
...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...
...𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵 ...
...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...
“Ha-hallo, Paman!” seru Zein yang mengira sambungan teleponnya masih terhubung.
“Aish, … Sialan, aku harus segera menolongnya,” gumam Levin yang langsung berlari menghampiri Will dan yang lainnya.
“Ada apa?” tanya Will begitu Levi sudah berada di hadapannya.
“Tolong katakan pada Tuan muda bahwa aku sedang ada urusan mendesak. Aku harus menyelamatkan seseorang sekarang juga, akan aku jelaskan detailnya nanti,” ujar Levi yang langsung berlari pergi tanpa menunggu jawaban dari Will.
Will, Levi dan Felix pun hanya menatap kepergian Levi dengan berbagai pertanyaan di kepala masing-masing. Ada juga terbesit perasaan khawatir, karena nyawa Levi sedang menjadi incaran oleh beberapa pembunuh bayaran.
“Apa kita akan membiarkannya pergi begitu saja?” ujar Felix yang benar-benar mengkhawatirkan Levi.
“Iya, meskipun dia bocah psikopat dan dewa kematian tapi aku masih saja merasa khawatir kepadanya,” sahut Jaydon yang sependapat dengan Felix.
Namun, Will hanya diam saja memperhatikan sosok Levi yang tengah berlari menuju ke taman yang memang tidak jauh dari mansion Rayden. Will terus melamun kan tentang Levi, hingga suara Lucia mengagetkannya.
“Selamat pagi, Paman Will!” ujar Lucia.
“Ouh, … Selamat pagi, Nona kecil!” sapa Will dengan raut wajah sedikit terkejut.
“Selamat pagi, Nona kecil!” Felix dan Jaydon pun ikut menyapa Lucia menirukan Will.
“Selamat pagi! Ouhya, paman siapa ‘yah?” tanya Lucia yang baru pertama kali melihat keberadaan Jaydon di sana.
“Perkenalkan nama saya Jaydon, Nona kecil! Mulai hari ini saya akan bekerja sebagai supir pribadi Nona dan Tuan kecil.”
Jaydon dengan keramah tamahan yang masih terasa kaku mulai memperkenalkan dirinya. Terlihat Felix sedang berusaha keras menahan tawanya, karena sikap Jaydon barusan terlihat sangat lucu di matanya.
“Halo, Paman Jaydon. Salam kenal ‘yah saya Lucia, anaknya papah Rayden dan mamah Zhia serta adik kembar kak Luca,” ujar Lucia yang begitu lengkap dalam memperkenalkan dirinya.
“Dimana Kak Levi? ‘Kok tidak kelihatan?” tanya Lucia yang tidak melihat keberadaan Levi di sana.
“Sepertinya tadi Levi berlari kea rah taman yang berada di dekat sini.”
Tanpa sadar Jaydon keceplosan memberitahukan arah perginya Levi tadi. Saking sukanya melihat keimutan dan gemasnya pipi Chubby Lucia dia terasa seakan sedang terhipnotis saja.
“Aish, … Kau ini,” geram Will dan Felix secara bersamaan.
“Ouhya, … Paman Will dan yang lainnya sedang di cari sama papah ‘tuh!” ujar Lucia yang mengalihkan perhatian Will dan yang lainnya.
“Astaga, aku lupa belum melapor pada Tuan dan Nyonya muda,” ujar Will.
Will yang tersadar belum menghadap Tuan dan Nyonya pun segera berlari masuk, di susul oleh Felix dan Jaydon. Sedangkan Lucia di tinggalkan begitu saja.
Lucia sesaat terdiam di tempatnya, sebenarnya dia merasa penasaran dengan kemana perginya Levi. Lucia mulai merasa bimbang antara berjalan keluar menuju ke taman untuk mencarinya atau kembali ke dalam.
Di sisi lain, Kenzo dan para anak buahnya yang bersenjatakan api sudah bersiap di ssekitar taman dan mengintai kedua targetnya yaitu Levi serta Bastian.
Pencarian mereka semalam tidak membuahkan hasil, karena itulah Kenzo memerintahkan untuk mengawasi Levi.
Sebab Bastian pasti akan langsung menemui Levi, pekerjaannya selama ini sebagai mata-mata Bastian sungguh berguna.
Karena dia bisa dengan mudah menebakn apa yang akan di lakukan Bastian setelah berhasil meloloskan diri darinya semalam, yaitu menemui Levi dengan membawa berkas dari Roman.
“Kali ini kita harus berhasil membunuh keduanya sekaligus, kalian mengerti?” ujar Kenzo mengingatkan para anak buahnya.
“Baik, Tuan! Kami mengerti,” sahut anak buah Kenzo.
“Bagus, bersiaplah! Target satu telah datang,” ujar Kenzo yang melihat kedatangan Levi di taman itu.
Tidak lama setelah kedatangan Levi di taman itu, perlahan Bastian pun mulai keluar dari tempat persembunyiannya. Tanpa banyak berkata, Bastian langsung menyerahkan berkas itu di tangan Levi.
“Apa ini paman?” tanya Levi terpaksa menerimanya, sedangkan dia sendiri juga bingung maksud Bastian menyerahkan berkas itu padanya.
“Simpan ini dengan baik dan cepatlah kembali ke negara asalmu,” ujar Bastian yang menekankan Levi untuk segera kembali ke negara K.
“Kalian siap?” ujar Kenzo yang bersiap memberi perintah.
“Kami siap, Tuan!” sahut para anak buahnya.
“Tembak sekarang!” seru Kenzo.
“KAK LEVI! AWASSS!!!” teriak gadis kecil itu.
Dorr, … Dorr, … Dorr, ….
Lucia langsung menarik tangan Levi hingga keduanya jatuh di tanaman bunga yang cukup tinggi.
Levi jatuh dengan menindih tubuh mungil Nona kecilnya, sesaat mata mereka saling bertemu tapi Levi segera sadar bahwa masih ada Bastian yang harus dia lindungi.
Meskipun berhasil berlindung, ternyata Bastian mengalami luka tembak di bagian dada kirinya.
“Paman Bastian!” teriak Levi.
Levi yang melihat Bastian sudah tergeletak tidak jauh darinya dengan bagian dada yang mulai mengalir darah segar.
Levi berniat untuk segera menghampirinya, tetapi Lucia segera menghentikannya karena masih terjadi aksi saling tembak sekitar mereka.
“Hentikan, kak Levi! Di sana masih berbahaya. Bukankah kak Levi harus melindungi aku?” ujar Lucia.
Levi pun tersadar begitu melihat tubuh mungil Nona kecilnya mulai gemetar ketakutan. Ingatan tentang kematian Evan dan Jayden pun kembali muncul di kepalanya.
Air mata gadis kecil itu mulai mengalir, Levi dengan sigap meraih tubuh Lucia kedalam pelukannya.
Menutup mata dan telinga Nona kecilnya agar tidak mendengar dan melihat apa yang sedang terjadi di sekitar mereka sekarang.
“Tidak apa, Nona kecil! Selama ada saya, semuanya pasti akan baik-baik saja.”
Levi terus membisikkan kata-kata itu agar bisa membuat Nona kecilnya merasa sedikit tenang.
“Paman Bastian, aku mohon bertahanlah lebih lama lagi. Anda adalah oleh kepercayaan kakek selama ini. Jadi, kau harus menemani beliau lebih lama lagi,” batin Levi terus berdoa demi keselamatan Bastian yang masih terbaring tidak berdaya di sana.
Dorr, … Dorr, … Dorr, ….
Suara tembakan pun terus terdengar, tapi bukan dari pihak Kenzo melainkan dari Will dan kawan-kawan yang segera berbalik dan menuju ke taman begitu menyadari Nona kecilnya tidak mengikuti mereka.
Di saat yang bersamaan, Kenzo dan anak buahnya sedang meluncurkan serangan pada Levi dan Bastian.
Karena itulah, Will, Jaydon dan Felix menyerang balik dari belakang di bantu oleh beberapa pengawal. Kenzo yang pasukannya kalah jumlah, akhirnya melarikan diri sendirian mengorbankan anak buahnya.
Jaydon yang melihat Kenzo kabur dengan menggunakan sebuah mobil, dia pun berusaha untuk mengejarnya.
Beruntung, kali ini ada beberapa anak buah Kenzo yang masih hidup karena Will yang merencanakannya seperti itu agar bisa di interogasi.
Bersambung,.......
...****************...
Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗
Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 10 pagi ‘yah!😍😍
Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰
Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰
Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat.
Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓
Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!
Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!
Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘