Willea

Willea
Extra Bonus



“Berarti saya bertanya pada orang yang salah ‘dong,” ujar Will yang membuat harga diri seorang Rayden semakin jatuh saja.


“Aishh, … Bukankah kau juga sama? Kita senasib tahu,” balas Rayden yang harus mempertahankan sedikit harga dirinya yang tersisa.


Brakk, ….


Tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka dengan paksa, sehingga menimbulkan suara yang cukup keras dan membuat dua orang yang saling curhat itu terkejut. Dan tenyata yang datang tak di undang dan pulang tak di antar itu adalah Noland salah satu pria yang senasib dengan mereka.


“Siapa yang senasib, Cano!” tanya Noland dengan penuh antusias.


“Astaga! Papah bisa ‘kan masuk secara baik-baik!” protes Rayden saking terkejutnya, apalagi mereka sedang membicarakan rahasia yang sangat penting.


“Tuan besar, anda tidak berniat menjadikan Alea dan anakku sebagai seorang janda dan anak yatim, bukan?” ujar Will masih memegangi dadanya sembari mengatur detak jantungnya yang terasa berpacu.


“Tentu saja, memang kenapa?” tanya Noland dengan wajah polosnya tanpa rasa bersalah.


“Cara anda barusan masuk ke sini hampir membuat saya mati mendadak karena serangan jantung,” jawab Will dengan jujur.


“Benarkah? Beruntung kau masih hidup, Will! Kalau tidak aku akan mencarikan suami dan ayah baru untuk Alea dan calon anakmu itu,” balas Noland dengan santainya.


“Sabar, Will! Dia bapaknya iblis dan kau manusia. Jadi, sebisa mungkin kau harus bersabar, Will! Ingat, kau itu manusia dan bapak serta anak ini adalah iblis,” batin Will berusaha menenangkan hati dan mental serta pikirannya agar tidak terbawa emosi.


“Bercanda, Will!” ujar Noland yang sepertinya tidak berniat mengatakan itu.


“Ouhya, … Ngomong-ngomong siapa yang yang senasib dengan kita, Cano?” lanjutnya yang kembali membahas topik sebelumnya.


“Dia ‘lah orangnya,” ujar Rayden sembari menatap ke arah Will.


“Kau juga tidur di luar, Will? Bagaimana bisa? Bukankah kalian masih terbilang masih pengantin baru?” cecar Noland yang sama sekali tidak percaya.


“Kasus saya tidak seperti kalian berdua! Saya terpaksa harus menjaga jarak dengan Alea karena hormon kehamilannya,” jelas Will dengan wajah juteknya.


“Sudahlah akhirnya sama saja dengan kita. Iya ‘kan, Cano?”


Noland menegaskan, sehingga Will hanya bisa diam. Karena memang benar, akhirnya sama mereka senasib.


“Bagaimana kalau kita bertiga bekerja sama untuk menyelesaikan masalah ini,” ujar Rayden yang tiba-tiba terlintas sebuah ide cemerlang di kepalanya.


“Kau punya rencana?” tanya Noland yang penasaran.


“Kalau rencana itu bagus, saya akan ikutan. Tapi kalau memperburuk keadaan, lebih baik saya tidur di luar beberapa hari lagi sampai hormon kehamilan Alea sedikit membaik,” ujar Will yang sedikit ragu untuk mengikuti kedua Tuannya itu, apalagi ini berhubungan langsung dengan masalah wanita dan percintaan mereka.


“Kau meragukan kemampuanku, Will?” tanya Rayden yang menyadari bahwa Will tidak mempercayai rencananya.


“Sedikit, Tuan muda! Apalagi ini terkait masalah perempuan, tapi kalau masalah mafia atau bisnis saya yang akan menjadi orang pertama menyetujui apapun rencana anda,” jawab Will dari lubuk hatinya.


“Asal kau tahu, Will! Mafia dan sejenisnya masih kalah menakutkan dengan kemarahan seorang wanita, maka dari itu aku memikirkan rencana ini selama berhari-hari,” ujar Rayden yang sependapat dengan Will.


“Baiklah, bisa beritahu saya dulu seperti apa rencananya, nanti saya akan kembali memikirkannya,” balas Will yang akhirnya penasaran.


“Kalian berdua mendekatlah,” ujar Rayden.


Noland dan Will pun segera mendekat, kemudian Rayden menjelaskan mengenai rencananya. Terlihat dari raut wajah mereka yang selalu tersenyum, sepertinya Will dan Noland sangat menyukai rencana tersebut.


“Bagaimana? Apakah kalian berdua setuju?” tanya Rayden.


“Baiklah, saya setuju kalau rencananya seperti itu!” jawab Will.


“Aku juga setuju,” sahut Noland.


“Kalau begitu, saya akan menghubungi Felix dan yang lainnya untuk membnantu menyiapkan semuanya,” ujar Will yang tampak sangat bersemangat, dia pun langsung pergi dari ruangan itu.


“Aku juga akan membujuk para pelayan untuk membantu.”


...****************...


Para bantuan pun mulai menyiapkan segalanya dengan sangat sempurna. Hingga malam pun tiba, kini tiba waktunya untuk melakukan sesuai rencana yang sudah mereka persiapkan. Bantuan dari Luca dan Lucia yang menjadi penentuan, apakah rencana ini akan berhasil atau tidak.


“Papah!” seru Luca dan Lucia sambil berlari meenghampiri Papahnya yang sudah terlihat tampan dengan setelan tuxedo berwarna putihnya.


“Apa kalian berdua sudah memberikan suratnya? Apa mereka akan bersedia untuk datang?” tanya Rayden yang tampak nervous sendiri.


“Pasti ‘dong! Mamah, Grandma dan Bibi Alea sudah berdandan sangat cantik tadi,” jawab Lucia dengan penuh percaya diri.


“Semoga berhasil berbaikan dengan Mamah ‘yah, Pah!” ujar Luca memberikan semangat pada papahnya.


“Fighting, Pah!” begitu juga dengan Lucia.


“Fighting!” sahut Rayden.


Kemudian, Luca dan Lucia kembali masuk ke dalam Mansion, sementara Triple R di percayakan kepada pengasuh dan pelayannya sekaligus. Bahkan bukan hanya pengasuh dan pelayan saja, tapi para pengawal juga menjaga ketat Double L dan Triple R.


Ilustrasi suratnya!



Rencana di mulai, Rayden telah mengubah taman yang tidak jauh dari Mansion milik Noland menjadi sebuah taman yang sangat indah. (Kalau ada yang ingat, di taman itulah kembaran Rayden yaitu Rayna di temukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa).


Seluruh taman itu di tanami bunga mawar putih yang bisa menyala seperti bintang di malam hari. Sebanyak 10.000 bunga LED buatan memenuhi taman dan terdapat empat area yang sengaja di kosongkan di tengah taman bunga buatan tersebut.


Ilustrasi area taman!



Tiga area di gunakan untuk acara makan malam romantis yang sudah di siapkan dengan sempurna, dimana untuk makan malam Rayden-Zhia, Noland-Julia dan Will-Alea.


Ilustrasi tempat makannya!



Dimana sepanjang perjalan menuju tempat itu juga terdapat jembatan lampu yang sangat indah. Sementara satu area berada di tengah ketiga Area lainnya untuk menempatkan sebuah Orchestra lengkap yang akan membawakan lagu-lagu romantis agar bisa semakin mendukung suasana.


Ilustrasi jembatan dan tempat Orchestra!




Begini rencana Rayden dan yang lainnya. Seseorang akan bertugas untuk menjemput dan mengantar Zhia, Julia dan Alea sampai di depan jembatan lampu. Sementara Rayden, Noland dan Will akan menunggu di ujung jembatan masing-masing sambil menggenggam sebuket bunga raksasa kesukaan istrinya masing-masing.


Ilustrasi Bunga kesukaan Zhia,Julia dan Alea!





Ketika Zhia, Julia dan Alea berjalan masuk melewati jembatan lambu itu, Grup Orchestra akan mulai membawakan sebuah lagu romantis dan rencana tersebut berjalan dengan sangat sempurna. Begitu mereka berhadapan satu sama lain, baik Zhia, Julia dan Alea langsung memeluk suaminya masing-masing.


“Apa kau menyukai kejutannya?” tanya Rayden, Noland dan Will serentak.


Sebab mereka sudah sepakat untuk menanyakan penilaian dari istrinya masing-masing dengan rencana dadakan yang mereka siapkan dengan susah payah. Dan para istrinya pun hanya mengangguk sembari mempererat pelukannya kepada sang suaminya yang beberapa hari ini di abaikannya.