
15 Tahun Kemudian, …..
Kini Luca dan Lucia telah tumbuh dewasa, usia mereka kini sudah 22 tahun. Luca tumbuh mennjadi seorang pria yang sangat tampan, menawan dan juga di kenal sebagai genius IT di seluruh dunia. Dan sekarang Luca sudah menjabat sebagai Executive Director di perusahaan BLOUSHZE Group milik papahnya.
Begitu juga Lucia yang tumbuh menjadi wanita cantik dan di kenal sebagai Dokter genius termuda di dunia yang berhasil menyelesaikan pendidikan dalam waktu yang lumayan singkat. Karena masa depan yang di ambil Lucia adalah sebagai dokter, maka dari itu dia lulus lebih lama di bandingkan dengan Luca.
Namun, di balik profesinya sebagai dokter. Lucia juga diam-diam menjadi pemimpin klan BlackSky sesuai yang di janjikan oleh papahnya dulu. Bahkan Lucia merekrut ketiga adiknya untuk bergabung dalam klan mafia, tidak terkecuali Luca yang menjadi tangan kanannya.
“Mamah! Grandma, cepatlah! Kita bisa terlambat untuk menghadiri wisuda kelulusan Kak Luci!” seru Ryuga yang tidak sabar untuk segera bertemu dengan Lucia setelah sekian lamanya.
“Sebentar lagi, sayang! Mamah sedang memilih sepatu yang cocok,” sahut Zhia dari dalam kamarnya.
“Grandma juga tinggal memasang anting,” ujar Julia juga yang memang sedang berada di dalam kamar Zhia.
“Astaga! Apakah berdandan memang membutuhkan waktu hampir tiga jam?” gerutu Regis yang mulai bosan menunggu.
“Namanya juga wanita,” sahut Rayga yang sudah terbiasa.
“Benar sekali!” Rayden dan Noland langsung membenarkan.
“Ouhya, …. Dimana Kak Luca? Apakah dia masih di ruang kerjanya?” tanya Ryuga yang baru menyadari Kakak laki-lakinya tidak kelihatan.
“Kakak di sini! Apakah semua orang sudah siap?”
Baru saja di bicarakan, Luca ternyata sedang menuruni anak tangga dengan penampilan yang sudah terlihat sangat menawan.
Benar sekali, ketika Luca dan Lucia memasuki usia remaja, keduanya memilih untuk melanjutkan pendidikan di sekolah asrama. Dan bahkan mereka juga memilih Universitas yang jauh dari tempat tinggalnya, karena ingin belajar hidup mandiri tanpa bantuan dari keluarganya.
...****************...
Setelah semuanya siap, mereka pun langsung menuju ke Universitas dimana Lucia menghabiskan masa belajarnya dengan mobilnya masing-masing.
“Papah! Mamah!” seru lucia yang langsung ber;lari menghampiri dan memeluk mamah papahnya.
“Kau baik-baik saja ‘kan selama belajar di sini,” tanya Zhia yang masih mengkhawatirkan putrinya, meskipun setiap hari dia mendapatkan kabar dari Lucia secara langsung melalui sambungan telepon dan video call.
“Tentu saja, putri Papah yang hebat ini akan baik-baik saja,” sahut Rayden.
“Kau tidak mau memeluk Grandpa dan Grandmamu ini, Luci?” ujar Noland yang juga ingin mendapatkan pelukan dari cucu perempuan satu-satunya itu.
Lucia pun segera beralih memeluk Grandpa dan Grandmanya seraya berkata, “Mana mungkin! Sepanjang hari, Luci bahkan terus merindukan Grandpa dan Grandma.”
“Lihatlah, cucu kita sekarang sudah tumbuh sebesar ini. Luca yang tampan dan Lucia yang sangat cantik serta Triple R yang manis, meskipun kelakuannya sangat nakal,” ujar Julia yang terharu melihat pertumbuhan kelima cucunya yang menurutnya sangat cepat itu.
“Kami tidak senakal itu, Grandma!” protes Regis tapi tidak ada yang memperdulikannya.
“Luci, selamat atas kelulusanmu. Sekarang kau sudah menjadi dokter hebat yang akan paling di cari di seluruh dunia,” ucap Luca yang mengalihkan perhatian Lucia.
Lucia pun langsung memeluk erat kakaknya, seraya berkata,” Terima kasih, Kak Luca! Sudah menyempatkan hadir di acara kelulusan Luci.”
“Tentu saja, kami semua harus hadir! Apalagi ini hari yang sangat berharga dalam kehidupan adikku,” ujar Luca yang membuat semua orang yang mendengarnya menjadi sangat tersentuh.
“Kak Luci, selamat atas kelulusannya,” ucap Ryuga.
“Aishhh, …. Kalian bertiga ini selalu saja bikin masalah,” ujar Lucia yang menatap geram pada ketiga adiknya yang selalu saja menempatkan dirinya dalam masalah.
“Heheheee, …. Tolong maafkan kami kali ini, Kak! Kami janji tidak akan mengulanginya lagi,” ujar Triple R dengan raut wajah memelasnya.
“Apa yang terjadi, Luci?”
Semua orang pun akhirnya menanyakan hal yang sama. Terlihat Ryuga, Rayga dan Regis seketika langsung terlihat panik. Begitu juga Lucia yang tampak bingung mau menceritakannya atau tidak, karena dia sudah berjanji pada ketiga adiknya untuk menyimpan rahasia itu.
“Lucia! Ayo, cepat acaranya sudah mau di mulai.”
Belum sempat menceritakan apa yang terjadi, teman-temannya datang mengingatkan bahwa acaranya akan segera di mulai. Akhirnya kejadian pada malam itu, masih tetap menjadi rahasia lucia dan ketiga adiknya saja. Tanpa mereka tahu bahwa kejadian itu akan menimbulkan masalah besar untuk mereka.
...****************...
Acara kelulusan Lucia pun berjalan dengan lancar. Tanpa di sangka semua seluruh anggota klan BlackSky datang hanya untuk mengucapkan selamat kepada ketua klan mereka yaitu Lucia. Bahkan bukan berhenti di situ saja, ternyata Will, Jaydon dan Felix juga datang bersama dengan istri dan anaknya masing-masing.
“Selamat atas kelulusannya, Nona kecil!” ucap mereka semua secara serentak.
“Terima kasih semuanya,” balas Lucia yang merasa terharu dengan kedatangan semua orang terdekatnya.
“Apa kabar, Vania dan Kayla? Kalian sudah tumbuh semakin besar ‘yah?”
Tidak lupa Lucia juga menyapa anak Jaydon dan Felix yang sudah berusia hampir 6 tahun. Karena Jaydon dan Felix menikah dalam jarak yang tidak terlalu jauh, maka usia anak mereka pun hanya selisih beberapa bulan saja. Sehingga seperi ayahnya yang bagaikan saudara kembar, anaknya pun juga terlihat seperti anak kembar karena usianya yang tidak jauh berbeda.
“Kak Luci terlihat sangat keren,” gumam Vania yang menatap takjub pada Lucia.
“Dan juga sangat cantik,” ujar Kayla yang juga terpana dengan kecantikan Lucia.
“Hahahahaaa, … Kalian berdua bisa saja memujinya.” Lucia pun tersipu malu mendapat pujian dari kedua gadis kecil yang lucu dan menggemaskan itu.
Hingga, dia teringat dengan anak laki-laki Will dan Alea yang usianya tidak jauh berbeda dengan ketiga adiknya.
Lucia pun bertanya, “Ouhya, … paman Will! Dimana Nathan? Apakah dia tidak ikut datang kemari?”
Nathan Willy Coopers adalah putra Will dan Alea yang usianya hanya berbeda satu tahun saja dengan Triple R. di bandingkan dengan Ryuga, Rayga dan Regis yang nakal dan suka terlibat dalam masalah. Nathan lebih terkenal kalem dan selalu membanggakan orag tuanya dengan berbagai prestasi yang telah berhasil di raihnya.
“Maaf, Nona kecil! Nathan tidak bisa ikut datang ke sini kerena harus menghadiri perlombaan pianonya,” jelas Alea yang sedikit tidak enak hati.
“Tidak apa! Bagaimana kalau kita makan siang bersama saja sekarang? Papah dan Grandpa yang akan mentaktirnya,” ujar Lucia mengalihkan topik pembicaraan.
“Tidak untuk hari ini biarkan aku yang menaktir kalian semua,” sahut Luca sembari menunjukan Blackcard No Limit miliknya.
“Yeahh, … Ayo, kita lets go!” seru Lucia yang tampak sangat bahagia, begitu juga semua orang.
Setelah itu, mereka pun menghabiskan sisa waktu hari itu bersama-sama. Semua orang terlihat sangat bahagia tanpa terkecuali. Hanya kurang satu orang yang untuk melengkapi kebahagian Lucia pada hari itu yaitu kehadiran Levi di antara mereka. Semenjak Lucia memasuki sekolah menengah atas, baik Levi maupun Lucia tidak pernah lagi bertukar kabar.
“Selamat atas kelulusan mu, Nona kecil! Sebentar lagi kita akhirnya bisa bertemu kembali setelah sekian lama. Aku sangat merindukanmu,Nona kecilku!” ucap Levi yang menatap foto Lucia pada saat hari kelulusannya.
Akan tetapi, Levi masih saja menempatkan Kenzo dan beberapa orang lainnya untuk tetap mengawasi dan melindungi Lucia secara diam-diam. Sehingga apapun yang terjadi dan di lakukan Lucia, Levi selalu bisa mengetahuinya.
......***See you next season 3 guys!......
...Ouhya, .... Author mau ngadain Q&A nih! Jadi, kalau ada yang ingin di tanyakan silahkan tulis kolom komentar, khusus pada Bab ini author akan bales satu persatu!...
...Bye Bye😘😘🥰***...