Willea

Willea
98. Pernyataan?



...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...


...‌𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵...


...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...


“Bohong, jika aku mengatakan bahwa aku akan mempercayai hanya dari penjelasan mu saja. Akan tetapi, aku selalu percaya bahwa penilaianku tepat dan kau bukanlah orang seperti.”


Jawaban dari Will membuat Alea sedikit merasa lega. Di saat seperti ini, Alea pun menyadari bahwa di antara dirinya, Alice, Sania dan Karina pasti akan menjadi target utama kecurigaan sebagai penyebab kecelakaan jatuhnya Zhia dari tangga.


“Seperti biasa, saat itu kami mengawal Nyonya muda untuk turun seperti yang di perintahkan oleh Tuan. Namun, aku berada tepat di belakangnya. Tiba-tiba ada sesuatu yang mengenai kaki kananku yang membuatku kehilangan keseimbangan dan akhirnya terjatuh. Namun, sebelum aku terjatuh Nyonya muda sudah terjatuh lebih dulu. Itu yang sebenarnya terjadi, Will!”


Alea pun menjelaskan dan menceritakan semua yang terjadi tanpa berbohong sedikitpun. Bagaimana bisa dia akan berbohong, sementara Alea sendiri rela mengorbankan nyawanya untuk Zahia.


Alea sendiri pun merasa sedang di lukai oleh seseorang yang berhasil membuatnya terluka dan menjadi tersangka utama penyebab kecelakaan Zhia.


“Apakah maksudmu, _....” Ucapan Will seketika terpotong.


“Iya, di antara Alice dan Sania yang berada tepat di belakangku! Salah satu di antara mereka ingin mencelakai ku dan Nyonya muda,” ujar Alea yang menaruh kecurigaan besar pada dua orang tersebut.


“Bagaimana kau bisa yakin kalau Karina tidak terlibat?” tanya Will penuh tatapan menyelidik.


“Karena pada saat Aku dan Nyonya muda terjatuh, Karina masih berada jauh di belakang membawa barang-barang milik Nyonya muda,” jelas Alea masih dengan keyakinan yang sama.


“Mungkin Alice yang ingin mencelakai ku, karena dia mungkin sakit hati setelah mengetahui kita bertunangan. Akan tetapi, tidak dengan Nyonya muda!” imbuh Alea yang juga merasa bingung sendiri, kenapa Zhia jatuh terlebih dahulu di bandingkan dengan dia yang jelas di celakai.


“Jadi, maksudmu penyebab jatuhnya Nyonya muda dari tangga kau juga tidak mengetahuinya?” tanya Will memperjelas.


“Iya, cobalah periksa tempat kejadian untuk mencari tahu penyebabnya. Karena kecelakaan ini sepertinya sudah di rencanakan,” jawab Alea membenarkan.


“Baiklah, aku akan memeriksanya langsung! Aku juga akan memeriksa rekaman cctv untuk mencari tahu lebih jelasnya,” ujar Will.


“Jangan-jangan, salah satu adik Fernand ada di antara Alice dan Sania?” batin Will yang mulai menyadari bahwa kejadian ini mungkin ada kaitannya dengan keberadaan adik Fernand yang sempat di katakan oleh Kenzo.


“Maaf, tapi kau harus tetap di sini untuk sementara waktu sampai kebenaran ini terungkap. Bisakah kau bersabar menunggu di sini, Alea?” ucap Will yang merasa tidak enak hati mengurung kekasihnya sendiri sebagai tahanan.


“Tidak apa, tapi bisakah kau memberitahuku tentang kondisi Nyonya muda setelah kau mengetahui kabarnya. Aku sungguh mengkhawatirkan keadaannya, dia tadi sangat kesakitan! Aku sungguh merasa sangat bersalah karena tidak melindunginya,” pinta Alea yang kembali meneteskan air matanya jika mengingat tentang Zhia.


“Baiklah, aku akan datang lagi setelah mengetahui kabar tentang Nyonya muda. Jangan khawatir Nyonya muda dan bayinya pasti akan baik-baik saja,” ujar Will mencoba menenangkan Alea.


“Hmmm, …” Alea menyahutinya dengan deheman.


“Maaf, aku harus pergi sekarang!” ucap Will.


“Pergilah, semoga semuanya baik-baik saja seperti katamu, Will!” Doa Alea penuh harap.


Selesai mendapatkan informasi dari Alea, Will pun segera memeriksa tempat kejadian dimana Zhia dan Alea terjatuh untuk memastikan penyataan Alea.


...****************...


Disisi lain, Felix dan Jaydon juga tengah menginterogasi Sania dan Alice di ruangan yang berbeda. Akan tetapi, pernyataan keduanya seakan mengarah pada Alea yang mencelakai Zhia.


Diruang interogasi Jaydon dan Alice, ….


“Kau tahu ‘kan kenapa kita berdua berada di sini sekarang?” ujar Jaydon dengan tatapan tajamnya pada Alice.


“Iya, saya tahu,” sahut Alice lirih.


“Lalu, sekarang kau tahu ‘kan apa yang perlu kau katakan padaku soal kecelakaan yang menimpa Nyonya muda!”


“Saya tidak tahu, Tuan Jaydon! Saya dan Sania hanya berdiri di belakang Alea. Saya tidak tahu apa yang terjadi, tapi dari sudut pandang saya Alea terlihat seperti mendorong Nyonya muda lalu menjatuhkan dirinya sendiri,” jelas Alice yang memanfaatkan kesempatan ini untuk menempatkan Alea sebagai tersangka utamanya.


“Maksudmu Alea yang sengaja mencelakai Nyonya muda begitu?” tanya Jaydon yang ingin memperjelas kesaksian Alice.


“I-itu dari sudut pandang yang saya lihat, Tuan! Tapi untuk apa Alea mencelakai Nyonya muda,” ujar Alice dengan tampang tak bersalah.


“Apa tidak ada hal lain yang ingin kau katakan selain ini?” tanya Jaydon yang tidak menampakan ekspresi apapun.


“Tidak, Tuan! Hanya itu yang saya ketahui,” sahut Alice.


“Baiklah, kau akan tetap berada di ruangan ini sampai kebenarannya terungkap,” ujar Jaydon yang sepertinya sedikit meragukan penyataan dari Alice.


“Baik, Tuan!” sahut Alice.


“Tapi kenapa kau tidak menanyakan tentang kondisi Nyonya muda sekarang? Apakah kau tidak merasa khawatir setelah melihatnya kesakitan seperti itu? Aku hanya melihat perasaan bersalah saja di wajahmu, tapi tidak dengan kecemasan tentang keadaannya.”


Pertanyaan Jaydon sontak membuat Alice sedikit tersentak dan terpaku selama beberapa detik. Karena hasil dari rencana buruknya untuk mencelakai Alea tidak sesuai yang dia perkirakan membuat pikirannya sedikit terganggu. Sehingga membuat lupa tentang keadaan Nyonya mudanya.


“Apakah aku berhak menanyakannya? Perasaan bersalahku yang gagal melindungi Nyonya muda membuatku merasa tidak berhak untuk bertanya apapun.”


Beruntung dia bisa dengan cepat memikirkan alasan mengenai pertanyaan itu, bahkan Alice tidak segan-segan mengeluarkan tangisan palsunya.


Melihat reaksi Alice yang sedikit berlebihan, kecurigaan Jaydon pun semakin besar kepadanya. Jaydon pun meninggalkan ruangan itu dengan berbagai perasaan yang mengganggu hatinya.


Dan melihat interogasi yang sedang di lakukan Felix pada Sania yang kurang lebih sama dengan apa yang di jelaskan oleh Alice, bahwa kemungkinan besar Alea yang mendorong Zhia dan kemudian menjatuhkan dirinya sendiri.


“Apa yang kau lihat sebelum Nyonya muda dan Alea terjatuh dari tangga?” tanya Felix yang terkesan to the point pada Sania.


“Dari sisi pandangku, saya melihat Alea seperti mendorong Nyonya muda dan menjatuhkan dirinya sendiri. Itulah yang saya lihat, karena kecelakaan itu terjadi begitu cepat. Jadi, saya sendiri juga tidak yakin bahwa Alea mendorongnya atau tidak,” jelas Sania yang tampak yakin sekaligus ragu dengan pernyataannya sendiri.


“Apakah kau ingin bermain tebak-tebakan denganku?” ketus Felix yang merasa di permainkan oleh pernyataan Sania.


Tatapan mata Felix sangat tidak bersahabat, seakan dia mulai menyadari bahwa Sania yang terkesan pendiam sedang menyembunyikan sesuatu. Felix ternyata orang yang cukup peka dalam mendeteksi kebohongan seseorang.


Bersambung,.......


...****************...


...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...


...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 16.00 WIB ‘yah!😍😍...


...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...


...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...


...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....


...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...


...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...


...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...


...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...