Willea

Willea
137. Situasi Berbahaya



...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...


...‌𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...


...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...


Tepat pada saat itu juga Alice mengorbankan dirinya dengan menjadikan tubuhnya sebagai tameng untuk melindungi Lucia. Ketiga peluru itu mendarat tepat di punggung Alice, itulah yang membuat Lucia sanga terkejut. Terlebih lagi Alice sampai memuntahkan darah segar, hingga menyembur ke wajah Lucia.


“K-kak A-alice,” lirih Lucia dengan suara yang tercekat pula.


Alice hanya tersenyum tipis, lalu tiba-tiba tubuh Alice ambruk tak sadarkan diri tepat di hadapan Lucia.


Belum selesai rasa terkejut atas pengorbanan Alice, mereka kembali di kejutkan oleh Levi yang mendapat serangan fatal dari salah satu pembunuh bayaran.


“LEVI, AWASS DI BELAKANGMU!!!”


Will kembali berteriakmengingatkan Levi, tapi sayangnya dia terlambat. Pembunuh bayaran berhasil menusuknya, karena perhatian dan pikiran Levi yang teralihkan pada Lucia dia tidak bisa menghindarinya.


“Arghhh, …”


Levi merintih kesakitan, dia bisa mendengar dnegan jelas pembunuh bayaran itu membisikan sesuatu tepat di telinganya.


“Matilah, seperti kedua orang tuamu dulu!” bisik pembunuh bayaran itu sambil menyeringai.


“Kau, _....”


Saat Levi hendak mengatakan sesuatu pembunuh bayaran itu langsung menarik pisaunya. Kemudian, dia berniat untuk memberikan Levi beberapa tusukan lagi.


Lucia yang melihat Levi dalam bahaya tanpa pikir panjang langsung melemparkan pedang kecilnya. Dan siapa sangka lemparan itu mendarat tepat di kepala sang pembunuh bayaran.


Dalam hitungan detik, pembunuh bayaran itu jatuh tak bernyawa lagi. Secara bersamaan tubuh Levi dan Lucia juga ambruk.


Levi menahan sakit pada luka-lukanya, sedangkan Lucia ambruk karena tubuhnya gemetar ketakutan melihat pengorbanan Alice dan Levi di saat yang bersamaan.


“Nona kecil! Levi!” seru Will yang segera berlari menghampiri keduanya.


Namun, baru saja setengah perjalanan dia berlari seketika Will kembali mematung saat menatap Lucia. Ada sebuah sinar laser yang mengarak ke kepala Nona kecilnya dan Will tahu persis sinar seperti apa itu.


“Tidak mungkin! Kumohon, ini tidak seperti yang aku pikirkan sekarang,” gumam Will.


Secara perlahan Will kembali menatap ke arah penembak jitu yang tadi menembak Alice. Benar saja, penembak itu kembali beraksi dan menargetkan kepala Lucia lagi.


Di saat yang bersamaan Will di buat tak berdaya, jaraknya masih cukup jauh untuk berlari melindungi Lucia.


Begitu juga dengan jaraknya dengan penembak jitu tersebut, jika ingin membunuhnya. Karena pada saat itu yang ada di tangan Will bukan senjata api melainkan sebilah pedang.


Dalam hatinya, Will hanya bisa mengharapkan keajaiban ada seseorang orang yang muncul dan membantunya.


Will dalam hati berkata, “Kumohon muncul seseorang yang bisa membantuku keluar dari dilema atau setidaknya seseorang yang datang menyelamatkan Nona kecil kami.”


Dor, ….


Selesai Will berdoa dalam hati, tiba-tiba terdengar sebuah tembakan. Seketika Will menutup matanya rapat-rapat karena mengira Lucia yang terkena tembakan tersebut.


Tubuh Will bahkan gemetar hebat dnegan deraian airmata di pipinya, kerena merasa tidak bisa melindungi Nona kecilnya.


Hingga sebuah suara terdengar di telinganya.


Suara itu berkata, “Luci, kau tak apa?”


“Kakak! Hiksss, ….” Lucia menangis terisak di pelukan sang kakak.


Will langsung membuka matanya, dia pun melihat Luca yang sedang menghampiri Lucia di ikuti oleh Kenzo di belakangnya. Kemudian, di susul kemunculan Rayden dan Noland yang di sertai dengan beberapa dokter.


Bukannya berhenti menangis, Will malah semakin terisak. Tubuhnya seketika ambruk serta terasa lemas tak berdaya dan di sela isak tangisnya.


Will berkata, “Semuanya telah usai! Semua telah selesai.”


Rayden pun segera berlari menghampiri kedua anak kembarnya. Dengan erat dia memeluk Luca dan Lucia sambil menangis haru, karena mereka kembali selamat di tengah pertarungan yang sangat sengit itu.


“Syukurlah, kau baik-baik saja! Kau tahu betapa khawatirnya Papah padamu, Luci!” ujar Rayden sembari memeluk dan menciumi Lucia tanpa henti.


“Papah, Kak Alice! Tolong selamatkan, Kak Alice! Dia melindungi Luci dengan menghadang semua tembakan itu,” pinta Lucia di sela isak tangisnya sembari menunjuk Alice yang berada tepat di hadapan mereka.


Tanpa pikir panjang lagi, Rayden segera memeriksa kondisi Alice apakah masih hidup atau tidak. Meskipun denyut nadinya terasa sangat lemah, tapi Rayden tahu persis bahwa Alice masih hidup dan mungkin saja bisa di selamatkan jika mendapatkan perawatan yang tepat.


Rayden pun segera memanggil salah satu dokter di sana. Dengan lantang Rayden berseru, “Hay, kalian ada yang sekarat di sini. Cepat utamakan pasien ini!”


Salah satu Dokter segera menghampirinya dan mulai memeriksa denyut nadinya. Dokter segera memasangkan alat bantu pernapasan dan menyuruh beberapa orang untuk membantunya memindahkan Alice ke mobil ambulance.


Sementara disisi lain, Noland segera mendekati Levi yang mulai kehilangan kesadarannya sembari bertanya, “Levi, apa kau mendengarku?”


“A-apa Nona kecil baik-baik saja?”


Dengan sisa kesadaranya yang di tanyakan Levi adalah keadaan Nona kecil kesayangannya.


“Iya, cucuku baik-baik saja. Kau tidak perlu khawatir lagi, sekarang semuanya sudah selesai!” jawab Noland sembari menopang tubuh Levi yang hampir tumbang.


“A-aku senang mendengarnya.”


Levi kemudian tersenyum tipis dan setelahnya dia langsung tak sadarkan diri.


Noland yang baru pertama kali tak sadarkan diri setelah pertarungan, mengira bahwa Levi juga mati.


Dengan keras Noland berseru, “Hay, Levi sadarlah! Jangan mati di sini, kakekmu sedang menunggumu!”


“Hay, Dokter cepat ke sini! Levi sudah tidak bernapas!”


Noland berteriak memanggil salah satu Dokter dengan penjelasan yang salah. Mendengar Levi yang katanya tidak dapat di selamatkan, Lucia pun shock dan ikut tak sadarkan diri.


Untungnya, sudah ada Papahnya di belakangnya sehingga tubuh Lucia langsung di tangkap oleh Rayden.


“Luci! Lucia sadarlah, sayang!” Rayden mencoba membangunkan putrinya.


“Luca, ikuti Papah sekarang!”


Namun, Lucia tak kunjung sadar. Rayden pun segera membawa tubuh Lucia mobil agar bisa langsung menuju ke rumah sakit. Sedangkan Luca terus mengikuti Papah dan adik kembarnya.


Reaksi tak jauh berbeda di rasakan oleh Will, dia yang tadinya hanya tertunduk segera beranjak untuk menghampiri Noland dan Levi yang memang sudah tidak sadarkan diri sama sekali.


Seorang dokter pun terlihat sedang melakukan penanganan pertama untuk menghentikan pendarahan di beberapa luka di tubuh Levi.


“Apa yang Tuan besar katakan barusan? Tidak mungkin Levi mati semudah itu,” ujar Will dengan tatapan tidak percaya.


Air matanya tiada hentinya mengalir membasahi kedua pipinya. Namun, tidak ada satu pun di antara banyaknya orang di sana yang menjawab pertanyaannya. Noland juga ikut terdiam, melihat para dokter yang terlihat panik saat menangani Levi.


“Kita bawa ke rumah sakit sekarang!” ujar sang Dokter tiba-tiba.


“Apa yang terjadi?”


Suara Will semakin tercekat, ketika tubuh Levi di angkat menggunakan tandu menuju mobil ambulance.


Bersambung,.......


...****************...


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...