Willea

Willea
145. Perang mental



...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...


...‌𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...


...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...


Tiba-tiba Kenzo datang dan menyela pembicaraan, “Itu sudah pasti! Apalagi aku sudah mendengar bahwa Tuan Roman sekarang sudah berada di sini.”


“Astaga, kau mengejutkan kami saja!” seru Felix yang terkejut dengan kemunculan Kenzo yang berada tepat di belakangnya.


“Kalau Tuan Roman, bukankah itu berarti Kakek kandungnya Levi?” ujar Jaydon mencoba memastikan.


“Tepat sekali!” seru Kenzo membenarkan.


“Hai, kau mendengarnya dari mana?” tanya Felix yang semakin tertarik dengan topik pembicaraan ini.


“Aku mendengarnya dari anak buah Richo yang tertinggal di sini,” jawab Kenzo sekenanya.


“Hmmm, … Berarti tidak akan lama Levi akan meninggalkan kita semua di sini. Lalu bagaimana dengan Nona kecil, bukankah Nona kecil selama ini tidak bisa jauh dari Levi?”


Pertanyaan yang yang di lontarkan oleh Jaydon seketika membuat semua orang terdiam, bahkan para anak buahnya pun langsung berkumpul mengelilingi mereka.


Mereka yang selama ini menjadi anak buah setia dari Levi tidak ingin di tinggal begitu saja oleh pemimpin mereka.


“Apakah Tuan Levi benar-benar akan pergi?” tanya salah satu anak buah tersebut mewakili yang lainnya.


“Tapi kenapa Tuan Levi tidak mengatakan apapun kepada kami semua?” Yang lainnya langsung menimpali.


“Tenanglah, aku juga juga tidak tahu keputusan seperti apa yang akan dia ambil. Kita lihat saja nanti,” ujar Jaydon menenangkan semua orang yang di sana.


“Pertarungan ini memang sudah selesai, tapi pertarungan yang lainnya baru saja di mulai yaitu mengenai hati antara merelakannya untuk pergi atau menahannya di sini,” celetuk Felix yang terlihat sangat serius saat mengatakannya.


“Sebenarnya kalau bisa aku tidak akan membiarkan Tuan Levi untuk pergi,” ujar salah satu anak buahnya di sana.


“Benar, aku juga tidak ingin dia pergi.” Semua orang pun langsung membenarkan pendapat tersebut.


Terdengar Felix juga bergumam, “Meskipun aku baru mengenalnya selama beberapa bulan ini, tapi aku juga tidak ingin dia pergi!”


“Apa bagusnya menjadi sseorang Tuan muda, bukankan menjadi salah satu anggota mafia juga sudah hebat,” protes Jaydon yang sebenarnya ingin mengatakan bahwa Levi agar tidak pergi dan kembali pada keluarga aslinya.


Kenzo pun terdiam, dia tidak menyangka bahwa keberadaan seorang Levi di tempat ini begitu melekat di hati semua orang.


Dalam hatinya Kenzo berkata, “Ternyata dia jauh lebih baik dari yang aku perkirakan. Kalau ada kesempatan aku juga ingin menjadi salah satu orang yang selalu berada di sisinya.


“Hai, kenapa kita semua jadi bersedih seperti ini? Cepat kembali kerjakan tugas masing-masing agar semuanya cepat selesai dan kita semua bisa menjenguk Levi di rumah sakit,” ujar Felix memerintah semuanya untuk segera bubar.


Tapi Jaydon masih saja penasaran pada satu hal ini, “Aku penasaran apa yang akan terjadi dengan Nona kecil saat Levi pergi nanti.”


“Tuan muda pasti sekarang sedang berpikir kerasa bagaimana cara menangani Nona kecil, jika waktunya tiba nanti,” sahut Felix yang diam-diam juga masih memikirkan hal yang sama dengan Jaydon.


Benar saja, tapi bukan hanya Rayden saja yang memikirkan cara untuk menangani kesedihan Lucia nanti. Noland, Julia dan Zhia juga ikut memikirkan cara agar Lucia bisa merelakan Levi uuntuk kembali ke negaranya.


Mereka semua dari awal sudah menyadari bahwa kedekatan antara Levi dan Lucia tidak dapat di jabarkan dengan sebuah kata-kata.


Hubungan mereka bahkan tidak bisa di gambarkan oleh siapapun, karena baik Levi maupun Lucia saling rela mempertaruhkan nyawa agar dapat saling melindungi satu sama lain.


Alea yang mendengar Will telah kembali dari pertarungan dan sedang berada di rumah sakit, dia pun langsung pergi untuk menemuinya.


Selama Will bertarung bersama dengan yang lainnya, Alea di anjurkan untuk tetap di rawat di rumah oleh kedua orang tuanya dan Rayden pun mengijinkannya.


Begitu melihat keberadaan kekasihnya, Alea tanpa sadar langsung menyebut namanya.


Dengan lantang Alea berseru, “Will!”


Kemudian, Alea langsung berlari menghampiri Will. Lalu mendekap di pelukan Will dengan begitu eratnya. Seketika perasaan cemas, khawatir dan ketakutan Alea selama ini pun sirna begitu saja.


Hampir saja Alea menangis terisak di dalam dekapan Will, kalau dia tidak segera menyadari ada Bastian juga di sana.


“Apa kau baik-baik saja? Kau tidak terluka ‘kan? Kenapa kau tidak mengatakan apapun padaku sebelum pergi bertarung? Bagaimana kalau terjadi sesuatu padamu? Maka aku akan menikahi pria lain untuk menggantikan posisimu ini,” cecar Alea dengan suara gemetar menahan tangisnya.


“Hay, tenanglah! Aku baik-baik saja, hanya luka lecet sedikit. Jangan khawatir semuanya telah selesai,” ujar Will berusaha menenangkan kekasihnya itu.


“Syukurlah! Aku benar-benar sangat khawatir tetantang dirimu,” ucap Alea masih dalam dekapan hangat pelukan Will.


“Jadi, kau tidak akan menikahi pria lain selain aku, bukan?” tanya Will yang masih saja menggoda Alea di saat seperti ini.


“Kau ini, _...” geram Alea sembari mencubit perut Will dengan kesal.


“Auwh, … Sakit, sayang! Baiklah aku tidak aku menggoda lagi,” ujar Will berakting seperti orang kesakitan, padahal itu hanya sebuah cubitan ringan saja.


Setelah memastikan Will baik-baik saja, Alea pun menanyakan keadaan yang lainnya. Bagaimana pun juga mereka sudah menjadi keluarga satu sama lain yaitu keluarga besar Xavier.


“Bagaimana dengan yang lainnya, tidak terjadi sesuatu yang buruk pada yang lainnya bukan?” tanya Alea.


“Semuanya sudah baik-baik saja sekarang. Kau tidak perlu khawatir,” jawab Will yang tidak ingin menjelaskan lebih detail mengenai kondisi Levi sebelumnya.


“Lalu siapa yang ada di dalam ruang rawat ini. Kau tidak akan menunggu di sini kalau itu bukan orang penting bagi keluarga Xavier,” ujar Alea yang taidak akan percaya begitu mudahnya dengan kebohongan kecil Will ini.


“Yang sedang di rawat di dalam ruangan ini adalah Tuan saya, yaitu Tuan muda Zaen!”


Bastian tiba-tiba menyela dan langsung menjawab siapa orangnya yang sedang di jaga oleh Will itu.


“Tuan muda Zaen? Jangan bilang yang di maksud olehnya adalah Levi?” tanya Alea pada Will berbisik, karena tidak ingin menyinggung Bastian.


“Iya, benar! Levi yang sedang berada di dalam sana dan Tuan muda memerintahkan aku untuk menjaganya di sini, sebab tadi terjadi keributan di sini,” Jelas Will.


“Keributan? Siapa yang membuat keributan, _....”


Begitu menyadari arti tatapan dari Will, Alea pun langsung menghentikan perkataannya dan langsung menutup mulutnya rapat-rapat.


Kemudian Alea berbisik, “Bagaimana dengan Nona kecil? Apakah dia sudah tahu kalau orang ini mau menjemput Levi untuk pergi?”


“Itulah yang sedang menjadi kegelisahan semua orang! Kau tahu, pertarungan secara mental ‘lah yang lebih sulit di bandingkan pertarungan fisik karena itu berkaitan dengan hati,” jelas Will yang juga berbisik pada Alea, hingga membuat Bastian sedikit merasa tidak nyaman.


Bersambung,.......


...****************...


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari tapi untuk waktu updatenya tidak pasti. Maaf 'yah Author harus mengutamakan pekerjaan di Real life 🙏🙏🙏😞...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...