
...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...
...𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...
...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...
Jauh berbeda dengan Luca yang masih mengamati pertarungan semua orang melalu kamera. Kali ini Luca dan anak buahnya dapat dengan mudah mengoperasikan drone mereka, di sebabkan semua orang hanya fokus dalam pertarungan.
Pada saat Luca tengah fokus mengamati layar laptopnya. Felix yang merasa sangat bosan karena sudah tidak ada lagi musuh yang mendekat.
Akhirnya mendekati Luca dan berkata, “Tuan kecil, apakah anda tidak merasa bosan di sini?”
“Tidak,” jawab Luca masih fokus dengan layar laptopnya.
“Haaah, … Kenapa aku merasa seperti sedang berbicara dengan muda. Padahal dia masih kecil, tapi kenapa auranya sangat mirip dengan Ayahnya,” batin Felix sembari mengerutkan bibirnya yang semakin merasa bosan.
Namun, dari hasil pengamatannya Luca mulai menyadari bahwa pertarungan itu semakin tidak kondusif.
Levi dan Lucia terlihat sudah bisa mengatasi Sania dan pembunuh bayaran itu, meskipun beberapa kali mengalami kesulitan, tapi dengan kerjasama keduanya yang sangat baik Luca bisa sedikit merasa tenang.
“Luci dan Kak Levi terus saja terjebak di dalam sana, tapi mereka bisa mengurusnya meskipun membutuhkan banyak waktu melihat lawannya adalah Sania dan pembunuh bayaran,” ujar Luca tiba-tiba.
Mendengar perkataan Luca, Felix pun merasa penasaran. Dia diam-diam ikut memperhatikan rekaman kamera drone dimana dia bisa melihat Levi dan Lucia sedang bertarung melawan banyaknya musuh.
Tanpa sadar Felix mempaparkan apa yang dia lihat dari pertarungan itu.
Dengan berucap, “Woah, … Nona kecil memang selalu yang terbaik. Lihatlah, betapa gilanya Levi juga tapi sepertinya mengalami beberapa luka yang cukup fatal.”
“Benarkan? Dilihat dari strategi dan trik mereka berdua, Sania dan para pembunuh itu bisa di atasi. Iya, ‘kan?”
Melihat Felix memiliki kemampuan menilai dengan tepat, Luca pun meminta pendapatnya lagi mengenai perkiraan hasil akhir pertarungan Levi dan Lucia.
“Benar, mereka bisa mengatasinya tapi akan menguras banyak tenagga dan juga waktu,” ujar Felix membenarkan perkataan Luca sebelumnya.
Kemudian, Felix juga menjelaskan tentang situasi Levi, “Lalu lihatlah ini! Jaydon bisa mengatasinya dengan sangat mudah, dia bisa membereskan si Bongsor saat ini juga. Tapi dia memilih untuk balas dendam dulu sebelum membunuhnya, karena kematian itu sangat mudah di bandingkan dengan penyiksaan.”
“Iya, kita tidak perlu khawatir dengannya,” sahut Luca sependapat.
“Hmmm, … Dia sedang menikmati kegilaanya saat ini, tidak seperti aku yang harus duduk santai sambil melamun di sini,” ujar Felix seketika kebosanan kembali melanda dirinya.
“Apa Kak Felix mau ikut menggila?” tanya Luca secara tiba-tiba.
“Iya, tapi saya tetap harus melindungi anda di sini,” jawab Felix.
Bagaimana pun juga perintah dari Tuannya lebih penting di bandingkan dengan keinginan dirinya yang ingin sekali menggila.
Begitu juga dengan Jaydon yang bahkan tidak perlu dia khawatirkan lagi. Melalui rekaman drone yang tertangkap, Jaydon memang sedang menagih utang Thunder secara perlahan.
Akan tetapi, pergerakan Fernand sedikit membuat Luca khawatir. Di tengah pertarungan, Fernand menghilang dan Luca masih belum menemukan lokasinya.
Tidak ingin menghiraukan firasat buruknya melihat Fernand yang tiba-tiba menghilang.
Luca pun menawarkan pada Felix untuk ikut turun tangan dalam pertarungan dengan berkata, “Bagaimana kalau Kak Felix ikut bergabung saja dengan mereka untuk menggila?”
“Situasi di sini sudah cukup aman untukku, Kak Felix pergilah bantu Papah dan Will di sana,” lanjut Luca lebih terdengar seperti pemintaan.
“Tapi, Tuan muda sudah memerintahkan saya untuk tetap berada di samping anda. Maaf, seberapa besar keinginan saya untuk ikut bertarung perintah dari Tuan muda adalah yang utama untukku,” ujar Felix yang dengan tegas menolaknya.
“Lagi pula tidak ada yang bisa kau lakukan di sini selain mengganggu konsentrasiku. Lebih baik Kak Felix membantu Papah dan Paman Will saja. Lihatlah ini!”
Namun, Luca tidak menyerah begitu saja untuk membujuk Felix, dia pun memperlihatkan semua rekaman kamera drone.
Felix pun melihat dan mengamatinya dengan seksama, tetapi dia tidak menemukan ssesuatu yang salah. Semuanya sedang bertarung mati-matian di matanya, hingga perkataan Luca membuat keputusannya menjadi goyah.
“Siapa yang tidak terlihat di sini?” tanya Luca dengan raut wajah seriusnya.
“Maksudnya, _....” Felix tak mampu berkata-kata.
“Benar, hanya Fernand yang tidak terlihat di semua tempat. Karena itulah, Kak Felix harus membantu Papah dan Paman Will. Luca takut dia sedang merencanakan sesuatu yang tidak bisa di tangani,” jelas Luca masih dengan raut wajah seriusnya.
“Kak Felix, pergilah bantu Papah dan yang lainnya. Luca akan baik-baik saja, mereka sudah sangat cuku untuk melindungiku di sini,” ujar Luca dengan tatapan memohon.
Terlihat Felix menghela napas sebelum dia berkata, “Baiklah, anda harus berjanji akan segera melarikan diri jika mobil ini di serang oleh musuh.”
“Jangan khawatir, Luca bisa mengurusnya sisanya di sini,” ujar Luca sambil tersenyum.
Felix pun menyerah dan menyetujui permintaan Luca. Felix pun keluar dari mobil dan mulai bersiap. Dia pun membagi pasukannya menjadi dua kelompok, setengah untuk tetap berada di sana dan melindungi Luca. Sementara sisanya mengikutinya untuk membantu Rayden dan Will.
“Tuan kecil, kami akan pergi sekarang,” pamit Felix sebelum pergi.
“Berhati-hatilah, Kak Felix!” pesan Luca masih tersenyum dengan manisnya.
Sebelum pergi Felix memastikan keamanan untuk Luca berkali-kali. Felix dan sebagian pasukannya pun perlahan mulai meninggalkan Luca dengan berat hati, dia terus melangkah pergi.
Namun, belum jauh Felix dan pasukannya meninggalkan lokasi Luca berada. Tiba-tiba dia mendengarkan suara teriakan Luca yang terdengar sangat melengking.
Seketika Felix dan anak buahnya langsung panik dan segera berlari ketempat Luca berada sembari mengeluarkan senjata apinya.
“Arghhhh, ….!”
“Tuan kecil!” ujar Felix segera berbalik dan berlari.
Begitu sampai di mobil Luca berada, tampak seorang pria yang sangat dia kenal sudah berhasil di tangkap oleh para anak buahnya.
Tenyata pria itu adalah Kenzo yang kemunculannya mengejutkan Luca dengan cara menempatkan wajahnya di balik kaca mobil.
“Apa yang terjadi?” tanya Felix masih terlihat tegang.
“Maaf, Tuan! Pria ini tiba-tiba muncul dan mengejutkan Tuan kecil,” jelas salah satu anak buah Felix.
“Kau? Apa yang sedang kau lakukan? Apa kau berniat ingin mencelakai Tuan kecilku, Hah? Beraninya kau, …” cecar Felix dengan tatapan tajam yang ingin segera meledakan kepala Kenzo.
“Tenanglah, aku tidak sengaja mengejutkannya barusan. Sungguh!”
Dengan raut wajah panik, Kenzo mencoba menjelaskan kejadian barusan yang membuat Luca menjerit.
Mengetahui Kenzo adalah salah satu orangnya Levi, Luca membantunya dengan menjelaskan, “Kak Felix, Luca baik-baik saja. Tadi Luca berteriak karena terkejut saja ketika wajahnya tiba-tiba muncul di jendela kaca mobil.
Bersambung,.......
...****************...
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Maaf 'yah kemarin siang Author tidak jadi update. Awalnya Author udah usahain pergi ke Cafe buat nyari Wifi, tapi malah Author dapat kejutan ulang tahun dari teman dan sahabat Author....
...Terus malamnya dapat kejutan ulang tahun dari keluarga. Terima kasih buat semuanya yang sudah ngasih ucapan dan hadiahnya serta doa-doa terbaiknya🙏🙏🙏😘🥰🥰😍...
...Padahal Author sendiri lupa🤭🤭🤭...
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...