Willea

Willea
45. Waktunya Pengejaran!



...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...


...‌𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...


...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...


“Hallo, Tuan!” Suara Will langsung terdengar begitu panggilan teleponnya terhubung.


“Will, kau dimana sekarang?” Rayden langsung menanyakan keberadaan Will.


“Saya sedang berada di markas besar bersama dengan yang lainnya, Tuan!” jawab Will.


“Bagaimana hasil interogasinya?”


Mendengar tentang markas besar, Rayden pun teringat dengan perintahnya pada Will sebelumnya.


“Kami belum mengtahui siapa dalang di balik rencana pembunuhan pada Levi. Akan tetapi, kami telah menemukan petunjuk bahwa orang itu bisa di ketahui jika kita berhasil menangkap orang yang bernama Kenzo yang berhasil melarikan diri, Tuan!” jelas Will yang melaporkan semua yang didapatkan tanpa tersisa.


“Ouh, … Kebetulan sekali! Aku telah mengirimkan sebuah lokasi pada Felix yang aku duga itu tempat persembunyiannya saat ini. Perintahkan Felix dan Jaydon yang mengejarnya, kau datangkan ke kantor secepatnya. Ada tugas baru yang akan aku berikan padamu,” ujar Rayden.


“Lalu bagaimana dengan Levi?” tanya Will.


“Biarkan saja dia melakukan sesuka hatinya seperti biasa,” jawab Rayden yang tidak ingin terlalu menekan Levi untuk sekarang.


“Baik kalau begitu, saya akan segera ke kantor secepatnya!” ujar Will.


Setelah mendapat jawaban dari Will, Rayden pun segera menutup sambungan teleponnya.


Sementara, Will langsung menymapaikan perintah Rayden kepada Felix dan Jaydon dan tanpa sengaja Levi mendengar semuanya.


“Felix, periksa ponselmu! Tuan telah mengirimkan sebuah lokasi yang di duga tempat persembunyian orang bernama Kenzo itu,” ujar Will.


Felix pun langsung mengambil ponselnya dan segera memeriksa semua isi pesannya. Dan benar saja, Rayden memang telah mengirimkan lokasi itu padanya.


“Kau dan Jaydon pergilah secepat mungkin untuk menangkapnya. Ini perintah dari Tuan muda,” jelas Will.


“Bagaimana denganku?” sahut Levi yang tiba-tiba muncul dari belakang.


“Hay, kau mandi atau hanya ganti baju saja ‘sih?” ujar Jaydon yang penasaran dengan levi yang cepat kembali, padahal bilangannya tadi mau mandi. Akan tetapi, tidak sampai sepuluh menit sudah kembali.


“Aku mandi tapi tidak pakai sabun!” sahut Levi dnegan santainya.


“Hah?”


Jaydon dan Felix yang baru mengetahui kebiasaan Levi tentu saja terkejut saat mendengar, tetapi berbeda dengan Will yang sudah terbiasa.


“Sabunnya habis! Jadi, aku tidak memakainya,” ujar Levi berasalan.


“Bagaimana dengan tugasku? Apakah Tuan mengatakan sesuatu?” lanjut Levi yang tidak terlalu memperdulikan reaksi Felix dan Jaydon yang masih menatapnya tidak percaya.


“Kau mau ikut denganku menemui Tuan atau ikut bersama mereka menangkap si Kenzo atau siapa ‘lah itu?”


Sebenarnya bingung untuk menyampaikan perintahnya terhadap Levi, karena Rayden membebaskan begitu saja.


Karena itulah, Will membuat dua pilihan kepada Levi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.


“Aku ikut dengan mereka saja, sepertinya lebih seru!”


Dan seperti dugaan Will, Levi pasti akan memilih tugas yang lebih menantang dari pada menemui Tuannya di kantor.


Beda lagi kalau bertemu di Mansion, Levi pasti akan langsung mengikuti Will demi bertemu dnegan Nona kecilnya walau hanya melihatnya sekilas.


“Ya, sudah sana kalian pergi sekarang! Kalian tidak berniat melepasnya lagi, bukan?” ujar Will yang secara tidak langsung mengusir ketiga untuk pergi.


“Iya, kami pergi sekarang!” sahut Felix.


“Waktunya bermain kejar-kejaran! Aku pasti akan menangkapmu dengan tanganku sendiri, kalau perlu aku langsung membunuhmu di tempat!” gumam Levi yang sudah tidak sabar untuk merealisasikannya.


Sebelum pergi Will pun menyuruh beberapa anak buah kepercayaan untuk mengurus para tawanan tadi untuk dipenjarakan.


Setelah selesai dengan semua urusan di markas besar, Will langsung meluncur ke perusahaan untuk menemui Tuannya.


...****************...


Sesampainya di lokasi yang di kirim oleh Rayden, Levi dan yang lainnya sampi depan sebuah rumah susun yang terlihat sangat kumuh.


“Sepertinya memang benar ini lokasinya,” ujar Felix yang sudah memastikannya beberapa kali.


“Biar aku saja yang memastikannya di dalam. Kalian berdua tunggu di sini saja!” saran Levi.


“Baiklah, aku akan memeriksa di belakang Gedung ini! Felix kau tetaplah di sini,” imbuh Jaydon.


“Okay! Lev, bawa ini bersamamu.”


Felix kemudian memberikan ponselnya agar Levi bisa menemukan lokasinya dengan tepat.


Jaydon dan Felix pun setuju dengan sarannya, tetapi bukan karena mereka takut akan di serang atau sebagainya.


Mereka hanya ingin berjaga-jaga, jikalau target mereka melarikan diri maka Jaydon dan Felix akan siap menangkapnya di bawah.


Setelah diskusi singkat, Levi pun langsung saja memasuki kawasan rumah susun itu dengan membawa senjata apinya untuk berjaga-jaga.


Levi terus berjalan menaiki tangga, hingga dia sampai di salah satu kamar yang di tunjukkan oleh alat pelacak nya yang berada di lantai 5.


Dengan sekali tendangan Levi, pintu kayu yang usang itu seketika langsung terpisah dari engselnya dan memperlihatkan seorang anak lari-laki remaja yang sedang membereskan komputernya.


“Siapa kau?” tanya bocah itu dengan kebingungan dan juga ketakutan.


Apalagi Levi muncul dengan langsung menodongkan senjata api kepadanya.


“Apakah kau orang yang bernama Kenzo?” tanya Levi balik untuk memastikan.


“Bukan, namaku Mavin! Lalu, siapa kau begitu datang langsung merusak pintu rumahku?” jawabnya disertai pertanyaannya yang sebelum.


“Dimana orang yang sebelumnya datang ke sini?”


Tanpa basa basi levi terus berjalan mendekati bocah bernama Mavin itu dan langsung menanyakan Kenzo yang dia sedang cari.


Tampak jelas, bocah itu mulai ketakutan dan panik. Meskipun tidak tahu siapa nama pria yang tadi membayarnya untuk meretas, Mavin tahu betul bahwa orang itulah yang di maksud olehnya.


“Apa maksudmu? Aku tinggal sendirian selama tiga tahun terakhir,” ujar Mavin yang berusaha mengelak dan berpura-pura tidak tahu.


Levi mulai kesal menghadapi Mavin, dengan satu tangannya dia mencengkeram kerah baju yang tengah di gunakan bocah remaja itu dan langsung menyeretnya ke dekat jendela.


Dengan mengerahkan sedikit tenaganya, Levi mendorong tubuh Mavin keluar jendela.


“Orang yang tadi datang ke sini dan menyuruhnya untuk meretas sebuah data. Aku tanya sekali lagi padamu secara baik-baik, sebelum aku menggunakan cara yang tidak dapat kau bayangkan. Jadi, cepat jawab!”


Ancaman Levi terlihat sedang tidak main-main, Mavin yang mulai di landa ketakutan di saat yang bersamaan melihat Kenzo yang baru saja melewati gerbang. Demi keselamatan diri sendiri, Mavin pun segera menunjuk kearah mobil yang digunakan Kenzo.


Dan berseru, “Itu dia orang! Mobil hitam berwarna hitam yang baru saja melewati gerbang, orang yang kau cari berada didalam mobil itu.”


“Haish, … Sialan, kami sedikit datang terlambat!” umpat Levi yang segera berlari keluar untuk mencoba mengejarnya.


Saat sudah berada di lantai dua, Levi pun nekat terjun dari sana untuk menghemat waktunya. Felix bahkan sampai membulatkan matanya melihat aksi nekad dari Levi, Meskipun Levi berhasil mendarat dengan sempurna.


Bersambung,.......


...****************...


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 10 pagi ‘yah!😍😍...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...