
...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...
...𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...
...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...
“Dia wanita gila yang terus mengirimiku pesan semalam,” bisik Will pada Levi dengan putus asa.
“What?”
Hampir saja Levi berteriak, kerena terkejut dnegan kebetulan yang tak lazim itu.
“Asal kau tahu, Will! Dia pengawal baru yang di pilih langsung oleh Nyonya muda sewaktu kau pergi dengan Alea untuk menjalankan tugas,” jelas Levi masih dengan saling berbisik.
“Aish, … Sial! Kenapa firasat buruk ku selalu tepat,” gerutu Will.
“Tuan, apa yang sedang kalian bicarakan sampai berbisik seperti itu?”
Pertanyaan Alice menyadarkan Will dan Levi atas sikap tidak sopan mereka yang membicarakan seseorang tepat di depannya langsung.
Beruntung, Alice tidak di abaikan keberadaannya. Sebab terlalu menikmati wajah tampan Will yang semalaman dia rindukan.
“Aah, … Maafkan saya, Nona Alice! Ouhya, … Perkenalkan ini William Coopers, asisten pribadi Tuan muda yang sebenarnya.”
Karena tidak tahu mau menjelaskan apa yang sedang mereka berdua saling bisikkan, Levi pun terpaksa kembali melemparkan Will untuk berkenalan secara langsung dengan Alice.
Terlihat jelas mata Alice seketika berbinar saat dirinya saling berjabat tangan dengan pria idamannya.
“Senang bertemu denganmu,” ucap Will dengan canggung.
“Sepertinya malam ini aku juga tidak bisa tidur lagi. Bukan wajahnya saja yang tampan, tapi namanya juga sangat indah,” gumam Alice tanpa sadar saking terpesonanya dengan seorang Will.
“Maaf?” ujar Will mencoba menyadarkan Alice.
“Aaah, … Maafkan saya, Tuan Will!”
Begitu tersadar dari khayalannya, Alice langsung tersipu malu membuat Levi tidak tahan untuk tertawa.
Selama ini dia yang menjadi bahan tertawaan untuk Will, sekarang tiba gilirannya untuk balas dendam dan menjadikan Will sebagai bahan tertawaan nya.
“Saya ingin berterima kasih sekali lagi pada anda, karena telah menyelamatkan nyawa saya semalam. Bagaimana kalau saya mentraktir anda makan malam?” ucap Alice dengan sepenuh hatinya.
“Aaah, … Tidak perlu! Jadwalku sangat padat hari ini dan lagi pula aku tidak kekurangan uang untuk sekadar makan malam. Sungguh aku tidak perlu! Kalau begitu saya perrmisi,” pamit Will yang ingin segera menghindar dari Alice, wanita gila di mata Will.
“Saya juga pamit masuk dulauan, Nona Alice!” Tidak ingin ikut terlibat, Levi pun segera mengikuti Will menghindarinya.
“Hah? Apa baru saja aku telah di tolak olehnya?”
Alice bertanya pada diri sendiri, dia sedikit terkejut dengan penolakan Will yang semakin terlihat keren di matanya. Bukannya ingin menyerah, Alice malah semakin bersemangat untuk mendekati Will.
“Tapi tidak masalah! Aku malah semakin bersemangat untuk mengejarnya.” Alice bertekad.
Berbeda dengan Will yang malah terus di goda oleh Levi sepanjang perjalanan menemui Tuan dan Nyonya di ruang makan. Selama itu juga Will tampak sangat kesal sampai dia bertemu dengan wanita pujaan hatinya yaitu Alea.
“Cieee, …Yang baru saja dapat tawaran untuk berkencan dan makan malam,” goda Levi seraya terus menertawakan Will.
“Diamlah, atau aku akan memberitahu soal orang itu pada Tuan muda.”
Tidak tahan dengan candaan Levi, Will pun menggunakan kartu As nya untuk membuat Levi diam.
Setidaknya usahanya tidak sia-sia, seketika Levi langsung diam seribu bahasa. Dan pemandangan indah yang selalu di nantinya, kini sudah berdiri tepat di hadapan Will.
“Selamat pagi, Alea!” sapa Will dengan senyumannya yang secerah matahari.
“Hooo, … Apa yang terjadi dengan kalian berdua? Kenapa tiba-tiba wajahmu berubah menjadi sangat cerah, padahal dari tadi terlihat sangat mendung seperti akan terjadi badai hebat?”
Dengan raut wajah bertanya-tanya, Levi hanya bisa termenung melihat perubahan yang begitu drastis pada ekspresi wajah Will yang hanya berlangsung hitungan detik saja.
Namun, Will sama sekali tidak menggubris pertanyaan Levi itu. Will lebih memilih untuk menghampiri Alea kesayangannya.
“Selamat pagi, Tuan Will dan Tuan Levi!” sapa Alea balik seperti biasanya.
Sungguh Will tidak menyukai kata itu keluar dari mulut Alea dan di tujukan untuknya.
“Ehmm, … Kita sedang bekerja sekarang, sebaiknya kita menggunakan kata sapaan yang benar,” jelas Alea dengan senyuman manisnya yang membuat Will mabuk kepayang, sehingga dia lupa kalau tadi dia hendak protes dengan kata sapaan itu.
“Haaaa, … Apa-apaan semua pemandangan ini? Cinta segitiga ‘kah?” gumam Levi yang tidak mampu berkata-kata lagi.
“Ayo, kita masuk! Tuan dan Nyonya pasti sudah menunggu kita,” ujar Will pada Alea dan sepenuhnya mengabaikan keberadaan Levi.
“Sial! Sekarang aku baru sadar, kalau sejak tadi aku seperti obat nyamuk di sini,” umpat Levi pada diri sendiri.
Ternyata mereka memang benar-benar sedang di tunggu oleh semua orang terutama kedatangan Levi yang terus di cari-cari keberadaannya oleh Lucia.
Dan begitu Levi menampakan diri, Lucia langsung berlari menghampirinya dan kemudian menariknya untuk duduk tepat di sebelahnya.
“Kak Levi!” seru Lucia yang berlari kecil menghamburkan tubuhnya ke dalam pelukan Levi.
“Astaga, kenapa Nona berlari seperti ini?” tanya Levi dengan wajah khawatir, meskipun dia berhasil menangkap tubuh kecil Lucia di dalam pelukannya.
“Hehehee, … Karena Luci sangat bahagia! Kata Papah, Kak Levi sekarang menjadi pengawal Luci dan Kak Luca lagi,” jawab Lucia penuh dengan senyuman kebahagian.
Hal itu membuat perasaan levi semakin terkoyak. Jika memikirkan dia akan pergi meninggalkan Nona kecil tercintanya untuk waktu yang cukup lama.
Semua orang seketika terdiam, mereka juga merasakan hal yang sama seperti yang Levi rasakan saat ini.
“Nona, belajarlah untuk mencariku maupun keberadaanku! Karena jika saatnya nanti tiba, aku tidak ingin melihatmu menangisi kepergianku. Aku juga tidak ingin mendengar anda selalu mencari keberadaan ku seperti sekarang ini.”
Namun sayangnya, perkataan itu hanya bisa Levi utarakan di dalam hatinya saja. Membuat dadanya semakin terasa sesak, hanya senyuman yang dia paksakan untuk merespon senyuman yang sangat cantik dari Nona Kecilnya itu.
Tangan mungil Lucia lalu menggenggam tangan Levi dan menuntunnya untuk duduk. Levi hanya diam menuruti apa yang di inginkan oleh Nona kecilnya.
Mungkin ini waktu yang tepat bagi Levi mengukir kenangan yang indah bersama orang-orang yang di cintai nya, sebelum dia kembali ke dunianya sendiri.
“Kak Levi, Ayo duduk di samping Luci! Tolong suapi Luci seperti biasa ‘yah! Mulai sekarang Luci akan sarapan dari suapan Kak Levi.”
Permintaan Lucia membuat semua orang semakin terdiam, seakan gadis kecil itu menyadari bahwa Levi akan segera pergi dari sisinya. Sehingga dia melakukan berbagai macam alasan agar Levi tetap berada di sisinya.
“Nona, _....” Ucapan Levi terpotong.
“Luci, cobalah terbiasa tanpa kehadiaran Levi di sisimu. Karena sesuatu hari nanti Kakak Levi-mu itu mungkin akan menikah dan berhenti bekerja sebagai pengawalmu,” ujar Rayden yan tidak tahan dengan sikap manja putrinya terhadap Levi.
“Kalau begitu Kak Levi menikahlah dengan Luci!” seru Lucia dengan wajah polosnya.
Uhuk, … Uhuukk, …. Uhuukk, ….
Dia bahkan tidak menyadari bahwa perkataannya membuat Noland, Julia dan Zhia hampir tersedak makanan yang sedang mereka makan.
Bersambung,.......
...****************...
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 16.00 WIB ‘yah!😍😍...
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...