Willea

Willea
86. Dibuat Frustasi!



...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...


...‌𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...


...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...


“Iya ‘kan? Aku bahkan merasa tidak nyaman dengan jawaban jujur dari mereka.”


Jaydon ikut menimpali, karena dia sependapat dengan apa yang di katakan Felix barusan.


“Astaga, kau mengejutkanku!”


Felix sedikit tersentak saat Jaydon tiba-tiba ikut berbicara tepat di telinganya.


“Maaf,” ucap Jaydon dengan santainya.


“Lalu apa yang akan kita lakukan dengan mereka?” Jaydon pun mulai bertanya-tanya.


“Entahlah! Kita bawa saja mereka ke markas, lalu tunggu perintah Tuan selanjutnya.”


Felix pun tidak tahu apa yang harus di perbuat sekarang, karena seharusnya target utama dalam penyerangan ini adalah Fernand dan Thunder. Namun sayangnya, target utama dalam penyerang tersebut tidak berada di sana.


“Sudahlah, angkut saja mereka semua,” ujar Jaydon yang tidak mau memikirkannya begitu keras, apalagi hari sudah mulai menjelang pagi dan dia juga mulai mengantuk.


“Kita gunakan apa untuk mengangkut orang sebanyak ini?” tanya Felix yang bingung, karena mobil yang mereka bawa tidak cukup membawa semuanya sekaligus.


“Tuan, kami mendapatkan sebuah truk. Sepertinya cukup untuk membawa semua orang ini.”


Tiba-tiba salah satu anak buahnya datang dan memberitahukan sebuah jalan keluar yang cukup cemerlang.


“Bagus sekali! Suruh mereka semua untuk segera naik,” perintah Felix.


“Tapi Tuan, kita harus membayar biaya sewanya terlebih dahulu agar bisa membawa truknya ke sini,” jelas anak buahnya yang tadi.


Ternyata yang di maksud mendapatkan sebuah truk adalah menyewanya, bukan menemukannya di pinggir jalan dan mencurinya.


Felix dan Jaydon sama-sama tepuk jidat dengan kelakuan absurd anak buahnya. Akan tetapi, Felix tetap saja memberikan uang untuk membayar biaya sewa truknya.


Di tambah lagi dengan protes anak buah Fernand yang tidak terima mereka di angkut layaknya hewan ternak dengan menggunakan truk bak terbuka.


Felix dan Jaydon semakin di buat pening dengan kelakuan para anggota mafia yang lebih terlihat seperti para pedagang kaki lima yang di angkut satpol PP.


“Tuan, masa anda menyamakan kami seperti sapi. Tidak bisakah anda memberikan kami tumpangan yang lebih layak dari ini!” protes salah satu orang yang sudah naik duluan.


“Benar, kami bukan sapi!” seru yang lainnya ikut protes.


“Kami bukan kambing, Tuan!” seru yang lainnya lagi bersahutan.


Tiba-tiba ada yang berseru dengan sangat lantang, hingga membuat semua orang tertegun begitu mendengarnya.


“Turunkan harga minyak! Emak jadi jarang masak gara-gara harga minyak terus naik!”


Entah siapa yang berteriak, mungkin Authornya. Just Kidding! ^_^


...****************...


Disisi lain, Kenzo hanya menyaksikan kejadian itu dari kejauhan. Dia pun segera pergi menuju ke tempat di mana Fernand dan Thunder selama ini menginap yaitu di salah satu hotel mewah.


“Tuan! Tuan Fernand ada kabar yang sangat buruk. Cepat buka pintunya!”


Dengan panik Kenzo terus berteriak dan menggedor pintu kamar Fernand. Meskipun Kenzo ‘lah yang memberikan lokasi persembunyian mereka, dia harus tetap berakting layaknya tidak tahu mengenai penyerangan tersebut agar tidak menimbulkan kecurigaan.


“Haish, … Apa-apaan kau ini? Membuat keributan di pagi-pagi buta begini, Hah?” bentak Fernand begitu membuka pintu.


“Tu-tuan, markas kita di serang oleh klan BlackSky! Begitu saya datang, sebagian anak buah kita sudah mati dan sisanya di tundukkan oleh mereka,” jelas Kenzo masih dengan kepanikan yang sama.


“APA!” seru Fernand tak percaya.


“Bagaimana bisa mereka menemukan lokasi rahasia. Hah? Haish, … Dasar sialan,” umpat Fernand seraya memukul tembok sebagai bentuk pelampiasan kemarahannya.


“Saya juga tidak tahu, Tuan! Begitu saya datang untuk memeriksa keadaan di sana semuanya sudah sangat kacau,” terang Kenzo dengan aktingnya yang sempurna.


“Siapkan mobil sekarang! Aku akan memeriksanya sendiri dan beritahu Thunder juga mengenai berita ini,” perintah Fernand.


Tak perlu memerlukan waktu lama, Kenzo telah siapa dengan mobilnya. Kemudian terlihat Fernand dan Thunder yang baru saja keluar dari lobi hotel, lalu segera masuk ke dalam mobil.


Kenzo pun segera tancap gas menuju ke markas rahasia mereka yang sudah kosong dan terbakar di beberapa bagian.


“Sialan! Kenapa bisa begini?” umpat Fernand begitu menyadari tidak ada yang tersisa dari anak buahnya di sana.


“Brengsek, mereka sudah mulai mendesak kita!” Sama halnya yang dirasakan Fernand, Thunder juga merasakan kemarahan yang sama.


“Apa yang harus kita lakukan dengan sisa abu di sini?”


Thunder memutuskan untuk menanyakan rencana Fernand selanjutnya. Dia tidak bisa diam saja ketika kehilangan banyak anak buahnya tanpa mendapatkan hasil apapun seperti ini. Akan tetapi, Fernand sama sekali tak meresponnya.


“Akan aku pastikan membunuh seluruh keluargamu, Cano! Dan aku pastikan kau akan menjadi yang terakhir.”


Fernand malah bergumam sendiri dengan tatapan yang di penuhi dendam kemarahan layaknya api yang tengah berkobar.


Ditengah memanasnya situasi, Kenzo tiba-tiba mendapatkan panggilan masuk dari Richo yang ingin menanyakan perkembangan tugas mereka.


Kenzo yang memang sudah tidak lagi berpihak pada Richo, tentu saja melaporkan semuanya yang terjadi termasuk tentang situasi Fernand dan Thunder yang semakin terdesak.


“Hallo, Tuan Richo!” sapa Kenzo begitu dia menerima panggilan teleponnya.


“Kenapa kau lama sekali mengangkat telepon dariku, Hah?” bentak Richo yang tidak sabaran.


“Maaf, Tuan! Kami sedang dalam masalah besar di sini.”


Kenzo mengatakannya dengan setengah berbisik agar tidak menyinggung Fernand dan Thunder yang saat ini sedang sangat frustasi. Namun, Richo malah ingin lebih memancing kemarahan kedua iblis itu dengan tuntutannya.


“Masalah? Jangan bilang kalian gagal membunuhnya lagi!” seru Richo yang hanya memikirkan tentang tujuan utamanya membunuh Levi saja.


“I-itu, _....” Belum selesai Kenzo bicara, Richo segera memotong ucapannya.


“Berikan ponselnya pada mereka! Aku ingin bicara,” perintah Richo.


“Tu-tuan! Maaf, Tuan Richo ingin bicara langsung dengan anda,” ujar Kenzo dengan sangat hati-hati sembari menyerahkan ponselnya.


Dengan enggan Fernand menerima ponsel itu dan dengan dinginnya dia bertanya, “Ada apa?”


“Haish, … Bajingan sialan! Bagaimana kerjamu sebenarnya, Hah? Aku sudah mengeluarkan banyak uang untuk membayarmu dan sekarang kau bahkan tidak bisa membunuh satu orang saja. Dasar mafia bodoh!”


Begitu mendengar suara Fernand, tanpa pikir panjang Richo langsung menghina dan menghardiknya dengan kata-kata kasarnya.


Bahkan Richo mengatakan hal yang tidak seharusnya dia katakan kepaa seorang mafia seperti Fernand, apalagi di tambah keberadaan gangster di sampingnya.


“Sebelum aku membunuh anak itu, aku akan membunuhmu terlebih dulu. Aku akan merobek mulutmu dan mencincang tubuhmu, jika kau terus bicara omong kosong seperti ini. Kau mengerti!”


Fernand yang sudah terlampau marah, dia pun malah membentak balik Richo dan mengancamnya. Fernand sudah tidak peduli lagi dengan tujuan awalnya datang ke negara A, sekarang tujuan utamanya adalah menghancurkan keluarga Xavier yang selalu menginjak-injak harga dirinya.


Bersambung,.......


...****************...


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 16.00 WIB ‘yah!😍😍...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...