
...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...
...𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵 ...
...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...
“Benar, Tuan! Mulai sekarang kita tidak boleh gegabah lagi dalam menyusun rencana untuk membunuhnya,” jelas Kenzo yang juga tidak mau ambil resiko jika berhadapan dengan kelompok mafia.
“Kau benar! Aku akan membayar kelompok mafia dan kalau perlu bersama gangster terbaik yang ada di negara ini sekalian, hanya untuk membunuh anak sialan itu. Secepatnya aku akan menghubungimu, jika orangnya sudah siap!” ujar Richo yang tidak mempunyai jalan lain kecuali menyewa orang yang lebih kuat dan kejam untuk melenyapkan Levi.
“Baik, Tuan! Aku akan menunggu kabar baik dari anda,” sahut Kenzo.
“Untuk sementara kau bersembunyi dulu dan pastikan si Bastian itu mati. Kau mengerti?” Perintah Richo lagi yang tidak ingin menyisakan Bastian sekalipun untuk tetap hidup.
“Baik, Tuan!” sahut Kenzo lagi.
Setelah mendengar jawaban dari Kenzo, Richo pun langsung memutuskan sambungan teleponnya secara sepihak.
Dengan raut wajah yang dipenuhi kemarahan, dia melempar semua barang yang ada di meja kerjanya begitu saja sambil berteriak frustasi.
“Aaakhh, … Sialan! Kenapa sulit sekali menghabisi anak sialan itu!” umpat Richo.
...****************...
Sementara orang yang sedang di umpat itu tengah berjalan dilorong rumah sakit. Levi terus melamun di sepanjang jalannya menuju keruangan rumah dimana Bastian tengah menjalani operasi itu.
Banyak sekali hal dipikirkan oleh seorang Levi yang biasanya hanya memikirkan cara untuk bersenang-senang saja.
Sebelum kemunculan Bastian, dia hanya memikirkan cara yang bisa membuatnya bahagia berada disisi Nona kecilnya meskipun tanpa bisa memilikinya.
Namun, sekarang Levi juga terus kepikiran keadaan Bastian dan terutama sang kakek yuang telah lama tidak pernah dia temui.
Levi sebenarnya ingin jujur kepada Rayden, tetapi dia belum sanggup berpisah dengan Nona kecilnya untuk sekarang.
“Haish, … Kenapa banyak sekali masalah yang muncul di dalam kehidupanku yang sangat damai ini!”
Levi merasa geram dengan dirinya sendiri, dia bahkan mengacak-acak rambutnya saking frustasinya.
Hingga tanpa sadar di sampai didepan ruang operasi yang tadi ditunjukkan oleh seorang suster. Disana terlihat Felix dan Jaydon yang sedang membicarakan sesuatu dengan sangat serius.
“Ouh, … Ternyata mereka masih berada di sana!” ujar Levi.
Terlihat dari pintu ruang operasi bahwa operasinya masih berlangsung dan mereka masih menunggu sampai operasinya selesai.
Levi sebenarnya ingin langsung menghampiri keduanya, tetapi dia segera mengehntikan langkahnya dan bersembunyi ketika dia mendengar namanya sedang dibicarakan.
“Ouhya, … Kenapa kau datang kesini sendirian? Dimana Will dan Levi?” Felix pun menanyakan keberadaan dua sejolinya itu.
“Will sedang ditugaskan di markas besar untuk menginterogasi orang-orang yang telah kita tangkap itu. Sementara Levi sepertinya sedang di interogasi oleh Rayden diruanggan kerjanya,” jelas Jaydon yang membuat Felix semakin penasaran.
“Apa kau tahu kenapa Levi di interogasi oleh Tuan? Sepertinya memang dia sedang menyembunyikan sesuatu dari Tuannya dan Will selama ini?” ujar Felix yang memulai membuka bahan gosipnya.
“Sepertinya Levi itu sebenarnya anak orang kaya entah di negara mana. Aku selalu terngiang tentang panggilan telepon yang memanggil Levi sebagai Tuan muda sebelum kejadian penyerangan itu, Bukan?”
Jaydon benar-benar menebaknya dengan sangat tepat, tapi sayangnya Felix dengan mudah menyanggahnya.
“Aish, … Mana mungkin seorang Tuan muda bentukkannya kaya Levi! Sudah playboy kelas kakap, bocah psikopat dan apa panggilan terbaru waktu itu? Dewa kematian? Levi jauh banget, jika di katakan sebagai seoarang Tuan muda. Apalagi kalau dibandingkan dengan Tuan Rayden.”
Felix menyanggah atau menjelekan Levi itu bedanya sangat tipis.
“Iya, benar juga katamu ‘yah! Mana mungkin ada Tuan muda bentukkan nya seperti itu, Hahahaa, ….”
Jaydon pun membenarkan penjelasan Felix bahkan dia juga tertawa senang.
“Sialan, kalian berdua! Aku memang seorang Tuan muda tahu,” gumam Levi yang terlihat sangat kesal setelah mendengar pembicaraan kedua orang itu.
“Ouhya, menurutmu apa hubungannya Levi dengan pria yang sedang di operasi itu?”
Felix kembali menanyakan hal kembali bersangkutan dengan Levi.
“Hay, brother! Kemarilah memang banyak ingin aku tanyakan padamu. Cepat duduk disini!”
Karena sudah ketahuan bergosip, Felix pun tidak mau menutupinya lagi. Dengan cepat dia menggeser tempat duduknya dan menyuruh Levi untuk duduk di antara mereka.
Levi yang tadinya sudah bersiap untuk memarahi keduanya, akhirnya bingun sendiri dan malah menurut duduk diantara Jaydon dan Felix.
“Lev, siapa paman tua yang terkena luka tembakan itu, Hah?” tanya Felix yang masih penasaran dengan hubungan Levi dan Bastian.
“Apakah benar kau itu sebenarnya orang kaya?” tanya Jaydon yang masih saja memikirkan tentang panggilan Tuan muda pada Levi itu.
“Hay, sudah aku katakan itu tidak mungkin. Iya ‘kan, Lev!” sahut Felix yang sebenarnya juga penasaran mengenai itu.
“Ehmm, ….”
“Atas nama keluarga pasien!”
Saat Levi hendak menjawabnya, tiba-tiba ruangan operasi itu terbuka dan keluar seorang dokter yang mencari keberadaan keluarga dari pasiennya untuk menyampaikan hasil operasinya.
“Saya, Dok! Saya keponakan jauhnya!” seru Levi dengan cepat menghampiri dokter itu.
“Bagaimana keadaan paman say, Dok?” lanjut Levi yang terlihat sangat cemas dan khawatir.
“Operasinya berjalan dengan lancar. Ada dua peluru yang bersarang di dada kanan dan kirinya, tapi sekarang sudah dikeluarkan dan di obati,” ujar sang Dokter.
“Namun, saat pasien tiba di rumah sakit. Pasien sudah kehilangan banyak darah dan oksigen. Kondisi ini mengakibatkan pasien sempat mengalami hipoksia, dimana sel atau jaringan yang ada dibagian seluruh tubuh tidak dapat berfungsi dengan normal.” Sang Dokter kembali melanjutkan penjelasannya.
“Apa maksud Dokter? Katakan saja kondisinya dengan bahasa yang bisa saya mengerti, Dok!” ujar Levi yang ama sekali tidak mengerti dengan penjelasan dari Dokter itu.
“Singkatnya, pasien kemungkinan besar akan mengalami koma yang berada pada fase vegetative state. Artinya orang itu masih bisa bertahan hidup dan masih dapat menyadari apa yang terjadi di sekitarnya. Meskipun tidak dapat memberi respon baik dalam bentuk komunikasi maupun gerakan.”
Sang dokter menjelaskan kemungkinan terburuk yang akan Levi dengar pasca operasi.
Mendengar hal itu, tubuh Levi seketika terasa sangat lemas tak bertenaga. Beruntung, Jayden dengan cepat membantunya untuk berdiri.
Levi benar-beenar tidak menyangkan bahwa Bastian akan terluka sampai separah ini.
“Kalau sudah jelas, saya mohon undur diri terlebih dahulu. Ouhya, pasien akan dipindahkan ke ruang perawatan,” ujar Sang Dokter sebelum pergi.
“Baik, terima kasih banyak, Dok!” ucap Felix.
“Ini sudah tidak bisa aku biarkan lagi! Aku harus menangkap orang itu secepatnya,” gumam Levi yang dipenuhi oleh kemarahan.
Bersambung,.......
...****************...
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 10 pagi ‘yah!😍😍...
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...
Note: Maaf! Belum bisa up banyak, karena author masih kurang enak badan. Sambil menunggu Willea, silahkan kunjungi karya sesama Author lain yah! Yang ini nih👇! Jangan lupa berikan dukungan kalian yah🥰🥰🥰😍😘