Willea

Willea
81. Kesempatan Terakhir!



...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...


...‌𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...


...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...


“Hah? Tangkapan apa maksudmu?” tanya Will yang tampak kebingungan sendiri dengan maksud perkataan Levi.


“Sudahlah ikut saja! Kau sedang tidak ada jadwal dengan Alea kencan malam ini, bukan?”


Tanpa berniat menjelaskan, Levi langsung saja menarik Will untuk ikut dengannya.


“Tidak ada, ta-tapi, _…”


“Sudah ikut saja, nanti kau juga akan tahu sendiri,” ujar Levi tetap memaksa.


Akhirnya Will pun terpaksa ikut dengan Levi, mereka pergi dengan menggunakan mobil Will. Ternyata tempat tujuan Levi adalah markas pribadinya, dimana sekarang dia masih menahan Kenzo.


“Kenapa kita ke sini? Apakah orang itu masih hidup?” tanya Will beegitu mereka telah sampai di sebuah rumah kosong yang terletak di dalam hutan.


“Tentu saja! Aku tidak akan membiarkan mereka yang telah berani menyentuh orangku mati dengan mudahnya,” jawab Levi dengan santainya sembari membuka pintu rumah itu dnegan kunci yang selalu dia bawa.


“Haaah, … Ternyata kau masih bocah psikopat yang dulu,” sindir Will di sertai senyuman manisnya.


“Aish, … Jangan menyindirku terus, cepatlah masuk ke dalam!” Levi tampak mendengus kesal menanggapi sindiran tersebut.


Will pun mengikuti Levi masuk ke dalam, dimana setiap ruangan yang berada di dalamnya terlihat sangat gelap. Hanya ada satu ruangan yang terdapat cahaya samar-samar di dalamnya yaitu ruangan yang di gunakan Levi untuk mengurung Kenzo.


“Hei, … Tidak bisakah kau menyalakan lebih banyak lampu di tempat ini. Aku bahkan sampai tidak bisa melihat jalannya sama sekali,” keluh Will yang beberapa kali hampir tersandung beberapa barang yang tidak sengaja di lalui nya.


“Diamlah! Ikuti langkahku saja dengan baik,” sahut Levi dengan nada sedikit kesal.


“Bagaimana bisa aku mengikuti langkahmu, bahkan wajahmu saja aku sama sekali tak bisa melihatnya,” gerutu Will lagi yang sama kesalnya dengan Levi.


“Haish, … Berisik banget ‘sih! Cepat pegang tanganku?” desak Levi sembari mengeluarkan tangannya pada Will.


“Hei, … Kau kira aku siapa, Hah? Aku tidak mau!” tolak Will dengan tegas.


“Cerewet sekali.”


Levi yang habis kesabarannya, langsung saja menarik tangan Will dan menggenggamnya dengan erat.


“Lepaskan! Kau bisa membuat para hantu di sini salah paham melihat kita seperti ini,” ujar Will yang masih sempat menggoda Levi.


“Will!!” bentak Levi kesal.


“Ouh, … Baiklah, aku tidak akan membahas soal hantu lagi,” ucap Will sembari mencoba melepaskan tangannya dari Levi.


Saking seriusnya mereka berdua berdebat, tidak terasa kini mereka telah tiba di ruangan yang di tuju. Saat memasuki ruangan itu, Will dan Levi dapat langsung melihat keberadaan Kenzo yang masih dalam keadaan berdiri dengan tubuh dan leher yang terikat.


“Hallo, apa kabar? Tidak di sangka kita bertemu lagi,” sapa Will dengan canggung.


“Aish, … Kau ini!” sungut Levi pada kelakuan Will.


“Apakah kau tidur nyenyak semalam? Kuharap begitu, karena beberapa hari ini aku tidak bisa tidur dan semua itu di sebabkan kau mengusikku,” imbuh Levi sembari memotong tali yang dia ikatkan ke atas pada leher Kenzo.


Seketika tubuh Kenzo pun ambruk dan tersungkur tepat di hadapan Will dan Levi. Tak lama kemudian, Levi mulai mengeluarkan pisau belati kesayangannya. Lalu perlahan berjalan memutari Kenzo yang masih tersungkur lemas di sana.


“Hai, apakah kau akan membunuhnya sekarang?” tanya Will yang langsung menjauh untuk menhindari cipratan darah, jikalau Levi tiba-tiba saja menggila.


“Tidak! Aku hanya ingin menawarkan kesempatan terakhir padanya. Namun, jika dia menolaknya maka aku tidak segan untuk membunuhnya secara perlahan,” jawab Levi sembari mendekatkan pisau belatinya ke wajah Kenzo.


“Seperti mengulitinya, mengeluarkan bola matanya, jantungnya dan bahkan otaknya. Setelah itu, berikan dagingnya pada binatang buas yang ada di dalam hutan ini. Setidaknya itu yang sedang aku pikirkan sekarang, atau kau punya ide lain yang lebih menarik dari ini, Will?” lanjut Levi menunjukan sisi psikopatnya.


“Aaah, … Tidak usah pedulikan aku. Kau nikmati saja sendiri,” sahut Will yang langsung bergidik ngeri kalau Levi sudah dalam mode bocah psikopat.


“Jadilah orangku! Mungkin aku bisa mengampuni nyawamu ini dan tentunya jika kau bisa berguna untukku,” ujar Levi.


“Kau ingin aku berkhianat kepada Tuan Richo dan menjadi mata-mata yang mencuri informasi untukmu, begitu?” Kenzo bertanya untuk memastikan.


“Tepat sekali!” jawab Levi membenarkan.


“Tunggu dulu, adikku sayang! Kau sungguh-sungguh memberinya kesempatan seperti ini? Bagaimana kalau dia mengkhianati-mu nanti?”


Will yang mendengar kesempatan yang di berikan Levi tidak masuk akal, dia pun segera menyela dan mencoba untuk menghentikannnya. Will tidak bisa membiarkan Levi bekerja sama dengan seseorang yang tidak bisa dia jamin kesetiaannya.


“Lebih baik kita membawanya kehadapan Tuan muda dan biarkan Tuan yang memutuskannya,” saran Will yang tidak ingin Levi salah mengambil keputusan.


“Aku yang akan mengurusnya, Will! Bisakah kau mempercayai keputusanku yang satu ini?” pinta Levi, karena dia sudah menyusun rencananya sendiri demi menunjang masa depannya kelak.


“Haaah, … Baiklah, terserah kau saja tapi berhati-hatilah!”


Karena tidak tahan dengan tatapan memelas Levi, Will pun akhirnya mengalah dan membiarkan Levi melakukan sesuka hatinya.


Namun, bagaimana pun juga Will akan tetap melaporkan tentang ini pada Rayden untuk berjaga-jaga dan Levi sudah menduga akan hal itu.


“Baiklah, sekarang apa keputusanmu?”


Setelah mendapat dukungan dari Will, Levi langsung saja menanyakan jawaban dari Kenzo atas kesempatan terakhir yang dia berikan. Sejenak Kenzo diam memikirkan dan menimbang keputusan apa yang akan dia ambil sekarang.


Jika dia menolak kesempatan itu, maka sudah di pastikan dia akan mati dengan sangat tragis. Akan tetapi, jika dia menerimanya dia juga harus menjadi serigala berbulu domba di antara banyaknya anggota mafia dan Gangster yang saat ini di pimpin oleh Fernand.


“Cepatlah, aku tidak mempunyai banyak waktu untuk menunggu jawabanmu! Kalau kau tidak menjawabnya sampai hitungan ketiga, maka akan aku anggap kau meno, _....”


“Aku menerimanya! Mulai sekarang aku akan berada di pihakmu.”


Belum sempat Levi menyelesaikan perkataannya, Kenzo tiba-tiba memotong ucapannya dan langsung memberikan jawaban yang begitu jelas.


“Ouh, … Baiklah! Aku bahkan belum sempat menghitungnya, tapi kau sudah menjawabnya dengan sangat jelas,” ujar Levi yang sedikit terkejut, karena nada bicara Kenzo sedikit mengejutkan gendang telinganya.


“Berjanjilah, kau yang akan menjadi pemenangnya dalam pertarungan ini,” tegas Kenzo yang meminta Levi untuk menjanjikan kemenangan pada pihak mereka.


“Maaf, sayang sekali! Tapi aku tidak pernah tahu caranya untuk kalah. Bukankah begitu, Will!” ujar Levi dengan penuh percaya diri.


“Betul sekali,” sahut Will membenarkan.


Bersambung,.......


...****************...


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 16.00 WIB ‘yah!😍😍...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...