuk membawanya kembali atas perintah dari Tuan besar,” Pria yang bernama Kenzo itu pun melaporkan semuanya tanpa terkecuali.
“Wahh, … Ternyata pria tua itu cukup cekatan juga. Sepertinya dia ingin menyelamatkan cucu satu-satunya itu, tapi semua itu sudah terlambat karena mungkin sekarang dia sudah mati di tangan orang-orangku.”
Dengan penuh percaya diri, Richo mengira bahwa para anak buahnya telah berhasil membunuh Zaen sesuai yang dia perintahkan.
Baik Richo maupun anak buah yang dia kirimkan belum mengatahui bahwa orang yang sedang menjadi incaran mereka adalah bocah psikopat kepercayaan dari ketua mafia terkejam di dunia.
“Lalu apa tugas saya selamjutnya, Tuan?” Kenzo pun menanyakan untuk tugas selanjutnya.
“Tepatlah bersama dengan si Bastian itu. Jika ada kesempatan bunuh dia saat di sana, setelah berhasil menyingkirkannya kaun harus menggunakan Namanya untuk melaporkan pada orang tua itu. Tentu saja dengan laporan yang tidak sesuai dengan yang terjadi,” jelas Richo sembari memberikan perintah lanjutan pada mata-mata terbaiknya itu.
“Hmmm, … Kau boleh pergi sekarang!” ujar Richo yang menyuruh Kenzo untuk kembali melakukan tugasnya.
“Saya pamit undur diri, Tuan!”
Sebelum pergi Kenzo pun memberi hormat pada Tuannya itu.
Kenzo pun meninggalkan Gedung mewah itu, sementara itu beberapa anak buah langsung menghampiri Richo. Mereka semua mendengarkan apa yang tadi di bicarakan oleh Richo dan Kenzo.
“Tuan, kami menghadap!” sapa salah satu dari mereka yang seperti pemimpinnya.
“Kalian mendengarnya dengan jelas, bukan?” tanya Richo.
“Iya, Tuan! Silahkan berikan kami perintah.” Orang itu kembali menjawab.
“Awasi, Kenzo! Laporkan apapun yang dia lakukan, jika di butuhkan bantu dia dalam menjalankan misi yang aku perintahkan tadi,” perintah Richo.
Dia tidak ingin rencananya kali ini untuk merebut kekuasan Roman kembali gagal seperti sebelumnya karena kehadiran keponakannya itu yang sudah lama dia anggap mati.
Tapi kenapa lokasi keponakannya itu malah di temukan disaat dirinya hampir sepenuhnya menaklukkan kekuasaan milik pria tua yang selama ini berperan sebagai ayahnya.
“Baik, Tuan! Kami akan pastikan Bastian tidak akan pernah bisa membawa pulang Tuan Zaen kembali,” sahut anak buahnya lagi.
“Hmm, … Aku akan mempercayakan yang di sana pada kalian, meskipun aku telah mengirim pembunuh bayaran untuk melenyapkannya tapi sampai sekarang tidak ada hasil yang memuaskan.”
Richo pun teringat dengan laporan sebelumnya yang mengabarkan bahwa pembunuh bayaran yang dia pekerjakan gagal menghabisin Zaen.
Padahal di katakan bahwa pada saat itu adalah waktu yang tepat untuk menghabisi Zaen dan menjadikannya sebagai kecelakaan lalu lintas biasa.
“Baik, Tuan! Kami akan memastikan misinya akan berhasil.”
Masih dengan penuh keyakina yang cukup besar, anak buah Richo pun menganggap bahwa itu merupakan pekerjaan yang sangat mudah.
Padahal merea tidak tahu bahwa target merekakali ini adalah Zaen Levi, bocah psikopat yang sangat kejam dan juga ahli dalam menghabisi para musuhnya.
“Kalian boleh pergi sekarang,” ujar Richo.
Satu persatu anak buahnya pun meninggalkan ruangan itu. Kini tersisa Richo sendirian yang tengah menikmati anggur merahnya sembari membayangkan dia merebut semua kekuasaan dan kekayaan Roman yang selama dia incar.
“Kita lihat keponakanku, sayang! Apakah kau masih bisa bertahan hidup seperti duluatau kau akan segera menyusul kedua orang tuamu yang sudah lama di neraka,” gumam Richo disertai dengan seringai jahatnya.
Bersambung,.......
...****************...
Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗
Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 10 pagi ‘yah!😍😍
Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰
Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰
Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat.
Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓
Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!
Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!
Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘