Willea

Willea
152. Gender Reveal Party



...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...


...‌𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...


...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...


Pagi harinya, di Mansion sudah sangat ramai. Semua orang sibuk untuk memastikan semua persiapan acara yang akan segera berlangsung. Hari itu, semua perasaan semua orang bercampur aduk tidak menentu.


Satu sisi, mereka semua merasa sangat bahagia karena Zhia dan bayi yang berada di dalam kandungan sekarang sudah baik-baik saja. Bahkan hari ini, mereka semua akan mengetahui jenis kelamin ketiga bayi kembarnya itu.


Namun, kesedihan juga tidak luput mereka rasakan. Mengingat hari ini juga Levi akan kembali ke negara asalnya. Seluruh anggota klan BlackSky bahkan hadir di acara Gender Reveal Party tersebut agar bisa memiliki kenangan terakhir bersama dengan Levi sekaligus mengantar kepergiannya.


Disaat semua orang melakukan persiapannya masing-masing, Levi masih berdiam diri di dalam kamarnya sambil menatap tiket pesawat dan paspor yang terletak di atas meja kecil di samping tempat tempat tidurnya.


“Hari ini akhirnya tiba juga waktuku untuk pergi,” gumam Levi, raut wajahnya terlihat sangat sedih.


“Haaaa, … Haruhkah aku tidak pergi?” lanjutnya sembari terus menghela napas dengan berat.


“Zaen, ini Kakek! Bolehkah Kakek masuk ke dalam?” Tiba-tiba Kakek Roman mengetuk pintu kamar Levi dan meminta ijin untuk masuk.


“Masuklah,” sahut Levi dari dalam, mempersilahkan Kakeknya untuk masuk ke dalam kamarnya.


“Apa hanya ini barang yang akan kau bawa?” tanya Kakek Roman sekadar basa-basi.


“Hmmm, … Kenapa Kakek ke sini? Bukankah acaranya sebentar lagi akan di mulai, aku juga akan turun setelah ini,” ujar Levi yang berusaha bersikap seperti biasa di depan semua orang, meskipun hatinya terasa sangat sedih.


“Kakek hanya ingin memastikan sesuatu padamu,” sahut Kakek Roman yang tampak ragu untuk mengatakannya.


“Apa itu?” tanya Levi tidak terlalu menghiraukannya.


Akhirnya Kakek Roman memberanikan diri untuk bertanya, “Bagaimana dengan gadis kecil itu, sepertinya hubungan kalian berdua sangat dekat. Apakah kau sudah memberitahu bahwa hari ini kau akan pergi?”


“Tidak! Aku akan berpamitan dengannya saat akan pergi saja,” jawab Levi dengan nada dinginnya.


“Baiklah, Kakek tidak akan bertanya apapun lagi! Cepatlah turun, semua orang sudah mencarimu,” ujar Kakek Roman.


Lalu berjalan keluar meninggalkan kamar Levi begitu saja, sekilas dia menatap berbalik dan menatap Levi yang tertunduk sedih sebelum dia benar-benar menutup pintunya.


Selama beberapa hari tinggal bersama keluarga Xavier, Kakek Roman pun menyadari bahwa cucunya tumbuh dengan limpahan cinta dan kasih sayang dari semua orang.


Yah, meskipun jalan hidup yang di pilih cucunya adalah sebagai mafia di banding sekertaris atau sebagainya. Akan tetapi, semua itu sudah tidak menjadi masalah untuknya. Sebab Rayden sendiri sudah menjelaskan segalanya, bahwa Levi juga bisa menguasai dunia bisnis berkat pembelajaran darinya.


Benar saja, semua orang sudah mulai berkumpul di halaman Mansion yang sangat luas. Awalnya, acara tersebut memang berencana untuk di selenggarakan di dalam Mansion. Akan tetapi, karena anggota klan BlackSky mendesak Rayden.


Agar mengijinkan mereka ikut bergabung dalam acara tersebut sekaligus mengantar kepergian Levi. Akhirnya di putuskan acara Gender Reveal Partynya di lakukan di halaman Mansion yang tempatnya lebih luas.


Seluruh halaman Mansion di hias dengan balon, bunga serta aksesoris lainnya yang hanya berwarna pink dan biru. Di atas panggung juga terdapat dua balon besar, satu berwarna pink dan satu lagi berwarna biru. Dimana salah satu balon itu yang akan menjawab rasa pensaran semua orang mengenai jenis kelamin ketiga bayi yang sedang di kandung Zhia.


Atas saran dari Lucia semua tamu yang hadir juga harus mengenakan dress code dan semua sudah di siapkan oleh keluarga Xavier. Teruntuk para pria akan mengenakan setelan jas berwarna biru, sementara untuk para lady’s mengenakan dress berwarna pink.


“Hay, Dimana Tuan muda baru kita? Aku tidak bisa menemuinya akhir-akhir ini, karena Nona kecil selalu berada di sisinya,” ujar Felix yang terus saja mencari keberadaan Levi di antara banyaknya tamu yang hadir.


“Apakah benar hari ini dia akan pergi? Aku mencoba menghubunginya berkali-kali, tapi dia tidak pernah meresponnya.”


Akhirnya Jaydon pun ikutan curhat, karena selalu saja di abaikan oleh Levi. Baru saja di bicarakan, Levi pun muncul dan langsung menghampiri Will yang sedang bersama dengan Alea. Terlihat Levi menatap sekilas pada Felix dan Jaydon, tapi dia tidak terlalu memperdulikannya.


“Hay, Lev! Bagaimana perasaanmu?” sapa Will sembari menanyakan keadaan Levi terutama hatinya.


“Pastinya sangat buruk, Will! Apakah aku mengganggu kalian?” ujar Levi yang tidak ingin menjadi obat nyamuk di antara sepasang kekasih itu.


“Aish! Dasar bocah nakal ini! Berani sekali kau mengabaikan kami berdua, Hah!” seru Felix sembari menjitak kepala Levi dengan gemasnya.


Namun, perhatian semua orang seketika tertuju pada anggota keluarga Xavier yang berjalan memasuki tempat acara. Pasangan pertama yang memasuki tempat acara yaitu Luca dan Lucia. Kemudian, di belakangnya di ikuti oleh Rayden dan Zhia. Baru setalah itu, Noland dan Julia yang memasuki tempat acara.


“Selamat pagi menjelang siang semuanya!” Sapa Noland, kali ini dia ‘lah yang akan menjadio MC khusus untuk acara cucunya itu.


“Woooo, … Tuan besar, anda memang yang terbaik!” seru Felix di iringi seruan dan tepuk tangan semua orang yang hadir dalam acara tersebut.


“Hahahaaa, … Felix, kau memang biang kerok ‘yah!” ujar Noland sambil menunjuk ke arah Felix.


“Lupakan tentang dia. Karena Gender Reveal Party kali ini hanya di hadiri oleh keluarga saja. Jadi, aku akan berbicara dengan santai di sini,” lanjutnya.


“Okay, … Ayo, lanjutkan Tuan besar!”


Kali ini Will yang berteriak, katanya bisa bersikap santainya makanya dia berani melakukan itu setelah mendapat ijin tentunya. Seketika Noland menyesali perkataannya, anak buahnya memang sangat berani setelah dia sedikit melonggarkan aturan.


“Siap, Will! Apa tebakanmu, laki-laki semua? Perempuan semua? Atau kau punya tebakan sendiri?” ujar Noland menanyakan pendapat Will.


Namun, baru saja Will akan menjawab. Lucia dengan lantangnya berseru, “Triple Baby Boy, Grandpa!”


“Waahhh, … Cucuku bersemangat sekali! Baiklah, bagaimana kalau kita pastikan saja tebakan dari cucu manisku ini. Cano dan Zhia, apakah kalian sudah siap?” tanya Noland yang semakin bersemangat melihat semua orang juga bersemangat.


Rayden dan Zhia pun hanya mengangguk pelan sambil tersenyum manis sebagai bentuk jawaban mereka.


“Okay, dalam hitungan ketiga. Silahkan kalian berdua, meletuskan kedua balon besar itu secara bersamaan!” ujar Noland lagi pada Rayden dan Zhia.


“SEMUANYA SUDAH SIAP!” seru Noland pada semua tamunya.


“SIAP!!!” sahut semua orang membuat suasana semakin meriah.


Noland kembali berseru, “Kita hitung sama-sama ‘yah!”


“SATU! … DUA!! … TIGA!!!”


Semua orang pun serentak mulai menghitung, hingga hitungan ketiga kedua balon besar itu pun langsung meletus bersamaan.


Bersambung,.......


...****************...


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...