
Satu minggu sudah Baby Triple R terlahir ke dunia dan menjadi bagian terpenting dalam keluarga Xavier. Selama itu juga hadiah untuk mereka semakin menumpuk, karena saking banyaknya kenalan mereka yang hanya ingin sekadar melihat ketiga bayi kembar itu.
Bukan hanya itu, suasana di dalam Mansion pun semakin ramai dengan tangisan Baby Triple R dan canda tawa semua orang yang selalu saja berebutan untuk bermain maupun menggendong tiga bayi kembar itu.
Sekadar informasi, sesuai dengan keinginan Zhia mereka akhirnya tidak memperkerjakan Baby Sister.
Karena dari awal Zhia memang tidak ingin anak-anaknya lebih bergantung pada Baby Sister Nya di bandingkan orang tuanya, sehingga mereka selalu bergantian untuk menjaga Triple Baby R. entah itu pagi, siang maupun malam sudah ada jadwalnya secara bergantian untuk menjaganya.
Hingga suatu hari, Rayden dan Zhia sedang mendapat kunjungan tamu penting dari keluarga rekan bisnis Rayden. Sehingga mau tidak mau mereka harus menemui dan menemaninya para tamu penting tersebut. Sedangkan Julia tengah mengantar Luca dan Lucia pergi ke sekolahnya. Tersisa ‘lah Noland yang harus menjaga Triple Baby R yang masih tertidur di kamar.
Akan tetapi, baru saja di tinggal beberapa menit. Regis tiba-tiba terbangun dan menangis dengan sangat kencang, Noland yang saat itu berada di sana seorang diri akhirnya berusaha untuk menenangkannya.
“Cucunya Grandpa yang ganteng! Berhentilah menangis ‘yah Regis sayang,” ujar Noland yang berusaha menenangkan Regis dengan sedikit menggoyangkan Baby Coat nya.
Namun, bukannya berhenti, Regis malah menangis semakin kencang saja. Noland pun semakin panik, hingga dia coba-coba memasukan Pacifier (Soother) atau Empeng bayi ke dalam mulut Regis untuk memastikan apakah Regis ingin menyusu lagi atau tidak.
“Ouh, … Ternyata Regis ingin minum susu lagi ‘yah, sayang?”
Tepat dugaan Noland, Regis langsung terdiam kerena dia kembali merasa lapar. Kemudian, Noland pun segera membuatkan susu untuk Regis. Tapi tak lama kemudian, Rayga dan Ryuga juga terbangun dan langsung menangis kencang. Sehingga Noland pun terpaksa menghentikan kegiatannya membuat susu untuk Regis dan menenangkan kedua cucunya yang lain terlebih dahulu.
Duuuut, …..
Terdengar suara kentut dari Rayga dan Ryuga yang menandakan keduanya sedang buang air besar. Dan untuk lebih memastikan, Noland pun perlahan membuka pampers kedua. Dimulai dari Ryuga ternyata benar dia sudah buang air besar dan ketika Noland membuka pampers Rayga, tiba-tiba muncul air mancur yang tepat mengenai wajah Noland.
“Apakah kalian bertiga sedang mengerjai Grandpa?” tanya Noland yang seketika mematung dengan raut wajah hampir menangis.
Namanya juga bayi yang bisa mereka hanya menangis atau tertawa untuk menjawab pertanyaan dari Noland. Ketiga nya pun menangis bersamaan, hingga Noland tak tahan lagi untuk mengurus ketiganya seorang diri. Tanpa membersihkan air kencing Rayga di wajahnya, Noland langsung mencari Zhia ataupun Rayden untuk meminta bantuan.
“Cano! Zhi, Papah menyerah! Bisakah salah satu dari kalian membantu mengurus ketiga setan cilik itu,” ujar Noland dengan wajah memelas yang hampir menangis.
“Apa yang terjadi, Pah? Dan air apa yang ada di wajah Papah? Kenapa tidak di bersihkan terlebih dahulu?”
Bukannya langsung mengerti, Rayden malah berpura-pura tidak tahu apa yang telah terjadi. Hanya untuk menggoda papahnya, padahal dia sendiri setiap hari mengalaminya. Noland menyadari dengan jelas bahwa Rayden hanya ingin menggodanya saja.
Noland menatap tajam pada Rayden sambil mengumpat, “Dasar bocah sialan! Pantas saja anak-anakmu seperti setan cilik!”
“Hay, kenapa Papah jadi nyalahin Cano? Bukankah gen Cano juga berasal dari Papah, maka jangan kaget kalau anak-anak Cano juga memiliki gen yang sama,” sahut Rayden yang tidak mau di salahkan.
“Ray, sudahlah! Aku akan membantu Papah saja untuk mengurus anak-anak,” ujar Zhia melerai keduanya, apalagi mereka berdebat di depan rekan bisnis mereka. Dan begitulah cara Noland di kalahkan oleh Triple baby R, si setan cilik.
Kejadian kali ini Triple Baby R usianya sudah memasuki satu bulan. Saat itu Luca dan Lucia sedang mendapatkan libur sekolahnya, mereka pun menghabiskan hari-harinya bermain dengan ketiga adiknya.
Awalnya mereka mengajak Triple R bermain layaknya anak-anak pada umumnya. Sehingga Rayden dan Noland yang saat itu sedang di tugaskan untuk menjaga anak-anak bisa sedikit bersantai sambil membicarakan masalah bisnis. Sementara Zhia dan Julia sedang sibuk menyiapkan makan siang untuk mereka.
“Kak! Ayo, kita berikan itu?” ujar Lucia memberikan isyarat pada Luca.
“Sekarang?” tanya Luca dan Lucia langsung mengangguk-anggukkan kepalanya.
“Okay, Ayo kita ambil dulu,” ujar Luca. Hingga Luca dan Lucia tiba-tiba berlari masuk ke dalam kamar mereka.
“Apalagi yang akan anak-anak itu berikan?” gumam Noland yang sedikit penasaran.
“Sudahlah, paling hanya boneka atau mainan kecil lainnya,” sahut Rayden yang tidak begitu memikirkannya.
Rayden dan Noland pun hanya sekilas memperhatikan kelakuan Double L, sebab biasanya mereka hanya ingin mengambil mainan kecil untuk di berikan kepada Triple R. setelah itu, Rayden dan Noland kembali membicarakan soal bisnis dan topik tentang pria yang lainnya.
Tak lama kemudian, Luca dan Lucia kembali dengan membawa sesuatu yang sengaja mereka sembunyikan di belakang punggung mereka. Lagi-lagi Rayden dan Noland hanya melihatnya sekilas, karena bagi mereka Luca dan Lucia sudah biasa seperti itu.
“Nah, ini hadiah special dari Kak Luca dan Lucia! Hadiah ini sangat special, karena Kak Luca sendiri yang membuatnya,” ujar Luca sembari memberikan hadiah itu pada Ryuga, Rayga dan juga Regis.
Triple R pun hanya bisa tertawa layaknya bayi pada umumnya ketika mendapatkan mainan baru. Dan ternyata hadiah tersebut adalah sebilah belati yang bisa berubah menjadi pedang seperti yang dia berikan kepada Lucia untuk perlindungan diri saat mendesak. Beruntung benda itu sudah ada sarung pelindungnya sehingga Triple R yang sedang memainkannya tidak terluka sedikitpun.
“Benar, Kak Luci juga mendapatkan satu! Mau Kak Luci cara menggunakannya agar bisa berubah menjadi sebilah pedang?” ujar Lucia yang menawarkan pada ketiga adiknya dan Triple R hanya tertawa seakan sangat bahagia menerima tawaran itu.
“Baiklah, perhatikan Kakak baik-baik ‘yah!”
Lucia pun langsung mengeluarkan belati miliknya. Disaat itu juga, Zhia muncul dari arah dapur untuk memberitahu bahwa makan siangnya sudah siap. Betapa terkejutnya Zhia, saat anak-anaknya sedang memegang sebuah belati. Sedangkan Rayden dan Noland malah asyik mengobrol sendiri.
Saat itu juga Zhia langsung berteriak, “LUCIA HENTIKAN!! BUANG YANG ADA DI TANGANMU SEKARANG JUGA!”
Sontak Rayden dan Noland yang terkejut mendengar teriakan Zhia pun segera menoleh ke arah anak-anak. Mereka sama terkejutnya dengan Zhia ketika melihat apa yang terjadi. Dengan cepat Rayden pun langsung merebut belati milik Lucia, sedangkan Noland mengambil belati yang berada di tangan Triple R.
Ilustrasi Triple R,